Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Media Alga Hijau Yang Berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) Terhadap Pertumbuhan Populasi Daphnia magna Tiyas, Putri Rahayuning; Waluyo; Armando, Eric
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v4i1.20570

Abstract

Peningkatan permintaan benih ikan di Indonesia membutuhkan ketersediaan pakan alami yang berkualitas, di antaranya Daphnia magna. Namun, ketersediaan Daphnia magna masih mengandalkan tangkapan alam yang bersifat musiman dan beresiko membawa penyakit. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan Daphnia magna menggunakan pupuk organik, penggunaan fitoplankton sebagai sumber nutrisi masih belum banyak diteliti. Tiga jenis alga hijau (Chlorella pyerenoidosa, Scenedesmus sp., Selenastrum bibraianum) memiliki potensi sebagai sumber nutrisi untuk kultur Daphnia magna karena kandungan protein, lemak, da karbohidrat yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengaruh perlakuan media alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna. Penelitian pengaruh perlakuan media alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna dilakukan selama 14 hari. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri 3 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan menggunakan jenis alga hijau yang beberbeda yaitu P1 (Chlorella pyrenoidosa), P2 (Scenedesmus sp.), P3 (Selenastrum bibraianum) dan masing-masing kelimpahan 150 x 104 sel/ml. Berdasarkan hasil analisis ANOVA bahwa pemberian alga hijau yang berbeda (Chlorella pyrenoidosa, Scenedesmus sp., dan Selenastrum bibraianum) berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi Daphnia magna, dengan nilai F hitung 6,793. Kemudian untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan analisis DMRT. Hasil analisis DMRT menunjukkan bahwa perlakuan P1 dan P2 memiliki pengaruh yang sama tetapi, perlakuan P2 dan P3 menunjukkan perbedaan, sehingga untuk P3 diberi simbol b. Selain itu, berdasarkan nilai rata-rata DMRT perlakuan P1 memiliki dosis yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan populasi Daphnia magna dengan nilai rata-rata sekitar 526,10 ind/l.
Analisis Glukosa Darah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dipelihara pada Topografi Berbeda di Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang Febriana, Fatimah Dwi; Armando, Eric; Nofreeana, Andri
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 14 No. 2 (2025): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/50m5e703

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Daerah yang telah membudidayakan ikan nila salah satunya berada di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air dan glukosa darah ikan nila yang dipelihara pada topografi yang berbeda. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana data yang didapatkan dengan mengambil secara langsung di lapangan dan mencatat keadaan yang ada di lokasi penelitian. Pengambilan data parameter kualitas air dan glukosa darah dilakukan secara in situ. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai parameter kualitas air pada lima stasiun di Kecamatan Tegalrejo yaitu suhu udara berkisar 22 - 32°C, suhu air berkisar 24 - 33°C, pH berkisar 6,7 – 7,4, DO berkisar 4,4 – 5,6 mg/L, amonia berkisar 0,5 – 1 mg/L dan nitrat berkisar 0 – 25 mg/L. Hasil pengukuran kualitas air dikategorikan masih sesuai untuk kegiatan budidaya ikan nila. glukosa darah ikan nila di Kecamatan Tegalrejo berkisar antara 25 – 152 mg/dL. Rata-rata nilai glukosa darah sebesar 62 mg/dL sehingga sebagian besar wilayah di Kecamatan Tegalrejo masih sesuai untuk kegiatan budidaya ikan nila.