Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Sinergi Manajemen Humas dan Pemasaran dalam Meningkatkan Citra Lembaga Pendidikan Lisaryadi, Lisaryadi; Istikarani, Mutya; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5785

Abstract

Di era kompetisi global dan digitalisasi yang semakin kompetitif, lembaga pendidikan menghadapi tantangan besar dalam membangun citra positif dan meningkatkan daya saing guna menarik minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar manajemen hubungan masyarakat (humas) dan pemasaran pendidikan, serta menganalisis keterkaitan strategis di antara keduanya dalam memperkuat eksistensi lembaga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif terhadap berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema manajemen pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen humas berfungsi sebagai mediator komunikasi strategis yang membangun hubungan harmonis antara lembaga dan publik, serta menciptakan saling pengertian yang mendalam. Sementara itu, pemasaran pendidikan berperan dalam menciptakan, menyampaikan, dan mengomunikasikan nilai keunggulan lembaga secara inovatif untuk memenuhi ekspektasi pelanggan pendidikan. Sinergi antara humas dan pemasaran ditemukan pada kolaborasi strategi komunikasi yang selaras dan konsisten melalui pemanfaatan teknologi digital untuk membangun branding lembaga. Humas berkontribusi secara signifikan pada pembentukan opini publik dan kepercayaan, yang menjadi aset utama bagi keberhasilan strategi promosi dan pemasaran. Implementasi strategi yang tepat, seperti pendekatan pemasaran berbasis nilai (value-based marketing) dan publikasi kegiatan yang transparan, terbukti krusial dalam meningkatkan daya tarik institusi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi fungsi humas yang efektif dan pemasaran yang adaptif mampu memperkuat reputasi, menjaga loyalitas pemangku kepentingan, serta menjamin keberlanjutan lembaga pendidikan di tengah persaingan yang semakin ketat
Strategi Komunikasi Humas dalam Memitigasi Opini Publik Negatif terhadap Perilaku Menyimpang Siswa di Sekolah Dasar Firdaus, Ahmad Sofwan; Fatmawati, Fatmawati; Aprianto, Iwan; Mahdayeni, Mahdayeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam memitigasi opini publik negatif yang muncul akibat perilaku menyimpang siswa, seperti kenakalan dan kebiasaan membolos, di lingkungan sekolah dasar. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana sekolah mengelola persepsi masyarakat di tengah keterbatasan pengawasan orang tua dan kondisi sosial ekonomi pedesaan yang menantang. Studi kasus dilakukan di SD Negeri 105/I Tanjung Pasir, di mana ditemukan adanya peningkatan kasus siswa membolos dan perilaku tidak disiplin yang mulai merusak citra lembaga di mata masyarakat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan strategi komunikasi dua arah yang transparan dan berbasis nilai kemanusiaan berhasil menurunkan tingkat pelanggaran disiplin secara signifikan dan memulihkan kepercayaan publik. Kesimpulannya, efektivitas Humas di lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada kemampuan publikasi, tetapi pada peran sebagai mediator dan fasilitator sosial yang mampu membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keberhasilan pemulihan citra sekolah di mata masyarakat ditandai dengan munculnya dukungan dari tokoh desa yang mengusulkan sekolah tersebut sebagai percontohan pembinaan karakter di wilayahnya. Analisis peran Humas menunjukkan efektivitas fungsi sebagai mediator dalam menengahi konflik melalui pendekatan dialogis dan fasilitator sosial yang mampu menciptakan kerja sama lintas sektor. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi pendidikan yang berbasis pada prinsip human relations dan nilai-nilai akhlak, seperti kejujuran serta adab, merupakan instrumen krusial dalam menghadapi arus opini publik yang dinamis di era digital