Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Penggunaan Carrier Bag Dengan Keluhan Back Pain Pada Mahasiswa Pecinta Alam Di Universitas Muhammadiyah Jember Zahrotul M, Noviar Alfagyta; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Hamid, Mohammad Ali
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.28

Abstract

Penggunaan Carrier Bag dengan berat tidak sesuai memiliki dampak negatif yang cukup besar bagi pengguna, diantaranya dapat menimbulkan nyeri punggung, perubahan postur tubuh, gaya berjalan, serta cidera. Durasi penggunaan tas carrier juga menjadi salah satu faktor terjadinya nyeri punggung. penelitian ini bertujuan menganalisis Hubungan Penggunaan Carrier Bag Dengan Keluhan Back Pain pada Mahasiswa Pecinta Alam di Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode korelasional melalui pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 49 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability Sampling dengan cara random sampling. Hasil peneitian ini pengguna Carrier Bag dengan keluhan Back Pain menunjukkan bahwa sebagian besar tergolong dalam kategori beban berat, dan keluhan Back Pain menujukkan bahwa sebagian besar tergolong dalam Back Pain berat. Dan diketahui nilai p-value 0,001 dengan r koefisien 0,522 memiliki hubungan kuat antar kedua variabel. Penelitian ini direkomendasikan pada Mahasiswa Pecinta Alam agar dapat mengurangi keluhan nyeri punggung akibat penggunaan tas carrier, serta dapat memberikan informasi kepada semua pendaki agar memahami batasan berat penggunaan tas.
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN KENAKALAN REMAJA DI SMA AL-FALAH KARANGHARJO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Afina Ahmad Wafiq; Yeni Suryaningsih; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2372

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang tengah mengalami pubertas dan ditandai dengan perubahan fisik, sosial, emosional. Pengalaman hidup remaja berada dalam suatu periode dimana remaja diharapkan bisa menyiapkan diri ke masa depan, dan dapat mengenal siapa diriya. Kegagalan remaja dalam menuntaskan tugas ini dapat berdampak buruk untuk perkembangan dirinya. Dampak kegagalan remaja dalam mengembangkan identitasnya membuat remaja akan kehilangan arah dan memungkinkan remaja melakukan perilaku menyimpang dari kebiasaan dan kriminalitas. Salah satu faktor internal penyebab dari kenakalan remaja adalah kondisi emosi yang kontroversial di dalam diri remaja akibat adanya perubahan psikologis dalam masa perkembangan remaja. Kegagalan mengelola emosi akan membuat ketidaknyamanan secara emosional. Desain Penelitian: penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 75 siswa, Sampel merupakan bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Penentuan jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 63. Sampling menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner regulasi emosi dan kenakalan remaja. Analisis data menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value 0,05. Hasil: Didapatkan regulasi emosi paling banyak yaitu baik yang berjumlah 35 (55,6%), sedangkan kenakalan remaja paling banyak terdapat pada kategori tidak nakal dengan jumlah 30 (47,6%). Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan (p value) 0,000 dengan koefisien korelasi 0,727. Kesimpulan: Ada hubungan kuat antara regulasi emosi dengan kenakalan remaja pada remaja SMA Al-falah di desa Sukoharjo Kecamatan Silo Kabupaten Jember memiliki hubungan yang sangat kuat.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PPOK DI RUMAH SAKIT CITRA HUSADA JEMBER Andriani, Andriani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v2i2.2391

Abstract

Abstrak Introduction: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara paru-paru yang secara umum diakibatkan oleh paparan zat berbahaya. Aspek spiritual merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sebagai kekuatan pendorong dan penyelaras dalam kehidupan yang berdampak terhadap keadaan fisik, psikologis, dan sosial. Kualitas hidup merupakan manivestasi tujuan bagi penderita PPOK yang penting untuk dipertahankan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien PPOK. Metode: Design penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien PPOK berusia 45-65 tahun sejumlah 87 responden di Poli Paru Rumah Sakit Citra Husada Jember. Instrumen spritualitas menggunakan Brief Multidimention Measure of Religiuoness/Spirituality (BMMRS) modifikasi dari Bolding et.al terdiri dari 12 item pernyataan dan instrumen kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF terjemahan Bahasa Indonesia dari WHO yang berjumlah 26 item pertanyaan. Result: Tingkat spiritualitas pasien PPOK dengan kategori tinggi 53 orang (60,9%), sedang 21 orang (24,1%) dan rendah 13 orang (14,9%). Tingkat kualitas hidup pada pasien PPOK dengan kategori baik 44 orang (50,6%), cukup 23 orang (26,4%) dan kualitas hidup buruk 20 orang (23,0%). Analisis: Uji analisis dengan menggunakan Spearman Rho didapatkan p value < 0,001, α < 0,05 dan nilai r = 0,696 yang artimya bahwa ada hubungan antara spiritualitas dengan kualitas hidup pada pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dengan tingkat keeratan kuat. Diskusi: Pasien PPOK dengan tingkat spiritualitas tinggi berhubungan erat dengan perbaikan derajat kualitas hidup.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN EARLY WARNING SCORE SYSTEM DI RAWAT INAP RSUD dr. SOEBANDI JEMBER Ike Duwi Yulianti; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v3i4.4571

Abstract

Latar Belakang: Salah satu sistem deteksi dini yang dapat dilakukan di rumah sakit untuk mendeteksi perburukan pasien yaitu dengan menggunakan Early Warning Score System (EWSS). Keberhasilan Early Warning Score System dalam menurunkan angka kejadian henti jantung dipengaruhi oleh kepatuhan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan dalam pendokumentasian Early Warning Score System adalah motivasi. Motivasi inilah yang mendukung perawat sehingga dapat melakukan tindakan pendokumentasian Early Warning Score System sesuai dengan prosedur yang sudah diajarkan. Metode: Desain penelitian ini adalah desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 133 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa motivasi perawat di ruang rawat inap memiliki motivasi yang tinggi dalam pendokumentasian Early Warning Score System sebanyak 85 responden (63,9%), dan tingkat kepatuhan perawat di ruang rawat inap memiliki tingkat kepatuhan mayoritas patuh sebanyak 130 responden (97,7%). Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan nilai p value = 0,020. Simpulan: Maka dapat disimpulkan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam pendokumentasian Early Warning Score System di rawat inap RSUD dr. Soebandi Jember. Optimalisasi dalam pendokumentasian EWSS dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan, diskusi, serta melakukan monitoring dan evaluasi.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BHAYANGKARA LUMAJANG Afida Lailadzani; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i2.4805

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Peningkatan tekanan darah yang berlangsung lama bila tidak mendapat pengobatan yang memadai akan menyebabkan kerusakan otak (stroke) dan kematian. Obesitas atau Indeks Massa Tubuh (IMT) terbukti menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, sampel yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 52 responden. Instrumen penelitiaan ini menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi nilai p value 0,007 < 0,05 artinya ada hubungan Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Indeks Massa Tubuh di poli penyakit dalam rumah sakit Bhayangkara rata-rata 30,79 kg/m2 dan tekanan darah sisitole rata-rata 176,73. Ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan tekanan darah. Oleh karena itu, menerapkan perilaku hidup sehat seperti konsumsi makanan sehat dan melakukan aktifitas fisik secara teratur sebagai upaya pencegahan kenaikan Indeks Massa Tubuh dan tekanan darah..
HUBUNGAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR DENGAN DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN PASCA STROKE DIRUMAH SAKIT TINGKAT III BALADHIKA HUSADA JEMBER Nadiatul Uzhma; Ginanjar Sasmito Adi; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v4i3.4854

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan golongan penyakit gawat yang menyebabkan kerusakan neurologis dan fungsional yang terjadi secara mendadak (akut) yang disebabkan oleh kurangnya atau terputusnya aliran darah yang mengalir ke otak. Kerusakan atau defisit neurologis pada pasien stroke secara umum berkaitan dengan gangguan vascular berupa terputusnya suplai darah akibat dari penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi kematian sel-sel pada bagian otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Health Seeking Behavior dengan defisit neurologis pada pasien pasca stroke di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan atau p-value = 0,000 (< α=0,05) sehingga H1 diterima yang artinya terdapat Hubungan Hubungan Health Seeking Behavior Dengan Defisit Neurologis Pada Pasien Pasca Stroke Di Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada Jember. Hasil nilai r= 0,739 yang artinya Health Seeking Behavior memiliki hubungan yang positif dengan defisit neurologis atau kerusakan neurologis pada pasien pasca stroke, serta memiliki tingkat tingkat korelasi dan hubungan yang kuat. Diskusi: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan promosi kesehatan terkait pentingnya mencari pertolongan ketika pasien mengalami serangan stroke guna mencegah defisit atau kerusakan neurologis pada pasien pasca stroke.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PEKERJA INDUSTRI DI CV. MULTIBANGUNAN JEMBER Milinda Rika Raditya; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Mohammad Ali Hamid
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i1.5180

Abstract

Pendahuluan: Menurut Hart & Staveland dalam Tarwaka, bahwa beban kerja merupakan sesuatu yang muncul dari interaksi antara tuntutan tugas-tugas, lingkungan kerja dimana digunakan sebagai tempat kerja, keterampilan, perilaku dan persepsi dari pekerja. Low Back Pain (LBP) merupakan suatu kondisi dimana penderitanya merasakan nyeri, spasme, stiffness yang terlokalisasi di bagian bawah costa dan di atas lipatan gluteal inferior dengan atau tanpa nyeri yang menjalar pada tungkai. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan Study Cross-Sectional dan jenis sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah mengacu pada jumlah pekerja industri di CV. Multibangunan Jember yaitu 150 orang. Sampel dari penelitian ini adalah 60 responden. Nilai Beban Kerja Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki beban kerja yang berat sebesar 20%. Nilai Kejadian Low Back Pain Pekerja Industri Di CV. Multibangunan Jember memiliki Low Back Pain yang tinggi sebesar 10%. Kesimpulan: Ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian low back pain pada pekerja industri di CV. Multibangunan Jember memiliki hubungan yang segnifikan dengan hasil nilai p value sebesar 0,01 < 0,05. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah agar peneliti selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengambilan data melalui wawancara dan observasi yang lebih merinci dan mendalam agar mendapatkan hasil yang lebih valid.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN RAWAT INAP DI KLINIK PRATAMA NUSA MEDIKA AJUNG A Muhammad Fadil Nur; Wahyudi Widada; Sasmiyanto, Sasmiyanto
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i2.5210

Abstract

Latar Belakang: Kualitas tidur adalah karakteristik subjektif dan sering kali ditentukan oleh perasaan energik atau tidak setelah bangun. Kualitas tidur adalah perasaan puas setelah tidur, sehingga orang tersebut tidakmemperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah lesu dan apatis, kehitaman disekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, perhatian terpecah, sakit kepala dan sering menguap ataumengantuk. Peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur dapat dilakukan dengan mengajarkan cara-cara yangdapat menstimulus dan memotivasitidur. Salah satu cara yang dapat dilakukan terapi relaksasi, terapi ototprogresif dapat digunakan untuk pengobatan non farmakologis. Relaksasi otot progresif yaitu proses yangmelepaskan ketegangan dan mengembalikan keseimbangan baik pikiran maupun tubuh. Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikannya terapi rileksasi otot progresif di ruang rawat inap klinik Nusa Medika Ajung. Desain Penelitian: Desain penelitian menggunakanpra eksperiment dengan pendekatan pra test- post test one group design. Populasi pasien di ruang rawat inapsebanyak 68 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 68 responden. Sampling menggunakan non probabilty sampling dengan teknik total sampling. Pengumpulan data terapi rileksasi otot progresif menggunakan lembarSOP sedangkan kualitas tidur menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value <0,05. Hasil: Hasil sebelum diberikannya terapi rileksasi otot progresif mayoritas dalam kategori kualitas tidur cukup sebanyak 41 orang dengan prasentase60.3%,dan sesudah diberikannya terapi rileksasi otot progresif kualitas tidur pasien mengalami peningkatan mayoritas kategori kualitas tidur baik sebanyak 51 orang dengan prasentase 75.0%. Kesimpulan: Adapengaruh relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pasien rawat inap di klinik pratama nusa medikaajung.
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP KEMAMPUAN FUNGSI PARU PADA LANSIA DENGAN RIWAYAT ASMA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA JEMBER Gedeon Putra Tandayu; Sasmiyanto, Sasmiyanto; Wahyudi Widada
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 5 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v6i5.5275

Abstract

Kemampuan fungsi paru mengalami gangguan fungsi paru umumnya terjadi karena adanya faktor individu, paru berfungsi untuk mencukupi kebutuhan oksigen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Teknik pernapasan Buteyko terhadap kemampuan fungsi paru pada lansia dengan riwayat Asma DI UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Penelitian ini menggunakan penelitian pra eksperimen. Besar sampel penelitian berjumlah 27 responden lansia yang memiliki riwayat Asma di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Proses intervensi menggunakan standar prosedur operasional teknik pernapasan Buteyko. Hasil ini menunjukkan pengaruh yang signifikan antara hasil sebelum melakukan teknik pernapasan Buteyko dengan pengukuran kemampuan fungsi paru, didapatkan zona merah bejumlah 24 orang 88,9% zona kuning 3 orang 11,1% dan setelah dilakukan intervensi didapatkan zona merah mengalami penurunan dengan total 18 orang 66,7% zona kuning 7 orang 25,9% dan zona hijau 2 orang 7,4%. Penelitian ini menggunakan uji statistik wilcoxon signed test p value sebesar 0,0001 dengan alpha 5%. Kesimpulan hasil penelitian ini, bahwa ada pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap kemampuan fungsi paru pada lansia dengan riwayat Asma Di UPT Pelayanan Tresna Werdha Jember.
The Relationship between Coping Mechanisms and Anxiety in Basic Professional Nursing Students at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Jember Zubair , Ilham Ainullah; Suryaningsih , Yeni; Sasmiyanto, Sasmiyanto
International Applied Science Vol. 2 No. 1 (2023): Proceeding of SIGMA-1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ias.v2i1.454

Abstract

Students who want to undertake basic professional nursing generally have varying levels of anxiety. The anxiety that students often experience is related to the basic professional nursing program, such as the first time carrying out clinical practice and feelings of anxiety because there are different things that have never been done before. , feelings of worry regarding the possibility of events causing harm to the patient, due to insufficient knowledge and experience. The design used is correlational research whose aim is to find a correlation between the two variables being studied using a cross sectional approach . The population in this study is fifth semester students with a sample size of 103 students from the Nursing Science Study Program. The sampling technique used is simple random sampling. Data analysis in this study used the Spearman Rho statistical test. Spearman's rank statistical test, namely the value of p = (0.001) and alpha < 0.05, which means there is a relationship between Coping Mechanisms and Anxiety in Basic Professional Nursing Students at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Jember, with a value of r = -0.319 with the strength of the relationship moderate or moderate. There is a relationship between coping mechanisms and anxiety in basic professional nursing students at the Faculty of Health Sciences, Muhammadiyah University of Jember. Students who are carrying out basic professional nursing learning activities are able to reduce anxiety by increasing coping by doing positive things, so that students can make the right decisions. This can be done by reading books or doing more practice to increase insight and experience.