Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Mutu Keripik Buah Nanas Lestari, Mela; Widawati, Widawati; Lasepa, Wanda
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i2.412

Abstract

Peningkatan produksi nanas harus disertai dengan penanganan pascapanen yang baik. Pengolahan nanas segar menjadi berbagai jenis produk olahan merupakan salah satu cara untuk menjaga ketersediaan nanas dan memaksimalkan pengolahan pasca panen karena buah nanas mempunyai daya simpan yang relatif pendek yaitu antara satu sampai tujuh hari. Salah satu alternatif untuk memperpanjang daya simpan buah nanas adalah dengan mengeringkan buah nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap mutu keripik buah nanas. Penelitian dilakukan pada 25 Mei - 9 Juni 2023. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan suhu pengeringan yang berbeda yaitu P0 (tanpa pengeringan), P1 (suhu 500C), P2 (suhu 600C), dan P3 (suhu 700C) selama 16 jam menggunakan food dehydrator. Data dianalisis secara deskriptif dan uji statistik One Way ANOVA. Berdasarkan uji organoleptik produk terbaik yang disukai panelis adala P2 (suhu 600C). Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan nyata antara variabel rasa, aroma, dan tekstur terhadap mutu keripik buah nanas. Kandungan zat gizi pada keripik nanas terbaik tiap 100 gram adalah air 11,69 g, lemak 2,28 g, abu 2,87 g, dan pH 3,91. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai lamanya pengeringan agar memenuhi syarat mutu.  
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, KEBIASAAN JAJAN DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Iqbal fadillah; Widawati, Widawati; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i1.1039

Abstract

Risiko gizi lebih merupakan  masalah gizi yang disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih atau pengeluaran energi yang kurang. Kurangnya pemberian ASI eksklusif menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi dan perkembangan balita. Selain itu, kebiasaan jajan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gizi lebih pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kebiasaan jajan dengan kejadian risiko gizi lebih pada balita usia 6-24 bulan di desa Salo wilayah kerja Puskesmas Salo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 44 balita usia 6-24 bulan dengan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner serta wawancara FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian sebanyak 23 balita (52,3%) dengan tidak risiko gizi lebih, 24 balita (54,5%) tidak diberikan ASI eksklusif dan 25 balita (56,8%) memiliki kebiasaan jajan tidak baik. Kesimpulan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif  (P=0,000) dan kebiasaan jajan (P=0,0,58) dengan risiko gizi lebih pada balita. Disarankan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif,  menerapkan kebiasaan jajan yang sehat pada balita dan memantau status gizi balita.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KALIUM DENGAN KADAR KREATININ PADA PASIEN PGK HEMODIALISA DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Nedi Amelia, Tiwi; Widawati, Widawati; Gustiana, Etry
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i4.45792

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) dengan hemodialisa memerlukan pengelolaan diet yang ketat untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan produk limbah. Hemodialisa dilakukan terhadap pasien dengan penurunan fungsi ginjal berat, kondisi ginjal tidak mampu lagi mengeluarkan produk-produk sisa metabolisme, mempertahankan keseimbangan cairan elektrolit serta memproduksi hormon-hormon, mengakibatkan penumpukan bahan buangan dalam tubuh sehingga perlu di perhatikan dalam asupan protein dan kalium yang dapat memperburuk kondisi ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan protein dan kalium dengan kadar kreatinin pada pasien PGK dengan Hemodialisa di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode Penelitian ini mengunakan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang menjalani hemodialisa sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dianalisa secara univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square . Pengambilan data menggunakan formulir food recall 2x24 jam. Hasil penelitian terdapat 56 orang (70%) memiliki asupan energi protein tinggi , 43 orang (53,8%)  memiliki asupan kalium tinggi dan 78 orang (97,5%)  memiliki kadar kreatinin tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara asupan protein dengan kadar kreatinin (p = < 0,05) . Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan kalium dengan kadar kreatinin (P>0,005). Diharapkan kepada responden untuk menjadikan penelitian ini bahan masukan dan pengetahuan pasien hemodialisa dengan lebih memperhatikan asupan protein dan kalium
EVALUASI STRATEGI PEMANFAATAN SIARAN PENDIDIKAN INTERAKTIF BAHASA INDONESIA UNTUK SMP DI TV EDUKASI Widawati, Widawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.067 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.108

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi strategi pemanfaatan Siaran Pendidikan Interatif di TV Edukasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Siaran Pendidikan Interaktif adalah siaran yang khusus membahas soal-soal prediksi UN yang ditayangkan TV Edukasi dan juga direlay TVRI Nasional setiap hari menjelang UN pada pukul 13.00-14.00 WIB. Siaran pendidikan Interaktif merupakan upaya pemerintah dalam mempersiapkan para siswa dalam menghadapi Ujian Nasional di seluruh tanah air. Penelitian ini dilaksanakan di tiga SMP dengan data penelitian dikumpulkan melalu Focus Group Disccusion terhadap 11 orang guru Bahasa Indonesia dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemanfaatan secara langsung Siaran Pendidikan Interatif mata pelajaran Bahasa Indonesia belum optimal dilakukan karena adanya berbagai kendala seperti keterbatasan perangkat siaran dan kurangnya sosialisasi program.Kata kunci: evaluasi, siaran pendidikan interatif TV Edukasi, strategi pemanfaatan secara langsung. Abstract:The purpose of this research is to evaluate the direct utilization strategy of Interactive Education Broadcast (Siaran Pendidikan Interaktif) of Bahasa Indonesia for Junior High School Students at Educational TV (TV Edukasi). The Education Broadcast is designed and devoted to broadcast National Exam predictions at TV Edukasi which is also relayed every day by National Television, TVRI at 13:00 to 14:00 pm. Siaran Pendidikan Interaktif is a government attempt to prepare the students to face the National Exam. This research was conducted in three junior high schools with research data collected through Focus Group Disccusion towards 11 (eleven) Indonesian teachers and 11 (eleven) times of observation. The results of this study shows that the direct utilization strategy of Interactive Education Broadcast of Bahasa Indonesia for Junior High School Students at TV Edukasi is not yet optimal due to various constraints such as limited broadcasts devices and lack of socializationKeywords: evaluation, direct utilization strategy, siaran pendidikan interaktif, TV Edukasi
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN FISIKA JENJANG SMA Kurniawati, Ika; Sarifudin, Saleh; Widawati, Widawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v25i2.733

Abstract

Fisika, sebagai salah satu mata pelajaran dalam rumpun sains, termasuk pelajaran yang agak sulit untuk dipahami oleh siswa. Perlu ada upaya untuk mengatasi kesulitan ini, antara lain dengan memanfaatkan media video. Apakah media video ini dibutuhkan oleh siswa? Tampaknya perlu dilakukan analisis kebutuhan untuk hal ini. Analisis kebutuhan ini dilakukan untuk memotret dan mendapatkan informasi tentang kebutuhan pengembangan media video pembelajaran mata pelajaran Fisika jenjang SMA. Informasi kebutuhan ini antara lain meliputi kebijakan inovasi pembelajaran berbasis TIK di sekolah, pemanfaatan media pembelajaran oleh guru ataupun siswa, data kesulitan belajar siswa, topik/materi apa saja yang menjadi kesulitan belajar siswa, pemanfaatan media video pembelajaran oleh guru ataupun siswa, pemanfaatan media video pembelajaran dalam mengatasi kesulitan belajar siswa, dan kesesuaian media video dalam mengatasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan secara daring pada bulan April 2020. Responden penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa jenjang SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner, wawancara, dan studi literatur/dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dapat ditingkatkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan media pembelajaran. Agar pemanfaatan media pembelajaran ini efektif, perlu dipertimbangkan minat siswa, karakteristik media pembelajaran, dan data kesulitan belajar siswa yang banyak berhubungan dengan mata pelajaran Matematika dan Fisika.  Untuk itu, media pembelajaran yang direkomendasikan untuk dikembangkan adalah media video pembelajaran untuk mata pelajaran Fisika.Physics, one of the subjects in science clump, is considered to be a subject that is difficult to understand by the students. There needs to be some efforts to overcome this difficulty, such as by utilizing video media. Is this video media needed by the students? Need analysis for this seems to be necessary. This need analysis is carried out to describe and get information about the need for instructional video development on Physics of Senior High School level. The information is about ICT-based learning innovation policies at school, media utilization by teachers and students, students’ learning difficulties, difficult topics for the students to learn, instructional video usage by the teachers and students, instructional video usage to overcome students’ learning difficulties, and the inlineness of the instructional video in overcoming the students’ learning difficulties. The research is carried out online in April 2020. The respondents in this research include principals, teachers, and students in Senior High School level. The data is procured through questionnaire, interview, and literary review. The research result shows that the learning process can be enhanced by optimizing the usage of instructional media. To make the usage of instructional media effective, it is necessary to consider the students’ interest, instructional media charactersitics, and students’ learning difficulties which are related to Physics and Mathematics. Therefore, the recommended instructional media to develop is instructional video on Physics.  Â