Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN UPTD PENGELOLAAN AIR MINUM KOTA PAGAR ALAM Elpita Aisah; Fameira Dhiniati; Rahmila Rahmila
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 01 Maret (2023): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam, telah mengupayakan memberi kepuasan dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih kepada pelanggan, namun dalam perjalanannya sering mendapatkan keluhan dari pelanggan. Keluhan pelanggan itu sendiri berupa tentang sulitnya mendapatkan pasokan air bersih, di karena sering terjadinya air kecil dan air sering mati yang di sebabkan oleh tingkat kebocoran pipa pada jaringan instalasi perpipaan UPTD Pengelolaan Air Minum, sehingga tampak masih menjadi kendala terhadap permintaan pelanggan akan air bersih yang semakin meningkat, namun pelayanan yang di berikan belum sebanding yang diharapankan pelanggan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam, dengan menggunakan metode Customer Statisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analisys (IPA), maka dari hasil perhitungan CSI (Customer Satifacition Index) terhadap kualitas produk didapatkan nilai rata-rata skor tingkat kepuasan pelanggan sebesar 59,4% atau 0,59 yang artinya angka ini termasuk kedalam kinerja cukup puas. Sedangakan IPA (Importance and Performance Analysis), dilakukan terhadap mutu produk dan kualitas pelayanan yang nilai keseluruhannya dapat ditetapkan sebagai tingkat kepuasan pelanggan UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam berada pada dikuadran (A) dengan penjelasan kualitas jasa yang dianggap sangat penting namun kinerjanya dianggap belum sesuai dengan harapan pelanggan. Kunci Utama: Tingkat Kebocoran, CSI dan IPA, UPTD PAM.
PENILAIAN INDEKS ANCAMAN KEKERINGAN DI KECAMATAN DEMPO TENGAH KOTA PAGARALAM MENGGUNAKAN GIS Kharumia Pasmah; Fameira Dhiniati; Barrorotul Azizah
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 10 No. 1 Maret (2022): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/bering.v9i1 Maret.201

Abstract

Kekeringan merupakan peristiwa yang berdampak langsung pada beberapa sektor penting Indonesia, seperti pertanian, kehutanan, perkebunan, dan sumber daya air. Sistem informasi geografis telah dikembangkan dengan menggunakan berbagai metode. Selain itu, identifikasi daerah kekeringan juga berdasarkan Peraturan 02 Tahun 2012 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) Nomor 02 tentang Pedoman Penilaian Risiko Bencana. Anda dapat menggunakan transformasi Normalized Difference Veget (NDVI) untuk mengidentifikasi kondisi kerapatan vegetasi yang dapat diidentifikasi, tetapi parameter lain seperti curah hujan, tutupan lahan, dan jenis tanah adalah kondisi fisiografis yang mempengaruhi kekeringan.
PELUANG DAN POTENSI USAHA EKONOMI DESA BERBASIS EKONOMI KREATIF DI DESA KARANG CAYA Tri Susanti; Fameira Dhiniati; Wita Hariani
JURNAL NGABDIMAS Vol. 5 No. 01 Juni (2022): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v5i01 Juni.249

Abstract

Pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Lahat khususnya di Desa Karang Caya masih terpantau rendah, Ada banyak kemungkinan di industri kreatif yang kurang dimanfaatkan. Dilihat dari potensinya di Desa Karang Caya, sektor pertanian merupakan sektor penopang perekonomian daerah, namun belum dioptimalkan dengan baik dengan atau tanpa peluang ekonomi lainnya. Tujuan pengabdian ini untuk menggali potensi desa Karang Caya yang berpotensi menjadi peluang ekonomi kreatif. Ada banyak kemungkinan di industri kreatif yang kurang dimanfaatkan. Dilihat dari potensinya di Desa Karang Caya, sektor pertanian merupakan sektor penopang perekonomian daerah, namun belum dioptimalkan dengan baik dengan atau tanpa peluang ekonomi lainnya. Tujuan pengabdian ini untuk menggali potensi desa Karang Caya yang berpotensi menjadi peluang ekonomi kreatif.Untuk itu perlu diberi arahan khusus tentang bagaimana menciptakan produk yang kreatf di era seperti sekarang ini. Tujuan khusus yang diharapkan dalam kegiatan didesa tersebut untuk menggali peluang ekonomi kreatif dengan cara meningkatkan kualitas produk unggulan desa, salah satunya dengan melibatkan media social.
Pemberdayaan BATAKUM (Budaya Wisata Megalithikum) Melalui Pelatihan Digitalisasi Karang Taruna Desa Gunung Megang Siti Aminah; Fameira Dhiniati; Barrorotul Azizah
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v4i1.2878

Abstract

The aim of this activity is to empower the youth of Gunung Megang village by promoting megalithic tourism culture and traditional food in Gunung Megang village by carrying out innovation and digitalization training. The community has a strong desire for entrepreneurship, so it needs to be facilitated to increase the productivity of crafts and the number of tourist visits. Efforts to increase these skills cannot be carried out independently by the people of Gunung Megang village, so the role of academics is to develop the traditional snacks and tourism industries. This activity has the urgency of encouraging a group of people to be able to adapt to technology. Currently, the people of Gunung Megang village have a lot of promotion of tourism attractions and local snacks, but the marketing of craft industry products and tourism potential has not been spread through advanced technology because it is still limited to direct information. Community service is produced as a result of more modern food packaging and social media accounts in the form of Instagram, TikTok, and Facebook, which are expected to become media for promoting tourism resources in Gunung Megang village.
Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan Teori Terzaghi dan Mayerhof Aisah, Elpita; Dhiniati, Fameira
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.127-136

Abstract

Pondasi merupakan elemen penting dalam proses konstruksi bangunan yang bertugas untuk menyalurkan dan mendistribusikan beban dari struktur bangunan ke tanah dibawahnya. Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang sering digunakan dalam proyek bangunan sederhana hingga menengah, dalam pembangunan konstruksi gedung hal penting yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi dangkal, karena untuk mempertimbangkan nilai keamanan struktural, karakteristik tanah, beban yang akan dipikul, serta perubahan lingkungan, analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar nilai kapasitas dukung izin yang akan menerima beban bangunan tersebut . Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode Terzaghi dan Mayerhof, dalam penelitian ini akan dilihat juga faktor bentuk dan kedalaman pondasi yang akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan ini, akan memperlihatkan perbandingan nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal dan daya dukung pondasi yang diizinkan antara metode Terzaghi dan Metode Mayerhof. Adapun hasilnya menunjukan untuk nilai Qall dengan nilai Df = 1,5 m, B = 1m, metode Terzaghi adalah Qall = 528,9 KN, metode Mayerhof Qall = 2948,5 KN kemudian untuk nilai Df = 2 m dan, B = 2,5 m , metode Terzaghi Qall = 1364,3 KN, untuk metode Mayerhof = 5068,4 KN, dan untuk DF = 3 m, B = 3 m didapatkan nilai Qall untuk metode Terzaghi Qall = 1677,8 KN, metode Mayerhof Qall = 8730,7 KN, dalam hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitas daya dukung yang dizinkan pada pondasi dangkal untuk Metode Mayerhof selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai Kapasitas daya dukung yang dizinkan pada metode Terzaghi, pada penelitian ini juga dapat dilihat bahwa semakin besar nilai lebar dan kedalaman pondasi, maka nilai kapasitas daya dukung yang diizinkan juga semakin besar.
ANALISIS KAPASITAS DRAINASE TERHADAP GENANGAN AIR PADA JALAN TRIP YUNUS KOTA PAGAR ALAM Fameira Dhiniati; Lily Endah Diansari; Rafiko Yuriansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1447

Abstract

Kota Pagar Alam terus mengalami perkembangan yang lebih maju, terutama dibidang infrastruktur. Hal ini dipengaruhi adanya laju pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan adanya peralihan fungsi lahan, lahan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air beralih menjadi daerah perumahan ramai penduduk. Pada Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah lokasi padat penduduk. Kondisi Perumahan yang padat penduduk tersebut saat terjadi hujan, maka saluran drainase tidak berfungsi secara optimal. Keadaan drainase ini dikarenakan adanya sedimentasi dan penumpukan sampah warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya debit limpasan yang terjadi di daerah Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam. Metode yang digunakan metode rasional dalam menghitung aliran limpasan, perhitungan curah hujan menggunakan analisis frekuensi, perhitungan kapasitas saluran dengan rumus manning. Dari hasil analisis didapat bahwa luas DAS adalah 14,1068 ha. Berdasarkan hasil perhitungan, debit limpasan periode ulang 10 tahun adalah 13,05 m3/det dan kapasitas saluran drainase yang ada sebesar 13,91 m3/det. Disimpulkan bahwa saluran drainase yang ada dapat menampung debit rencana, sehingga penyebab terjadinya banjir adalah sampah yang menumpuk di saluran drainase karena sebagian kawasan merupakan kawasan pasar tradisional
Perencanaan Drainase Kawasan Rejo Sari Kelurahan Dempo Makmur Kecamatan Pagar Alam Utara Wagimin; Dhiniati, Fameira; Barrorotul Azizah
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.16228

Abstract

Desa Rejo Sari, terletak di Kelurahan Dempo Makmur, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam, memiliki luas 4,575 hektar dengan jumlah penduduk 998 jiwa (data 2024, GPS MAP GARMIN 64s). Pertumbuhan permukiman dan populasi yang pesat menyebabkan permasalahan drainase, seperti limpasan dan genangan. Penelitian ini bertujuan menghitung debit air maksimum yang mengalir ke saluran drainase dan merancang dimensi saluran yang sesuai. Analisis menggunakan empat metode frekuensi menunjukkan metode Distribusi Normal sebagai yang paling sesuai berdasarkan uji chi-kuadrat dan smirnov–kolmogorov. Debit banjir rencana dengan periode ulang 2 tahun menghasilkan nilai debit 7,1547 m³/detik, sementara debit rencana untuk saluran sebesar 5,2716 m³/detik. Untuk mengakomodasi debit tersebut, dirancang saluran dengan penampang ekonomis berbentuk persegi berukuran lebar dasar (b) 0,5 m, tinggi (h) 0,6 m, dan lebar atas (w) 0,15 m. Rencana Anggaran Biaya (RAB) drainase sepanjang 135 meter mencakup pekerjaan persiapan Rp 3.222.197,75, pekerjaan tanah Rp 1.580.266,46, beton Rp 106.256.852,05, acian Rp 106.256.852,05, serta PPN 11% Rp 13.045.345,97. Total biaya yang dianggarkan adalah Rp 131.639.400,22, dibulatkan menjadi Rp 131.639.000,00. Pembangunan saluran drainase ini diharapkan mampu menampung debit air, mengurangi genangan, dan mendukung infrastruktur kawasan permukiman Desa Rejo Sari
Pembuatan Batako dengan Abu Sekam Padi untuk Meningkatkan Ekonomi Kelompok Tani di Pagar Alam Aisah, Elpita; Dhiniati, Fameira; Rahmadayanti, Fitria
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16307

Abstract

Pendahuluan: Di Desa Tugu Wangi, sekam padi masih dibakar, sehingga menyebabkan polusi udara. Namun, abu sekam padi dapat dimanfaatkan untuk membuat batako, karena memiliki kandungan selulosa, lignin, dan silika, yang dapat meningkatkan kekuatan batako dan memiliki nilai jual. Metode: Sosialisasi tentang pemanfaatan abu sekam padi dalam pembuatan batako. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan langsung pembuatan batako menggunakan teknologi molen mixer, serta pendampingan untuk memastikan kelanjutan produksi dan pemasaran produk batako. Hasil: Kegiatan ini berhasil menghasilkan batako dari abu sekam padi, memberikan nilai tambah ekonomi bagi Kelompok Tani Tebat Empai Subur di Desa Tugu Wangi. Para peserta pelatihan kini mampu memproduksi batako dengan teknologi yang diterapkan dan meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan: Pemanfaatan abu sekam padi sebagai bahan pembuatan batako dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Tugu Wangi, serta mengurangi polusi udara dari pembakaran sekam padi. Kegiatan ini menawarkan peluang bisnis baru yang berkelanjutan.  
PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS (KOLIRUTA) DENGAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN DI KOTA PAGAR ALAM Masdalipa, Risnaini; Dhiniati, Fameira; Erika, Desta Ria
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1415

Abstract

It is known that there is no Temporary Waste Disposal Site (TPS) provided in Karang Dalo Village, Dempo Tengah District, Pagar Alam City. The unavailability of TPS has the potential to breed disease vectors such as flies, insects, dogs and so on. Waste that is simply thrown away without being processed first will have a negative impact on public health. There is also waste that is destroyed by burning, but burned waste can cause health problems. This service is carried out so that the community has knowledge about how to process waste more usefully by applying computer technology in processing organic waste into compost. The community service program entitled Utilization of Household Waste into Compost (KOLIRUTA) with environmentally friendly packaging in Pagar Alam City aims to provide solutions to problems faced by the community related to the processing and marketing of compost. This program also aims to provide specific services and solutions for partners who are not economically or socially productive
Sosialisasi Pemanfaatan dan Pemetaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Pagar Alam Dhiniati, Fameira; Azizah, Barrorotul; Edowinsyah, Edowinsyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 3 (2025): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i3.755

Abstract

Green open space has ecological, social and aesthetic functions. Green open space is very important in improving the quality of a healthy, aesthetic and sustainable environment, especially in urban areas which are experiencing rapid growth. Pagar Alam City has physically met the need for green open space, because most of the land use is protected forest. However, Pagar Alam City still has to maintain the existence of urban green open spaces. The sosialization and mapping activities aim to increase public awareness and understanding of the importance of green open spaces, both from an environmental, social and economic perspective, as well as identifying the existence of green open spaces in Pagar Alam City. Socialization is carried out through direct counseling, interactive discussions, and the distribution of educational media to the community in the Pagar Alam City area. Participatory methods are applied so that the community is involved in planning, utilizing and preserving green open space. The results of the activity show an increase in public knowledge about the benefits of green open space and community initiatives to support nature conservation have emerged. Mapping activities provide skills to the community in identifying green open spaces.