Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Talassa Kamase-mase dan Zuhud: Titik Temu Kedekatan Pada Tuhan Dalam Bingkai Pasang Ri Kajang dan Ilmu Tasawuf Amin, Sitti Jamilah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.895 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.1199

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pasang ri Kajang sebagai kitab suci bagi masyarakat adat Ammatoa, suku kajang memiliki kepercayaan tersendiri tentang kitab suci tersebut, suku Kajang meyakini bahwa Tuhan menurunkan firman-Nya kepada manusia sejumlah 40 (empat puluh) juz, 30 (tiga puluh) juz untuk orang lain (dalam hal yang dimaksud adalah nabi Muhammad), dan 10 (sepuluh) juz nya lagi tertuang dalam Pasang ri Kajang yang diturunkan untuk Ammatoa.Masyarakat Ammatoa tidak menganggap pasang sebagai suatu agama atau sebagai suatu sistem kepercayaan, cakupan pasang lebih luas dari itu. Sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Ammatoa dinamakan Patuntung. Ajaran patuntung sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Pasang ri Kajang. Sebagaimana kearifan lokal lainnya yang berkembang pada masyarakat umum, Pasang memuat berbagai ajaran leluhur yang subtansinya adalah menuntun manusia untuk berbuat baik, hidup jujur dan sederhana
TALASSA KAMASE-MASE DAN ZUHUD: TITIK TEMU KEDEKATAN PADA TUHAN DALAM BINGKAI PASANG RI KAJANG DAN ILMU TASAWUF Amin, Sitti Jamilah
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): The Moderation of Islam, Moslem Communities and Cultural Studies (Sinta 4)
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1315.895 KB) | DOI: 10.35905/kur.v12i1.1199

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pasang ri Kajang sebagai kitab suci bagi masyarakat adat Ammatoa, suku kajang memiliki kepercayaan tersendiri tentang kitab suci tersebut, suku Kajang meyakini bahwa Tuhan menurunkan firman-Nya kepada manusia sejumlah 40 (empat puluh) juz, 30 (tiga puluh) juz untuk orang lain (dalam hal yang dimaksud adalah nabi Muhammad), dan 10 (sepuluh) juz nya lagi tertuang dalam Pasang ri Kajang yang diturunkan untuk Ammatoa.Masyarakat Ammatoa tidak menganggap pasang sebagai suatu agama atau sebagai suatu sistem kepercayaan, cakupan pasang lebih luas dari itu. Sistem kepercayaan yang dianut pada masyarakat Ammatoa dinamakan Patuntung.  Ajaran patuntung sendiri merupakan  bagian yang tidak terpisahkan dari Pasang ri Kajang. Sebagaimana kearifan lokal lainnya yang berkembang pada masyarakat umum, Pasang memuat berbagai ajaran leluhur yang subtansinya adalah menuntun manusia untuk berbuat baik, hidup jujur dan sederhana
An analytical study of gender equality in the Mappadendang tradition Prasetio, Tri Bambang; Amin, Sitti Jamilah; Wahidin, Abd
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 6 No 1 (2024): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaarief.v6i1.9055

Abstract

The Mappadendang tradition, as one of the cultural heritage of the Bugis people in South Sulawesi, plays an important role in maintaining the preservation of cultural and social values. This research aims to analyze gender equality in the context of the implementation of the Mappadendang tradition. Using a qualitative approach to explore gender perceptions and participation. Data collection was carried out through in-depth interviews with 18 informants consisting of traditional actors, community leaders, and regional policymakers in the Wattang Bacukiki Village. Data analysis was carried out by applying Fatimah Mernissi's Islamic Feminism theory, with a focus on narrative interpretation to identify and understand aspects of gender equality in traditional practices. The results show how important female figures are in the Mappadendang tradition in social, cultural, and religious contexts. This tradition also reflects gender equality with active and alternating participation between men and women in the preparation and implementation of the tradition. This research highlights the active role of Muslim women in caring for and preserving cultural heritage. Mappadendang creates an inclusive environment without boundaries of difference, supports gender equality, and is an example of women's empowerment. Overall, this tradition reflects how the principles of Islamic feminism shape and strengthen gender equality in everyday life as well as the implementation of local traditions that are categorized as gender responsive. Full support from the community and government is needed to maintain sustainability and local values, especially in the context of the Mappadendang tradition.
Empowerment Of Farming Communities Through Utilization of Corn Husk Waste (Zea Mays L) As Organic Fertilizer Amin, Sitti Jamilah; An Ras Try Astuti
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 4 No. 3 (2023): Dinasti International Journal of Digital Business Management (April - Mei 2023)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijdbm.v4i3.1861

Abstract

This research identifies The use of Chemical Fertilizers will increase sharply during 2022 and create tension between supply and demand. This is not in line with the company's offer to buy community agricultural products. In the Lemoe sub-district, Parepare City, one of the reasons for the scarcity of fertilizer is the increasing amount of community agricultural land for corn production. Therefore, this research-based assistance aims to overcome community problems and assist the community through the farming community in solving the problem of scarcity of chemical fertilizers by utilizing corn husk waste in locations to become material for making organic fertilizer. The service method uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach. The presence of this approach makes the community through the community as the agent of change itself. The results of the assistance are in the form of Organic Fertilizer products that are ready to be used by the community. In the future research-based assistance, assistance is needed to the farming community in the marketing process for organic corn products produced, so that they can reach Indonesia and abroad. This research based mentoring activity is important for public health. With market value which of course will be proportional to the level of health obtained by the buying community or consumers.
Smartphones and Changes in Interest in Learning: Perspective of Mts Attaufiq Padaelo Learners Atty; Amin, Sitti Jamilah; Dalle, Ambo; Marhani; Aminah, St
Jurnal Amal Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/japend.v5i3.152

Abstract

The rapid development of technology has made smartphones an integral part of daily life, offering various benefits such as communication, information access, and educational support. However, excessive use of smartphones among students has raised concerns about its negative impact on academic performance and interpersonal skills. This study aims to analyze the effects of smartphone usage on students' academic achievement and learning interests by identifying both positive and negative implications. The research employs a mixed-method approach, combining surveys and interviews with students to understand their smartphone usage patterns and their influence on their educational outcomes. Results indicate that while smartphones facilitate access to learning materials and foster peer collaboration, their overuse of social media and gaming negatively affects concentration and academic performance. The study concludes that balanced and purposeful use of smartphones can enhance learning experiences, while excessive reliance may hinder students' personal and academic growth.
Penggunaan Quizizz Dalam Evaluasi Pembelajaran Akhlak Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Falah Bera Kabupaten Soppeng Iswandi, Khayrul; Saleh, Muh.; Buhaerah, Buhaerah; Said, Hamdanah; Amin, Sitti Jamilah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.8193

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan quizizz sebagai alat digital dalam evaluasi pembelajaran akhlak untuk meningkatkan motivasi belajar santri di TPA Al-Falah Bera, Kabupaten Soppeng. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) Penggunaan media quizizz dalam evaluasi pembelajaran akhlak di TPA Al-Falah Bera Kabupaten Soppeng, 2) Motivasi belajar santri pada saat menggunakan media quizizz dalam evaluasi pembelajaran akhlak di TPA Al-Falah Bera Kabupaten Soppeng, dan 3) Apakah terdapat peningkatan yang signifikan dalam motivasi belajar santri TPA Al-Falah Bera, Kabupaten Soppeng antara sebelum dan sesudah penggunaan quizizz dalam evaluasi pembelajaran akhlak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan adalah angket skala likert untuk mengukur motivasi belajar santri sebelum dan sesudah penerapan quizizz. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan motivasi belajar setelah menggunakan quizizz dalam evaluasi pembelajaran akhlak. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis yang menununjukkan bahwa ttabel lebih kecil dengan thitung, maka H1 diterima yaitu (0,000<0,05). Dengan demikian, temuan ini terbukti bahwa quizizz efektif dalam meningkatkan motivasi belajar santri TPA Al-Falah Bera Kabupaten Soppeng. Implikasi dari penelitian ini adalah, pendidik di lingkungan pendidikan nonformal seperti TPA disarankan untuk mengadopsi media evaluasi digital yang inovatif guna mendorong motivasi dan partisipasi belajar santri.
Humorous Da'wah and Negotiated Digital Piety: Promoting Inclusive Religious Engagement in Online Public Spheres Novita Sugiestian; Amin, Sitti Jamilah; Muhammad Qadaruddin; Wahyuddin
KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Keagamaan Vol 18 No 2 (2025): Kuriositas: Komunikasi Sosial dan Keagamaan
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/kur.v18i2.14695

Abstract

Within the framework of the growing significance of social media as a platform for religious expression, humorous da'wah arises not merely as a communicative tactic but also as a means of navigating piety, authority, and audience interaction in digital public spheres. This research seeks to examine the influence of humour on audience reactions, the interpretation of religious messages by netizens, and the reflection of broader socio-cultural dynamics in digital interactions among Muslim online communities. This study employs a qualitative digital reception methodology, integrating computational sentiment analysis with thematic and discourse analysis to examine 1,000 user comments gathered via Apify. The data were evaluated with tools from Communalytic.org, such as the Civility Analyser, Sentiment Analyser, Topic Analyser, and Network Analyser, to discern emotional patterns, discourse themes, and interaction structures. This methodological integration facilitates a sophisticated comprehension of how audiences interpret meaning in platform-mediated religious communication. The results indicate that netizen reactions are primarily neutral (61.76%), followed by positive (14.71%) and negative (23.53%) views, suggesting a trend of negotiated reception rather than polarised involvement. Humour serves as a mechanism for low-conflict religious discourse, mitigating animosity and sustaining relatively low levels of toxicity in the commentary environment. The commentary discourse illustrates a process of negotiating digital piety, wherein listeners interpret, modify, and occasionally challenge religious teachings according to their social and cultural settings. This study enhances the scholarship on digital Islam by illustrating how humorous da'wah functions within platform logics to generate inclusive and emotive forms of religious communication. It emphasises the significance of comedy in promoting civil online discourse and provides insights into the reconfiguration of religious authority within participatory media contexts.
Respons dan Kesiapan Guru Madrasah dalam Menghadapi Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi: Studi Kualitatif di Madrasah Aliyah DDI Galla Raya Raya Anwar, Nur Mutmainnah; Amin, Sitti Jamilah; Akib D, Muh.
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1098

Abstract

Kemajuan teknologi telah mendorong transformasi pembelajaran di madrasah, termasuk di Madrasah Aliyah DDI Galla Raya, yang menuntut kesiapan dan adaptasi guru terhadap media pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan respons dan kesiapan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, keterlibatan peserta didik, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap guru dan kepala madrasah, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung perangkat lunak NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memberikan respons positif terhadap penggunaan teknologi karena dirasakan mampu meningkatkan motivasi belajar, memperluas akses terhadap materi, dan mendukung efektivitas pembelajaran. Namun demikian, beberapa hambatan masih ditemui, seperti keterbatasan kompetensi digital, minimnya fasilitas, dan kurangnya pelatihan teknis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru dan dukungan infrastruktur sebagai prasyarat utama keberhasilan transformasi pembelajaran berbasis teknologi, khususnya di lingkungan madrasah yang sedang beradaptasi dengan era digital.
KOMPETENSI GURU DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN HAFALAN QUR’AN PADA PEMBELAJARAN QUR’AN HADIS PESERTA DIDIK MAN 2 PAREPARE Arief, Muhammad; Saleh, Muhammad; Amin, Sitti Jamilah; Hamdanah, Hamdanah; Saepudin, Saepudin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27924

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kompetensi guru terhadap kemampuan hafalan Al-Qur'an siswa di MAN 2 Parepare, khususnya dalam pembelajaran Qur'an Hadis, dan bagaimana kompetensi tersebut dapat meningkatkan efektivitas proses pembelajaran serta membentuk sikap, nilai, dan motivasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan yang berfokus pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data secara mendalam melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan pengaruh kompetensi guru terhadap kemampuan hafalan Al-Qur'an siswa. Pendekatan ini memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang dinamika pembelajaran di lingkungan nyata dan bagaimana kompetensi guru mempengaruhi proses dan hasil pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru, khususnya dalam aspek pedagogik, berpengaruh signifikan terhadap kemampuan hafalan Al-Qur'an siswa di MAN 2 Parepare. Penggunaan metode pembelajaran yang kreatif dan integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, kemampuan komunikasi guru juga memainkan peran penting dalam membentuk sikap, nilai, dan motivasi siswa. Dengan demikian, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di masa depan.
Cyber Religion As An Innovation In Teaching The Qur'an And Hadith To Improve Religious Literacy Skills Among Students At MAN Pinrang Wildayanti, Wildayanti; Amin, Sitti Jamilah; Saleh, Muhammad
Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/24975

Abstract

The objective of this research is to examine the level of students’ religious literacy and explore how cyber religion contributes to its enhancement. The research employs a qualitative method with an exploratory case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Primary data sources include students, Qur'an and Hadith subject teachers, the Vice Principal for Curriculum Affairs, and the Principal. Secondary data were gathered from students’ searches on websites, platforms, and social media. The findings reveal that students’ religious literacy is at a good level. Students not only understand religious teachings conceptually but also apply them in their daily lives. They make good use of technology to access religious information, demonstrate the ability to analyze and critically evaluate the information they encounter, and exhibit wisdom and tolerance in communication and in responding to differences.