Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN KAFEIN, LEMAK DAN NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA DEWASA USIA 35-44 TAHUN DI DESA PALUNG RAYA WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2023 Lestari, Intan Dewi; Nurman, M.; Afrinis, Nur
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.426

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat berbahaya di seluruh dunia karena hipertensi merupakan faktor risiko utama yang menimbulkan penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal, Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi diantaranya adalah Asupan kafein, Lemak dan Natrium juga dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Asupan Kafein, Lemak dan Natrium dengan kejadian hipertensi dewasa usia 35-44 tahun di Desa Palung Raya wilayah kerja UPT wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2023.Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional dimana yaitu variabel independen (asupan kafein, lemak dan natrium) dan variabel dependen (hipertensi) diteliti pada saat yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Palung Raya usia 35-44 tahun sebanyak 162 orang dengan sampel sebanyak 126 orang. Adapun teknik pengambilan sampel dengan menggunakan stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan formulir Semi Quantitative Food Frequency Quistionnaire (SQ-FFQ). Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan asupan kafein (0,000), asupan lemak (0,002), asupan natrium (0,000) dengan kejadian hipertensi pada usia 35-44 tahun di Desa Palung Raya wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang tahun 2023. Berdasarkan penelitian ini responden disarankan dapat mengontrol tekanan darah dengan memperbaiki gaya hidup yaitu mengontrol asupan makan
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Simamora, Dina Astri; Afrinis, Nur; Lestari, Rizki Rahmawati
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.703

Abstract

Kejadian gizi kurang pada bayi disebabkan kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi, Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat, dan terkena penyakit infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan pemberian MP-ASI dini, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Pinang tahun 2023. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain cross sectional. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Maret - 08 April 2023. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 06-12 bulan. Jumlah sampel 106 orang dipilih secara simple random sampling. Alat penggumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil Analisa univariat diperoleh 66 responden (62,3%) memberikan MP-ASI Dini kepada bayi kurang dari 6 bulan, 68 bayi (64,1%) yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 66 responden (62,3%) pengetahuan responden kurang tentang MP-ASI dan 87 bayi (82,1%) yang tidak mengalami gizi kurang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pemberian MP-ASI dini (p value = 0,055), terdapat hu bungan riwayat penyakit infeksi (p value = 0,000), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p value = 0,015) dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6-12 bulan. Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gizi kurang, terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang , dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada bayi.
Pola Asuh, Sanitasi Lingkungan, Kejadian Underweight di Desa Alahair, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau Nikmah, Raudhatun; Afrinis, Nur; Apriyanti, Fitri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.1.40-47

Abstract

Salah satu masalah gizi pada balita adalah kekurangan gizi (underweight). Adapun faktor yang berhubungan dengan kejadian underweight pada balita adalah pola asuh dan sanitasi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh dan sanitasi lingkungan dengan kejadian underweight di Desa Alahair Tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu dan anak balita umur 12-59 bulan yang berada pada lokasi penelitian yaitu Desa Alahair dengan jumlah 371 orang dengan sampel sebanyak 79 orang balita. Teknik pengambilan sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, timbangan dan microtoise. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pola asuh kurang (62,0%), memiliki sanitasi lingkungan buruk (55,7%) dan balita mengalami underweight (58,2%), Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan pola asuh dengan kejadian underweight pada balita usia 12-59 bulan di Desa Alahair dengan p-value 0,001 dan terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian underweight pada balita usia 12-59 bulan di Desa Alahair dengan p-value 0,002. Diharapkan kepada orang tua khususnya ibu yang memiliki balita dengan underweight untuk lebih memperhatikan pola makan pada anak yang agar anak tidak menggalami underweight.