Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Aktifitas Fisik, Gizi Lebih, Konsumsi Buah, Sayur, Natrium, dengan Hipertensi Lansia di Palung Raya: Physical Activity, Over Nutrition, Fruit, Vegetables and Sodium Consumption, Hypertension of The Elderly in Palung Raya Afrinis, Nur; Safitri, Yenny; Satira, Mardiah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.236-243

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, gizi lebih, konsumsi buah, konsumsi sayur dan konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Palung Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner recall aktivitas fisik 24 jam, microtoise, timbangan digital, kuesioner food recall 1x24 jam, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan tensi meter digital. Data dianalisis secara univariat dan bivariate dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,1% responden memiliki tingkat aktivitas ringan, sebanyak 71,2% responden tidak gizi lebih, 63,5% responden kurang mengonsumsi buah, 59,6% responden kurang mengonsumsi sayur, 63,5% responden memiliki kategori konsumsi natrium yang tidak baik, dan 67,3% responden mengalami hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p=0,030), konsumsi buah (p=0,028), konsumsi sayur (p=0,029), konsumsi natrium (p=0,044) dengan kejadian hipertensi pada lansia, namun tidak terdapat hubungan siginifikan antara status gizi lebih dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0,18). Berdasarkan penelitian ini diharapkan responden rutin melakukan aktivitas fisik secara teratur rutin, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta membatasi konsumsi bahan makanan sumber natrium seperti garam dapur.
Hubungan Pola Makan dan Tingkat Stres dengan Status Gizi pada Remaja di SMAN 1 Pekanbaru Okti, Maharani Nilam; Afrinis, Nur; Apriyanti, Fitri
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i4.143

Abstract

Pemenuhan kebutuhan gizi berperan penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis, karena pemenuhan zat gizi pada remaja perlu diperhatikan. Hal ini akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Pola makan dan tingkat stres dapat memengaruhi status gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dan tingkat stres dengan status gizi pada remaja di SMAN 1 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini siswa kelas X dan XI berjumlah 774 orang, dengan sampel sebanyak 98 sampel. Menggunakan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Pengambilan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), Depression Anxiety Stress (DASS 42), pengukuran berat badan dan tinggi badan dengan alat timbangan dan microtoice. Hasil penelitian ini terdapat 67 responden (68,4%) memiliki status gizi normal, 68 responden (69,4%) memiliki pola makan yang baik, dan  68 responden (69,4%) tidak mengalami stres. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan tingkat stres dengan status gizi pada remaja di SMAN 1 Pekanbaru. Diharapkan untuk dapat mengatur pola makan dan tingkat stres pada remaja agar tetap memiliki status gizi normal.
Hubungan.Pengetahuan.Ibu, Pola Makan dan Penyakit.Infeksi Anak dengan Status.Gizi Anak Prasekolah Afrinis, Nur; Indrawati, Indrawati; Raudah, Raudah
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.99

Abstract

Anak usia prasekolah mempunyai kebiasaan makan yang khas yang dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Status gizi anak dipengaruhi oleh pola makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, pola makan dan penyakit infeksi dengan status gizi anak prasekolah. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua anak dan orang tua siswa di TK Pertiwi yaitu 50 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan pengukuran status gizi menggunakan timbangan. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Pengetahuan ibu tentang gizi kurang, pola makan anak kurang baik, sebagian besar memiliki riwayat penyakit infeksi dan status gizi kurang. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, penyakit infeksi dan pola makan dengan status gizi anak prasekolah. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang gizi kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan pola makan anak pra sekolah.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN GIZI KURANG PADA REMAJA DI MTS-MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Jannah, Miftahul; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.16232

Abstract

Gizi kurang masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Gizi kurang dapat terjadi pada setiap remaja dikarenakan kebiasaan makan yang kurang baik, jumlah asupan zat gizi yang kurang baik dan pengetahuan gizi seimbang yang rendah merupakan faktor penyebab dari masalah gizi kurang. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi seimbang dan asupan zat gizi makro dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022, populasi pada penelitian ini sebanyak 148 siswa dan sampel sebanyak 119 siswa menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara, kuesioner pengetahuan gizi seimbang, karakteristik siswa, form food recall 2x24 jam, indeks standar antropometri yang digunakan yaitu IMT/U. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh 61 siswa (51,3%) memiiki pengetahuan gizi seimbang kurang, 64 siswa (53,8%) memiliki asupan energi kurang, 73 siswa (61,3%) memiliki asupan protein kurang, 65 siswa (54,6%) memiliki asupan lemak kurang, 75 siswa (63%) memiliki asupan karbohidrat cukup. Ada hubungan antara pengetahuan gizi seimbang (p-value=0,000), asupan energi (p-value=0,036), asupan protein (p-value=0,000), dan asupan karbohidrat (p-value=0,024) dengan gizi kurang pada remaja di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Tidak ada hubungan antara asupan lemak (p-value=0,422) dengan gizi kurang. Perlu adanya penyuluhan gizi seimbang, meningkatkan asupan makanan sumber energi, protein, lemak dan karbohidrat yang tinggi serta bervariasi agar kondisi gizi kurang tidak semakin memburuk.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI PADA BAYI DI DESA PULAU GADANG KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR Annisa, Rahmi; Afrinis, Nur; Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.19172

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera. Edukasi tentang pemberian MP-ASI yang baik kepada ibu menyusui dengan meninjau dari pengetahuan ibu menyusui tentang pemberian MP-ASI sangat penting dilakukan. Pemberian MP-ASI yang sesuai dan bernilai zat gizi yang baik untuk kecupukan balita sehingga dengan demikian dapat mencegah stunting dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dengan pemberian MP-ASI di desa Pulau Gadang Kec XIII Koto Kampar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dimana variabel dependen dan variabel independent di ukur dalam waktu yang bersamaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Artinya semua populasi dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket. Penelitian ini menggunakan analisa Bivariat.  Hasil penelitian menemukan 6 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 15 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang kurang tentang MP-ASI dini, 9 dari 30 ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang baik tentang MP-ASI dini. Maka rata-rata ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memilih pengetahuan yang cukup tentang MP-ASI dini. Penelitian menemukan 20 orang dari 30 orang ibu menyusui di Desa Pulau Gadang memberikan MP-ASI Dini kepada bayinya. Artinya 66,70% bayi di Desa Pulau Gadang sudah diberikan MP-ASI Dini.
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TAHUN 2023 Simamora, Dina Astri; Afrinis, Nur; Lestari, Rizki Rahmawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v3i4.26726

Abstract

Kejadian gizi kurang pada bayi disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi, Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat, dan terkena penyakit infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pemberian MP-ASI dini, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pinang tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain cross sectional. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Maret - 08 April 2023. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 06-12 bulan. Jumlah sampel 106 orang dipilih secara simple random sampling. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil Analisa univariat diperoleh 66 responden (62,3%) memberikan MP-ASI Dini kepada bayi kurang dari 6 bulan, 68 bayi (64,1%) yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 66 responden (62,3%) pengetahuan responden kurang tentang MP-ASI dan 87 bayi (82,1%) yang tidak mengalami gizi kurang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pemberian MP-ASI dini (p value = 0,055), terdapat hu bungan riwayat penyakit infeksi (p value = 0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p value = 0,015) dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gizi kurang, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang , dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi.
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, KALIUM DAN KALSIUM DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PRIMA PEKANBARU TAHUN 2023 Rahmadhani, Aisyah; Afrinis, Nur; Zurrahmi, Zurrahmi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v3i4.31652

Abstract

Diet atau pola makan yang tidak tepat menyebabkan asupan zat gizi yang dikonsumsi menjadi tidak terkontrol dan berdampak pada meningkatnya tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan natrium, kalium dan kalsium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Prima Pekanbaru tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 April – 2 Mei 2023 dengan jumlah sampel 101 orang pasien hipertensi dengan rentang usia 35-50 tahun menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan format SQ-FFQ. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisa univariat diperoleh 51 orang (51,5%) memiliki tekanan darah yang tidak terkendali, 82 orang (70,7%) memiliki asupan natrium yang cukup, 64 orang (63,4%) memiliki asupan kalium yang cukup, dan 72 orang (71,3%) memiliki asupan kalsium yang cukup. Hasil uji Chi Square ada hubungan antara asupan natrium dan tekanan darah (p value=0,003), ada hubungan antara asupan kalium dan tekanan darah (p value=0,000), dan tidak ada hubungan antara asupan kalsium dan tekanan darah (p value=1,912). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan kalium dengan tekanan darah, tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan tekanan darah. Bagi masyarakat diharapkan untuk dapat memenuhi atau mencukupi kebutuhan asupan natrium, kalium dan kalsium sesuai dengan anjuran yang telah ditetapkan guna mencegah peningkatan tekanan darah.
HUBUNGAN PARITAS DENGAN RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA PANTAI CERMIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTAI CERMIN TAHUN 2023 Harviana, Dea; Luthfi, Amir; Afrinis, Nur
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 3 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v3i4.35411

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif adalah paritas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pantai Cermin wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yaitu variabel independen (paritas) dan variabel dependen (ASI eksklusif). Penelitian dilakukan pada tanggal 3 Juli-5 Agustus 2023, dengan jumlah sampel 44 orang ibu yang memilki bayi usia 6-24 bulan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat diperoleh 25 responden (56,8%) yang memiliki paritas primipara dan 30 responden (68,2%) tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara paritas (p value = 0,000) dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif. Terdapat hubungan signifikan antara paritas dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di desa Pantai Cermin wilayah kerja Puskesmas Pantai Cermin tahun 2023. Berdasarkan penelitian ini, ibu menyusui diharapkan agar aktif mengikuti kegiatan penyuluhan mengenai pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan mengakses informasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi bayi khususnya terhadap perkembangan bayi.
Assistance for Black Garlic UMKM Actors Pondok Berkah Medan in Analyzing Antioxidant Content Widawati, Widawati; Afrinis, Nur; Arapani, Laura; Trihendarini, Any
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Global Sustainability Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/jcse.v1i2.40

Abstract

Pondok Berkah Medan, a partner in this community service activity, is an MSME actor producing black garlic with sales reaching more than 100 monthly units. This community service aim is to improve the understanding of MSME actors publishing product claims, namely antioxidant content on product packaging and advertisements following laws and regulations. The method used in this community service activity is active participation in discussions with MSME actors. Community service activities consist of: 1) Identification of MSME’s actor needs, 2) Analysis of antioxidants (flavonoids and antioxidant activity), 3) Education and practice of including product claims on product packaging and advertisements, and 4) Evaluation. The results of this community service show that MSME actors can understand how to include product claims on black garlic product packaging and advertisements following laws and regulations. MSME actor has black garlic products with product claims of antioxidant content. This activity is expected to help MSME actor claim their product correctly.
HUBUNGAN FREKUENSI, WAKTU MENYIKAT GIGI DAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA DINI DI TK PERTIWI TAHUN 2022 Hakim, Lukman; Afrinis, Nur; Alini, Alini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i1.11552

Abstract

Karies gigi merupakan gangguan kesehatan gigi yang paling sering terjadi pada anak-anak berumur 5-9 tahun dengan prevalensi sebanyak 67,3%, keluhan masalah gigi di Indonesia yaitu gigi rusak, berlubang, atau sakit 45,3%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan frekuensi, waktu menyikat gigi dan kebiasaan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak usia dini di TK Pertiwi tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak yang bersekolah di TK Pertiwi Bangkinang Kota berjumlah 85 orangdengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 responden, terdapat 53 responden (62,4%) teratur menyikat gigi, 56 responden (65,9%) dengan waktu menyikat gigi tidak tepat, 48 responden(56,5%) tinggi kebiasaan konsumsi makanan kariogenik, dan sebanyak 61 responden (71,8%) mengalami karies gigi. Terdapat hubungan kejadian karies gigi dengan frekuensi p-value = 0,026, waktu menyikat gigi p-value = 0,028, kebiasaan konsumsi makanan kariogenik p-value = 0,004. Hasil penelitian ini diharapakan dapat meningkatkan kesadaran responden mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat menghindari segala hal yang dapat memicu terjadinya kejadian karies gigi.