Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan potensi agroeduwisata halal berbasis madu trigona melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil setempat. Program ini mengatasi hambatan berupa keterbatasan kapasitas kelembagaan, pemanfaatan sumber daya alam yang belum optimal, serta rendahnya literasi digital pelaku usaha. Intervensi yang dilakukan meliputi pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal, pemasaran digital, penyusunan rencana konten, serta pendampingan intensif sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha. Hasil analisis menggunakan uji t berpasangan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan secara statistik dengan nilai p < 0,0001 dan ukuran efek kategori besar (dz = 0,83). Hal ini membuktikan efektivitas program dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia secara nyata. Selain meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro dan kecil, kegiatan ini mengimplementasikan Trickle-Down Theory melalui pengembangan sektor strategis untuk menciptakan ekonomi inklusif. Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals, khususnya pada aspek kesehatan, pertumbuhan ekonomi, komunitas berkelanjutan, dan kemitraan multipihak. Secara keseluruhan, integrasi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekosistem halal ini menjadi model pembangunan perdesaan yang berkelanjutan.