Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Kapasitas Usaha Kopimu Desa Cibeureum Kertasari Kabupaten Bandung Melalui Pengembangan Bisnis Dalam Meningkatkan Daya Saing Dindin Abdurohim B.S.; Muhammad Fikri Maulana
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.3.823-832.2022

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas dunia yang dapat membawa nama Indonesia, khususnya Jawa. Dalam perkopian dunia, secangkir kopi diistilahkan sebagai a cup of java. Di Indonesia (khususnya Pulai Jawa) dari zaman Belanda dikenal sebagai produsen kopi dengan cita rasa yang terbaik di dunia. Pada saat ini, Indonesia adalah produsen kopi yang berada pada urutan keempat di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dan untuk sebagai konsumen berada pada urutan ketujuh. Sementara itu, sebagai produk perkebunan Indonesia, kopi berada pada urutan keenam setelah selapa sawit, karet, gula, teh dan kakao. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, kopi menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari, bahkan semua kalangan. Menurut International Coffe Organization (ICO), pertumbuhan dari penikmat kopi yang ada di Indonesia ini berkembang sangat pesat, bahkah lebih dari pertumbuhan yang ada di dunia, penikmat dari kopi yang ada di Indonesia tumbuh sebanyak 8% sedangkan untuk pertumbuhan peminum kopi di dunia hanya berada pada angkat 6%. Menurut Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebutkan bahwa pertumbungan konsumsi kopi di Indonesia meningkat secara signifikat, yang tadinya 0,8 kilogram menjadi 1,3 kilogram per kapita. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi dengan penghasil kopi terbesar di Indonesia. Menurut data BPS pada tahun 2019, jumlah produksi kopi di Jawa Barat mencapai lebih dari 21.000 ton pertahunnya, yang sebagian besar produksi kopi tersebut berasal dari perkebunan rakyat. Di tengah pandemic, ekspor komoditas kopi Provinsi Jawa Barat hingga semester I 2021 bisa mencapai 160 ton. Kemetrian Pertanian Indonesia, menunjuk Kabupaten Bandung sebagai daerah super prioritas pertanian untuk kopi Arabika. Karena dari letak geografis Kabupaten Bandung itu sendiri yang berada di atas 2000 mdpl, dengan iklim tropis. Luas tanah yang digarap untuk dijadikan pertanian kopi di Kabupaten Bandung sudah mencapai 12.000 hektar. Kopi Mu merupakan usaha kecil Kopi yang berada di desa Cibereum Kertasari, yang berdiri awal tahun 2018. Kopi Mu ini mulai berkembang pada akhir tahun 2018 karena semakin luas jangkauan daerah pemasaran, mitra berkeinginan Meningkatkan Citra dan daya saing Kopi kertasari bukan saja bahan bakunya saja tapi juga produk olahan pasca panen.
Pendampingan Peningkatan Kapasitas Usaha Kopimu Desa Cibeureum Kertasari Kabupaten Bandung melalui Pengembangan Bisnis dalam Meningkatkan Daya Saing Dindin Abdurohim B.S.; Muhammad Fikri Maulana
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 3 (2022): September
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.3.839-848.2022

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas dunia yang dapat membawa nama Indonesia, khususnya Jawa. Dalam perkopian dunia, secangkir kopi diistilahkan sebagai a cup of java. Di Indonesia (khususnya Pulai Jawa) dari zaman Belanda dikenal sebagai produsen kopi dengan cita rasa yang terbaik di dunia. Pada saat ini, Indonesia adalah produsen kopi yang berada pada urutan keempat di dunia, setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia dan untuk sebagai konsumen berada pada urutan ketujuh. Sementara itu, sebagai produk perkebunan Indonesia, kopi berada pada urutan keenam setelah selapa sawit, karet, gula, teh dan kakao. Bagi masyarakat Indonesia sendiri, kopi menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari, bahkan semua kalangan. Menurut International Coffe Organization (ICO), pertumbuhan dari penikmat kopi yang ada di Indonesia ini berkembang sangat pesat, bahkah lebih dari pertumbuhan yang ada di dunia, penikmat dari kopi yang ada di Indonesia tumbuh sebanyak 8% sedangkan untuk pertumbuhan peminum kopi di dunia hanya berada pada angkat 6%. Menurut Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebutkan bahwa pertumbungan konsumsi kopi di Indonesia meningkat secara signifikat, yang tadinya 0,8 kilogram menjadi 1,3 kilogram per kapita. Jawa Barat sendiri merupakan salah satu provinsi dengan penghasil kopi terbesar di Indonesia. Menurut data BPS pada tahun 2019, jumlah produksi kopi di Jawa Barat mencapai lebih dari 21.000 ton pertahunnya, yang sebagian besar produksi kopi tersebut berasal dari perkebunan rakyat. Di tengah pandemic, ekspor komoditas kopi Provinsi Jawa Barat hingga semester I 2021 bisa mencapai 160 ton. Kemetrian Pertanian Indonesia, menunjuk Kabupaten Bandung sebagai daerah super prioritas pertanian untuk kopi Arabika. Karena dari letak geografis Kabupaten Bandung itu sendiri yang berada di atas 2000 mdpl, dengan iklim tropis. Luas tanah yang digarap untuk dijadikan pertanian kopi di Kabupaten Bandung sudah mencapai 12.000 hektar. Kopi Mu merupakan usaha kecil Kopi yang berada di desa Cibereum Kertasari, yang berdiri awal tahun 2018. Kopi Mu ini mulai berkembang pada akhir tahun 2018 karena semakin luas jangkauan daerah pemasaran, mitra berkeinginan Meningkatkan Citra dan daya saing Kopi kertasari bukan saja bahan bakunya saja tapi juga produk olahan pasca panen.
Examining Factors That Can Improve Employee Performance Dindin Abdurohim; Samuel PD Anantadjaya; Imam Jayanto; Kusdibyo; Pandu Adi Cakranegara
Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 9 No. 2 (2022): September
Publisher : Pusat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah, FEB, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jmb.v9i2.309

Abstract

This study aimed to analyze the effect of competence, work motivation, and work environment on employee performance at PT. Bank Mandiri Kartini Makassar Branch with a population of 300 people. With a relatively large population (300 people), the sample was drawn using the Slovin formula so that 75 respondents were obtained. This research is quantitative research where the data source comes from primary data obtained directly from the employees as research respondents using questionnaires and secondary data obtained from decision literature such as books and references related to the material for writing this final project and analysis. documentation from PT. Bank Mandiri (Persero), tbk. The results of this study indicate that partially or simultaneously, the variables of competence, work motivation, and work environment affect positively and significantly the performance of employees at the office of PT. Bank Mandiri Bandung Martadinata.
Survival Strategies and Online Marketing in the Time of the COVID-19 Pandemic of Bandung City SME: A Case Study of the Cibaduyut Shoe Center Dindin Abdurohim; Andry Mochammad Ramdan
Quantitative Economics and Management Studies Vol. 3 No. 6 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.256 KB) | DOI: 10.35877/454RI.qems1259

Abstract

This study aims to describe and analyze survival strategies and online marketing strategies for small shoe businesses during the COVID-19 pandemic in Bandung. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained by interviewing knitting business actors and related parties as key informants. The results showed that the COVID-19 pandemic had a negative impact on small shoe businesses in the shoe center of Bandung city. As a strategic step in the midst of a pandemic, business people use a survival strategy, by not increasing selling prices, but reducing profit targets, in the online marketing strategy of knitting small businesses using strategies: e-commerce, digital marketing, improving product and service quality, and customer relations. The implementation of this strategy is driven by an entrepreneurial spirit, flexibility, responsiveness to changes and technological developments, and the ability to collaborate with various stakeholders. This research shows that small businesses that implement survival strategies and online marketing are able to survive and improve business performance.
STRATEGI BERTAHAN DAN PEMASARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19 UKM KOTA BANDUNG STUDI KASUS USAHA KECIL RAJUT Dindin Abdurohim; Yanti Susila; Afief Maula Novendra
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 14 No. 1 (2023): Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v14i1.5860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi bertahan dan strategi pemasaran online usaha kecil rajut di masa pandemi COVID-19 di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dengan mewawancarai pelaku usaha rajut dan pihak terkait sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 berdampak negatif pada usaha kecil rajut di sentra rajut kota bandung. Sebagai Langkah strategi di tengah pandemi, para pelaku bisnis menggunakan strategi bertahan, dengan cara tidak menaikkan harga jual, melainkan mengurangi target keuntungan, dalam strategi pemasaran online pelaku usaha kecil rajut menggunakan strategi : e-commerce, pemasaran digital, peningkatan kualitas produk dan layanan, serta hubungan pelanggan. Implementasi strategi tersebut didorong oleh semangat kewirausahaan, fleksibilitas, tanggap terhadap perubahan dan perkembangan teknologi, serta kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha kecil yang menerapkan strategi bertahan dan pemasaran online mampu bertahan dan meningkatkan kinerja bisnis.
PENGEMBANGAN KAPASITAS USAHA PUTRA MANDIRI DALAM MENDUKUNG PROGRAM UMKM NAIK KELAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Dindin Abdurohim; Andry Mochamad Ramdan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15801

Abstract

Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat, memiliki potensi salah satunya usaha Putra Mandiri, namun belum memiliki kapasitas dalam mengembangkan usaha, dihadapkan permasalahan: 1) Proses Produksi, 2) Manajemen dan SDM, 3) Perizinan dan 4) Keterbatasan Pemasaran Online. Solusi yang ditawarkan: 1) Meningkakan Kapasitas proses produksi, melalui peningkatan Peralatan Modern, Peningkatan Perlengkapan proses Produksi dan Lay Out Proses Produksi, 2) Peningkatan Kapasitas Manajemen dan Motivasi Kewirausahaan, 3) Fasilitasi Perizinan NIB melalui, 4) Pengembangan Pemasaran Online melalui Babari.id. Metode pendekatan yang digunakan, Pelatihan dan Fasilitasi usaha. Selain itu ditetapkan Langkah – Langkah solusi untuk mencapai target solusi yang ditetapkan. Hasil yang yang capai Meningkatnya Asset berupa alat pemotong bahan baku,  memiliki kemasan produk dan meningkatkan jumlah penjualan. Mitra Mampu memproduksi sesuai Tuntutan zaman di era digital. Meningkatkan semangat kewirausahaan dan kemampuan menerapkan kreativitas dan inovasi dalam aktivitas usaha sehari-hari . Mampu menjalankan fungsi – manajemen, serta Kemudahan Mengakses Lokasi Mitra, dan dikenal secara online. 
PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUKABUMI JAWA BARAT (Studi Penguatan Dan Pengembangan Lembaga KPP-SB di Daerah Miskin) Dindin Abdurohim Abdurohim
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 11 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v11i2.40

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan program yang dilakukan oleh Kementerian NegaraPembangunan Daerah Tertinggal yang yang perlu ditingkatkan seperti belum maksimal pembentukan dan komunitaslembaga seperti kaderisasi penggerak pembangunan yaitu dalam bentuk Organisasi masyarakat setempat yangmerupakan dukungan kelembagaan pembangunan daerah di bidang ekonomi, infrastruktur, dalam hal ini perlu adanyapartisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanalan dan evaluasi.Pembangunan masyarakat desa melalui kader penggerak pembangunan satu bangsa (KPP-SB) dapat bermanfaatbagi masyarakat dan berkesinambuangan, diperlukan upaya untuk menempatkan masyarakat dalam posisi sentraldalam pembagunan, perlu pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan implementasinya. Dengandemikian pembangunan tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat yang ada dan pada akhirnya akantimbul rasa memiliki, tanggung jawab dan keinginan untuk meneruskan pembangunan tersebut.
KAJIAN SOSIAL EKONOMI PENDIRIAN PUSAT PEMBELANJAAN MODERN RAMAYANA PLAZA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT (KBB) Dindin Abdurohim
Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi Vol. 9 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Administrasi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jia.v9i3.312

Abstract

Potential market (traditional and modern) can be an indicator or barometer of the dynamics of the economy. Commodity potential is certainly will stimulate their productivity if the place of marketing representative, consumers in other areas can easily access the products. The increasing productivity of people's economy will directly or not affect the increase in the revenue of the region, and public economy sector should be driven and developed optimally, considering it is big enough and great implication. This provides alternative and opportunities to the people of West Bandung Regence to have shopping places with complete facility, but it needs considering the aspect of social economy.
ANALYSIS OF MSME CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN THE DIGITAL ERA Dindin Abdurohim
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 1 No. 3 (2023): December
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of digital technology has globally transformed the business landscape, including the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector. This research aims to analyze the challenges and opportunities faced by MSMEs in the digital era. Key challenges involve limited access and understanding of technology, digital security, and intensifying competition. MSMEs also face risks related to data privacy and regulatory uncertainties in the digital environment. However, amidst these challenges, the digital era presents new opportunities for MSMEs, such as market globalization, product innovation, and operational efficiency through technology integration. Government efforts, business stakeholders, and educational institutions are needed to enhance the digital literacy of MSMEs, provide supportive infrastructure, and develop policies that facilitate MSME growth in the digital era. This research provides profound insights into the dynamics of MSMEs amid technological changes, with the hope of contributing to the development of policies and strategies that support MSME growth in the digital era.
Women's Empowerment In Msmes: Analysis Of Social And Economic Impacts Dindin Abdurohim
International Journal of Management and Business Economics Vol. 2 No. 1 (2023): October
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/ijmebe.v2i1.467

Abstract

Empowering women in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) plays a crucial role in achieving inclusive and sustainable economic development. This research focuses on analyzing the social and economic impacts of women's empowerment efforts in the MSME sector. Using of literature review, the study aims to illustrate the contributions of women's empowerment to economic development and social well-being. The research findings indicate that women's empowerment in MSMEs has positive economic impacts by increasing their participation in business activities. The implementation of training and mentoring programs has proven effective in enhancing women's managerial and entrepreneurial skills, contributing to increased family income. Socially, women's empowerment also creates positive effects by enhancing their roles in family decision-making and community involvement. Through a profound understanding of these impacts, this research provides a foundation for the development of more effective empowerment policies and programs. It involves various stakeholders to create an environment that supports the active role of women in MSMEs.