Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN SINDROMA DISPEPSIA PADA MAHASISWA PRE KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA Kefi, Clarensius Giovani Boni; Artawan, I Made; Dedy, Maria Agnes Etty; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6818

Abstract

Seseorang dengan pola makan yang tidak teratur akan mempengaruhi proses kerja lambung. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman misalnya makanan pedas atau asam, minum teh atau kopi dan minuman berkarbonasi lainnya dapat meningkatkan resiko munculnya sindroma dispepsia. Pemberian terapi yang kurang efektif untuk mengontrol gejala dispepsia dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan meningkatan biaya pengobatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan tiga kuisioner yaitu kuisioner perilaku makan, kuisioner sindroma dispepsia dan kuisioner FFQ yang telah dilakukan uji validitas dan reabilitas kuisioner. Pengambilan sampel menggunakan cara simple random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 116 sampel. Variabel pada penelitian ini adalah pola makan (perilaku makan, pola konsumsi makanan dan minuman iritatif) dan sindroma dispepsia. Analisis data secara univariat untuk mengetahui distiribusi dari pola makan dan sindroma dispepsia dan analisis bivariate menggunakan uji regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel pola makan dengan sindroma dispepsia. Hasil data penelitian dari 116 responden menunjukan bahwa sebanyak 38,8% mengalami sindroma dispepsia ringan, 19,8% mengalami sindroma dispepsia sedang dan 2,6% mengalami sindroma dispepsia berat. Sebanyak 99 responden (85,3%) mahasiswa FK Undana mempunyai perilaku pola makan yang baik. Sebanyak 99 responden (85,3%) jarang mengonsumsi minuman iritatif dan sebanyak 67 responden (57,8%.) jarang mengonsumsi makanan iritatif. Dari hasil uji bivariat pada penelitian ini, menggunakan uji regresi linear berganda didapatkan hasil nilai p=0,01 dan nilai r=0,330. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan pola makan dengan sindrom dispepsia pada mahasiswa pre klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN SINDROM DISPEPSIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG Natu, Deny Leonardo; Artawan, I Made; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 10 No 1 (2022): April (Terbitan 23, Tahun 2022)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v10i1.6819

Abstract

Dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian epigastrium, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, rasa perut penuh, sendawa, regurgitasi, serta rasa panas yang menjalar di bagian dada. Salah satu faktor pencetus yang berhubungan dengan prevalensi kejadian dispepsia tersebut adalah faktor psikologis yaitu seperti stres, dimana saat stres terjadi maka tubuh akan merespon dengan disekresinya hormone kortisol. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner DASS 42 dan PADYQ oleh 54 reponden mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang yang memenuhi kriteria. Hasil analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji statistik spearman’s rank correlation.Hasil penelitian dari data 54 responden menunjukan 34 responden (63,0%) mengalami stres dan 20 responden (37,0%) lainnya tidak mengalami stres (normal) dan untuk sindrom dispepsia data menunjukan 37 responden (68,5%) mengalami sindrom dispepsia dan 17 responden (31,5%) lainnya tidak mengalami sindrom dispepsia (normal). hasil uji statistik bivariat diperoleh hasil bahwa nilai p=0,03 yang menunjukan terdapat hubungan antara stres dan sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Kupang yang menunjukan bahwa semakin tinggi mahasiswa mengalami stres maka semakin rentan mahasiswa mengalami sindrom dispepsia.
Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Motivasi Perilaku dan Metode Online Bagi Mahasiswa FK Undana Sagita, Sidarta; E. Dedy , Maria Agnes; Artawan, I Made
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.367

Abstract

Knowledge and attitudes about COVID-19 prevention behavior are very important, especially for health workers themselves, because currently there are health workers who have been confirmed positive for COVID-19. This causes several negative impacts that cause a lot of losses not only for the health workers but for families and students. Research on the effect of the COVID-19 pandemic on behavioral motivation and online methods for students has never been done, especially in East Nusa Tenggara (NTT), especially at Undana Medical Faculty. FK Undana is a public lecturer faculty in NTT. Therefore, researchers are interested in conducting research on "The Effect of the COVID-19 Pandemic on Behavioral Motivation and Online Methods for UNDANA Medical Faculty Students". To increase knowledge about research in general (theoretical) and increase knowledge about COVID-19 in relation to looking at the effect of the COVID-19 pandemic on behavioral motivation and online methods for students. The type of research conducted is quantitative and qualitative research using analytical research design and cross sectional design. This research design is used to examine qualitatively in the interview results. The implementation of the online learning system is still not optimal, with the absence of a learning system study report, a learning system feedback report. The supporting factor in the online learning system is that all lecturers and students understand technology and are accustomed to using the internet. An internet service system that already supports teaching and learning activities. The obstacle factor in the online learning system is that the work of lecturers becomes an obstacle to the teaching and learning process considering that their busyness has increased due to the COVID-19 pandemic, especially prioritizing the service of COVID-19 patients. Students are not ready for a sudden change from an offline learning system to an online learning system.
Hubungan Pekerjaan dan Peran Pengawas Menelan Obat Terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Kota Kupang Etty Dedy, Maria Agnes; Sagita, Sidarta; Artawan, I Made
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 5 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i5.394

Abstract

Tuberculosis is the second leading cause of death from infectious diseases in the world and Indonesia ranks third in the country with the highest burden of TB that can affect the success of treatment is the role of the Drug Swallowing Supervisor (PMO) in helping pulmonary TB patients to recover. Pulmonary TB treatment takes time which is very long, to ensure regularity of treatment required a PMO who will help sufferers during the treatment phase. World Health Recommendations Organization (WHO) in the Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) strategy for TB control since 1995 is the involvement of PMO. PMO's Role It is very important for adherence and regularity to take medication to achieve healing, prevent transmission and avoid cases of drug resistance. The purpose of this research is to determine the relationship between the role of PMO on the success of treatment of pulmonary TB patients in Indonesia Kupang City. This research method is a research with observational method analytic and cross sectional approach. The population in the study includes all patients Pulmonary TB who has completed treatment in Kupang City. The sample is 79 sample, taken using probability sampling technique. The results of the Chi Square test results obtained p-value: 0.000 (p 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between the role of PMO on the success of treatment of pulmonary TB patients in Kupang City
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES Gandung, Prayudi Adi; Lidia, Kartini; Deo, Dwita Anastasia; Artawan, I Made
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52360

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan mengganggu keseimbangan metabolisme. Hemodialisis adalah pengobatan utama, dengan keberhasilan bergantung pada kepatuhan pasien, yang dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional, menggunakan 98 sampel yang diambil secara consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepatuhan dan dukungan keluarga, kemudian dianalisis dengan uji chi-square.Sebanyak 62,24% responden memiliki dukungan keluarga yang baik, sementara 37,76% memiliki dukungan keluarga yang kurang. Kepatuhan terhadap terapi hemodialisis adalah 82,65% di antara responden dengan dukungan yang baik dan 17,35% di antara responden dengan dukungan yang kurang. Analisis statistik dengan uji chi-square menunjukkan bahwa pasien dengan dukungan keluarga yang baik memiliki peluang 5,376 kali lebih besar untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang memiliki dukungan keluarga yang kurang (p=0,002129, OR=5,376). Terdapat hubungan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien menjalani hemodialisis