Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Archives Pharmacia

Formulasi dan Evaluasi sediaan Balsam Bibir Menggunakan ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rose sinensis L ) sebagai Pewarna Alami Pertiwi, Ratih Dyah; Pertiwi, Ratih Dyah
Archives Pharmacia Vol 2, No 2 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) memiliki kandungan senyawa antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Salah satu pewarna yang bisa dimanfaatkan adalah pewarna sediaan balsam bibir. Pembuatan ekstrak bunga kembang sepatu menggunakan metode maserasi dengan menggunakan  pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan balsam bibir dibuat dengan penambahan pewarna alami dengan menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu dengan konsentrasi yang berbeda. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, titik lebur , uji stabilitas selama empat minggu penyimpanan pada suhu kamardan uji oles. Hasil formulasi sediaan balsam bibir menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat homogen, titik lebur antara 51,6 – 53,6˚C, pH 5, dan stabil dalam penyimpanan suhu kamar selama empat minggu.Balsam bibir yang diformulasikan dengan ekstrak bunga kembang sepatu diharapkan dapat digunakan sebagai kosmetik pilihan yang ramah lingkungan dan memiliki efek samping minimal dibandingkan dengan balsam bibir yang beredar di pasaran saat ini.
Formulasi dan Evaluasi sediaan Balsam Bibir Menggunakan ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rose sinensis L ) sebagai Pewarna Alami Pertiwi, Ratih Dyah; Pertiwi, Ratih Dyah
Archives Pharmacia Vol 2, No 2 (2020): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa sinensis L) memiliki kandungan senyawa antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Salah satu pewarna yang bisa dimanfaatkan adalah pewarna sediaan balsam bibir. Pembuatan ekstrak bunga kembang sepatu menggunakan metode maserasi dengan menggunakan  pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan balsam bibir dibuat dengan penambahan pewarna alami dengan menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu dengan konsentrasi yang berbeda. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, titik lebur , uji stabilitas selama empat minggu penyimpanan pada suhu kamardan uji oles. Hasil formulasi sediaan balsam bibir menggunakan ekstrak bunga kembang sepatu menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat homogen, titik lebur antara 51,6 – 53,6˚C, pH 5, dan stabil dalam penyimpanan suhu kamar selama empat minggu.Balsam bibir yang diformulasikan dengan ekstrak bunga kembang sepatu diharapkan dapat digunakan sebagai kosmetik pilihan yang ramah lingkungan dan memiliki efek samping minimal dibandingkan dengan balsam bibir yang beredar di pasaran saat ini.
Biosintesis dan uji Antioksidan Nanopartikel Emas Menggunakan Kuersetin Pertiwi, Ratih Dyah; Utami, Tyas Putri; Michelle, Michelle
Archives Pharmacia Vol 6, No 2 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i2.8237

Abstract

Sintesis nanopartikel emas dapat dilakukan dengan metode fisika dan metode kimia, namun kedua metode itu menimbulkan limbah berbahaya yang tidak ramah lingkungan, dan mahal, sehingga sintesis nano partikel emas pada penelitian ini dilakukan dengan metode green synthesis karena metode ini ramah lingkungan, dapat diproduksi ulang, relatif terjangkau dan sederhana. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan kuerseti dalam pembuatan sediaan nanopartikel emas, karakteristik, dan aktivitas antioksidan pada sediaan nanopartikel emas yang dihasilkan. Larutan HAuCl4 0,002M disintesis menggunakan kuersetin. Larutan ini dilihat kestabilannya dengan mengamati panjang gelombang selama 8 minggu menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Larutan nanopartikel emas terbaik dikarakterisasi menggunakan particle size analyzer (PSA) untuk mengetahui Z-average, indeks polidispersitas, dan potensial zetanya. Pengujian aktivitas antioksidan sediaan nanopartikel emas dilakukan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil). Uji panjang gelombang maksimum menunjukkan hanya sediaan nanopartikel emas dengan penambahan gom arab dan 3 mL larutan kuersetin 2 mM (F4) yang masuk ke dalam rentang 500-600 nm. Hasi uji kestabilan dan karakterisasi menunjukkan sediaan nanopartikel emas dengan penambahan gom Arab dan 3 mL larutan kuersetin 2 mM memiliki kestabilan terbaik dengan Z-average 116,7 nm, indeks polidispersitas 0,293, dan potensial zeta -12,2 mV. Sediaan nanopartikel emas ini mempunyai kemampuan sebagai antioksidan karena nilai IC50 yang didapatkan sebesar 82,80 ppm.
Optimasi Kombinasi Asam Stearat Dan Trietanolamin Terhadap Sifat Fisik Krim Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia Pellucida L.) Dengan Metode Simplex Lattice Design Manuelim, Karin; Pertiwi, Ratih Dyah; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 6, No 1 (2024): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v6i1.7615

Abstract

Daun suruhan (Peperomia pellucida L.) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri yang dapat dimanfaatkan dalam perawatan kulit. Untuk dapat memanfaatkan daun suruhan, maka dibutuhkan bentuk sediaan yang dapat diaplikasikan pada kulit. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari asam stearat dan trietanolamin terhadap sifat fisik krim dan untuk mengetahui formula optimum dalam krim ekstrak etanol daun suruhan. Optimasi asam stearat dan trietanolamin menggunakan metode Simplex Lattice Design. Uji stabilitas fisik yang digunakan untuk sediaan krim yaitu uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas dan uji tipe krim. Hasil dari pengujian pH, daya sebar dan daya lekat dianalisis menggunakan Design Expert version 12 dan diuji menggunakan one sample t-test menggunakan software SPSS. Setiap respon dari hasil eksperimen kemudian di uji ANOVA (Analysis of variance) untuk menentukan signifikansi analisis respon antar variabel dan dapat mengetahui model yang disarankan oleh Design Expert. Hasil formula optimum sediaan krim yang diperoleh dari metode Simplex Lattice Design dengan kombinasi asam stearat dan trietanolamin yaitu (90%:10%). Pengujian signifikansi menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi >0,05.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Masker Clay Ekstrak Daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra(l.)Gaertn) Pradana, Reinaldo; Mahfud, Ahmad; Pertiwi, Ratih Dyah; Ghozaly, Muchammad Reza
Archives Pharmacia Vol 7, No 1 (2025): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v7i1.9114

Abstract

Penggunaan kosmetik saat ini bukan hanya untuk meningkatkan estetika saja tetapi juga untuk menjaga kesehatan kulit. Masker clay adalah salah satu kosmetik yang memiliki sifat pembersihan dan pengontrol minyaknya serta dapat dikombinasikan dengan bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan masker clay yang mengandung ekstrak daun Kapuk Randu (Ceiba pentandra (L) Gaertn.) dan mengevaluasi stabilitas fisiknya. Masker clay diformulasikan dengan ekstrak etanol daun Kapuk Randu  pada konsentrasi yang berbeda mulai dari 3%, 6%, dan 9%, serta eksipien seperti bentonit, kaolin, xanthan gum, gliserin, titanium dioksida, nipagin, dan natrium lauril sulfat. Karakterisasi masker clay dinilai melalui pengujian organoleptik, pengukuran viskositas, pengujian pH, pengujian homogenitas, pengujian daya sebar, evaluasi waktu pengeringan, dan pengujian stabilitas (uji cycling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kapuk Randu pada konsentrasi 3%, 6%, dan 9% dapat berhasil diformulasikan menjadi masker clay. Uji stabilitas fisik menunjukkan bahwa formulasi masker clay menunjukkan stabilitas yang baik. Tidak ada perubahan signifikan dalam hal sifat organoleptik, pH, homogenitas, waktu pengeringan, daya sebar, dan viskositas
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lip Balm Dari Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Putri, Listi Maslia; Pertiwi, Ratih Dyah; Mahayasih, Putu Gita Maya Widyaswari
Archives Pharmacia Vol 5, No 2 (2023): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v5i2.6957

Abstract

Bibir merupakan bagian kulit wajah yang tidak memiliki pelindung alami, sehingga membutuhkan pelindung dari luar seperti antioksidan untuk menghambat atau memperlambat terjadinya oksidasi pada bibir akibat paparan panas sinar matahari dan polusi yang menyebabkan radikal bebas serta menjaga dari udara dingin yang berlebihan agar tidak merusak sel keratin penyebab kerusakan bibir, sehingga diformulasikan lip balm yang dapat melindungi dan mengatasi permasalahan bibir dengan penambahan antioksidan alami dari tumbuhan seperti kulit buah rambutan yang telah diketahui mengandung senyawa fenolik dengan potensi antioksidan. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan formula sediaan lip balm dari ekstrak kulit buah rambutan dengan menggunakan variasi konsentrasi F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%), dan dilakukan evaluasi sediaan selama uji stabilitas menggunakan metode cycling test. Hasil organoleptis lip balm ekstrak kulit buah rambutan diperoleh warna F0 (putih susu), F1 (cokelat muda), F2 (cokelat), F3 (cokelat tua) dengan bau seperti cokelat dan berbentuk seperti salep (semi padat) yang homogen. Hasil uji pH berada pada rentang 4,6–6,0. Pengamatan daya oles memperoleh hasil yang mudah diaplikasikan dengan 5 kali pengolesan pada tangan lengan bawah dan tidak terdapat gumpalan. Hasil uji daya sebar berada pada rentang 5,0–6,2 cm dan hasil daya lekat memiliki rentang 5-8 detik. Hasil evaluasi sediaan diketahui tetap stabil selama penyimpanan 6 siklus (12 hari) dan memenuhi persyaratan.
Optimasi dan Formulasi Kombinasi Karbopol 940 dan HPMC terhadap Sifat Fisik Ekstrak Etanol 96% Gel Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendra L.) dengan Metode Simplex Lattice Design (SLD) Pertiwi, Ratih Dyah; Alfiyah, Siti; Hurit, Hermanus Ehe
Archives Pharmacia Vol 5, No 1 (2023): ARCHIVES PHARMACIA
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/ap.v5i1.6356

Abstract

Ekstrak etanol 96% daun kayu putih (Melaluca leucadendra L.) memiliki senyawa flavonoid, tanin, triterpenoid yang digunakan untuk penghambatan pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pembentukan gel kabopol 940 dan HPMC terhadap sifat fisik gel dan untuk mengetahui komposisi optimum yang dapat menghasilkan gel ekstrak etanol daun kayu putih dengan sediaan fisik yang baik. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah rancangan percobaan Simplex Lattice Design dengan 2 faktor pembentukan gel (karbopol 940 dan HPMC). Gel ekstrak etanol 96% daun kayu putih dibuat dalam 5 formula dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan HPMC yang berbeda-beda, yaitu F1 (0%:2%), F2 (0,5%:1,5%), F3 (2%:0%), F4 (1%:1%), dan F5 (1,5%:0,5%). Uji stabilitas fisik yang digunakan untuk sediaan gel yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan sineresis. Hasil uji sifat fisik (pH, daya lekat, daya sebar) dikelolah menggunakan Design Expert Version 12. Analisis data yang digunakan adalah program SPSS. Konsentrasi karbopol 940 menyebabkan penurunan pH, daya lekat, daya sebar, sedangkan HPMC lebih dominan meningkatkan respon pH, daya lekat, daya sebar. Formula optimum sediaan gel ekstrak etanol 96% daun kayu putih dengan komposisi HPMC 1 atau 100 % dan karbopol 940 sebesar 0 %