Articles
SOSIALISASI PERANCANGAN e-RETENSI DALAM MENDUKUNG MUTU PELAYANAN KESEHATAN
Heltiani, Nofri;
Khairunnisyah;
Ismail Arifin;
Dwi Widyawati
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.300
Sistem retensi rekam medis elektronik merupakan bagian dari tata kelola rekam medis elektronik yang memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan dan ketersediaan data rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui Rumah Sakit X Bengkulu masih menggunakan retensi konvensional dimana data berkas rekam medis yang telah diretensi tidak dicatat dan tidak diarsipkan ke dalam buku retensi, sehingga pada saat pasien bersangkutan datang kembali berobat menyebabkan petugas filing memerlukan waktu yang cukup lama untuk ditelusuri berkas rekam medis agar pasien bisa mendapatkan pelayanan medis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk menyampaikan informasi hasil penelitian yang berupa perancangan e-retensi berkas rekam medis dengan metode waterfall dan memberikan pelatihan prosedur penggunakan aplikasi e-retensi. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah sosialisasi hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk penyampaian materi dan diskusi, serta pelatihan prosedur penggunaan aplikasi e-retensi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berjalan lancar dengan hasil pengetahuan dan pemahaman petugas filing terkait fungsi e-retensi dalam mendukung efiensi masa simpan berkas rekam medis.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED (WISN) DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKUL
Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 1 No. 2 (2016): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v1i2.23
Beban kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menghitung kebutuhan tenaga. Artinya jumlah tenaga yang dibutuhkan disesuaikan dengan beban kerja yang ada. Metode Workload Indicator of Staffing Need (WISN) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan beban kerja nyata yang dilaksanakan oleh tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan tenaga dengan metode WISN. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Rekam Medis Rs Rafflesia Bengkulu selama 6 hari. Penelitian ini menggunakn pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan penggunaan waktu kerja staff adalah 2200 jam/tahun. Hasil perhitungan tenaga dengan metode WISN didapatkan jumlah tenaga Unit Rekam Medis RS Rafflesia Bengkulu adalah 6 orang. Dari hasil penelitian ini dsarankan kepada Manajemen RS Rafflesia Bengkulu perlu adanya pertimbangan menambah tenaga staff dengan lulusan DIII Rekam Medis di Unit Rekam Medis RS Rafflesia Bengkulu sebanyak 4 orang.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN DI UNIT RAWAT JALAN RSUD KOTA BENGKULU
Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 1 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v2i1.28
Indeks Kepuasan Masyarakat merupakan data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Upaya peningkatan kualitas adalah langkah terpenting untuk meningkatkan daya saing usaha pemerintah maupun swasta dibidang kesehatan, karena kesehatan merupakan salah satu hak dasar rakyat sesuai amanat UUD 1945 Pasal 28 H ayat (1). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang datang dan berobat di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu, dengan sampel sebanyak 80 pasien yang datang dan berobat di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Menggunakan data primer, diolah menggunakan rumus pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat berdasarakan Keputusan Menteri Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli di unit rawat jalan RSUD Kota Bengkulu. Hasil analisa data dari tujuh indikator kepuasan yang diukur yaitu kejelasan petugas pelayanan 2.99 (puas), kedisiplinan petugas pelayanan 2.95 (puas) kecepatan pelayanan 2.48 (cukup puas), keadilan mendapatkan pelayanan 2.53 (puas), kesopanan dan keramahan 2.88 (puas), kepastian jadwal pelayanan 2.75 (puas) dan kenyaman lingkungan 2.94 (puas). Diharapkan Para pejabat RSUD Kota Bengkulu perlu kiranya menetapkan target bahwa indeks kinerja di masing-masing unit pelayanan tidak lagi memiliki kinerja yang cukup baik, akan tetapi semua unit pelayanan memiliki komitmen untuk mencapai kinerja pelayanan yang optimal (sangat baik).
TINJAUAN PELAKSANAAN PEMISAHAN DAN PEMUSNAHAN BERKAS REKAM MEDIS AKTIF DAN INAKTIF DI RUMAH SAKIT RAFFLESIA BENGKULU
Heltiani, Nofri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 2 No. 2 (2017): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v2i2.33
Berkas rekam medis inaktif pada rak penyimpanan tidak selamanya akan disimpan, karena jumlah rekam medis di rumah sakit terus bertambah. Pemisahan dan pemusnahan rekam medis merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan tujuan mengurangi penumpukan berkas rekam medis di ruang penyimpanan.Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu hanya mempunyai satu ruang penyimpanan rekam medis aktif dan tidak mempunyai ruang penyimpanan rekam medis inaktif secara khusus.Rekam medis inaktif disimpan di ruang penyimpanan rekam medis aktif dikarenakan ruang tersebut sudah penuh, dan ada sebagian rekam medis inaktif yang disimpan di dalam kardus serta hanya diletakkan di lantai dekat rak penyimpanan.Untuk mengurangi berkas rekam medis inaktif tersebut rumah sakit melakukan pemusnahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinjauan pelaksanaan pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis aktif dan inaktif di Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah berkas rekam medis periode tahun 2012-2016 sebanyak 78.408, dengan sampel sebanyak 78.408 berkas rekam medis dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Menggunakan data primer dan sekunder, diolah secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medisaktif-inaktif belum sesuai dengan SOP karena banyak tahapan yang tidak laksanakan.Fasilitas yang digunakan untuk melakukan pemusnahan meliputi tempat, alat pencacah dan komputer. Pelaksanaan penilaian berkas rekam medis yang akan dimusnahkan berdasarkan tata cara penilaian yang terdapat pada prosedur pemusnahan berkas rekam medis.Diharapkan Rumah Sakit Rafflesia Bengkulumemiliki SOP tentang pemisahan dan pemusnahan berkas rekam medis.
Accuracy of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Diagnosis Codes in Terms of Completeness and Accuracy of Medical Information
Widyawati, Dwi;
Heltiani, Nofri;
Oktavia, Nova
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v9i2.599
The completeness of the physical examination and the accuracy of laboratory results are crucial in supporting the accuracy of diagnostic codes. A preliminary survey of 10 Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) medical records revealed that 4 (40%) were accurate and 6 (60%) were inaccurate. This was due to incomplete and inaccurate physical examination and laboratory results, which affected diagnosis and coding. This resulted in decreased data, information, and reporting quality, as well as the accuracy of INA-CBG rates, which could negatively impact the quality of hospital services. This study aimed to determine the accuracy of DHF diagnostic codes in terms of the completeness of medical information. This study used an observational, quantitative descriptive design, with 86 DHF medical records as the population and sample. The data used were secondary data obtained through observation using a checklist. The data were then processed and analyzed univariately using a frequency distribution. The results of this study are that from 86 DHF medical record files, 33 (38%) were found to have complete physical examinations, 12 (10%) were accurate laboratory test results, 8 (9%) were accurate diagnoses, and 8 (9%) were accurate diagnosis codes. It is expected that medical record officers, especially in the assembling section, will conduct medical record audits through qualitative analysis and improve coder skills through coding classification training.
Waterfall Method Design for Implementing Medical Record Retention at Rafflesia Hospital, Bengkulu
-, Khairunnisyah;
Heltiani, Nofri;
Arifin, Ismail;
Ayu, Elisa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51851/jmis.v9i2.611
e-Retention is beneficial in supporting the efficient retention of medical record files. Retention is carried out by filing staff by selecting medical record numbers on the shelves by looking at the date/month/year of the patient's last visit and whether they have not returned for treatment for more than 5 years. A common problem in hospitals is that retained medical record data is not recorded or archived in the retention book. Consequently, when the patient returns for treatment, filing staff require considerable time to trace the medical record files to ensure they receive medical care. This impacts patient satisfaction with medical record services. This study aims to design a waterfall method for implementing medical record retention. Primary data were obtained through observation using a qualitative descriptive study using the waterfall method, with four staff members as subjects. The data used in this study were checklists, which were then processed and analyzed univariately. The result of this research is a design for an e-retention system for medical record files that is ready for implementation. This implementation is expected to improve the efficiency and accuracy of e-retention. Suggestions include making changes to the implementation of medical record file retention to make it more effective by using e-retention, providing training to staff on its use, and conducting an impact evaluation to measure efficiency and patient satisfaction resulting from the system changes.
EDUKASI PETUGAS TERKAIT KETEPATAN KODE DIAGNOSA OBTETRI DALAM MENDUKUNG KELANCARAN KLAIM BPJS DI RS.X
Heltiani, Nofri;
Budiarti, Anggia;
Agusianita, Agusianita
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/ijhims.v5i1.131
Ketepatan kode tindakan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran klaim dan menjadi dasar disetujuinya penagihan biaya oleh BPJS kepada Rumah Sakit, namun berkas klaim kasus obstetric RS.X Kota Bengkulu selalu mengalami pending setiap kali pengajuan klaim BPJS yang disebabkan mayoritas kode diagnosa tidak tepat. Hal ini disebabkan informasi koding (berkaitan dengan tindakan dan kode yang diinputkan tidak sesuai dengan aturan koding pada Surat Edaran BPJS Kesehatan 2023 dan Berita Acara Kesepakatan ketika verifikasi klaim oleh verifikator BPJS Kesehatan, yang berdampak terlambatnya proses pembayaran klaim sehingga menyebabkan kerugian material bagi Rumah Sakit. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada petugas terkait pentingnya ketepatan kode diagnose obstetri dalam mendukung kelancaran klaim BPJS. Kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan diskusi interaktif melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanan dan tahap monitoring evaluasi dengan sasaran petugas casemix sebanyak 8 orang. Dari hasil evaluasi, diketahui bahwa pengetahuan petugas casmix sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi meningkat menjadi 70%, dimana sebelum diberikan edukasi, rerata pretest sebesar 56 dan setelah diberikan edukasi rerata nilai posttest menjadi 95. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas casemix dalam melakukan identifikasi penyebab tidak tepatnya kode diagnosa obstetri berdasarkan ICD 10 dan ICD-9CM serta INA-CBG’s.
Kebijakan ASI Eksklusif Sebagai Faktor Penentu Pola Menyusui di Puskesmas X
Tri Endah Suryani;
Heltiani, Nofri
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/jkm.v3i1.1212
Kebijakan program pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Namun demikian, kebijakan yang ada belum seluruhnya dinilai efektif oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebijakan ASI eksklusif sebagai faktor penentu pola menyusui. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan desain potong lintang (cross sectional) dengan populasi semua ibu yang mempunyai batita usia 7-12 bulan tahun 2023 yang tercatat di Puskesmas X sebanyak 92 orang, dan sampel 64 orang ibu yang benar-benar telah menyusui dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling, data yang digunakan adalah data primer kemudian diolah dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kebijakan (X1), (X2),(X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola menyusui secara eksklusif pada nilai P<0.05. kebijakan (X3) merupakan kebijakan yang paling efektif sebagai penentu pola menyusui ibu secara eksklusif.
Identifikasi Ketepatan Kode Diagnosa Obstetri di Rumah Sakit X
Heltiani, Nofri;
Lolli Nababan;
Tri Endah Suryani
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Gayaku Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58222/jkm.v3i1.1218
Kode obstetri merupakan kode bersifat lebih rinci dan memiliki perbedaan dengan kode penyakit lainnya, sehingga sering terjadi kesalahan dalam penegakkan kode. Berdasarkan hasil observasi dari 10 berkas obstetri diketahui 6(60%) berkas tidak tepat kode diagnosa disebabkan tidak ada kode tindakan dan salah karakter kode dan 4(40%) berkas tepat kode diagnosa sehingga tidak validnya laporan statistik rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketepatan kode diagnosa obstetric di Rumah Sakit X. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 137 berkas rekam medis kasus obstetri pada periode Januari s.d Desember 2021 dengan sampel 58 berkas yang diambil secara simple random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang diolah dan dianalisis secara univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitin ini adalah diketahui ketepatan kode diagnosis obstetric 36(62,1%) berkas dan ketidaktepatan kode diagnosis obstetric 22(37,9%) berkas. Ketidaktepatan kode obstretric dibagi menjadi enam katagori, yaitu diagnosis tidak di kode, kode ditulis tidak sesuai dengan klasifikasi ICD-10 Chapter XV (O00-O99), salah jumlah karakter, salah Complication Of Delivery (O00-O99)/kode Ibu, salah Method Of Delivery (O80.0-084.9)/kode tindakan dan salah Outcome Of Delivery (Z37.0-Z37.9)/kode Anak
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga di Desa Padang Pelawi, Kabupaten Seluma
Parwito, Parwito;
Susilo, Edi;
Rita, Wismalinda;
Bustamam, Hendri;
Widyaningsih, Sari;
Syafitasari, Juanda;
Putri, Poppy Siska;
Yani, Sutri;
Arifin, Ismail;
Rismayani, Rismayani;
Heltiani, Nofri
Jurnal PADAMU NEGERI (Pengabdian pada Masyarakat Bidang Eksakta) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37638/padamunegeri.v6i1.1755
The aim of this community service activity is to empower the people of Padang Pelawi Village, Seluma Regency, in utilizing medicinal plants to improve family health. This activity was carried out through training in medicinal plant cultivation, herbal product processing, instant ginger production, and guidance on their use for everyday health. The implementation method used a participatory approach, involving the community directly in every stage of the activity. The first step was identifying local medicinal plants that could be used, followed by training on plant cultivation and how to process the harvest into beneficial products, such as instant ginger. Ongoing guidance was provided to ensure the sustainability of the activity and optimal management of the medicinal plants. The results of this activity show that the community has gained knowledge and skills in cultivating medicinal plants and processing them into useful products. Some families have already started growing medicinal plants in their yards and processing them into products that can be consumed or sold. Additionally, this activity has had an impact on increasing family income through the sale of medicinal plant products. This initiative successfully raised the community's awareness of the importance of utilizing medicinal plants as a natural and affordable health solution.