Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Dari Pendekatan Hafalan Menuju Internalisasi Nilai Wafa, Ali; Syarifah, Syarifah; Nadhif, Moh.
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.95

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama masih dominan menggunakan pendekatan hafalan (rote learning). Model ini terbukti kurang efektif dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai spiritual serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran integratif yang memberikan kesempatan bagi semua anak didik mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih bermakna, melalui internalisasi niali. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pembelajaran pendidikan agama berbasis deep learning: dari pendekatan hafalan menuju internalisasi nilai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang tujuan memahami transformasi pembelajaran secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, serta telaah dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan kelembagaan; (2) penerapan deep learning meningkatkan kesadaran metakognitif, refleksi nilai spiritual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta internalisasi nilai melalui pengalaman nyata; (3) integrasi strategi refleksi diri, studi kasus, dan proyek berbasis pengalaman nyata menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA ANAK USIA DINI nadhif, Moh nadhif
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 2 No. 1 (2023): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v2i1.10

Abstract

Riset Pendidikan Bahasa Arab telah mengkaji banyak aspek pembelajaran di tingkat SD, SMP, dan SMA yang sebagian besar menyajikan teori teori dan praktik pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk penerapan teori pendidikan bahasa Arab pada pendidikan anak usia dini, strategi yang digunakan guru atau sekolah dan faktor-faktor yang mempengaruhi awal pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menemukan bahwa strategi yang digunakan anak pada awal pembelajaran bahasa Arab adalah penggunaan strategi leksikal. Faktor pendukung utama penerapan strategi ini adalah penggunaan metode yang sesuai dengan situasi keseharian siswa, sedangkan faktor penghambat penerapan strategi ini adalah rendahnya motivasi orang tua siswa.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Moderasi Beragama untuk Mencegah Radikalisasi di Sekolah Umum di Malang Raya Nadhif, Moh; Sirojuddin, Akhmad; Hakim, Muhammad Nur
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.94

Abstract

Fenomena radikalisasi di kalangan pelajar menjadi isu krusial yang memengaruhi stabilitas sosial di Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam dalam mencegah radikalisasi di sekolah umum di Malang Raya dengan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana moderasi beragama dapat diintegrasikan dalam kurikulum PAI dan strategi pengajaran untuk membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif. Melalui pendekatan studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder mengenai moderasi beragama, deradikalisasi, dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum PAI berbasis moderasi beragama sangat efektif dalam mengurangi sikap radikal dan meningkatkan sikap inklusif di kalangan siswa. Penanaman nilai-nilai seperti tawassuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh membantu siswa untuk memahami pentingnya kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini juga menemukan bahwa 70% siswa di Malang Raya mengalami peningkatan sikap toleransi terhadap agama lain setelah mengikuti pendidikan berbasis moderasi beragama. Selain itu, 85% siswa menunjukkan sikap inklusif yang lebih tinggi terhadap kelompok agama lain. Peran guru yang terlatih dalam mengimplementasikan moderasi beragama sangat krusial, karena mereka tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk penguatan pelatihan guru dan integrasi lebih lanjut nilai-nilai moderasi beragama dalam kurikulum sekolah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan pendidikan yang mendukung pembentukan generasi moderat dan toleran, serta menawarkan pendekatan strategis untuk mencegah radikalisasi dan memajukan hubungan antarumat beragama di sekolah.
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning: Dari Pendekatan Hafalan Menuju Internalisasi Nilai Wafa, Ali; Syarifah, Syarifah; Nadhif, Moh.
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 4 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v4i2.95

Abstract

Pembelajaran pendidikan agama masih dominan menggunakan pendekatan hafalan (rote learning). Model ini terbukti kurang efektif dalam membentuk pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai spiritual serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran integratif yang memberikan kesempatan bagi semua anak didik mendapatkan pengetahuan secara utuh dan lebih bermakna, melalui internalisasi niali. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi pembelajaran pendidikan agama berbasis deep learning: dari pendekatan hafalan menuju internalisasi nilai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang tujuan memahami transformasi pembelajaran secara mendalam melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran, serta telaah dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) transformasi pembelajaran membutuhkan komitmen dan dukungan kelembagaan; (2) penerapan deep learning meningkatkan kesadaran metakognitif, refleksi nilai spiritual, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta internalisasi nilai melalui pengalaman nyata; (3) integrasi strategi refleksi diri, studi kasus, dan proyek berbasis pengalaman nyata menjadikan pembelajaran lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu meningkatkan profesionalisme guru. Kesimpulannya, pembelajaran berbasis deep learning dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menginternalisasikan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama.
Arabic Language Learning Management in Improving The Language Proficiency of STEI Permata Bojonegoro Students Muflihatin, Siti Imaniatul; Nadhif, Moh.
Global Education Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v3i3.1115

Abstract

This study aims to examine the implementation of Arabic language learning management in order to enhance the language skills of MTs students at STEI Permata. Data were collected through interviews and documentation. The findings indicate that the four core management functions—planning, organizing, implementing, and evaluating—have been effectively carried out. The planning function includes coordination, time allocation, development of annual and semester programs, as well as syllabus and lesson plan formulation. The organizing function involves placement tests, scheduling for both regular and special classes, and the assignment of teachers based on their competencies. The implementation is conducted by adapting teaching techniques to students’ language proficiency levels. The evaluation function is carried out by assessing both the process and outcomes of each language skill (maharah). Supporting internal factors include the active participation of special class students in completing assignments, while external factors consist of student placement based on academic ability and teachers’ readiness to adjust learning strategies during the pandemic.
Al-kitab At ta ’limiy Limaddati Al-lughah Al-Arabiyyah ala Asaasi Nazhariyati Wahdati Li Tholabati Al-Ma’had Al-Hikam Malang Moh. Nadhif
El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA Vol. 18 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tsaqafah.v18i1.998

Abstract

??? ????? ?????? ?? ?????? ??????? ?? ????? ?? ??????? ??????
Internalisasi Qultum terhadap Penanaman Nilai Islam dan Tranformasi Spiritual Siswa Kelas VII A di MTsN 3 Sidoarjo Abdul Ghofar; Moh Nadhif; M. Wafiq Roikhan
Journal of Communication in Tourism, Culture and Education Vol. 1 No. 2: 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jctce.v1i2.189

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh internalisasi kultum (kuliah tujuh menit) terhadap penanaman nilai-nilai Islam dan transformasi spiritual pada siswa di lingkungan pendidikan. Kultum sebagai metode dakwah singkat dan efektif memiliki potensi strategis dalam membentuk karakter religius generasi muda. Kajian ini menganalisis bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam melalui kultum dapat mempengaruhi dimensi spiritual siswa, meliputi kesadaran beragama, praktik ibadah, dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan kultum di institusi pendidikan. Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola transformasi spiritual yang terjadi pada siswa setelah mengikuti program kultum secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi kultum memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman nilai-nilai Islam pada siswa. Transformasi spiritual yang terjadi meliputi: (1) peningkatan kesadaran spiritual dan kedekatan dengan Allah SWT; (2) perbaikan kualitas ibadah dan konsistensi dalam menjalankan ajaran agama; (3) pembentukan akhlak mulia dalam interaksi sosial; dan (4) penguatan identitas keislaman di tengah tantangan modernitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kultum meliputi kualitas pemateri, relevansi materi dengan kehidupan siswa, konsistensi pelaksanaan, dan dukungan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kultum merupakan instrumen pendidikan karakter yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan mendorong transformasi spiritual siswa. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya pengembangan materi kultum yang kontekstual, pelatihan pemateri yang kompeten, dan integrasi kultum dalam sistem pendidikan Islam secara holistik untuk mengoptimalkan pembentukan generasi muslim yang berkarakter dan spiritual.
Metaphor and Persuasion in Arabic Da'wah Discourse: A Cognitive Linguistic Approach Moh. Nadhif; Imam Athoir Rokhman; Moh. Subthi Buchori; Rifqi Abqoriya; Rodifatul Chasanah
JICALLS: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/jicalls.v4i1.1897

Abstract

This study examines metaphor as a persuasive cognitive mechanism in contemporary Arabic da'wah discourse, focusing on digital khutbah delivered through online platforms. Unlike previous studies that primarily rely on classical rhetorical analysis (balāghah), this research adopts a cognitive linguistic perspective to explore how metaphor structures religious meaning and influences audience interpretation. Drawing on Conceptual Metaphor Theory the study analyzes a corpus of 30 khutbah texts collected from YouTube and official religious platforms published between 2020 and 2025. Data were examined using the Metaphor Identification Procedure (MIP) to identify conceptual metaphors and analyze their persuasive functions. The findings indicate that dominant metaphors such as الإيمان نور (faith is light), الذنوب مرض (sin is disease), and الحياة رحلة (life is a journey) play a significant role in framing religious understanding, evoking emotional engagement, and guiding moral behavior. This study contributes to cognitive linguistics and discourse analysis by providing an empirical and contemporary account of metaphor in Arabic da'wah discourse, demonstrating that metaphor functions not only as a rhetorical device but as a cognitive and persuasive strategy in digital religious communication.
Dzikir As Cognitive Reprogramming: Transforming Internalized Negative Beliefs among Muslim Students Nadhif, Moh.; Sirojuddin, Akhmad; Bakhiet, Bakri Muhammad; Acetylena, Sita; Ma'arif, Samsul
Interdisciplinary Journal of Social Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/ijoss.v3i1.308

Abstract

This study examines the role of dzikir as a cognitive reprogramming intervention in transforming internalized negative beliefs among Muslim students. Rooted in the intersection of Islamic education, cognitive psychology, and emerging neuro-religious perspectives, the study addresses how repetitive parental narratives such as “life is difficult” or “earning money is hard” contribute to the formation of maladaptive cognitive schemas and scarcity-oriented mindsets. Despite the growing body of research on cognitive restructuring, the integration of Islamic spiritual practices into contemporary psychological frameworks remains limited. This study employs a convergent mixed-methods design, combining quantitative and qualitative approaches. Quantitative data were collected through a quasi-experimental pre-test–post-test design involving 80 participants and analyzed using paired sample t-tests and effect size analysis. Qualitative data were obtained from semi-structured interviews with 20 participants and analyzed using thematic analysis to explore participants’ lived experiences and cognitive transformation processes. The findings reveal statistically significant improvements in cognitive belief orientation, including a reduction in scarcity mindset and an increase in positive life orientation and self-efficacy (p < .001). Effect size analysis indicates a strong practical impact of the intervention. Qualitative findings further highlight three key themes: internalized negative narratives, emergence of cognitive awareness, and the transformative role of dzikir in reshaping internal dialogue and emotional states. These results suggest that structured and meaning-oriented dzikir practices can serve as an effective culturally grounded approach to cognitive restructuring. While the study does not directly measure neural activity, the findings provide indirect evidence of possible neurocognitive adaptation associated with repetitive spiritual practices. This study contributes to the development of a Neuro-Religious Cognitive Reprogramming Framework, bridging Islamic spiritual praxis and cognitive science. The findings also offer practical implications for integrating dzikir-based interventions into Islamic education and counseling to promote healthier cognitive patterns and improved psychological well-being.
Reframing Surah Yasin: An Interdisciplinary Analysis of Qur’anic Cosmology, Astronomy, and Environmental Systems Nadhif, Moh.; Ghony, Djunaidi; Mistar, Junaidi; Bakhiet, Bakri Muhammad
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 14 No 01 (2026): Nizham: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/xq7mn509

Abstract

This study critically reinterprets Surah Yasin beyond its dominant ritualistic framing by developing an interdisciplinary model of Qur’anic cosmology that integrates Qur’anic exegesis, Islamic astronomy, and environmental science. Existing scholarship on the Qur’an and science remains largely fragmentary, relying on verse-based analyses that overlook the structural coherence of a single surah as a unified system of meaning. Addressing this gap, the study employs a qualitative library-based approach using thematic tafsir combined with interdisciplinary analysis of celestial and environmental phenomena. The findings demonstrate that Surah Yasin presents a systemic representation of the cosmos, encompassing celestial motion, orbital dynamics (falak), temporal cycles, and ecological processes as interconnected components within a coherent framework. This integrated structure reflects patterned regularities that align conceptually with contemporary scientific perspectives without reducing the Qur’anic text to scientific claims. The study concludes that Surah Yasin can be conceptualized as a model of Qur’anic cosmology that functions as an epistemological framework for understanding the relationship between revelation and the natural world. This research contributes to advancing interdisciplinary discourse on Islam and science by shifting the analytical focus from fragmented verse-based interpretation toward a surah-based systemic paradigm.