Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN BERISIKO DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Ridwan, Adilla; Afrinis, Nur; Alini, Alini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i3.28360

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius. Salah satu faktor terjadinya hipertensi yaitu mengkonsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola konsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan) dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang datang berobat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-18 Juli 2023 dengan jumlah sampel 110 responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 60 lansia (54,5%) yang sering mengkonsumsi makanan/minuman manis, 62 lansia (56.4%) yang sering mengkonsumsi makanan asin, 56 lansia (51,8%) yang sering mengkonsumsi makanan dibakar, 69 lansia (62,7%) yang sering mengkonsumsi makanan berlemak dan 56 lansia (50,9%) yang sering mengkonsumsi makanan daging/ayam/ikan olahan. Terdapat hubungan antara makanan/minuman manis (p=0,002) dan makanan asin dan berlemak (p=0,000) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Tidak ada hubungan antara makanan dibakar (p=0,279) dan makanan daging/ayam/ikan olahan (p=0,187) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan lansia dapat mengurangi makanan yang berisiko dan lebih memperhatikan apa yang dimakan untuk mengurangi resiko terjadinya hipertensi.
Hubungan antara Kebiasaan Makan dan Tingkat Stres dengan Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2025 Afrinis, Nur; Hendarini, Any Tri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.211

Abstract

Gizi lebih pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, baik fisik maupun psikologis. Kondisi ini kerap dipicu oleh kebiasaan makan yang kurang baik dan tingkat stress yang dialami oleh remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan kejadian gizi lebih pada siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan tanggal Juni 2025, sampel berjumlah 132 siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui stratified random sampling dari total populasi 439 siswa. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) untuk menentukan kejadian gizi lebih, variabel kebiasaan makan (SQ-FFQ), dan tingkat stres (Perceived Stress Scale/PSS-10).  Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 36% responden mengalami gizi lebih, 35,3% memiliki kebiasaan makan yang tidak baik, 66% mengalami stress tingkat sedang. Terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan dan tingkat stress dengan status gizi lebih (p=0,000). Disarankan pada siswa/i untuk mulai memperbaiki kebiasaan makan yang kurang baik dan mengelola stress dengan baik agar terhindar dari gizi lebih.
Fish Cake Odeng Formulation from Catfish (Clarias batrachus) Surimi with Addition of Rice Anchovy (Stolephorus commersonnii) Flour as a Snack for Adolescents Nursalastrie, Nursalastrie; Afrinis, Nur; Widawati, Widawati
Journal of Nutrition Science Vol 6, No 2 (2025): November, 2025
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jns.v6i2.13595

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems such as calcium deficiency, which may impair bone growth and height. This study aimed to evaluate the characteristics of fish cake odeng made from catfish (Clarias batrachus) surimi with the addition of rice anchovy (Stolephorus commersonnii) flour in terms of nutritional content and organoleptic properties. A Completely Randomized Design (CRD) with one control (F0: 0%) and two treatments (F1: 9% and F2: 18%) was applied. Analyses included organoleptic tests, proximate composition, and calcium content. The results showed that F1 was the most preferred formulation according to panelists. The best formulation (F1) contained 20.2% moisture, 1.2% ash, 12.2 g protein, 8.7 g fat, 20.4 g carbohydrates, and 23.4 mg/100 g calcium, equivalent to 1.9% of the Recommended Dietary Allowance (RDA) for adolescents. Although the calcium content was low, the protein level met the criteria as a protein source, and the product provided 10% of daily energy needs (215 kcal) in 3–4 pieces. In conclusion, the fish cake odeng developed in this study met the criteria for a protein-source snack and contributed to energy intake, but did not qualify as a calcium source. Further studies are recommended to improve processing methods and formulations to enhance its calcium content.