Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Posyandu and Posbindu Development Widawati, Widawati; Sihombing, Kristin; Angelina, Ria; Hariningsih, Wintari; Tambunan, Rosalina; Sitorus, Netti; Ardayani, Tri; Sariningsih, OD
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat May 2023
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v1i1.16

Abstract

This service program aims to nurture health cadres in managing and running posyandu and posbindu. Community service methods are carried out by counseling, lectures, questions and answers, pre-test and post-test. The media used are televisions and laptops to display material in the form of power points. The stages of implementation carried out in this service are conducting a pre-test, then providing material and continued with a post test. The results of this community service activity have answered the problem of strengthening health cadres in managing, running posyandu and posbindu. This activity has been considered beneficial for cadres, although it has not been felt by many elderly and toddlers. This can be seen from the comparison of pre-test and post-test results which show an increase in cadre knowledge. Community service activities can then be continued with research first to find out the problems that exist in the community.
Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Keripik Buah Nanas Lestari, Mela; Widawati, Widawati; Lasepa, Wanda
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.412

Abstract

Peningkatan produksi nanas harus disertai dengan penanganan pascapanen yang baik. Pengolahan nanas segar menjadi berbagai jenis produk olahan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan nanas dan memaksimalkan pengolahan pasca panen karena buah nanas mempunyai daya simpan yang relatif pendek yaitu antara satu sampai tujuh hari. Salah satu alternatif untuk memperpanjang daya simpan buah nanas adalah dengan mengeringkan buah nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap mutu keripik buah nanas. Penelitian dilakukan pada 25 Mei - 9 Juni 2023. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan suhu pengeringan yang berbeda yaitu P0 (tanpa pengeringan), P1 (suhu 500C), P2 (suhu 600C), dan P3 (suhu 700C) selama 16 jam menggunakan food dehydrator. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik One Way ANOVA. Berdasarkan uji organoleptik produk terbaik yang disukai panelis adala P2 (suhu 600C). Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nyata antara variabel rasa, aroma, dan tekstur terhadap mutu keripik buah nanas. Kandungan zat gizi pada keripik nanas terbaik tiap 100 gram adalah air 11,69 g, lemak 2,28 g, abu 2,87 g, dan pH 3,91. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya pengeringan agar memenuhi syarat mutu.  
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, KEBIASAAN JAJAN DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Iqbal fadillah; Widawati, Widawati; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i1.1039

Abstract

Risiko gizi lebih merupakan  masalah gizi yang disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih atau pengeluaran energi yang kurang. Kurangnya pemberian ASI eksklusif menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi dan perkembangan balita. Selain itu, kebiasaan jajan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gizi lebih pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kebiasaan jajan dengan kejadian risiko gizi lebih pada balita usia 6-24 bulan di desa Salo wilayah kerja Puskesmas Salo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 44 balita usia 6-24 bulan dengan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner serta wawancara FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian sebanyak 23 balita (52,3%) dengan tidak risiko gizi lebih, 24 balita (54,5%) tidak diberikan ASI eksklusif dan 25 balita (56,8%) memiliki kebiasaan jajan tidak baik. Kesimpulan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif  (P=0,000) dan kebiasaan jajan (P=0,0,58) dengan risiko gizi lebih pada balita. Disarankan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif,  menerapkan kebiasaan jajan yang sehat pada balita dan memantau status gizi balita.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KALIUM DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN PGK HEMODIALISA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Nedi Amelia, Tiwi; Widawati, Widawati; Gustiana, Etry
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i4.45792

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) dengan hemodialisa memerlukan pengelolaan diet yang ketat untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan produk limbah. Hemodialisa dilakukan terhadap pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat, kondisi ginjal tidak mampu lagi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit serta memproduksi hormon-hormon, mengakibatkan penumpukan bahan buangan dalam tubuh sehingga perlu di perhatikan dalam asupan protein dan kalium yang dapat memperburuk kondisi ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan protein dan kalium dengan kadar kreatinin pada pasien PGK dengan Hemodialisa di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode Penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang menjalani hemodialisa sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dianalisa secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square . Pengambilan data menggunakan formulir food recall 2x24 jam. Hasil penelitian terdapat 56 orang (70%) memiliki asupan energi protein tinggi , 43 orang (53,8%)  memiliki asupan kalium tinggi dan 78 orang (97,5%)  memiliki kadar kreatinin tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar kreatinin (p = < 0,05) . Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan kalium dengan kadar kreatinin (P>0,005). Diharapkan kepada responden untuk menjadikan penelitian ini bahan masukan dan pengetahuan pasien hemodialisa dengan lebih memperhatikan asupan protein dan kalium