Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Radio Anak Muda dalam Meningkatkan Minat Calon Pengiklan Dimasa Pandemi Covid-19 M Diki Ramadan Diki; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.114 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4396

Abstract

Abstract. Play99ers radio is a commercial radio whose entire activities are supported by income from advertising services, developments in communication technology and the Covid-19 pandemic conditions also affect client interest in advertising on radio, so this changes the marketing communication strategy carried out by radio play99ers. Therefore, the authors are interested in conducting research on How Youth Radio Marketing Communication Strategies in Increasing Interest of Prospective Advertisers During the Covid-19 Pandemic including planning management using marketing communications, reasons and processes for implementing marketing communications, then the obstacles and carrying capacity experienced in its implementation. Then using the marketing communication mix theory according to Kotler and Keller includes Advertising/advertising, Sales promotion/sales promotion, Events and Experiences, Public Relations and Publicity, Online and Social Media Marketing, Direct and Database Marketing, and Personal Selling/Personal Selling. The research method uses a qualitative case study approach, so that the disclosure of the object of research is carried out naturally and in accordance with the facts. The results that the researchers got after going through the interviews, documentation, observation and library studies concluded that planning using marketing communications by radio players was good enough, by offering the concept of live on air broadcast programs and events with complete promotional packages, prices adjusted to the candidate's budget. advertisers, collaborate with third parties and use supporting media other than radio. This then provides advantages and uniqueness in the form of concept flexibility that can be adapted to the needs of potential advertisers during the covid-19 pandemic. Then the reason the process was carried out was because it was considered effective enough to be designed in such a way through discussions with members of the marketing division of radio play99ers with the aim of gaining cooperation with clients. technically rainy weather, poor internet quality during promotions, cancellation of meetings by clients and the COVID-19 pandemic condition. While the carrying capacity is good communication, neat appearance, showing branding from radio, and the use of internet-based social media to reach a larger audience. Abstrak. Radio play99ers merupakan radio komersil yang seluruh kegiatanya ditunjang oleh pendapatan dari hasil jasa periklanan, perkembangan teknologi komunikasi dan kondisi pandemic covid-19 turut memengaruhi minat klien dalam beriklan di radio, sehingga hal tersebut mengubah strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh radio play99ers. Maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Bagaimana Strategi Komunikasi Pemasaran Radio Anak Muda dalam Mengingkatkan Minat Calon Pengiklan Dimasa Pandemi Covid-19 meliputi manajemen perencanaan menggunakan komunikasi pemasaran, alasan dan proses pelaksanaan komunikasi pemasaran, kemudian kendala dan daya dukung yang dialami dalam pelaksanaanya. Kemudian menggunakan teori bauran komunikasi pemasaran menurut Kotler dan Keller mencakup Advertising/iklan, Sales promotion/promosi penjualan, Events and Experiences, Public Relation and Publicity, Online and Social Media Marketing, Direct and Database Marketing, dan Personal Selling/Penjualan Pribadi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, sehingga pengungkapan objek penelitian dilakukan secara natural dan sesuai dengan fakta. Hasil yang peneliti dapatkan setelah melalui tahap wawancara, dokumentasi, observas dan studi Pustaka menyimpulkan bahwa perencanaan menggunakan komunikasi pemasarana oleh radio play99ers sudah cukup baik, dengan menawarkan konsep program siaran live on air dan event dengan paket promosi yang lengkap, harga yang disesuaikan dengan budget calon pengiklan, melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan menggunakan media pendukung selain radio. Hal tersebut kemudian memberikan keunggulan dan keunikan berupa fleksibilitas konsep yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan calon pengiklan pada saat pandemic covid-19. Kemudian alasan Proses tersebut dilakukan karena dirasa cukup efektif dirancang sedemikian rupa melalui diskusi dengan anggota divisi marketing radio play99ers dengan tujuan untuk memperoleh kerjasama dengan klien Kemudian kendala yang dialai yaitu lambatnya pengambilan keputusan dari klien, kurangnya kesadaran akan eksistensi radio, kurangnya SDM radio play99ers, kendala teknis cuaca hujan, kualitas internet yang kurang baik pada saat promosi, pembatalan meeting oleh klien dan kondisi pandemic covid-19. Sedangkan daya dukungnya yaitu komunikasi yang baik, penampilan yang rapih, memeperlihatkan branding dari radio, dan penggunaan media sosial berbasis internet untuk mencapai khalayak yang lebih banyak .
Pengaruh Daya Tarik Pesan Iklan terhadap Minat Beli Customer Robby Suparyogi Eka Rahman; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5089

Abstract

Abstrak. Penggunaan internet untuk melakukan transaksi bisa lebih mudah lagi dan tidak repot untuk datang ke toko. E-commerce Shopee adalah salah satu platform toko online yang mudah untuk dijangkau oleh masyarakat. Shopee membantu masyarakat untuk melakukan pemasaran dalam penjualan produk apapun. Dengan sistem Cash On Delivery (COD) yang dimiliki Shopee menjadikan kemudahan untuk konsumennya sendiri. Dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan apakah adanya pengaruh tentang iklan Shopee COD terhadap minat beli konsumen dikalangan mahasiswa Universitas Islam Bandung (UNISBA). Pada penelitian ini, teori yang dipakai yaitu komunikasi pemasaran dimana berbagai macam model sarana dimana perusahaan berusaha untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Penelitian ini menggunakan metode kuantatitaif untuk menghasilkan temuan yang dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Mahasiswa Universitas Islam Bandung Angkatan 2017 – 2021 menjadi populasi dalam penelitian ini dan telah ditetapkan 100 mahasiswa aktif yang menjadi sampel untuk mengisi kuesioner yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan analisis didapatkan hasil yang memberikan pengaruh positif antara daya tarik pesan rasional terhadap minat beli sebesar 41,5%, daya tarik pesan emosional terhadap minat beli sebesar 45%, dan daya tarik pesan secara keseluruhan terhadap minat beli sebesar 56%. Abstract. Using the internet to make transactions can be even easier and you don't have to bother coming to the store. E-commerce Shopee is an online store platform that is easy for the public to reach. Shopee helps the public to do marketing in selling any product. With the Cash On Delivery (COD) system owned by Shopee, it makes it easy for their own consumers. In this study, the researchers explained whether there was any influence on Shopee COD advertising on consumer buying interest among Bandung Islamic University (UNISBA) students. In this study, the theory used is marketing communication where various models of means by which companies try to inform, persuade, and remind consumers directly or indirectly about the products and brands being sold. This study uses a quantitative method to produce findings that can be obtained using statistical procedures using a simple linear regression test. Students of Bandung Islamic University Class of 2017 – 2021 are the population in this study and 100 active students have been selected as samples to fill out the established questionnaire. After analyzing the results, it was found that there was a positive influence between the appeal of rational messages to purchase intention of 41.5%, the appeal of emotional messages to purchase intention of 45%, and the appeal of the message as a whole to purchase intention of 56%.
Pengaruh Penggunaan Celebrity Endorser di Youtube terhadap Minat Beli Konsumen Tasya Dian Syafaat; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5482

Abstract

Abstract. One of the industries in the world today has grown rapidly, is the cosmetic industry. In addition to the rapid development of the cosmetic industry, beauty products becomes vary one of them is skincare. The use of advertisement in social media particularly on YouTube in addition to attract the attention of customers visually, advertisement can also attract customers in ways of its promotion. With a celebrity endorser featured in the advertisement to promote the product will not only attract more customers but the celebrity endorser may also educate customers about the product. The theory employed in this research is Celebrity Endorser Theory. This study uses a quantitative method with a survey approach. In this study, the sampling method was Accidental Sampling procedure was the easiest person to find or access totaling 100 respondents, 100 YouTube viewers of Somethinc Official in Somethinc x NCT Dream. Furthermore, this research utilised a validity and reliability test. The data analysis technique in this research employs classic assumption test, multiple linear regression analysis, coefficient of determination test and T test. The result of the study obtained that the R-squared value from the coefficient of determination calculation was 65.3%. The value shows that 65.3% of the Celebrity Endorser variable(X) has influence on the buying interest variable(Y), meanwhile the rest is influenced by other factors or variables not observed in this study. Abstrak. Salah satu industri pada dunia saat ini telah berkembang dengan pesat, adalah industri kosmetik. Selain perkembangan dari industri kosmetik yang begitu cepat, produk kecantikan kian beragam salah satunya ialah Skincare. Penggunaan iklan di media sosial terutama di Youtube selain menarik perhatian konsumen dari segi visual produknya, iklan dapat menarik konsumen dari segi promosinya. Dengan adanya celebrity endorser pada sebuah iklan dalam mempromosikan produk selain dapat menarik konsumen terhadap produk dan mengedukasi konsumen terhadap produk. Teori yang digunakan pada penelitian ini Teori Celebrity Endorser. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data yang dikumpulkan menggunakan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pada penelitian ini metode pengambilan sampelnya adalah Accidental Sampling karena prosedur sampling ialah orang yang paling mudah dijumpai atau diakses berjumlah 100 responden, pada penelitian ini sebanyak 100 orang yang merupakan viewers pada Youtube Somethinc Official di video Somethinc x NCT Dream. Pada penelitian ini juga menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji asumsi klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi dan Uji T. Hasil penelitian diperoleh nilai R-squared dari perhitungan koefisien determinasi adalah 65,3%. Nilai tersebut memperlihatkan yakni sebesar 65,3% variabel Celebrity Endorser (X) memberikan pengaruh terhadap variabel minat beli (Y), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor atau variabel lain yang tidak diamati dalam penelitian ini.
Manajemen Media Stasiun Televisi Publik dalam Mempertahankan Eksistensinya di Era Siaran Digital Luthfi Fauzan Kuswana; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5515

Abstract

Abstract. The fulfillment of information on elements of society is this important thing that makes the media very much needed to fulfill this, the presence of mass media does not escape the fulfillment of information needs in society and the development of mass media. Ease of access in the community is a big role of media that is easy to access, namely television which is a tool that can display audio-visual information, many elements of society like to access information and entertainment. In migrating from analog to digital broadcasts TVRI West Java made changes in Media Management in order to maintain its existence in society in the era of digital broadcasting, this made the author interested in making observations regarding the media management of TVRI West Java which changed ways by looking at the effectiveness and impact of media management. The case study method is considered appropriate for this research because researchers are trying to describe how TVRI West Java media management is in preparation for the digital broadcast era in maintaining its existence as a local television in West Java. Data collection is carried out by interviews, observations, documentation and literature. Data analysis is carried out using three stages, namely data reduction, data display, and drawing conclusions. The subject of this study with informants is parties who are in the program and new media content section or as parties who manage programs and sub-divisions of TVRI West Java social media management. The management of TVRI West Java in facing the digital broadcast era has not made too many changes, changes have only occurred in the adjustment of several divisions to support the demands of competition in the digital broadcast era. In its media management in this digital broadcast era, increasing reputation and existence is one of the main focuses. Social media owned by TVRI West Java has begun to be activated and used to improve its reputation by improving quality and utilizing the carrying capacity in the form of tools and capacity building programs carried out to improve the quality of human resources in TVRI West Java. Abstrak. Pemenuhan informasi pada elemen masyarakat merupakan hal yang penting ini yang membuat media sangat dibutuhkan untuk memenuhi hal tersebut, hadirnya media massa tidak luput dari pemenuhan kebutuhan informasi di masyarakat serta perkembangan media massa. Kemudahan akses di masyarakat merupakan peran besar media yang mudah di akses yaitu televisi yang merupakan sebuah alat yang dapat menayangkan informasi audio visual, banyak elemen masyarakat yang gemar untuk mengakses informasi serta hiburan. Dalam migrasi dari siaran analog ke digital TVRI Jawa Barat melakukan perubahan Manajemen Media agar dapat mempertahankan eksistensinya di masyarakat pada era siaran digital, hal ini membuat penulis tertarik melakukan observasi perihal manajemen media TVRI Jawa Barat yang melakukan perubahan cara dengan melihat efektivitas dan dampak dari manajemen media tersebut. Metode studi kasus dianggap tepat untuk penelitian ini karena peneliti berusaha menggambarkan bagaimana manajemen media TVRI Jawa Barat dalam persiapan menuju era siaran digital dalam mempertahankan eksistensinya sebagai televisi lokal di Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan literatur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian ini dengan informan ialah pihak yang berada di bagian program dan konten media baru atau sebagai pihak yang mengelola program dan sub divisi pengelola media sosial TVRI Jabar. Manajemen TVRI Jawa Barat dalam menghadapi era siaran digital ini tidak terlalu banyak melakukan perubahan, perubahan hanya terjadi dalam penyesuaian beberapa divisi guna menunjang tuntutan persaingan pada era siaran digital. Pada manajemen medianya di era siaran digital ini peningkatan reputasi dan eksistensi menjadi salah satu fokus utama. Media sosial yang dimiliki oleh TVRI Jabar sudah mulai diaktivasi serta dimanfaatkan untuk meningkatkan reputasinya dengan meningkatkan kualitas serta memanfaatkan daya dukung berupa alat dan program pembangunan kapasitas yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di TVRI Jawa Barat.
Strategi Pengelolaan Social Media Marketing dalam Meningkatkan Brand Awareness Sultan Al Badar; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i1.5989

Abstract

Abstract. Social media is a medium of communication in the form of websites and applications using internet technology, this medium encourages and allows users to connect with anyone in the world. The public already uses social media a lot for their daily needs, Lil Public uses social media as a means of marketing communication in increasing brand awareness with good and attractive management strategies. This study aims to find out how social media management strategies are carried out by Lil Public in increasing brand awareness. The research method used is qualitative with a case study approach through open interview techniques, observation, literature studies, and documents relevant to research, this study uses data analysis techniques, data presentation, data reduction, data analysis and conclusion. who holds Lil Public, namely the owner, while the supporting sources are business strategy that processes the strategy to be implemented, then there is digital marketing related to promotion through the media and finally Lil Public's customers. The result shows that Lil Public has carried out a management strategy to increase brand awareness, carried out a management strategy before carrying out various promotions starting from stories, reels, feeds, live ig, ads to certain events, choosing social media marketing is the right choice, there are also obstacles and support. that arise due to weaknesses and advantages in Lil Public itself in conducting social media marketing. Abstrak. Media sosial adalah media komunikasi dalam bentuk website dan aplikasi dengan menggunakan teknologi internet, media ini mendorong dan memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan siapa pun di dunia. Masyarakat sudah banyak menggunakan media sosial untuk kebutuhan sehari-hari, Lil Public menggunakan social media sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam meningkatkan brand awareness dengan strategi pengelolaan baik dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana startegi pengelolaan social media yang di lakukan Lil Public dalam meningkatkan brand awreness. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara terbuka, observasi, studi literatur, dan dokumen yang relevan dengan penelitian, penelitian ini menggunakan teknik analisis data, penyajian data, reduksi data analisis data dan penarikan kesimpulan subjek dari penelitian ini ialah pihak yang memegang Lil Public yaitu owner sedangkan untuk narasumber pendukung ialah startegi bisnis yang mengolah strategi yang akan di jalankan, lalu ada digital marketing terkait dengan promosi melalui media dan terakhir costumer Lil Public. Hasilnya diketahui bahwa Lil public melakukan strategi pengelolaan dalam meningkatkan brand awareness, melakukan strategi pengelolaan terlebih dahulu sebelum melakukan berbagai promosi mulai story, reels, feeds, live ig, ads sampai acara tertentu,pemilihan social media marketing adalah pilihan tepat, terdapat pula hambatan dan dukungan yang muncul diakibatkan oleh kelemahan serta keunggulan dalam Lil Public itu sendiri dalam melakukan social media marketing.
Pemanfaatan Radio Kampus sebagai Media Pembelajaran dengan Unsur Islami Primadi Fajriansyah Nawawi; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The background of this research is because radio is primarily a place to get information and entertainment in a monotonous form. The 24 Stations, which call themselves campus radio, are present in the surrounding community to support lecture processes that require direct applications with the aim of facilitating students at the Unisba Faculty of Communication Sciences. This study discusses the Utilization of Campus Radio as Learning Media in Islamic Elements. The research objective is to describe the students' use of radio as a learning medium and Islamic elements. To reveal these issues, thoroughly and in depth, researchers use a qualitative research approach. Then the data were analyzed critically with the theory of Encoding and Decoding which is linked to learning Islamic elements so as to obtain a deep meaning of reception analysis. The research method used by the authors in this study is qualitative with a research approach, namely audience reception analysis through open interview techniques, observation, literature studies, and documents relevant to research, this research uses data analysis techniques, data presentation, data reduction, data analysis and data withdrawal. the conclusion of the subject of this study is the audience or listeners of The 24 Station Radio Unisba while for the supporting informant is Ahmad Fadli as laboratory assistant and station manager of The 24 Station Radio Unisba. From the research results, the audience's understanding of radio as a learning medium, as well as the use of Islamic elements in its content and packaging. Audiences receive Islamic elements of learning from the form of learning media provided by The 24 Station. Adjust to the circumstances of each culture, social position and circumstances of each audience. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi, karena radio utamanya merupakan wadah mendapatkan informasi dan hiburan yang bentuknya monoton. The 24 Stations yang menyebutkan diri sebagai radio kampus hadir dalam masyarkat sekitarnya untuk mendukung proses perkuliahan yang membutuhkan aplikasi secara langsung dengan tujuan mempermudah mahasiswa di Fakultas Ilmu Komunkasi Unisba. Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan Radio Kampus sebagai Media Pembelajaran dalam Unsur Islami. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan mengenai pemanfataan mahasiswa terhadap radio sebagai media pembelajaran dama unsur islami. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut, secara menyeluruh dan mendalam, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Kemudian data dianalisis secara kritis dengan teori Encoding dan Decoding yang dikaitkan pada pembelajaran unsur islami sehingga memperoleh makna yang mendalam tentang analisis resepsi. Metode penelitian yang penulis gunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian yaitu analisis resepsi audiens melalui teknik wawancara terbuka, observasi, studi literatur, dan dokumen yang relevan dengan penelitian, penelitian ini menggunakan teknik analisis data, penyajian data, reduksi data analisis data dan penarikan kesimpulan subjek dari penelitian ini yaitu audiens atau pendengar dari The 24 Station Radio Unisba sedangkan untuk narasumber pendukung ialah Ahmad Fadli selaku laboran sekaligus station manager The 24 Station Radio Unisba. Dari hasil penelitian, pemahaman khalayak mengenai radio sebagai media pembelajaran, serta pemanfaatan unsur islami dalam isi dan kemasannya. Audiens menerima pembelajaran unsur islami dari bentuk media pembelajaran yang diberikan oleh The 24 Station. Menyesuaikan dengan keadaan budaya masing-masing, posisi sosial dan keadaan masing-masing audiens.
Pengaruh Emotional Branding terhadap Brand Loyalty Siti Robiah; Endri Listiani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v3i2.7600

Abstract

Abstrak.Tren bisnis parfum semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus meningkat pada tahun 2023 sampai 2030. Dengan persaingan parfum di indonesia yang semakin kompetitif membuat perusahaan harus bisa mempertahankan pertumbuhan perusahaan dan pelanggannya agar tetap loyal terhadap merek. Salah satu strategi yang efektif dilakukan adalah memanfaatkan pendekatan emosional atau emotional branding yang merupakan strategi yang diambil oleh berbagai merek wewangian ketika membangun hubungan yang kuat antara merek dan konsumen. Melalui media sosial Twitter sebagai media untuk melakukan publikasi dan promosi produk agar dikenal publik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori emotional branding yang dikemukakan oleh Marc Gobe (2010) dengan brand loyalty yang dikemukan oleh Kotler dan Keller (2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emotional branding terhadap brand loyalty. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi pada penelitian ini adalah pengikut Twitter @HmnsId dengan pengambilan sampel 82 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu judgemental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah survei terhadap responden dengan cara membagikan kuisioner kepada pengikut hmns di Twitter melalui reply maupun direct message dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa: emotional branding berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty, hubungan berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty, pengalaman panca indera berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty, imajinasi berpengaruh signifikan terhadap brand loyalty, visi tidak terdapat pengaruh terhadap brand loyalty. Abstract. The industry of perfume has been growing recently and will keep growing from 2023 to 2030. As Indonesia's perfume market becomes more fiercely competitive, businesses must be able to sustain both their own growth and the loyalty of their clientele. When establishing enduring ties between brands and consumers, using an emotional approach or engaging in emotional branding is a successful tactic used by many fragrance companies. Twitter is a platform for product promotion and public awareness through social media. Emotional branding theory according to Marc Gobe (2010) and brand loyalty theory according to Kotler and Keller (2012). The purpose of this study is to ascertain how emotional branding affects brand loyalty. In this study, multiple linear regression analysis approaches are used in quantitative ways. This study used judgemental sampling to select a sample of 82 Twitter users who follow @HmnsId as the population. In order to gather information for this study, questionnaires were distributed to hmns followers on Twitter through responses, direct messages, and interviews. The findings revealed that: emotional branding significantly influences brand loyalty; relationships significantly influence brand loyalty; sensory experience significantly influences brand loyalty; imagination significantly influences brand loyalty; and vision has no significant impact on brand loyalty.
Good Communication for Entrepreneurial Literacy at Pesantren Yulianti; Ike Junita Triwardhani; Endri Listiani
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 16 No. 2 (2023): Mediator: Jurnal Komunikasi
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v16i2.2772

Abstract

Entrepreneurship greatly contributes to increasing competitiveness, creating jobs, gaining career opportunities, and accelerating economic growth. There have been many studies related to entrepreneurship, but unfortunately, none of them has reviewed the competency framework of entrepreneurship as a life skill, especially in pesantren (Islamic boarding schools). The purpose of this research is to provide an overview of the state of entrepreneurial literacy and skills based on its competency framework. This study describes how to obtain ideas and opportunities, map the resources owned, and take actions to map the entrepreneurial culture built by pesantren. This research is conducted at Pesantren Sirojul Huda. The method used is a qualitative descriptive research method with data collection techniques through interviews and observation. As a result, three thematic areas: (1) ideas and opportunities, (2) resources, and (3) into action, it was found that the mapping of Islamic boarding school entrepreneurial culture was going well, and synergy between the parties in the Islamic boarding school was created thanks to the interpersonal communication carried out. Interpersonal communication has a big role in making this happen.
Personal Branding melalui Media Sosial TikTok Aghnia Nurazizah Mulyana; Endri Listiani
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v4i1.4080

Abstract

Abstract. Each individual undoubtedly has a personal brand they want others to perceive. They may desire to be seen as hardworking, resilient, independent, or even someone who is funny and lighthearted. Many people are unaware that they have developed personal branding, albeit not strategically, which prevents them from harnessing the power of their brand and leaves them vulnerable to their weaknesses. Fikri Alpatah, also known as Vickeu, leverages TikTok, one of the social media platforms, to build his personal brand as a content creator through his TikTok account, @ficrafth. This research aims to examine Vickeu's personal branding journey. It employs Hubert K. Rampersad's (2008) theory of Personal Branding, supported by nine key formation concepts: authenticity, integrity, consistency, specialization, authority, uniqueness, relevance, visibility, and perseverance. The research adopts a qualitative descriptive method, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, literature review, and documentation. The research participants include Fikri Alpatah as the owner of the @ficrafth account and his manager, Echa. The research findings demonstrate that Vickeu has effectively applied the nine personal branding concepts outlined in Hubert K. Rampersad's book to build his personal brand on his TikTok account. Vickeu's perseverance has successfully established his personal branding, specializing as a daily life content creator known for his cheerful, positive vibes, and loud voice. The authority he possesses has garnered attention from various brands, leading to potential collaborations. Abstrak. Seseorang pasti memiliki personal brand yang ingin orang lain lihat dari dirinya. Seperti ingin terlihat sebagai seorang pekerja keras, seorang yang tangguh, mandiri, atau bahkan seseorang yang lucu dan konyol. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah mengembangkan Personal Branding, tetapi tidak secara strategis, sehingga mereka tidak memanfaatkan kekuatan brand dan terus digerogoti oleh kelemahan mereka. Fikri Alpatah atau biasa dipanggil Vickeu ini memanfaatkan salah satu media sosial yaitu TikTok untuk membangun Personal Branding miliknya sebagai seorang content creator dengan akun TikToknya yaitu @ficrafth. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Vickeu membangun Personal Branding miliknya. Penelitian ini menggunakan teori Personal Branding oleh Hubert K. Rampersad (2008) dengan didukung 9 konsep utama pembentukan yaitu keautentikan, integritas, konsistensi, spesialisasi, otoritas, keistimewaan, relevan, visibilitas dan ketekunan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Narasumber penelitian ini adalah Fikri Alpatah sebagai pemilik akun @ficrafth serta managernya yaitu Echa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Vickeu dalam membangun personal brandingdi akun sosial media TikTok miliknya telah terbukti menerapkan 9 konsep personal branding dalam buku Hubert K Rampersad. Ketekunan yang dilakukan Vickeu berhasil membangun personal brandingnya dan mendapat spesialisasi sebagai content creator daily life yang mempunyai ciri khas ceria, cheerfull, positive vibes, serta suara yang nyaring. Otoritas yang dimilikinya berhasil membuatnya dilirik beberapa brand untuk bekerja sama dengan dirinya.
EMOSITIONAL BRANDING PARFUME HMNS TERHADAP BRAND LOYALTY PELANGGAN Listiani, Endri; Robiah, Siti; Umarella, Farid Hamid
Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bussman Journal | Mei - Agustus 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/buss.v4i2.232

Abstract

The perfume business trend has been increasing in recent years. Establishing the existence of our products with brands that are known in the community is something important. By utilizing emotional branding is a phenomenon that is taken to build a strong relationship between brands and consumers as with HMNS perfume. Through strong and consistent marketing communications, the HMNS perfume brand conducts a dialogue with their consumers. By utilizing emotional branding, HMNS perfume competes with many local perfume companies competitively to gain brand loyalty from customers. In this study, the researcher tested the influence of emotional branding on customer brand loyalty. This study aims to determine how much influence emotional branding has on customer brand loyalty. This study uses a quantitative method, with a survey of customers and distributing questionnaires to answer research questions. The number of samples in this study was 82 people. The data collection techniques used were questionnaires and interviews. The results of the study showed that: 1. emotional branding variables have a positive effect on customer brand loyalty. 2. Simultaneously, emotional branding (relationships, sensory experiences, imagination and vision) have an effect on customer brand loyalty