Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS

Analisis akumulasi kandungan logam kadmium pada akar dan daun mangrove di Perairan Basaan-Belang Kabupaten Minahasa Tenggara dan Likupang Kabupaten Minahasa Utara Kawung, Nikita; Rompas, Rizald; Paulus, James; Lasut, Markus; Mantiri, Desy; Rumampuk, Natalie
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20569

Abstract

Laut sangat bermanfaat dalam kegiatan budidaya, penangkapan ikan, rekreasi, transportasi dan sebagainya. Tapi laut juga menjadi alternatif terakhir yang menerima beban dari aktivitas-aktivitas antropogenik tersebut. Kadmium adalah salah satu logam berat yang paling berbahaya. Ketika kadmium memasuki ekosistem akuatik, kadmium akan terakumulasi dengan biota laut dan mempengaruhi rantai makanan sehingga mengancam kesehatan manusia yang sering mengeksploitasi sumber daya laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan kadmium di akar dan daun mangrove Avicennia sp. dan Rhizophora sp. pada lokasi yang berbeda. Hasil analisis kadmium dari dua spesies mangrove di empat lokasi sampling yang berbeda dari penelitian ini, yang tertinggi pada Rhizophora sp. ditemukan di daun yaitu 26.742 ppb dan 21.027 ppb di akar dari Desa Ambon di Likupang, sedangkan kandungan terendah berjumlah <0,07 ppb ditemukan di akar dari Desa Buku di Belang dan 14.346 ppb di daun dari Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Desa Likupang Dua. Kemudian kandungan kadmium tertinggi pada Avicennia sp. ditemukan di akar yaitu 44.355 ppb dari Desa Ambon di Likupang dan 23.164 ppb di daun dari Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Desa Likupang Dua, sedangkan kandungan terendah ditemukan di Desa Basaan, yaitu 22.234 ppb di akar dan 8.741 ppb di daun. Perbedaan akumulasi kadmium pada dua spesies mangrove disebabkan adanya perbedaan morfologi akar dan daun. Mangrove jenis Avicennia sp. dapat dijadikan sebagai tumbuhan fitoremediator karena memiliki daya serap logam kadmium lebih besar dibandingkan Rhizophora sp
Penapisan (skrining) aktivitas antibakteri beberapa ekstrak spons dari Teluk Manado Nowin, Edgar; Warouw, Veibe; Rimper, Joice; Paulus, James; Pangkey, Henneke; Sumilat, Deiske
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 6, No 1 (2018): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.6.1.2018.20198

Abstract

Spons merupakan salah satu biota laut yang sangat prospektif sebagai sumber senyawa bahan-bahan alami seperti peptida, terpenoid, steroid, asetogenin, alkaloid, halida siklik, dan senyawa nitrogen lainnya. Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis seperti antifouling, antitumor, antiinflamasi, antivirus, antibakteri, antijamur, antimalaria. Telah diekstrak dua belas spons yang dikoleksi dari Teluk Manado, Sulawesi Utara. Pengujian aktivitas antibakteri dalam penelitian ini menggunakan metode Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini  dari  koleksi beberapa ekstrak spons sebanyak 9,442 gram melalui proses maserasi dengan pelarut etanol dan evaporasi.  Kedua belas ekstrak yang diskrining didapatkan 10,6 mm (ekstrak 1), 7,4 mm (ekstrak 4) dan (10,6 mm) ekstrak 9  yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus megaterium sedangkan pada media bakteri Escherichia coli hanya ekstrak 1 (8,9 mm) yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Kontrol positif sebagai pembanding memiliki aktivitas yang jauh lebih besar terhadap bakteri B. megaterium dan E.  coli sehingga senyawa antibakteri yang terdapat dalam ekstrak spons yang dikoleksi dari Teluk Manado digolongkan sebagai senyawa yang bersifat sedang/moderate.
KANDUNGAN KARBON (C) SERASAH MANGROVE DI DESA PONTO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Abd Razak; Calvyn F. A. Sondak; James J. H. Paulus; Noldy G. F. Mamangkey; Joice R. T. S. I. Rimper; Joudy R. R. Sangari
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 1 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.1.2022.52675

Abstract

Mangrove forests have a role as an absorber of carbon dioxide (CO2) from air and sea therefore they play an important role in mitigating climate change. The problems that exist today are the decline in the area of mangrove forests due to the conversion of land functions into ponds, and development in coastal areas. Decrease of mangrove forest areas can lead to reduced its ability to absorb and storage carbon dioxide (CO2). The purposes of this study were to analyze litter carbon content of mangrove leaf litter in the mangrove forest of Pontoh Village, Wori District, North Minahasa Regency and estimate the carbon content (C) in mangrove litter per hectare per year. Based on the results of the analysis, the total average percentage of carbon content in mangrove litter in Ponto Village, Wori District, North Minahasa Regency was 29.71% C/day, and from the estimation results, the average carbon content (C) in mangrove litter is 3.68 tons/ha/year. Key Word: mangrove, litter, carbon content ABSTRAK Hutan mangrove memiliki peran sebagai penyerap karbondioksida (CO2) dari udara sehingga berperan penting untuk mitigasi perubahan iklim. Permasalahan yang ada saat ini yaitu berkurangnya luas kawasan hutan mangrove akibat pengalihan fungsi lahan menjadi tambak, dan pembangunan di kawasan pesisir. Apabila berkurangnya kawasan hutan mangrove maka dapat menyebabkan berkurangnya sumber penyerapan dan penyimpanan karbodioksida (CO2). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kandungan karbon pada serasah daun mangrove hutan mangrove Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara dan mengestimasi Kandungan Karbon (C) pada serasah mangrove per luasan hektar per tahun. Berdasarkan hasil analisis didapatkan total rata-rata persentase kandungan karbon serasah mangrove di Desa Ponto, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yakni sebesar 29,71% C/hari, serta dari hasil estimasi didapatkan rata-rata kandungan karbon (C) pada serasah mangrove sebesar 3,68 ton/ha/tahun. Kata Kunci: mangrove, serasah, kandungan karbon
INDEKS NILAI PENTING KOMUNITAS MANGROVE DI DAERAH PESISIR DESA MINANGA DUA, KECAMATAN PUSOMAEN, KABUPATEN MINAHASA TENGGARA, SULAWESI UTARA Bella R. Lelewa; Antonius P. Rumengan; Calvyn F. A. Sondak; James J. H. Paulus; Carolus P. Paruntu; Deiske. A. Sumilat
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 11 No. 3 (2023): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.11.3.2023.54295

Abstract

Mangrove forests can be used indirectly as a resource in coastal areas. Besides, mangrove forests have dual functions that other ecosystems cannot replace. This research aims to identify types of mangrove communities on the Minanga Dua coast in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Field data was collected via line transects. The research found two types of mangroves: Sonneratia alba and Avicennia marina. The Avicennia marina mangrove dominates ecologically in the mangrove community habitat in Minanga Dua Village. The highest Importance Value Index (INP) is owned by the type/species of Avicennia marina in each transect, respectively: transect 1 (300.00%), transect 2 (257.42%), and transect 3 (248.51 %). Meanwhile, for the INP Sonneratia alba type in transect 1 (none), transect 2 (42.58%), and transect 3 (51.49%). The diversity index on transect 2, which has the highest diversity of all transects, shows that the Avicennia marina species is more abundant than the Sonneratia alba species in the mangrove forest community habitat of Minanga Dua Village. Keywords: Important Value Index, Community, Mangrove, Minanga Dua ABSTRAKHutan mangrove secara tidak langsung dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya di wilayah pesisir. Selain itu, hutan mangrove mempunyai fungsi ganda yang tidak dapat digantikan oleh ekosistem lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis komunitas mangrove di pesisir Minanga Dua di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Data lapangan dikumpulkan melalui transek garis. Penelitian menemukan dua jenis mangrove: Sonneratia alba dan Avicennia marina. Mangrove Avicennia marina mendominasi secara ekologis pada habitat komunitas mangrove di Desa Minanga Dua. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi dimiliki oleh jenis/spesies Avicennia marina pada masing-masing transek, masing-masing: transek 1 (300,00%), transek 2 (257,42%), dan transek 3 (248,51%). Sedangkan untuk jenis INP Sonneratia alba pada transek 1 (tidak ada), transek 2 (42,58%), dan transek 3 (51,49%). Indeks keanekaragaman pada transek 2 yang mempunyai keanekaragaman tertinggi dari seluruh transek menunjukkan bahwa spesies Avicennia marina lebih melimpah dibandingkan spesies Sonneratia alba pada habitat komunitas hutan mangrove Desa Minanga Dua. Kata Kunci: Indeks Nilai Penting, Komunitas, Mangrove, Minanga Dua
KOMPOSISI DAN KEPADATAN SAMPAH DASAR LAUT BERUKURAN MESO DAN MAKRO DI PERAIRAN PANTAI MANADO Septian Z. Supit; Wilmy E. Pelle; James J. H. Paulus; Indri S. Manembu; Elvy L. Ginting; Joudy Sangari
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55011

Abstract

Manado shore is one of the water areas in North Sulawesi that has potential in coastal tourism. This is proved through the presence of tourists who want to enjoy the underwater beauty by diving either by snorkeling or by scuba. This study aimed to determine the density and composition of seabed waste in the waters of Manado shore. Sampling was carried out at 2 stations, the first station was in the estuary area of the Malalayang River and the second station was in the waters of the Megamas Manado area. The sampling method was carried out using the belt transect method by conducting SCUBA dives with a sampling area of 100 meters long and 2 meters wide. The identification results obtained 7 types of macro-sized marine debris which were classified into 17 types, while meso- sized garbage found 6 types of marine debris which were classified into 11 types. The composition for macro-sized waste is dominated by the type of plastic material (PL code; composition of 31%; weight of 7,990.025 g) while up to meso is dominated by the type of glass & ceramic material, (GC; 39%; 120.5 g). Macro and meso size marine debris density at the Manado Beach location, for macro size is dominated by the type of plastic material (PL code; 1.9 items/m2), while the meso size is dominated by the type of plastic material (PL; 1.42 items/m2). m2). Keywords: Meso Trash Composition, Density, Seabed ABSTRAK Pantai Manado merupakan salah satu wilayah perairan yang ada di Sulawesi Utara yang memiliki potensi dalam kepariwisataan pantai. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya para wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah laut dengan menyelam baik dengan snorkeling maupun dengan SCUBA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kepadatan dan komposisi sampah dasar laut di perairan Pantai Manado. Pengambilan sampel dilakukan pada 2 stasiun, stasiun yang pertama berada pada daerah estuari muara Sungai Malalayang dan stasiun kedua berada pada daerah perairan kawasan Megamas Manado. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode belt transek dengan cara melakukan penyelaman SCUBA dengan luasan pengambilan sampel panjang 100 meter dan lebar 2 meter. Hasil identifikasi didapatkan 7 jenis sampah laut berukuran makro yang diklasifikasi kedalam 17 jenis, sedangkan sampah berukuran meso ditemukan 6 jenis sampah laut yang diklasifikasi kedalam 11 jenis. Komposisi untuk sampah ukuran makro didominasi jenis bahan plastik (kode PL; komposisi sebesar 31 %; berat sebesar 7.990,025 g) sedangkan sampai meso didominasi jenis bahan kaca & keramik, (GC; 39 %; 120,5 g). Kepadatan sampah laut ukuran makro dan meso di lokasi Pantai Manado, untuk ukuran makro didominasi oleh jenis bahan plastik (kode PL; sebanyak 1,9 item/m2), sedangkan ukuran meso didominasi oleh jenis bahan plastik (PL; sebanyak 1,42 item/m2). Kata Kunci: Sampah Meso, Sampah Makro, Komposisi, Kepadatan, Dasar Laut
STRUKTUR KOMUNITAS LAMUN DI DESA DARUNU KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Immanuel S. T. Septian; Calvyn F. A. Sondak; Veibe Warouw; James J. H. Paulus; Rosita A. J. Lintang; Reny L. Kreckhoff
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 3 (2022): JURNAL PESISiR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.3.2022.55015

Abstract

Seagrass meadows have ecological roles such as habitats of other organisms, as primary producers in shallow waters, as substrates stabilizer, as well as carbon storage. The seagrass meadow community structure and condition of Darunu Village Waters has never been reported. The study purposes are to find out and analyze seagrass species abundance, community structure and diversity index. Data collection of seagrass community structure was taken using the line transect method. Three 100 m line transects were laid from the coast perpendicular to the sea. The distance between each transect is 50m . Then the data was taken using a 50 x 50 cm2 quadrant. The quadrat was placed from 0 m to 100m and the distance between each quadrat was 10 meters. This study found 6 types of seagrasses, namely Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, and Syringodium isoetifolium. The diversity index of seagrass species at the research site was moderate (1 ≤ H' ≤ 3 diversity of medium species). Keywords: Darunu Village, Community Structure, Padang Lamun. ABSTRAK Kawasan ekosistem padang lamun yang ada di Perairan Desa Darunu sampai saat ini belum pernah ada informasi tentang keadaan struktur komunitas lamun yang ada disana. Padang lamun memiliki nilai ekologis seperti habitat organisme lain, produsen primer di perairan dangkal, penstabil substrat, dan bahkan penyimpan karbon di perairan dangkal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis lamun apa saja yang terdapat di perairan Desa Darunu dan juga untuk mengetahui gambaran dari struktur komunitas lamun yang ada di perairan Desa Darunu. Pengambilan data bioekolgi lamun struktur komunitas diambil dengan menggunakan metode line transect yang ditarik tegak lurus ke arah laut menjauhi pantai dengan jarak sejauh 100 meter, kemudian dilakukan pengamatan menggunakan kuadran cm2 yang sebelumnya sudah diletakkan pada titik awal 0 meter sampai dengan seterusnya di sepanjang garis transek dengan jarak antar kuadran yaitu 10 meter. Hasil penelitian menemukan 6 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Halophila ovalis, Halodule pinifilia, Syringodium isoetifoliumKeanekaragaman jenis lamun di lokasi penelitian berdasarkan Shannon-Wiener memiliki tingkat keanekaragaman sedang (1 ≤ H’ ≤ 3 keanekaragaman spesies sedang). Kata Kunci: Desa Darunu, Struktur Komunitas, Padang Lamun.
Variability of Oceanographic Parameters During and After Tropical Cyclone Kammuri in Talaud Islands Waters Khoirul Insan; Wilhelmina Patty; Indri S. Manembu; Rignolda Djamaluddin; Diane J. Kusen; James J. H. Paulus; Deiske A. Sumilat; Johannes E. X. Rogi
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.2.2025.62642

Abstract

Tropical cyclones are meteorological phenomena in tropical regions that can bring extreme weather, including heavy rain, thunderstorms, and strong winds along their path. These conditions can pose a threat to human safety, particularly fishermen and other maritime activities. The waters of the Talaud Islands, located near the western Pacific Ocean, are frequently traversed by tropical cyclones. This study aims to analyze the variability of oceanographic parameters spatially dan temporally during and after Tropical Cyclone Kammuri in the Talaud Islands waters. The oceanographic parameter data, including wind direction and speed, current direction and speed, sea surface temperature, and chlorophyll-a, are obtained from remote sensing data and numerical modeling, which can be accessed through the CMEMS website. Result of this study shows that During the cyclone, maximum wind speed reached 9.1 m/s, triggering an increase in surface currents up to 0.55 m/s. Sea surface temperature decreased by 0.6 °C due to vertical mixing, while chlorophyll-a concentrations dropped to 0.06 mg/m³ before rising again to 0.11 mg/m³. After the cyclone passed, wind and current speeds declined, while sea surface temperature and chlorophyll-a concentrations increased over the following three weeks. Keywords: Cyclone; Wind; SST; Chlorophyll-a; Talaud Abstrak Siklon tropis merupakan fenomena meteorologi di kawasan tropis yang dapat membawa cuaca ekstrem, termasuk hujan deras, badai petir, dan angin kencang di sepanjang jalurnya. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan manusia, terutama nelayan dan aktivitas pelayaran lainnya. Perairan Kepulauan Talaud terletak di dekat Samudera Pasifik Bagian Barat dimana pada wilayah tersebut sering menjadi jalur lintasan siklon tropis. Walaupun tidak termasuk lintasan siklon tropis, kondisi oseanografi di Perairan Kepulauan Talaud dapat menerima dampak tidak langsung dari fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas parameter oseanografi secara spasial dan temporal pada saat dan setelah terjadinya Siklon Tropis Kammuri di perairan Kepulauan Talaud. Data parameter oseanografi berupa arah dan kecepatan angin, arah dan kecepatan arus, suhu permukaan laut, serta klorofil-a diambil dari data penginderaan jarak jauh dan pemodelan numerik yang dapat diakses melalui website CMEMS. Hasil penelitian menunjukaan bahwa pada saat siklon tropis kecepatan angin meningkat yaitu mencapai 9,1 m/s, memicu peningkatan kecepatan arus permukaan hingga 0,55 m/s. Suhu permukaan laut menurun 0,6 °C akibat pencampuran vertikal, sedangkan klorofil-a sempat turun menjadi 0,06 mg/m³ sebelum kembali naik ke 0,11 mg/m³. Setelah siklon berlalu, kecepatan angin dan arus menurun, sementara suhu laut dan klorofil-a meningkat dalam tiga minggu berikutnya. Kata kunci: Siklon; Angin; SPL; Klorofil-a; Talaud
Microplastic Identification and Density In Coastal Sediments of Manado Bay Angelyca P. Novadah Novadah; , Natalie D.C. Rumampuk; Nickson J. Kawung; Royke M. Rampengan; James J. H. Paulus; Darus S. J. Paransa
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.13.3.2025.64777

Abstract

  Most plastics originating from anthropogenic activities generate plastic waste in aquatic environments, which is difficult to degrade even when floating on the surface, suspended in the water column, or deposited in sediment. The increasing volume of plastic waste in marine waters requires global attention to develop rapid and effective solutions for managing plastic pollution. Microplastics are small plastic particles measuring less than 5 mm, and due to their small size, they are difficult to detect. Microplastics are categorized into two types: secondary microplastics and primary microplastics. This study aims to identify the types and quantify the density of microplastics based on their types and colors. Sediment samples were collected at two stations: station 1, located at the Tondano River estuary, and station 2, located on the coast of Mandolang Beach. The characteristics and density of microplastics were determined through sampling using a 50 meter transect line. The identification of shapes and colors and the counting of microplastics were conducted using a microscope. The results of this study show that Manado Bay is accumulated with microplastics characterized by three types fragments, fibers, and films and exhibiting colors such as black, blue, red, green, and white. The average microplastic density at station 1 was 73.33 particles/kg, and at station 2 was 44.67 particles/kg, indicating the average number of microplastics found in each kilogram of sediment sample from both stations. This finding indicates that the coastal area of Manado Bay has a considerable accumulation of microplastics. Keywords: microplastic, sediment, density, coast of Manado Bay, types of microplastic   Abstrak Sebagian besar plastik dari aktivitas antropogenik menghasilkan sampah plastik di lingkungan perairan, yang sulit terurai meskipun berada di permukaan, tersuspensi di kolom air, maupun mengendap di sedimen. Bertambahnya volume sampah plastik di perairan laut memerlukan perhatian global untuk mendapatkan solusi cepat dan efektif untuk penanganan pencemaran sampah plastik. Mikroplastik merupakan partikel plastik kecil yang berukuran <5 mm, dengan ukuran yang kecil mikroplastik sulit dideteksi. Mikroplastik terbagi menjadi dua yaitu mikroplastik sekunder dan mikroplastik primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan menghitung kepadatan mikroplastik, dengan mengidentifikasi berdasarkan jenis dan warna. Sampel sedimen diambil di 2 stasiun, stasiun 1 terletak di muara Sungai Tondano, stasiun 2 terletak di pesisir Pantai Mandolang. Karakteristik dan kepadatan mikroplastik ditentukan melalui pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode garis transek sepanjang 50 meter. Identifikasi bentuk dan warna serta perhitungan jumlah mikroplastik dilakukan menggunakan mikroskop. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diketahui Teluk Manado terakumulasi mikroplastik dengan karakteristik berdasarkan jenis berupa fragmen, fiber, dan film serta mikroplastik yang ditemukan memiliki warna hitam, biru, merah, hijau, dan putih. Kepadatan mikroplastik rata-rata pada Stasiun 1 sebesar 73,33 partikel/kg dan pada Stasiun 2 sebesar 44,67 partikel/kg, yang menunjukkan jumlah rata-rata mikroplastik dalam setiap 1 kilogram sampel sedimen di masing-masing stasiun. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Teluk Manado terdapat akumulasi mikroplastik yang cukup signifikan. Kata kunci: mikroplastik, sedimen, kepadatan, pesisir Teluk Manado, jenis mikroplastik