Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE PADA HOTEL ARUSS SEMARANG Dwi N, Ardian; Zulfiningrum, Rahmawati
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 6 No 2 (2023): May
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/jep.v6i2.5846

Abstract

Tingkat persaingan yang ketat pada bisnis perhotelan di Kota Semarang memaksa setiap hotel meningkatkan fasilitas dan memberikan pelayanan terbaik. Terlebih ketika Indonesia diterpa pandemi Covid-19 yang menahan pergerakan masyarakat. Hal ini menjadi tantangan Hotel Aruss Semarang yang baru memulai pembangunan pada pertengahan tahun 2019. Selain berusaha menandingi atau bahkan memenangkan persaingan tersebut, sebagai hotel baru Independent tantangan utama Hotel Aruss untuk dikenal masyarakat luas dan memiliki citra merek atau brand image yang kuat. Akan hal itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi public relations yang diterapkan Hotel Aruss dan dampaknya terhadap citra merek atau brand image Hotel Aruss sendiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui proses wawancara, observasi serta dokumentasi. Narasumber dalam penelitian adalah manajemen dan konsumen Hotel Aruss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hotel Aruss menerapkan tahapan strategi public relations mulai dari riset, melakukan perencanaan dengan sudut pandang sebagai konsumen, meningkatkan proses komunikasi dan kemampuan mendengar terhadap konsumen, menjalankan proses evaluasi serta monitoring seluruh kegiatan Hotel Aruss. Penerapan strategi tersebut berdampak pada peningkatan citra perusahaan sebagai hotel modern bintang 4 terbaik di Kota Semarang, membangun citra konsumen sebagai hotel yang menjadi base artis ternama di Indonesia, serta menjaga citra produk dengan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Pelestarian Identitas Masyarakat Multietnis Kampung Melayu Febriyanti, Ika; Zulfiningrum, Rahmawati
Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Vol 13 No 2 (2025): Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Melayu Semarang is a historic area that reflects the ethnic and cultural diversity of the community in Semarang's Old Town. However, amid the city's modernization and tourism growth, there has been a decline in youth participation and a weakening of the community's understanding of the meaning of local traditions. This study aims to analyze how cultural identity and efforts to preserve the traditional values of a multi-ethnic community are manifested through the Kirab Budaya (Cultural Parade) activity. The research uses a descriptive qualitative approach with an interpretive paradigm, using cultural identity theory to understand the social construction of identity and the concept of cultural preservation to examine the sustainability of local values. Data collection techniques were carried out through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, which were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that cultural parades not only serve as a form of cultural expression, but also as a mechanism to strengthen shared identity among multi-ethnic communities. This identity is clearly seen through various traditional symbols in cultural parades, such as traditional clothing, Zapin dance, and rebana music, as well as the involvement of various ethnic groups. This cultural parade also serves as a means of preserving intangible cultural heritage, involving the active participation of local residents and the younger generation, while strengthening social solidarity and reviving the Malay-Islamic values that form the basis of community identity in Semarang. The Kampung Melayu Cultural Parade plays an important role in maintaining the continuity of multi-ethnic identity and preserving local cultural values amid massive social changes in urban communities. Keywords: preservation, multiethnicity, tourism, traditional symbols, cultural heritage
Bonding, Bridging, dan Linking sebagai Modal Sosial dalam Pemulihan dan Keberlanjutan Desa Wisata Pascapandemi Siregar, Nadia Itona; Zulfiningrum, Rahmawati; Satriya, Candra Yudha
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.36519

Abstract

Sektor pariwisata berkontribusi signifikan terhadap devisa dan pendapatan nasional, namun mengalami penurunan tajam akibat pandemi COVID‑19. Artikel ini menganalisis bagaimana bonding, bridging, dan linking sebagai modal sosial dalam pemulihan dan keberlanjutan desa wisata pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Desa Wisata Wanurejo, Kabupaten Magelang. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola desa wisata, pelaku usaha pariwisata, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial bonding berperan dominan pada fase awal pemulihan melalui penguatan solidaritas, kepercayaan, dan praktik gotong royong sebagai jaring pengaman sosial informal. Modal sosial bridging berfungsi memperluas jejaring lintas kelompok dan membuka akses terhadap informasi, inovasi, serta peluang ekonomi, namun pemanfaatannya cenderung tidak merata. Sementara itu, modal sosial linking berperan penting dalam pemulihan jangka panjang melalui akses terhadap kebijakan, program bantuan, dan dukungan kelembagaan, sekaligus memperlihatkan relasi kuasa yang berpotensi memarginalkan kelompok rentan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan modal sosial yang inklusif dan berkeadilan dalam pemulihan desa wisata.
STRATEGI BRAND IMAGE MOON CHICKEN BY HANGRY DALAM PEMASARAN DIGITAL Aryanie, Nur Isnaini Diva; Zulfiningrum, Rahmawati
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2026): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v9i1.27674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi brand image Moon Chicken by Hangry dalam pemasaran digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan teori brand image dan konsep pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi konten, dan dokumentasi.  Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moon Chicken menggunakan strategi emotional branding melalui narasi "Flavors of the Galaxy", gaya bahasa kasual, dan konsistensi visual. Brand image Moon Chicken menunjukkan unsur kreatif, otentik, dan profesional. Pendekatan emotional branding diterapkan melalui humor dan gaya bahasa yang santaidalam postingan konten instagram,untuk membangun persepsi positif dan loyalitas pada kelompok konsumen muda (Generasi Z).Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan cepat dalam tren media social, Moon Chicken menerapkan evaluasi dan inovasi dengan mengikuti konten yang sedang viral untuk mempertahankan brand image di media sosial instagram. Secara praktis, penelitian ini bisa menjadi rujukan yang strategis dalam industri FB untuk membentuk komunikasi digital yang adaptif, berbasis data, dan berfokus di audiens muda.