Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Dari Pendekatan Hafalan Menuju Internalisasi Nilai Wafa, Ali; Syarifah, Syarifah; Nadhif, Moh.
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.95

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama masih dominan menggunakan pendekatan hafalan (rote learning). Model ini terbukti kurang efektif dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai spiritual serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran integratif yang memberikan kesempatan bagi semua anak didik mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih bermakna, melalui internalisasi niali. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pembelajaran pendidikan agama berbasis deep learning: dari pendekatan hafalan menuju internalisasi nilai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang tujuan memahami transformasi pembelajaran secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, serta telaah dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan kelembagaan; (2) penerapan deep learning meningkatkan kesadaran metakognitif, refleksi nilai spiritual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta internalisasi nilai melalui pengalaman nyata; (3) integrasi strategi refleksi diri, studi kasus, dan proyek berbasis pengalaman nyata menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama.
Arabic Language Learning Management in Improving The Language Proficiency of STEI Permata Bojonegoro Students Muflihatin, Siti Imaniatul; Nadhif, Moh.
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i3.1115

Abstract

This study aims to examine the implementation of Arabic language learning management in order to enhance the language skills of MTs students at STEI Permata. Data were collected through interviews and documentation. The findings indicate that the four core management functions—planning, organizing, implementing, and evaluating—have been effectively carried out. The planning function includes coordination, time allocation, development of annual and semester programs, as well as syllabus and lesson plan formulation. The organizing function involves placement tests, scheduling for both regular and special classes, and the assignment of teachers based on their competencies. The implementation is conducted by adapting teaching techniques to students’ language proficiency levels. The evaluation function is carried out by assessing both the process and outcomes of each language skill (maharah). Supporting internal factors include the active participation of special class students in completing assignments, while external factors consist of student placement based on academic ability and teachers’ readiness to adjust learning strategies during the pandemic.
Al-kitab At ta ’limiy Limaddati Al-lughah Al-Arabiyyah ala Asaasi Nazhariyati Wahdati Li Tholabati Al-Ma’had Al-Hikam Malang Moh. Nadhif
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 18 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v18i1.998

Abstract

??? ????? ?????? ?? ?????? ??????? ?? ????? ?? ??????? ??????
Internalisasi Qultum terhadap Penanaman Nilai Islam dan Tranformasi Spiritual Siswa Kelas VII A di MTsN 3 Sidoarjo Abdul Ghofar; Moh Nadhif; M. Wafiq Roikhan
Journal of Communication in Tourism, Culture and Education Vol. 1 No. 2: July - December 2025
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jctce.v1i2.189

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh internalisasi kultum (kuliah tujuh menit) terhadap penanaman nilai-nilai Islam dan transformasi spiritual pada siswa di lingkungan pendidikan. Kultum sebagai metode dakwah singkat dan efektif memiliki potensi strategis dalam membentuk karakter religius generasi muda. Kajian ini menganalisis bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui kultum dapat mempengaruhi dimensi spiritual siswa, meliputi kesadaran beragama, praktik ibadah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan kultum di institusi pendidikan. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola transformasi spiritual yang terjadi pada siswa setelah mengikuti program kultum secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi kultum memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman nilai-nilai Islam pada siswa. Transformasi spiritual yang terjadi meliputi: (1) peningkatan kesadaran spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT; (2) perbaikan kualitas ibadah dan konsistensi dalam menjalankan ajaran agama; (3) pembentukan akhlak mulia dalam interaksi sosial; dan (4) penguatan identitas keislaman di tengah tantangan modernitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kultum meliputi kualitas pemateri, relevansi materi dengan kehidupan siswa, konsistensi pelaksanaan, dan dukungan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kultum merupakan instrumen pendidikan karakter yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan mendorong transformasi spiritual siswa. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya pengembangan materi kultum yang kontekstual, pelatihan pemateri yang kompeten, dan integrasi kultum dalam sistem pendidikan Islam secara holistik untuk mengoptimalkan pembentukan generasi muslim yang berkarakter dan spiritual.
Dzikir As Cognitive Reprogramming: Transforming Internalized Negative Beliefs among Muslim Students Nadhif, Moh.; Sirojuddin, Akhmad; Bakhiet, Bakri Muhammad; Acetylena, Sita; Ma'arif, Samsul
Interdisciplinary Journal of Social Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/ijoss.v3i1.308

Abstract

This study examines the role of dzikir as a cognitive reprogramming intervention in transforming internalized negative beliefs among Muslim students. Rooted in the intersection of Islamic education, cognitive psychology, and emerging neuro-religious perspectives, the study addresses how repetitive parental narratives such as “life is difficult” or “earning money is hard” contribute to the formation of maladaptive cognitive schemas and scarcity-oriented mindsets. Despite the growing body of research on cognitive restructuring, the integration of Islamic spiritual practices into contemporary psychological frameworks remains limited. This study employs a convergent mixed-methods design, combining quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were collected through a quasi-experimental pre-test–post-test design involving 80 participants and analyzed using paired sample t-tests and effect size analysis. Qualitative data were obtained from semi-structured interviews with 20 participants and analyzed using thematic analysis to explore participants’ lived experiences and cognitive transformation processes. The findings reveal statistically significant improvements in cognitive belief orientation, including a reduction in scarcity mindset and an increase in positive life orientation and self-efficacy (p < .001). Effect size analysis indicates a strong practical impact of the intervention. Qualitative findings further highlight three key themes: internalized negative narratives, emergence of cognitive awareness, and the transformative role of dzikir in reshaping internal dialogue and emotional states. These results suggest that structured and meaning-oriented dzikir practices can serve as an effective culturally grounded approach to cognitive restructuring. While the study does not directly measure neural activity, the findings provide indirect evidence of possible neurocognitive adaptation associated with repetitive spiritual practices. This study contributes to the development of a Neuro-Religious Cognitive Reprogramming Framework, bridging Islamic spiritual praxis and cognitive science. The findings also offer practical implications for integrating dzikir-based interventions into Islamic education and counseling to promote healthier cognitive patterns and improved psychological well-being.
Ruhul Ma’had Compass: Integrating Spirituality and Scientific Excellence in Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang Moh. Nadhif; Mamluatu Solihah; Umi Nahril Ula; Rodifatul Chasanah; A. Samsul Ma'arif
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i1.113

Abstract

Through an exploration of how value-centered frameworks could thoroughly influence student development in an Islamic boarding school context, the present study aims to address the ongoing disconnect between spiritual values and academic achievement in the realm of higher education settings. The purpose is to conceptualize and statistically examine the Ruhul Ma'had Compass as a paradigm of unifying spiritual values and student development in Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Utilizing the qualitative case study method of data collection, in which in-depth interviews, participant observation, and document analysis are employed in conjunction with a theoretical application of spirituality theories, micro-foundational theories, and value-based education theories to uncover the underlying processes of value assimilation, the results of the present study indicate that Ruhul Ma'had serves as an ethical and intellectual guidance system in which the cognitive frameworks of the student are methodically imbued with essential values such as honesty, integrity, simplicity, respect, and independence, thereby informing student academic and life processes. Moreover, the Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang slogan of amaliah agama, prestasi ilmiah, and kesiapan hidup is reinterpreted from an essentially symbolic perspective to an instrumental model of unifying moral, intellectual, and practical competencies. The study reveals that Ruhul Ma'had Compass provides a unique micro-level theory of understanding the application of spirituality in higher education, which places pesantren as a relevant global example of value-integrated educational systems that go beyond the traditional dichotomy of the study of religion and scientific exploration.
Larangan Menimbulkan Ketakutan dalam Hadis Nabi: Studi Tematik dan Analisis Neurokardiologis terhadap Dampaknya Moh Nadhif; Bakri Muhammad Bakhiet; Salman Khalid bin Othman
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 4 No 1 (2026): Al-Atsar: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v4i1.1418

Abstract

Penelitian ini mengkaji larangan Nabi Muhammad Ṣallallahu ‘alaihi wasalam terhadap tindakan yang menimbulkan ketakutan kepada orang lain (takhwīf) melalui pendekatan hadis tematik dan pembacaan neurokardiologis secara hati-hati. Fokus utama penelitian ini adalah korpus hadis yang berkaitan dengan larangan menimbulkan rasa takut, terutama hadis tentang larangan menakut-nakuti sesama Muslim, larangan mengambil barang milik orang lain meskipun dalam bentuk candaan, dan larangan mengarahkan senjata kepada sesama Muslim. Adapun fokus pendukung penelitian ini adalah dampak fisiologis ketakutan yang muncul secara mendadak atau ekstrem terhadap tubuh manusia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik hiburan berbasis ketakutan, terutama prank ekstrem dan konten horor yang dipaksakan, yang perlu ditinjau secara etis dalam perspektif hadis Nabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan meliputi hadis tematik (maudhū‘ī), takhrīj hadis, analisis syarah hadis, serta pembacaan interdisipliner terhadap literatur medis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang takhwīf memiliki landasan etis yang kuat dan didukung oleh sejumlah riwayat yang melarang segala bentuk gangguan terhadap rasa aman psikologis seseorang. Literatur medis modern menunjukkan bahwa ketakutan yang muncul secara mendadak atau dalam intensitas yang tinggi dapat memicu respons stres, aktivasi sistem saraf otonom, perubahan hormonal, serta peningkatan beban kardiovaskular, terutama pada individu yang memiliki kerentanan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa larangan takhwīf dalam hadis mengandung dimensi etis dan preventif yang tetap relevan bagi diskusi kontemporer mengenai keamanan psikologis, etika sosial, dan kesadaran kesehatan.
HOMEWORK AND THE WELL-BEING OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN: A CONCEPTUAL CRITIQUE OF CONVENTIONAL LEARNING PRACTICES Moh Nadhif; Imam Alfafan; Ahmad Naweed Rahimi khamosh
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol. 9 No. 1 (2026): edisi APRIL
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/s9ms3611

Abstract

This study critically examines the practice of homework (PR) in elementary schools from the perspective of child well-being. Although homework has long been regarded as a pedagogical instrument to reinforce learning outcomes, discipline, and academic achievement, recent debates highlight its potential psychological and relational consequences for young learners. Using a qualitative approach with a library research design, this study synthesizes relevant scholarly literature on homework practices, student motivation, parental involvement, and holistic child development in basic education. Data were collected from academic journal articles, dissertations, and related scholarly sources, and analyzed through thematic content analysis to identify recurring patterns and conceptual tensions. The findings reveal four major insights. First, homework demonstrates academic ambivalence: while it may support cognitive reinforcement, excessive and repetitive assignments can reduce intrinsic motivation. Second, homework creates structural dependence on parental assistance, which may intensify inequality among students from diverse family backgrounds. Third, the dominance of academic logic in homework practices often constrains children’s rights to play, rest, and build meaningful family interactions. Fourth, emerging discussions on homework-free policies suggest the need for reconstructing conventional learning paradigms in elementary education. Based on these findings, this study proposes a conceptual model of homework reorientation centered on three pillars: classroom learning optimization, balanced child development time, and proportional school–parent educational partnership. The model emphasizes that effective education in elementary schools should not rely primarily on increasing academic workload outside school hours, but on enhancing meaningful learning experiences and safeguarding children’s psychological and social well-being. This research contributes theoretically to critical discourse in basic education by positioning child welfare as a central criterion in evaluating homework policies and conventional instructional practices.
Implementasi Media Animasi Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sejarah Kebudayaan Islam di Kelas VII MTsN 3 Sidoarjo Abdul Ghofar; Moh Nadhif; Mochammad Aly Ridlo
Journal of Communication in Tourism, Culture and Education Vol. 2 No. 2: July - December 2026 (In Progress)
Publisher : Institut Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jctce.v2i2.198

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi media animasi interaktif dalam meningkatkan pemahaman Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) pada 34 siswa kelas VII MTsN 3 Sidoarjo. Pembelajaran SKI yang didominasi metode ceramah tradisional mengakibatkan rendahnya minat dan pemahaman siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif selama tujuh minggu, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan 12 siswa dan 2 guru pamong, serta dokumentasi. Media dirancang berdasarkan multimedia learning theory Mayer dan konstruktivisme, mengintegrasikan visual, audio, dan interaktivitas melalui PowerPoint dan perangkat animasi sederhana. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek: (1) pemahaman konseptual siswa meningkat berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, (2) engagement dan motivasi belajar meningkat mengubah pembelajaran menjadi student-centered, dan (3) peran guru bertransformasi menjadi learning facilitator. Faktor pendukung meliputi dukungan institusional, kompetensi guru, dan minat siswa. Tantangan infrastruktur dan digital literacy diatasi melalui konten offline, peer tutoring, dan video tutorial. Penelitian menyimpulkan media animasi interaktif efektif meningkatkan kualitas pembelajaran SKI sebagai katalis transformasi pedagogis holistik yang menyentuh aspek kognitif, afektif, dan spiritual siswa, memberikan model untuk modernisasi pendidikan Islam di Indonesia
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA ANAK USIA DINI Moh nadhif nadhif
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2023): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v2i1.10

Abstract

Riset Pendidikan Bahasa Arab telah mengkaji banyak aspek pembelajaran di tingkat SD, SMP, dan SMA yang sebagian besar menyajikan teori teori dan praktik pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk penerapan teori pendidikan bahasa Arab pada pendidikan anak usia dini, strategi yang digunakan guru atau sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhi awal pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menemukan bahwa strategi yang digunakan anak pada awal pembelajaran bahasa Arab adalah penggunaan strategi leksikal. Faktor pendukung utama penerapan strategi ini adalah penggunaan metode yang sesuai dengan situasi keseharian siswa, sedangkan faktor penghambat penerapan strategi ini adalah rendahnya motivasi orang tua siswa.