Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KERAGAMAN BOBOT BADAN, UKURAN-UKURAN TUBUH DAN JARAK GENETIK AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN LEIHITU BARAT Sutarto, Sutarto; Papilaya, Bercomien Juliet; Rajab, Rajab; Sarfan, Riri
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.204-211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman bobot badan dan ukuran tubuh, serta menganalisis jarak genetik ayam kampung di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran sampel 196 ekor ayam jantan dan betina dewasa dari lima desa yaitu Hatu, Liliboy, Allang, Wakasihu, dan Larike yang mewakili populasi ayam kampung. Variabel morfometrik yang diamati meliputi bobot badan, lingkar dada, panjang sayap, panjang paha, panjang betis, panjang shank, panjang jari ketiga, dan lebar pubis. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk menghitung rata-rata, simpangan baku, dan koefisien keragaman, sementara analisis diskriminan kanonik untuk mengidentifikasi variabel morfometrik yang paling berpengaruh dalam membedakan subpopulasi ayam kampung menurut desa. Jarak genetik antar subpopulasi dihitung berdasarkan perbedaan karakter ukuran tubuh dan divisualisasikan dalam bentuk fenogram. Hasil penelitian menunjukkan bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh ayam kampung di Kecamatan Leihitu Barat memiliki tingkat keragaman yang tinggi antara satu desa dengan desa lainnya, dan ayam jantan memiliki nilai rata-rata yang lebih besar daripada ayam betina juga baik bobot badan maupun semua sifat ukuran tubuh yang diukur. Panjang jari ketiga merupakan ukuran tubuh yang paling berperan dalam membedakan subpopulasi ayam kampung. Berdasarkan jarak genetiknya, subpopulasi ayam kampung di Desa Larike dan Liliboy memiiki hubungan kekerabatan paling dekat, diikuti oleh Desa Hatu dan Allang yang juga dekat dan membentuk satu kelompok genetik yang homogen, dan Desa Wakasihu menunjukkan jarak genetik paling jauh, membentuk klaster tersendiri. ABSTRACT This study aims to determine the diversity of body weight and body size, and analyze the genetic distance of native chickens in Leihitu Barat District, Central Maluku Regency. Data were collected through observation and measurement of samples of 196 adult male and female chickens from five villages, namely Hatu, Liliboy, Allang, Wakasihu, and Larike, which represent the native chicken population. The morphometric variables observed included body weight, chest circumference, wing length, thigh length, calf length, shank length, third toe length, and pubic width. Descriptive statistical analysis was used to calculate the mean, standard deviation, and coefficient of variation, while canonical discriminant analysis was used to identify the most influential morphometric variables in differentiating native chicken subpopulations according to village. Genetic distance between subpopulations was calculated based on differences in body size characters and visualized in the form of a phenogram. The results of the study showed that the body weight and body measurements of native chickens in West Leihitu District still have a high level of diversity between one village and another, and roosters have a greater average value than hens also in all body size traits measured. The length of the third toe is the body measurements that play the most role in distinguishing the subpopulations of native chickens. Based on their genetic distance, the subpopulations of native chickens in Larike and Liliboy Villages have the closest kinship relationship, followed by Hatu and Allang Villages, which are also close and form a homogeneous genetic group, and Wakasihu Village shows the farthest genetic distance, forming its own cluster.
SELEKSI DAN PERSILANGAN AYAM KAMPUNG DI DESA SERUAWAN KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Papilaya, Bercomien Juliet; Sarfan, Riri; Rajab, Rajab; Joris, Lily
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2025.6.2.153-165

Abstract

Native chickens are among the livestock commonly raised in rural areas and have great potential to meet household food needs and supplement family income. Seruawan Village, located at an altitude of 5–10 meters above sea level, borders Kamarian Village to the east, Kairatu Village to the west, the Seram Sea to the south, and the mountains to the north. Poultry farming in this area is generally traditional, with limited human intervention in management, such as simple housing, ownership, and the provision of basic supplementary feed like kitchen waste. This community service program aims to increase the productivity of native chickens through the selection of superior breeding stock and the utilization of fishery and agricultural waste. The specific objectives are: (1) to improve farmers’ knowledge and skills in crossbreeding and selective breeding using superior strains such as KUB, super, and Bangkok chickens; (2) to train and motivate farmers to enhance management systems and become local breeders; and (3) to encourage proper record-keeping practices. The program targets local poultry farmer groups who are willing to adopt new innovations to improve production and family welfare. Its success is reflected in farmers’ increased attention and active participation during training and demonstration activities.
EDUKASI CARA BETERNAK AYAM DI DESA SERUAWAN KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Papilaya, Bercomien Juliet; Labetubun, Jusak; Sarfan, Riri; Rehatta, Lea Marylin
MAANU: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Maanu Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/maanuv3i2p144-156

Abstract

Knowledge and skills among school children, particularly in raising native chickens as a source of animal protein, can foster motivation, diligence, entrepreneurship, and strong character, enabling them to contribute positively to their communities. Native chicken farming has great potential to meet family needs, especially children’s animal protein intake, while also providing additional household income. Animal protein is a vital nutrient for improving children’s nutritional status and serves as a long-term investment in health. The protein and fat found in chicken meat and eggs supply the energy children need for daily activities. The government’s long-standing program on the intensification of local chicken farming aims to increase poultry populations and meet the growing demand for animal protein. The potential of native chickens can be further developed by using better breeds, good management, quality feeding, and the use of locally materials. The general objective of this initiative is to improve native chicken production by identifying superior roosters and hens and utilizing agricultural waste effectively. Its specific objectives are to enhance knowledge of protein’s importance and develop practical skills in raising high-quality native chickens. The target group is school-aged youth, with success measured through increased interest and participation during training, discussions, and demonstration plots.
Dinamika Produksi, Populasi dan Pemotongan Ternak Kerbau Lokal sebagai Indikator Keberlanjutan Sektor Peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya Alam, Asmirani; Kewilaa, Arnold; Sairudy, Albertus; Matatula, Michel Johan; Sarfan, Riri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36766

Abstract

Ternak kerbau merupakan salah satu komoditas ternak lokal yang memiliki peran strategis dalam sistem peternakan wilayah kepulauan, khususnya sebagai sumber pangan, tabungan hidup dan bagian dari budaya masyarakat. Kabupaten Maluku Barat Daya dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keberadaan ternak kerbau lokal yang bersifat endemik. Selain memiliki nilai ekonomi, ternak kerbau juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem peternakan berbasis sumber daya lokal, yang didukung oleh ketersediaan lahan penggembalaan yang relatif luas serta sumber pakan alami. Namun demikian, kondisi musim kemarau yang berlangsung panjang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan pakan dan populasi ternak kerbau, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan keberlanjutan populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau sebagai indikator keberlanjutan subsektor peternakan di Kabupaten Maluku Barat Daya pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder produksi, populasi dan pemotongan ternak kerbau yang diperoleh dari instansi pemerintah daerah terkait. Analisis dilakukan melalui pemaparan kondisi aktual serta perhitungan rasio pemotongan ternak sebagai indikator tekanan pemanfaatan terhadap populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi ternak kerbau pada tahun 2024 tercatat sebanyak 13.443 ekor dan terkonsentrasi di Kecamatan Moa sebagai wilayah basis utama. Produksi ternak kerbau juga didominasi oleh kecamatan tersebut, sementara beberapa kecamatan lain belum memiliki populasi maupun aktivitas produksi kerbau. Tingkat pemotongan ternak kerbau secara keseluruhan relatif rendah, sehingga tekanan pemanfaatan terhadap populasi masih tergolong kecil. Kondisi ini mencerminkan karakteristik peternakan rakyat, di mana ternak kerbau lebih banyak dipelihara sebagai aset ekonomi atau tabungan hidup. Oleh karena itu, penguatan manajemen reproduksi, perbaikan kualitas pakan serta pendampingan peternak rakyat menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan ternak kerbau lokal di wilayah kepulauan.