Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERANAN ANGGOTA KELUARGA NELAYAN TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Vindi, Alessandro C.; Durand, Swenekhe S.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.2.2019.28146

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to know the social situation of the fishing community in Bahowo and to know the role of the fishermen's family in improving the economy in Bahowo, Tongkaina Village, Bunaken District, Manado City. The method used in this study is the census method. The data collected consists of primary data and secondary data. Data were then analyzed descriptively quantitative and descriptive qualitative. Quantitative descriptive analysis is data processing using simple mathematical calculations such as addition, subtraction, multiplication, average numbers and so on. Whereas qualitative descriptive analysis is data processing which is done through logical considerations with the writer's systematic language. Based on research by the fishing community Bahowo is not new if the husband and wife both feel responsible for the economic survival of the household. The husband is fully responsible for meeting the needs of his family, including in providing family income because he is the head of the family. In fact the wives and other family members also helped according to their abilities. Other businesses of fishermen respondents in Bahowo are as head of the environment and gardening.Keywords: role, fishing families, economic improvement, Bahowo AbstrakTujuan penelitian yaitu mengetahui keadaan sosial masyarakat nelayan di Bahowo dan mengetahui peranan keluarga nelayan dalam peningkatan ekonomi di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Analisis deskriptif kuantitatif merupakan pengolahan data dengan menggunakan perhitungan matematis sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, angka rata-rata dan sebagainya.Sedangkan analisis deskriptif kualitatif adalah pengolahan data yang dilakukan melalui pertimbangan-pertimbangan logika dengan bahasa-bahasa penulis yang sistematis.Berdasarkan penelitian masyarakat nelayan Bahowo bukanlah hal baru apabila suami dan istri sama-sama merasa bertanggung jawab terhadap kelangsungan ekonomi rumah tangganya. Suami yang bertanggung jawab penuh dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, termasuk juga dalam memberikan pendapatan keluarga karena ia berstatus sebagai kepala keluarga. Kenyataannya para isteri dan anggota keluarga lainnya juga ikut membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Usaha lain nelayan responden di Bahowo adalah sebagai kepala lingkungan dan berkebun.Kata kunci: peran, keluarga nelayan, peningkatan ekonomi, Bahowo
STRATEGI AGROBISNIS BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI DESA BUKU UTARA KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA PROVINSI SULAWESI UTARA Himo, Romario; Durand, Swenekhe S.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.7.1.2019.24394

Abstract

AbstrakKKP telah menetapkan antara lain menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bertanggung jawab, berdaya saing, dan berkelanjutan. Salah satu langkah operasional yang perlu dilakukan adalah mengembangkan budidaya rumput laut. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui strategi agrobisnis budidaya rumput laut di Desa Buku Utara Kecamatan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan cara mempelajari/mendalami suatu kasus tertentu dengan mengumpulkan beragam sumber informasi (Raco, 2010). Data dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif (Fathoni, 2006). Hasil penelitian bahwa rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang dibudidayakan, secara geografis perairan memiliki tingkat keterlindungan arus yang baik dan tingkat kadar garam bagus. Penggunaan metode rawai (long line) yang paling baik, karena dasar perairan yang tidak cocok dengan metode lain. Penyediaan benih sudah dipisahkan ± 500 kg bibit dalam satu kali penanaman, untuk penanaman sampai pemanenan rumput laut yaitu 45 hari, sedangkan pemasaran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi membeli langsung di lokasi pembudidaya rumput laut. Keuntungan yang diperoleh dari usaha budidaya rumput yaitu Operation Profit (OP) = Rp 106.160.000,- dan Keuntungan π =   Rp 101.688.000,-, dengan jangka waktu pengembalian kuarang lebih 3 tahun 4 bulan.
PERANAN WANITA/ISTRI NELAYAN DALAM USAHA MENGATASI PEREKONOMIAN KELUARGA PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO (Studi Kasus Kelompok Nelayan Daseng) Soputan, Stevaldo J.M.; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.32217

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the economic condition of fishermen group households and to analyze the role of women in the household economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era in Sindulang Satu Village, Tuminting District, Manado City. The method used in this research is the case study method. The data analysis used in this research is quantitative analysis and qualitative analysis. The economic condition of the families of the Daseng fishing group in Sindulang Satu Village includes age, education and family dependents. The women / wives of the Daseng fishermen group are mostly in the productive age range so they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by elementary school graduates, while the dependents of the family have at most 1 - 3 dependents in the family. The role of women / wives in overcoming the family economy of fishermen groups during the Covid-19 pandemic and facing the new normal era, including domestic roles, namely cooking, cleaning and tidying houses, caring for children and helping husbands, active social roles in spiritual activities (mother worship) They also participate in arisan and PKK, and the productive role of women / wives of the daseng fishermen group is that they work as a washerman, open a small shop and sell. All the roles of the wife are very supportive of the economy of the Daseng group's fishing family.Keywords: Role of Women; Family Economy; Sindulang Satu AbstrakTujuan penelitian ini ialah menganalisis keadaan perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dan menganalisis sejauh mana peran perempuan dalam perekonomian rumah tangga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.Keadaan perekonomian keluarga kelompok nelayan Daseng di Kelurahan Sindulang Satu meliputi keadaan umur, pendidikan dan tanggungan keluarga. Wanita/istri kelompok nelayan Daseng paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SD sedangkan tanggungan keluarga paling banyak memiliki 1 – 3 orang tanggungan dalam keluarga. Peranan wanita/istri dalam mengatasi perekonomian keluarga kelompok nelayan dimasa pandemic covid-19 dan menghadapi era new normal, meliputi peran domestik yaitu memasak, membersihkan dan merapikan rumah, mengurus anak dan membantu suami, peran sosial dengan aktif dalam kegiatan kerohanian (ibadah kaum ibu) juga mengikuti arisan dan PKK, dan peran produktif wanita/istri kelompok nelayan daseng ada yang bekerja sebagai tukang cuci, membuka usaha warung dan berjualan. Semua peran istri sangat mendukung perekonomian keluarga nelayan kelompok Daseng.Kata Kunci: Peranan Wanita; Perekonomian Keluarga; Sindulang Satu
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DI DESA MINANGA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Karim, Nurhikma; Durand, Swenekhe S.; Dien, Christian R.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.31028

Abstract

AbstractSolidarity is something that is really needed by a social group because basically every society needs solidarity. Minanga Village is a coastal village located in Bintauna sub-district, North Bolaang Mongondow district, North Sulawesi Province. The majority of the community work as fishermen, namely 143 people. Coastal communities are economically dependent on marine products, so that requires them to socialize and form solidarity. This is what attracts researchers to conduct research on the social solidarity of the Nelyan community in Minanga Village.The purpose of this research is to find out how the form of social solidarity of the community in the village, and what efforts are made by the community to maintain good relations as fellow fishermen who utilize marine resources. The method used in this study is a survey method, with the population in this study are all fishermen who are in Minanga Village. Sampling in this study using purposive sampling method, which is taking samples based on certain considerations. The data collected consists of primary data and secondary data.The analysis used in this research is quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. Quantitative descriptive analysis was conducted to provide an overview of social solidarity that occurred in the fishing community in Minanga Village, Bintauna District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province.Based on the results and discussion, it can be concluded: High solidarity is also seen from the solidarity to share and ease each other's burdens. The effort made by the fishing community in Minanga Village, Bintauna District to maintain good relations as fellow fishermen is social interaction, namely maintaining good communication and a strong sense of brotherhood. Suggestions that must be put forward are: solidarity that has been closely intertwined among fishermen should be maintained and guarded until the next generation of children and grandchildren so as to produce a community that has high solidarity.Keywords: Solidarity, fisherman, Minanga AbstrakSolidaritas adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh sebuah kelompok sosial karena pada dasarnya setiap masyarakat membutuhkan solidaritas.Desa Minanga merupakan salah satu desa pesisir yang berada di kecamatan Bintauna kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utaramayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan yaitu 143 orang. Masyarakat pesisir perekonomianya bergantung pada hasil laut sehinga mengharuskan mereka bersosialisasi dan terbentuk solidaritas.Hal inilah yang menarik peneliti untuk mengadakan penelitian tentang solidaritas sosial masyarakat nelyan di Desa Minanga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk solidaritas sosial masyarakat didesa tersebut, dan apasaja upaya yang dilakukan masyarakat untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan yang memanfaatkan sumberdaya laut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey,dengan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nelayan yang berada di Desa Minanga.Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu mengambil sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu.Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk memberikan gambaran solidaritas sosial yang terjadi pada mayarakat nelayan diDesa Minanga Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara.Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat dismpulkan : Solidaritas yang tinggi juga terlihat dari kekompakan untuk berbagi dan saling meringankan beban satu sama lain. upaya yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Minanga Kecamatan Bintauna untuk menjaga hubungan baik sebagai sesama nelayan adalah interak sosial yakni mempertahankan komunikasi yang baik dan adanya rasa persaudaraan yang kuat. Saran yang harus dikemukakan yaitu : solidaritas yang sudah terjalin erat diantara sesama nelayan sebaiknya tetap dipertahankan dan dijaga sampai anak cucu generasi selanjutnya sehinga menghasilkan masyarakat yang memiliki solidaritas yang tinggi.Kata Kunci: Solidaritas, nelayan, Minanga
DINAMIKA KELOMPOK DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI BAHOWO KELURAHAN TONGKAINA KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Sepang, Novia N.; Durand, Swenekhe S.; Wasak, Martha P.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.8.2.2020.30626

Abstract

AbstractGroup dynamics is a group consisting of two or more individuals who have a clear psychological relationship between members of one another can take place in situations that are shared. The purpose of this study was to determine the activities of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken District, Manado City and to determine the dynamics of mangrove management groups in Bahowo, Tongkaina Sub-district, Bunaken Sub-District, Manado City. The method used in this study is the census method. With a total population of 12 people. Data collected includes primary data and secondary data. The data obtained are then processed, tabulated and analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The main activity in this management group is making seeds and replanting for old mangroves. Making these seeds is done at the nursery center and here also the seeds are stored where the seeds are placed in a poly bag and there is a small hut made to protect young seedlings from the hot sun. The dynamics of the mangrove management group in Bahowo has mutual respect and respect for opinions among group members, mutual openness, tolerance and honesty among group members.Keywords: Group Dynamics, Mangroves, Bahowo AbstrakDinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui aktivitas kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado dan untuk mengetahui dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Dengan jumlah populasi sebanyak 12 orang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya diolah, ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Kegiatan utama pada kelompok pengelola ini adalah pembuatan bibit dan penyulaman untuk mangrove yang sudah tua. Pembuatan bibit ini dilakukan di pusat pembibitan (nursery center) dan disini juga bibit disimpan dimana bibit diletakkan dalam polybag dan ada pondok kecil yang dibuat untuk melindungi bibit muda dari terik matahari. Dinamika kelompok pengelola mangrove di Bahowo memiliki adanya Ssaling menghormati dan menghargai pendapat di antara anggota kelompok, saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok.Kata Kunci: Dinamika Kelompok, Mangrove, Bahowo
ANALISIS FINANSIAL USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) PADA ERA NEW NORMAL DI DESA BOYANTONGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH Kariawu, Karina S.F.; Durand, Swenekhe S.; Tambani, Grace O.; Pangemanan, Jeannette F.; Longdong, Florence V.; Kalesaran, Ockstan J.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34624

Abstract

AbstractThis study aims to financially analyze shrimp farming in the new normal era in Boyantongo Village is profitable or not. The method used is a case study. Respondents in this study were the owners of the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly from sources or not through intermediary media. Primary data collection is done through direct observation and interviews. Secondary data is data obtained indirectly, secondary data is generally in the form of evidence, notes or reports that are related to research. The quantitative descriptive analysis uses financial analysis such as Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Profitability, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). The price of vaname shrimp in Boyantongo Village is Rp. 70,000 / Kg with 4 tons of shrimp harvested. The total profit from the vaneme shrimp cultivation in 1 period is Rp. 1,120,000,000. The total cost for 1 period is 518,940,000 and the total profit / Net Profit is 601,060,000. So that the Profit Rate or the level of profit obtained is 115.82% and the Benefit Cost Ratio (BCR) is 2.15 with a payback period of 5 months. Sales BEP shows that the break-even point of vaname shrimp cultivation in Boyantongo Village is Rp. 52,736,842 and the BEP unit obtained is 753.38 kg. Based on the results of financial analysis, it turns out that the vaname shrimp cultivation business in Boyantongo Village is feasible to develop.Keywords: Business Analysis, Vaname Shrimp, Boyantongo AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial usaha budidaya udang di era new normal di Desa Boyantongo itu menguntungkan atau tidak. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Responden dalam penelitian ini yaitu pemilik usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber atau tidak melalui media perantara. Pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara. Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung, data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan yang ada hubungannya dengan penelitian. Adapun analisis deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial seperti Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Rentabilitas, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Harga udang vaname di Desa Boyantongo yaitu Rp. 70.000/Kg dengan hasil udang yang di panen sebanyak 4 ton. Total keuntungan dari usaha budidaya udang vaneme dalam 1 periode sebesar Rp. 1.120.000.000. Total cost selama 1 periode sebesar 518.940.000 dan total keuntungan/Net Profit sebesar 601.060.000 Sehingga Profit Rate atau tingkat keuntungan yang diperoleh sebesar 115,82% dan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 2,15 dengan jangka waktu pengembalian 5 bulan. BEP penjualan menunjukan bahwa titik impas dari usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo adalah Rp.52.736.842 dan BEP satuan yang didapat yaitu 753,38 kg berdasarkan hasil analisis finansial ternyata usaha budidaya udang vaname di Desa Boyantongo layak untuk dikembangkan.Kata Kunci: Analisis Usaha, Udang Vaname, Boyantongo
KEADAAN USAHA SOMA PAJEKO (SMALL PURSE SEINE) ERA NEW NORMAL DI DESA SALIBABU KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tarempas, Meike; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Manu, Gaspar D.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34613

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine and analyze how the business situation of the new normal era soma pajeko (small purse seine) in Salibabu Village, Salibabu District. When the research started from September 2020 to December 2020. The method in this study was a census using structured questions in the form of a questionnaire, while the data collected was through primary data and secondary data. The analysis in this research is quantitative and qualitative analysis. New Normal conditions are also felt in capture fisheries business activities in North Sulawesi, and this also affects the fisheries business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency. However, due to the pandemic in the New Normal Era, demand from the fisheries sector company Talaud has decreased by 30-40 percent and resulted in frozen warehouses for storage of fishery products to become full. As a result, the company reduces the supply of raw materials. The total cost for the soma pajeko capture fishery business in Salibabu Village, Salibabu District, Talaud Islands Regency is Rp. 259,000,000 with an income of Rp. 780,000,000 and a profit of Rp. 521,000,000 per year.Keywords: Soma Pajeko's business, New Normal situation, Salibabu Village.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana keadaan usaha soma pajeko (small purse seine) era new normal di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu. Waktu penelitian dimulai September 2020 sampai Desember 2020. Metode dalam penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yaitu berupa kuesioner, sedangkan data yang dikumpulkan yaitu melalui data primer dan data sekunder. Analisis dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Kondisi New Normal ikut dirasakan pada aktifitas usaha perikanan tangkap di Sulawesi Utara, dan ini juga mempengaruhi usaha perikanan yang ada di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Namun akibat pandemi di Era New Normal, permintaan dari perusahaan sektor perikanan Talaud mengalami penurunan hingga 30-40 persen dan mengakibatkan gudang beku untuk penyimpanan produk perikanan menjadi penuh. Dampaknya, perusahaan mengurangi pasokan bahan baku. Total biaya untuk usaha perikanan tangkap soma pajeko di Desa Salibabu Kecamatan Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar Rp. 259.000.000, dengan pendapatan sebesar Rp.780.000.000, serta keuntungan sebesar Rp.521.000.000. per tahun.Kata kunci: Usaha Soma Pajeko, Era New Normal, Desa Salibabu
PERAN PEREMPUAN PENGOLAH IKAN ASAP DALAM MENUNJANG EKONOMI KELUARGA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BULAWAN II KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Maradia, Alisya W.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Lantu, Sartje
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34618

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role and condition of smoked fish processing women in supporting the family economy during the Covid-19 pandemic in Bulawan II Village. The method used is the survey method. The survey method is a critical observation and investigation to get a good description of a particular case, by gathering various sources of information. The population in this study were women who processed smoked fish in Bulawan II Village. The data collection used a census. Census was an activity to collect data and information by observing all elements and populations. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly through interviews guided by filling out questionnaires, some also through intermediary media (via telephone, WA). Secondary data is data obtained indirectly or data obtained through reading materials related to the required data. The results show that in addition to playing a role as a wife or a housewife, a woman in Bulawan II Village also plays a role in supporting the family's economy during the Covid-19 pandemic, by selling processed smoked fish to the market and also to neighboring villages. Most women who process smoked fish are in the productive age range so that they are still active in carrying out income-generating activities and jobs, their education is dominated by junior high school graduates. The role of women who process smoked fish is very supportive of the family economy.Keywords: Covid-19, Role of Women, Family Economy, Bulawan II  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keadaan usaha perempuan pengolah ikan asap dalam menunjang ekonomi keluarga pada masa pandemi covid-19 di Desa Bulawan II. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Metode survei adalah suatu pengamatan dan penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu kasus tertentu, dengan mengumpulkan beragam sumber informasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu perempuan pengolah ikan asap yang ada Desa Bulawan II, pengambilan data menggunakan cara sensus, Sensus adalah kegiatan mengumpulkan data dan informasi dengan cara mengamati seluruh elemen dan populasi. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data diperoleh secara langsung melalui wawancara (interview) yang di pandu dengan pengisian kuisioner, ada pula melalui media perantara (via telepon,wa). Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau data yang diperoleh melalui bahan bacaan yang berkaitan dengan data yang dibutuhkan. Hasil menunjukan bahwa selain berperan sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga perempuan yang ada di Desa Bulawan II juga berperan dalam upaya menunjang ekonomi keluarga dimasa pandemi Covid-19, dengan menjual hasil olahan ikan asap ke pasar dan juga ke desa-desa tetangga. Perempuan pengolah ikan asap paling banyak dalam range umur produktif sehingga masih aktif dalam melakukan kegiatan dan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan, pendidikan mereka didominasi oleh tamatan SMP. Peran perempuan pengolah ikan asap sangat mendukung perekonomian keluarga.Kata Kunci: Covid-19, Peran Wanita, Ekonomi Keluarga, Bulawan II
PROFIL PEDAGANG IKAN SEGAR DI PASAR PINASUNGKULAN KELURAHAN KAROMBASAN UTARA KECAMATAN WANEA KOTA MANADO Wakerkwa, Tion; Manoppo, Victoria E.N.; Durand, Swenekhe S.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Sinjal, Chatrine A.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34641

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the profile of fresh fish traders in the Pinasungkulan market, North Karombasan Village, Wanea District, Manado City. The method used is a survey method. The population in this study is fresh fish traders. The data consists of primary data and secondary data. Primary data is done through observation, interviews guided by questionnaires, while secondary data is obtained indirectly, namely in the form of evidence, historical records or reports that have been compiled in the library. The analysis used in this research is descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative.The age of the respondent is at the age of less than 65 years, which is in the productive age. The age of the traders who are still of productive age so that they can survive selling even though they are rarely buyers or when the number of buyers increases. Fresh fish traders have junior high school education (50%), high school (30%), and bachelor degree (10%) and do not go to school (10%). Number of family members 1-3 people and there are more than 3 family members.The income of fresh fish traders varies, namely Rp. 250,000 per day (30%), and Rp. 500,000 per day (50%), and greater than Rp. 500,000 (20%). Expenditures in the form of transportation expenses of Rp. 10,000 per day and do not spend money on transportation because it is walking from home to the market location. Fresh fish traders who sell for more than 10 years are the largest number. Initial business capital to sell their own capital or joint venture with family members. Places of sale, as much as 80% are self-owned and as much as 20% are only rented.Keywords: Socio-Economic Studies, Fresh Fish, Pinasungkulan Market  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pedagang ikan segar di pasar Pinasungkulan Kelurahan Karombasan Utara Kecamatan Wanea Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi pada penelitian ini ialah pedagang ikan segar. Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui observasi, wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh secara tidak langsung, yaitu berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun di perpustakan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Umur responden berada pada usia lebih kurang dari 65 tahun yaitu berada pada produktif. Umur para pedagang yang masih usia produktif sehingga mereka bisa bertahan berjualan walaupun jarang pembeli ataupun pada saat jumlah pembeli meningkat. Pedagang ikan segar memiliki pendidikan SMP (50%), SMA (30%), Sarjana (10%) dan tidak bersekolah (10%). Jumlah Anggota keluarga 1 – 3 orang dan ada yang lebih dari 3 anggota keluarga.Pendapatan pedagang ikan segar bervariasi, yaitu Rp. 250.000 per hari (30%), dan Rp. 500.000 per hari (50%), dan lebih besar dari Rp. 500.000 (20%). Pengeluaran berupa pengeluaran transportasi sebesar Rp. 10.000 per hari dan tidak mengeluarkan uang transportsi karena berjalan kaki dari rumah ke lokasi pasar. Para pedagang ikan segar yang berjualan lebih dari 10 tahun merupakan jumlah terbesar. Modal awal usaha untuk berjualan modal sendiri ataupun patungan bersama anggota keluarga. Tempat jualan, sebanyak 80% adalah milik sendiri dan sebanyak 20% hanya sewa.Kata Kunci: Kajian Sosial Ekonomi, Ikan Segar, Pasar Pinasungkulan 
PENGARUH COVID-19 TERHADAP USAHA PENGOLAHAN IKAN ROA ASAP DI DESA KINABUHUTAN KECAMATAN LIKUPANG BARATKABUPATEN MINAHASA UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA Udampo, Mitrani; Suhaeni, Siti; Rarung, Lexy K.; Durand, Swenekhe S.; Rantung, Steelma V.; Mantiri, Rose O.S.E.
AKULTURASI: Jurnal Ilmiah Agrobisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.9.1.2021.34610

Abstract

AbstractThis study aims to find out about financially analyze the smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village before the Covid-19 and during New Normal, then compare it to determine whether there is an effect of Covid 19 on smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village. The method used was the survey method and the data collection method used the census method because the population was smoked roa fish processing only 3 people. The data collected consisted of primary data and data only. Primary data was collected through surveys and interview. Meanwhile, secondary data from sources related to this study. The data analysis used qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. The quantitative descriptive analysis uses financial analysis such as Operating Profit (OP). Net Profit (NP), Profit Rate (PR). Rentability, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) and Payback Period (PP). Based on the results of the analysis of data before the existence of Covid 19 regarding Operating Profit (OP) = Rp. 3,053,120,000, Net Profit (NP) = Rp. 3,052,233,400; Profit Rate (PR) = 68%; Benefit Cost Ratio (BCR) = 1.68; Rentability = 14,488%; Sales BEP = Rp. 2,162,439; BEP Unit = 108 clips and a payback period of only 3 days, it can be concluded that the smoked roa fish processing business is very feasible and very promising. Based on the results of the analysis of the data during New Normal, there is absolutely no difference with the time before the Covid 19. smoked roa fish processing business in Kinabuhutan Village. KeyWords: Financial Analysis, smoked roa fish. Kinabuhutan AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan sebelum adanya Covid-19 dan saat New Normal, kemudian membandingkannya untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh Covid 19 terhadap usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan. Metode yang digunakan adalah metode Survei dan metode pengambilan data menggunakan metode sensus karena populasinya adalah pengolah ikan roa asap yang hanya 3 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder, adapun cara pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara, sedangkan data sekunder dengan mengutip dari sumber yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Adapun analisis deskriptif kuantitatif menggunakan analisis finansial seperti Operating Profit (OP), Net Profit (NP), Profit Rate (PR), Rentabilitas, Benefit Cost Ratio (BCR), Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil analisis tentang data sebelum adanya Covid 19 mengenai Operating Profit (OP) = Rp.3.053.120.000, Net Profit (NP) ; Profit Rate (PR) = 68%; Benefit Cost Ratio (BCR) = 1,68; Rentabilitas = 14.488%;  ; BEP Satuan = 109 jepit dan Payback Period yang hanya 3 hari, dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan ikan roa asap sangat layak untuk dijalankan dan sangat menjanjikan. Berdasarkan hasil analisis tentang data saat New Normal sama sekali tidak ada bedanya dengan pada saaat sebelum adanya covid 19. Setelah dibandingkan hasil analisis data sebelum adanya Covid 19 dengan saat New Normal ternyata sama dan tidak ada perubahan sehingga dapat disimpulkan bahwa Covid 19 tidak mempunyai pengaruh terhadap usaha pengolahan ikan roa asap di Desa Kinabuhutan.Kata Kunci: Analisis Finansial, Ikan roa asap, Kinabuhutan