Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Keberlanjutan Usaha Se’i Babi Pasca ASF (African Swine Fever): (Studi Kasus Usaha Se’i Babi Baun) Jeni A. Tande; Maria Krova; Maria R. Deno Ratu; Melkianus Tiro
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i4.1413

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui strategi keberlanjutan usaha se’i babi pasca ASF (African Swine Fever). Metode penelitian ini adalah studi mendalam (indepth study) di usaha se’i babi Baun. Data primer diperoleh menggunakan teknik observasi dan wawancara sedangkan data sekunder menggunakan teknik dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE posisi kuadran SWOT usaha se’i babi Baun berada pada kuadran 1. Rumusan strategi yang harus diterapkan oleh produsen adalah 1) meningkatkan kuantitas dan mempertahankan kualitas produk se'i, 2) meningkatkan prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan usaha, 3) melakukan diversifikasi dan diferensiasi produk, 4) mempertahankan konsumen potensial, 5) menerapkan manajemen usaha yang professional, 6) meningkatkan SDM karyawan melalui pendidikan dan pelatihan, 7) mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang program pengembangan usaha peningkatan kemampuan manajerial usaha kecil dari pemerintah.
Strategi Pemasaran Daging Se’i Babi di Kabupaten Kupang : (Studi Kasus Se’i Babi Baun) Namah, Sindi Alvian; Krova, Maria; Lalus, Matheos
Animal Agricultura Vol 2 No 2 (2024): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v2i2.81

Abstract

The purpose of this study to find out how the marketing strategy of se'i pork in Baun, Kupang Regency. The method used in this research is an in-depth study, to obtain primary data and secondary data through observation, interview, and documentation techniques. The data was analyzed using the IFE, EFE, SWOT and QSPM matrix methods. Based on the IFE matrix analysis, the total value of X = 1.15 is obtained, while in the EFE matrix the value of Y = 1.27. The position of the SWOT quadrant of the Baun pork se'i business is in quadrant 1, the SWOT matrix of the Baun pork se'i business obtained seven strategies that can be implemented by entrepreneurs, namely 1). Increase promotional activities through social media, 2). Maintaining product quality, 3). Improve technology and business management, 4). Expanding market segmentation and increasing consumer loyalty, 5). Retaining potential customers, 6). Collaboration with other parties, 7). Product diversification. And obtained a total QSPM matrix value of 36.84. Therefore, Baun pork se'i entrepreneurs can add business branches in various places to make it easier for consumers to get these products.
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah di Desa Benlutu (Study Kasus Novisiat Claretian Benlutu) Kollo, Ronaldus; Lole, Ulrikus R.; Krova, Maria
Animal Agricultura Vol 3 No 1 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v3i1.122

Abstract

This study aims to formulate development strategies for the dairy cattle business at the Claretian Benlutu Novitiate Monastery, Timor Tengah Selatan Regency. A case study survey approach was employed, utilizing primary data from observations and interviews, and secondary data from relevant institutional documentation. SWOT analysis was applied to assess internal and external factors, which were then mapped using the IFE and EFE matrices. Results indicate positive scores on both matrices, positioning the dairy cattle business in Quadrant I, signifying a highly favorable condition for aggressive development. QSPM analysis identified three main strategic priorities, expanding the scale of the dairy cattle business, improving the quality and productivity of fresh milk, and optimizing internal resource utilization while reducing vulnerability to external factors. These strategies are recommended to strengthen competitiveness and ensure the sustainability of the dairy cattle enterprise in the study area.
Potensi dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo Wuda, Victoria; Krova, Maria; R. Lole, Ulrikus; A. Nale, Agus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan komoditas ternak sapi potong sebagai sector basis atau non basis dan merumuskan strategi pengembangan usaha ternak sapi potong di Kabupaten Nagekeo. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Boawae pada bulan juni 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan sekunder melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada tingkat kecamatan secara purposive sampling, tahap kedua penentuan desa contoh dan tahap ketiga penentuan peternak contoh sebagai responden sebanyak 60 orang secara acak non proposional. Data dianalisis menggunakan analisis location quotiont (LQ) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LQ Kabupaten Nagekeo 0,75 dan bukan merupakan wilayah basis. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ternak sapi potong berada pada kuadran satu dan strategi adalah strategi agresif yang mendukung penuh pertumbuhan dan pembangunan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Strateginya adalah meningkatkan produktivitas ternak dan meningkatkan etos kerja peternak untuk memenuhi permintaan pasar, meningkatkan keterampilan peternak melalui pelatihan dan pemberdayaan peternak untuk meningkatkan kualitas hasil ternak.
Strategi Keberlanjutan Usaha Se’i Babi Pasca ASF (African Swine Fever): (Studi Kasus Usaha Se’i Babi Baun) A. Tande, Jeni; Krova, Maria; R. Deno Ratu, Maria; Tiro, Melkianus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i4.1413

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui strategi keberlanjutan usaha se’i babi pasca ASF (African Swine Fever). Metode penelitian ini adalah studi mendalam (indepth study) di usaha se’i babi Baun. Data primer diperoleh menggunakan teknik observasi dan wawancara sedangkan data sekunder menggunakan teknik dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE posisi kuadran SWOT usaha se’i babi Baun berada pada kuadran 1. Rumusan strategi yang harus diterapkan oleh produsen adalah 1) meningkatkan kuantitas dan mempertahankan kualitas produk se'i, 2) meningkatkan prasarana dan sarana yang mendukung kegiatan usaha, 3) melakukan diversifikasi dan diferensiasi produk, 4) mempertahankan konsumen potensial, 5) menerapkan manajemen usaha yang professional, 6) meningkatkan SDM karyawan melalui pendidikan dan pelatihan, 7) mengikuti pendidikan dan pelatihan tentang program pengembangan usaha peningkatan kemampuan manajerial usaha kecil dari pemerintah.
Peningkatan Efisiensi Peternakan Sapi Potong Melalui Manajemen Terstruktur Bagi Peternak Penerima Kredit Program Paronisasi Koperasi Solidaritas Krova, Maria; Kleden, Markus M. Kleden; Sembiring, Sabarta; Sulistidjo, Edi Djoko; Lalus, Matheos F.; Lano, Marten Luter; Dethan, Agustinus Agung
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4277

Abstract

Beef cattle fattening at Solidarity Cooperative Oesao Branch faces several challenges that hinder efficiency and productivity, including limited capital, feed management, health care, and waste management. The cattle paronisation programme provided by the cooperative offers loans under certain conditions to assist farmers in overcoming the problems faced. However, the current rearing system leads to longer fattening duration and increased production costs. The Community Service activity aims to identify and overcome the problems faced by farmers by offering solutions based on counselling, training and technology transfer for farmers. Activity methods include: counselling, discussion, training, as well as monitoring and mentoring the results of socialisation of activities. The results of this activity increased the knowledge of farmers of partner group members about mature business planning to support efficient and effective management of paron cattle; increased knowledge of farmers of partner group members about proper housing management to support the health and performance of cattle production, increased knowledge of farmers about feeding management according to the needs of the amount and nutrition of animal feed, an increase in farmers' understanding of cattle marketing management to increase their income and increased knowledge of partner farmers about the importance of calculating profits in the cattle business so that it is necessary to record all expenses and receipts as well as understanding knowledge about feed processing.
Kinerja Finansial Usaha Ternak Babi di Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai Lole, Ulrikus R.; Hari, Eldiana; Rosdiana Deno Ratu, Maria; Krova, Maria
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i9.970

Abstract

A study was conducted in North Rahong District, Manggarai Regency. This research aims to analyze the income and financial feasibility of pig farming businesses in North Rahong District, Manggarai Regency. The sampling method is carried out in two stages. In the first stage, sample villages were determined from 12 villages, 4 sample villages were purposively determined by considering having the largest number of pigs. The second stage of determining sample breeders was carried out non-proportionately at random, where 15 respondents were taken from each village to obtain 60 respondents. Primary data was obtained through direct observation and interviews with breeders based on a list of questions that had been prepared, while secondary data was obtained through documented reports from relevant agencies and literature. The data analysis method is income analysis and financial analysis using the criteria for net investment B/C, BEP unit, BEP rupiah, and Payback Period. The research results show that the average total income is IDR 9,079,804.89/year, namely 37.61% is cash income and 62.99% is non-cash income. The results of the financial feasibility analysis show that the pig farming business in North Rahong District is financially feasible with a B/C value of 0.85, unit BEP of 0.33 ST, Rupiah BEP of IDR 3,200,999.78 and PP value of 1 year (12 month).
Nilai Ekonomi Karkas dan Non-Karkas Sapi Bali Betina Afkir pada Berbagai Kelompok Umur Banamtuan, Sefrans; Jelantik, I Gusti; Krova, Maria
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v13i2.25529

Abstract

This study aimed to analyze the economic value of cull female Bali cattle at different ages in Kupang Regency. A total of 40 cows were grouped into young (2-4 years), medium (4–7 years), and old (7–10 years). Economic parameters measured included live animal value, carcass value, non-carcass value, and added value using the Hayami method. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s test. The results showed that age significantly affected the proportion of non-carcass components (P<0.05), but not slaughter weight and carcass percentage. However, the economic value of live animals, carcass, non-carcass, and slaughtering added value increased with age. Older cows generated higher economic returns, although carcass efficiency was relatively constant across age groups. It can be concluded that culling age influences economic value, and the carcass-based selling system (carcass weight) provides more accurate and profitable returns than live weight transactions.
KINERJA PRODUKSI DAN PENDAPATAN TUNAI USAHA TERNAK KAMBING DI KECAMATAN ADONARA TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR: Production Performance and Cash Income of Goats’ Farm in Adonara Timur Sub-District, Flores Timur Regency Sabon Angin, Leonardo Kevin; Maria Krova; Solvi Mariana Makandolu; Maria Rosdiana Deno Ratu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja produksi dan pendapatan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak kambing di Kecamatan Adonara Timur. Metode pengambilan contoh ada dua tahap, yaitu tahap pertama penentuan desa contoh secara purposive dan tahap kedua penentuan peternak contoh secara acak non proporsional. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei untuk memperoleh data primer dan data sekunder melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah: 1) analisis kinerja produksi yang meliputi lama pemeliharaan, mortalitas, litter size, dan interval kelahiran; 2) analisis pendapatan; dan 3) analisis regresi linear berganda menggunakan fungsi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pemeliharaan ternak kambing untuk produksi daging adalah 13 bulan dan lama pemeliharaan untuk adat adalah 4,6 tahun, tingkat mortalitas sebesar 12,19%, litter size 1,97 ekor, dan interval kelahiran 9,04 bulan. Rata-rata pendapatan total yang diperoleh peternak dari usaha ternak kambing adalah Rp21.572.388/tahun dan pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp8.869.938/tahun (41%) serta pendapatan non tunai sebesar Rp12.703.450/tahun (59%). Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan tunai usaha ternak kambing adalah jumlah ternak yang dijual.    Kata kunci: kinerja produksi, pendapatan, ternak kambing
Analisis Permintaan Daging Babi di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai Caniggia, Desiderato Andrew; Lole, Ulrikus Romsen; Krova, Maria; Makandolu, Solvi Mariana
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21764

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai dari bulan April 2025 sampai Mei 2025 dengan judul analisis permintaan daging babi di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging babi dan elastisitas permintaan daging babi. Pemilihan sampel dilaksanakan melalui beberapa tahapan dengan tahap awal ialah penetapan wilayah kelurahan contoh dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan jumlah populasi penduduk terbanyak serta jarak ke lokasi pasar, didapatkan lima kelurahan contoh yaitu Kelurahan Pau, Watu, Karot, Golo Dukal, dan Satar Tacik. Tahap kedua yaitu menetapkan 150 responden contoh yang dipilih secara acak non proporsional tanpa mempertimbangkan proporsi jumlah penduduk tiap kelurahan. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini ialah analisis korelasi serta regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis korelasi, mengidentifikasi lima faktor, harga daging babi,harga daging ayam, harga ikan, selera, dan pendapatan memiliki hubungan kuat dengan permintaan daging babi. Analisis regresi menegaskan bahwa empat variabel seperti: harga daging babi, harga daging ayam, harga ikan, dan pendapatan secara sangat nyata memengaruhi permintaan daging babi di Kecamatan Langke Rembong. Permintaan daging babi di wilayah tersebut bersifat elastis yaitu sebesar 1.816.