Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aktivitas Antioksidan Minuman Fermentasi Kombucha Kombinasi Daun Cengkeh (Syzigium aromaticum L.) dan Mangrove (Rhizophora apiculata) Pasassa, Marsia Tiara; Rampe, Henny Lieke; Tangapo, Agustina Monalisa
Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi teh dengan sukrosa dan kultur SCOBY. Selain teh hitam, kombucha dapat dibuat dari daun lain seperti daun cengkeh (Syzigium aromaticum L.) dan mangrove (Rhizophora apiculata) yang kaya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan dan skrining fitokimia kombucha kombinasi daun cengkeh dan mangrove yang difermentasi selama 14 hari. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH (1,1-difenil-1-pikrilhidrazil) dan mengukur absorbansi mengunakan spektrofotometer untuk menentukan % inhibisi dan IC50. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif terhadap alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi memengaruhi aktivitas antioksidan dari minuman fermentasi kombucha kombinasi daun cengkeh dan mangrove. Nilai IC50 pada hari ke-0 diperoleh sebesar 20.138 ppm, pada hari ke-7 mencapai 4.748 ppm dan pada hari ke-14 diperoleh nilai 23.580 ppm. Hasil skrining fitokimia pada kombucha menunjukkan bahwa kombucha kombinasi mengandung alkaloid, saponin, tanin, dan fenol, baik setelah fermentasi hari ke-7 maupun hari ke-14.
PROFIL METABOLIT MINUMAN FERMENTASI KOMBUCHA DAUN CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM (l.) MERR. & L. M. PERRY) Tangapo, Agustina Monalisa; Kolompoy, Erika
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 13 (2025)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang kaya akan manfaat bagi kesehatan. Umumnya fermentasi kombucha dapat menggunakan berbagai jenis daun sebagai substrat. Dalam penelitian ini kombucha difermentasi menggunakan substrat daun cengkeh sebagai media fermentasi. Daun cengkeh yang diketahui mengandung senyawa fenolik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kandungan antioksidan kombucha. Pendekatan analisis metabolomik dilakukan agar diperoleh informasi profil metabolit kombucha untuk mengetahui manfaat dari kombucha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis profil metabolit minuman fermentasi kombucha daun cengkeh (Syzygium aromaticum). Proses fermentasi kombucha daun cengkeh dilakukan selama tujuh hari dengan konsentrasi gula 10%, 0,8% daun cengkeh, dengan penambahan SCOBY dan 10% starter larutan kombucha sebelumnya. Analisis profil metabolit dilakukan menggunakan GC-MS. Hasil analisis metabolomik tak-tertarget pada kombucha daun cengkeh memperoleh 25 senyawa metabolit yang didominasi oleh senyawa 3-Deoxy-d-mannoic lactone (22,8%); 5-Mercaptotetrazole (13,77%); dan 5-Hydroxymethylfurfural. Penelitian ini menambah pengetahuan tentang profil metabolit kombucha berbasis daun cengkeh dan bioaktivitas kombucha daun cengkeh melalui analisis dari hasil metabolit yang teridentifikasi. Informasi dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan inovasi produk minuman fungsional berbasis fermentasi.
PSIKOBIOTIK KOMBUCHA CENGKEH (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M Perry) SEBAGAI ALTERNATIF HERBAL ANTIDEPRESAN Sanggor, Jeanette; Kolompoy, Erika; Taroreh, Julio; Saranga, Rafael; Tangapo, Agustina Monalisa
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan depresi terjadi akibat keseimbangan neurotransmiter (norepinefrin, dopamin dan serotonin) terganggu seperti kurangnya kadar serotonin yang menjadi salah satu faktor penting terjadinya gangguan depresi. Kombucha merupakan minuman hasil fermentasi teh dan gula dengan simbiosis bakteri dan yeast. Daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry) memiliki kandungan minyak atsiri mencapai 2-3%, dengan kadar eugenol antara 80-85%. Eugenol pada cengkeh sendiri dapat memperbaiki kadar neurotransmiter pada otak dengan menghambat monoamin-oksidase. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik psikobiotik kombucha cengkeh dan potensinya sebagai herbal antidepresan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis karakteristik kimia dan mikrobiologi kombucha, uji organoleptik, analisis metabolomik dan uji aktivitas antidepresan. Berdasarkan hasil penelitian, minuman herbal kombucha cengkeh memiliki potensi psikobiotik sebagai inovasi pengembangan alternatif herbal antidepresan. Berdasarkan analisis karakteristik kimia dan mikrobiologi serta organoleptik, variasi kombucha cengkeh yang direkomendasikan ialah pada varian gula 20% dan lama fermentasi 14 hari. Hasil uji aktivitas antidepresan menunjukkan kombucha cengkeh memiliki potensi antidepresan karena adanya penurunan waktu imobilitas pada tikus.  
Development of Commercial Sterility Detection Method Based on Chromogenic Media Agar in UHT Coconut Cream Liquid Products Tangkau, Ester Ruth Youla; Rori, Chindy Achika; Kamto, Yoel William Prasetyo; Mangangantung, Brayen; Tangapo, Agustina Monalisa
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v15i3.64802

Abstract

Commercial sterility analysis is a crucial step in quality control of Ultra High Temperature (UHT) products such as coconut cream liquid products produced by PT Sasa Inti Minahasa Selatan, to ensure the safety and stability of shelf life. Stability incubation testing takes a long time, which is 7-14 days. Development of commercial sterility methods using Chromogenic Agar selective media is needed to cut the incubation time that is too long. Agar Chromogenic Media is tested for its ability to detect common contaminants in UHT coconut cream products, in particular thermophilic and mesophilic microorganisms that cause spoilage, with a short incubation time. UHT coconut cream samples are prepared by artificial and natural inoculation. Validation was carried out by comparing the results on standard media based on sensitivity, specificity and Time-to-result (TTR) parameters. The results showed a real difference between NA/TGEA media and chromogenic media so that the reading of bacterial colonies growing on chromogenic media was clearer and easier to read due to the change in color and short incubation time where the bacteria causing decay had grown on day 5 with a reading of results that took only 24 hours. Based on the validation that has been carried out, chromogenic selective media can accelerate product release time and improve quality control efficiency in the UHT coconut cream industry.
Rhizophora apiculata Kombucha Fermented Beverage: Secondary Metabolite Content and Antioxidant Activity Tangapo, Agustina Monalisa; Mambu, Susan Marlein; Siahaan, Parluhutan; Kolompoy, Erika; Pasassa, Marsia
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.12349

Abstract

Kombucha is a functional beverage produced by the fermentation of bacteria and yeast (SCOBY). This fermented beverage contains various bioactive compounds with antioxidant potential. Rhizophora apiculata is a mangrove plant that contains bioactive compounds with rich health benefits. Based on this, modifying kombucha fermentation with a mangrove leaf tea substrate can increase kombucha's effectiveness as an antioxidant. This study aims to analyze the secondary metabolite content profile and antioxidant activity of R. apiculata kombucha. Kombucha fermentation was carried out for seven days with a 10% sugar concentration. Analysis of the secondary metabolite content profile of R. apiculata kombucha was carried out using GC–MS analysis. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH assay. The results showed a decrease in pH during the fermentation period and an increase in total acidity. The results of GC–MS analysis of R. apiculata kombucha showed 23 secondary metabolite compounds with varying retention times, area sizes, and chemical structures. The composition of the identified compounds was dominated by acetic acid (26.9%), 5-hydroxymethylfurfural (HMF, 12.38%), N′-(diaminomethylidene) butanehydrazide (7.68%), 1,2,3-propanetriol, 1-acetate (6.91%), and methyl α-D-rhamnopyranoside (5.12%). R. apiculata kombucha has the potential to act as an antioxidant, with an IC₅₀ value of 27.16 ppm, which is classified as a very strong antioxidant.