Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Ketua RT RW Di Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi Utami, Watnaria Dian; Abdullah, Sait; Afandi, Muhamad Nur; Listiani, Teni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10300

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi kepemimpinan Ketua RT dan RW di Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi pengelolaan administrasi yang masih manual, keterbatasan penguasaan teknologi informasi, rendahnya efektivitas komunikasi sosial, serta belum optimalnya kemampuan perencanaan strategis dalam mendorong partisipasi masyarakat, termasuk kepatuhan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dilengkapi analisis tematik berdasarkan teori kompetensi kepemimpinan Robert Katz (technical skill, human skill, conceptual skill) dan analisis Fishbone untuk mengidentifikasi akar masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi ketua RT/RW relatif kuat pada aspek human skill, namun masih memerlukan penguatan pada aspek technical skill dan conceptual skill. Strategi peningkatan kompetensi disusun melalui pendekatan pengembangan SDM yang berkelanjutan, pelatihan terarah, pendampingan, serta digitalisasi administrasi. Penelitian merekomendasikan prioritas utama pada peningkatan kemampuan konseptual (perencanaan strategis), diikuti peningkatan keterampilan teknis berbasis teknologi, serta penguatan komunikasi partisipatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kepemimpinan lingkungan.
Strategi Peningkatan Kompetensi Tim Fasilitasi Monitoring Dan Evaluasi Melalui Metode Analisis SWOT/QSPM Setiyono, Setiyono; Abdullah, Sait; Sufianti, Ely; Rahman, Abdul
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 3 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10335

Abstract

Sumber daya manusia yang kompeten merupakan faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan daerah, termasuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW). Tim Fasilitasi, Monitoring, dan Evaluasi (FASMONEV) P2RW Kecamatan Gunungpuyuh memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas program. Namun, pelaksanaan tugas tim masih menghadapi berbagai kendala kompetensi, baik pada aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kompetensi Tim FASMONEV serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi yang tepat dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara induktif. Untuk perumusan strategi digunakan analisis SWOT yang diperkuat dengan matriks IFE, EFE, SPACE, TOWS, dan penentuan prioritas strategi menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi Tim FASMONEV belum merata, terutama pada pemahaman teknis pembangunan, analisis RAB, serta kemampuan penyusunan rekomendasi berbasis data. Analisis strategis menempatkan tim pada Kuadran I (agresif), yang menunjukkan kondisi internal cukup kuat dan didukung peluang eksternal. Berdasarkan hasil QSPM, strategi prioritas adalah penguatan kapasitas SDM berbasis praktik, diikuti penataan manajemen kerja dan kolaborasi, optimalisasi sistem dan prosedur kerja, serta adaptasi regulasi dan mitigasi risiko organisasi. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan efektivitas pelaksanaan monitoring dan evaluasi P2RW.
Governance Models and Stunting: Comparative Policy Insights from Indonesia, Malaysia, and Mexico Dwiputrianti, Septiana; Balian, Moch. Ubaidillah; Arshad, Rozita; Kadelbach, Vivian; Abdullah, Sait
Jurnal Borneo Administrator Vol. 21 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v21i3.1710

Abstract

162 million children worldwide are affected by stunting, which has serious societal repercussions (WHO, 2021). In order to identify institutional drivers of success, this study compares the governance styles used to address stunting in Mexico (hybrid), Malaysia (centralised), and Indonesia (decentralised). Through a qualitative examination of 45 coverage documents (2015–2023) and 72 stakeholder interviews, we find that Malaysia's NPAN uses cross-regional cooperation to reduce stunting by 12%, while Indonesia's bureaucratic fragmentation hinders implementation. The importance of network engagement is emphasized in Mexico's PENSAN application. By showing how adaptive frameworks that are adapted to local capacities improve fitness outcomes, the study advances the idea of collaborative governance. Malaysia is a prime example of a collaborative governance model that involves a fewstakeholders and improves its national nutrition strategy. Mexico's comprehensive strategy, which combines health and social regulations, underscores the significance of community engagement in public health initiatives. A comparative analysis of stunting incidence indicates that Indonesia (20.0%) and Malaysia (24.3%) face significant challenges in reducing stunting rates, whereas Mexico (13.9%) has made greater progress in this area. This study gives contribution to the study of public administration by illustrating how centralized (Malaysia), decentralized (Indonesia), and hybrid (Mexico) governance systems influence the effectiveness of health interventions. It provides critical insights for policymakers and practitioners, advocating for inclusive stakeholder participation and the necessity of context specific solutions. This study redefines discussions on decentralization in global health governance and fills the gap on cross-national governance analyses in stunting policy. This study indicates that policymakers ought to promote institutional flexibility and participatory design to attain SDG objectives.