Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Arsitekno

POLA PEMUKIMAN KOTA SIGLI Mirsa, Rinaldi
Arsitekno Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v1i1.1208

Abstract

Sigli, the capital of Pidie region at Nanggroe Aceh Darussalam province, situated on East Sumatera Broadway, on Malaka Strait side precisely, connecting the cities amongst Banda Aceh to Medan, strategic also as the capital province hinterland –which its growth was influented by history. Morphology studied aims to searching for beginning of Sigli organism, so that the existing meanings should be comprehensive by integrated with historical perspective back-ground. The research reveals that, around the evolutions, Sigli has fan shaped cities spatial expressed –which natural obstruction at north side by Malaka Strait so that the growth inclined to other directions. Its point out the Sigli embryo -in periodical growth- be an organism and take the evolution so forth, which classified in three periods, include Poli/Pedir Empire Period (1413-1873), Colonial Period (1874-1954) and Safety Period (1955 untill now). The classify to seem the comprehensive typological and morphological physical elements of urban form which categories; dominated functions (commercial, government, settlement and religy), building characters (style, age, block and infrastructure) and placement at territory of Sigli. Such research inventions are best described into the following sentences: 1) the function was transformed, it shows by evolution physical elements of Sigli about each periods; 2) typological of Sigli urban spatial is function and spatial physical units, evolved by specific character of dominant elements; 3) by morphological, the pattern of Sigli urban spatial forced by government and natural topography; 4) the affected factors is the geographic, transportation and functions as traditional trading city, spreading of Islam and Colonial resisted. The research recommends that next morphology study should explored the typology of Sigli urban form to future implementations.
PERENCANAAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPATIF DI DESA CUT MAMPLAM Mirsa, Rinaldi
Arsitekno Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v2i2.1229

Abstract

Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) merupakan suatu programpenataan lingkungan permukiman yang didasarkan pada partisipatif masyarakat dalam merencanakanlingkungannya ke depan. Perencanaan partisipatif merupakan bagian dari kegiatan PLPBK yang fokus padaproses penyusunan rencana pengembangan lingkungan permukiman, dengan melibatkan partisipasi aktifMasyarakat baik BKM dan Unit-unit Pengelolanya, Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 26Tahun 2007 tentang, Penataan Ruang, maka Rencana Perencanaan Lingkungan Permukiman (RPLP) bisadikatakan merupakan penjabaran atau turunan dari RTRW Kota Lhokseumawe tahun 2013. Hal ini berartiRPLP Desa Cut Mamplam secara hirarkis harus mengacu pada RTRW Kota Lhokseumawe. Tujuan penyusunanRencana Penataan Lingkungan Permukiman Desa Cut Mamplam adalah menyusun Rencana PenataanLingkungan Permukiman yang berwawasan lingkungan untuk menghadapi tantangan perkembangan kota yangsemakin kompleks pada masa mendatang dan dapat menjadi pedoman untuk:1. Pemberian perizinan bangunan.2. Pengaturan dan pengendalian pemanfaatan ruang.
KAJIAN ORIENTASI SPASIAL PADA KAWASAN WISATA GAMPONG JABOI DI KOTA SABANG Mirsa, Rinaldi; Saputra, Eri; Ningsih, Tri Agusti
Arsitekno Vol 8, No 2 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i2.4290

Abstract

Orientasi spasial adalah konsep abstrak yang di dalamnya meliputi hubungan spasial kemampuan mengamati hubungan posisi objek dalam ruang. Dalam orientasi spasial yang berhubungan dengan ruang yaitu konstelasi, konstelasi yang dimaksud menjelaskan tentang susunan, bentuk, ruang, tatanan, pola. Kota Sabang merupakan wilayah paling barat di Indonesia yang memiliki dua kecamatan Sukajaya dan Sukakarya serta terbagi menjadi delapan belas Gampong salah satunya Gampong Jaboi, potensi yang terdapat  yaitu potensi objek wisata alam dan buatan diantaranya: Pemandian Air Panas, Gunung Berapi, Wonderfull Point, Pantai Batee Tamon, Menara Mercusuar, Taman Pasi. Permasalahan pada penelitian untuk melihat sebuah objek dalam ruang atau kawasan meliputi susunan, bentuk, tatanan, ruang, pola, hubungan dalam objek wisata Gampong Jaboi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konstelasi penataan objek wisata yang baik pada kawasan wisata Gampong Jaboi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data sekunder dan primer yaitu pengamatan secara langsung kawasan wisata Gampong Jaboi. Konsepnya dijelaskan dalam bentuk variable konstelasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang terjadi di dalam kawasan wisata Gampong Jaboi terdiri dari empat pola yang saling berhubungan antara wisata yang satu dengan yang lain.