Articles
Pola asuh orang tua yang menikah di usia muda terhadap anak usia 0-6 tahun
Ahdar, Ahdar;
Musyarif, Musyarif;
Sahril, Sahril
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2023): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/almaarief.v5i2.6487
Children aged 0-6 years need parents who can help them develop themselves and overcome their problems well. The focus of this study is the development of children aged 0 to 6 years and guardians who marry young facing children aged 0 to 6 years. The aim of this research is to study how children aged 0 to 6 years develop and how the care of guardians who marry young in Kelapa Dua Village is handled. This research uses a type of logical exploration with emotional procedures. For guardians who marry young, perception and interview techniques are used to collect information, which is then investigated through deriving information, presenting information, and making conclusions. The results of the study show that there are three periods of development and improvement in adolescence, namely 0-6 years; The major problem is that children between 0 and 6 years old have limited jargon and have difficulty articulating different words accurately. From a practical point of view, there are two drawbacks, one of which is that children between the ages of 0 and 6 experience slight stunting in actual growth in terms of balance and healthy nutrition, as evidenced by imbalances in body weight and level. This is because children sometimes eat less and play more. Morality is the third defect, as children have moral questions. It is normal for children to be seen fighting with their parents. Soft parenting, dictatorial parenting, voice-based parenting and neglectful parenting are the four parenting styles used by young married parents to really target children aged 0 to 6 years.
The Use of Lontara Pananrang in the Agricultural Tradition of Mattiro Ade Village: An Analysis from the Islamic Perspective in the Community's Perception
Musyarif, Musyarif;
Juriah, Juirah;
Ahdar, Ahdar
Jurnal Adabiyah Vol 23 No 2 (2023): Islamic Humanities
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/jad.v23i2a8
Lontara Pananrang is used as a guide for good days to start something for the Bugis community. The use of Lontara Pananrang has been passed down from generation to generation, but now some people are beginning to abandon it. These circumstances raise different perceptions in society. Some people still use it as a reference in determining the right day to carry out farming traditions, and some have abandoned it. This research aims to assess the use of Lontara Pananrang and the people’s perceptions in the farming tradition. This research uses a qualitative approach. The data collection process uses the field research method. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and data verification. The results showed the use of Lontara Pananrang in the farming tradition (tudang sipulung, mappalili, and mappammula) was used as a reference for determining the day of its implementation. People's perceptions of the use of Lontara Pananrang vary. Some think that Lontara Pananrang is different from Islamic teachings and is no longer relevant to use now. Some believe that it does not contradict with Islamic teachings, so it might be implemented. الملخص لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ تُسْتَخْدَمُ كَدَلِيلٍ لِأَيَّامٍ جَيِّدَةٍ لِلْبُدْءِ بِشَيْءٍ مَا بَيْنَ مَجْتَمَعِ الْبُوجِيسِ. تَمَّ تَوَارَثُ اسْتِخْدَامِ لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ هَذَا عَبَرَ الْأَجْيَالِ، وَلَكِنَّ فِي الْوَقْتِ الْحَاضِرِ بَدَأَ جُزْءٌ مِنَ الْمَجْتَمَعِ يَتَخَلَّى عَنْهُ. هَذَا يُؤَدِّي إِلَى اخْتِلَافِ فِي الْاِعْتِقَادَاتِ بَيْنَ النَّاسِ. بَعْضُ الْأَشْخَاصِ لَا يَزَالُونَ يَعْتَبِرُونَهُ مَرْجِعًا لِتَحْدِيدِ الْأَيَّامِ الْمُنَاسِبَةِ لِمُمَارَسَةِ تَقَالِيدِ الزَّرَاعَةِ، بَيْنَمَا هُنَاكَ مَنْ تَخَلَّى عَنْ ذَلِكَ. تَهْدَفُ هَذِهِ الدِّرَاسَةُ إِلَى مَعْرِفَةِ كَيْفِيَةِ انْظُرَادِ الْمَجْتَمَعِ إِلَى اسْتِخْدَامِ لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ فِي تَقَالِيدِ الزَّرَاعَةِ. تَعْتَمِدُ هَذِهِ الدِّرَاسَةُ عَلَى نَهْجٍ نَوْعِيٍّ. تَمَّ جَمْعُ الْبَيَانَاتِ بِاِسْتِخْدَامِ طَرِيقَةِ الْبَحْثِ الْمَيْدَانِيِّ. تَمَّ اسْتِخْدَامُ تَقْنِيَّاتِ تَحْلِيلِ الْبَيَانَاتِ مِثْلَ تَقْلِيلِ الْبَيَانَاتِ وَعَرْضِ الْبَيَانَاتِ وَالتَّحَقُّقِ مِنْ صَحَّةِ الْبَيَانَاتِ. أَظْهَرَتْ نَتَائِجُ الدِّرَاسَةِ أَنَّ اسْتِخْدَامَ لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ فِي تَقَالِيدِ الزَّرَاعَةِ (تُدَانْغُ سِبُولُونْغِ، مَابَبَالِيلِي، وَمَابَمُولَا) يُعْتَبَرُ مَرْجِعًا لِتَحْدِيدِ أَيَّامِ تَنْفِيذِهَا. تَتَفَاوَتُ اعْتِقَادَاتُ النَّاسِ حَوْلَ اسْتِخْدَامِ لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ، حَيْثُ يَعْتَبِرُ بَعْضُهُمْ أَنَّهُ لَا يَتَفَقَّ مَعَ تَعَالِيمِ الْإِسْلَامِ، وَأَنَّهُ لَمْ يَعُدْ ذُو صِلَةٍ فِي الْوَقْتِ الْحَاضِرِ، فِي حِينَ يَعْتَبِرُ آخَرُونَ أَنَّ لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغِ لَا يَتَعَارَضُ مَعَ تَعَالِيمِ الْإِسْلَامِ وَبَالْتَالِي يَجِبُ الِاسْتِمْرَارُ فِي تَطْبِيقِهِ الكلمات المفتاحية:الْإِدْرَاكُ (الْإِحْسَاسُ)، لُونْتَارَا بَانَانْرَانْغُ، تَقَلِيدُ الزَّرَاعَةِ Abstrak Lontara Pananrang digunakan sebagai petunjuk hari-hari baik untuk memulai sesuatu bagi masyarakat Bugis. Penggunaan Lontara Pananrang ini telah dilakukan secara turun temurun, tetapi saat ini sebagian masyarakat mulai meninggalkannya. Hal ini memunculkan perbedaan persepsi di masyarakat. Beberapa masyarakat masih menjadikannya rujukan dalam menentukan hari yang tepat untuk melakukan tradisi bertani dan ada pula yang telah meninggalkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat secara islami terhadap penggunaan Lontara Pananrang dalam tradisi bertani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan datanya menggunakan metode field research. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Lontara Pananrang dalam tradisi bertani (tudang sipulung, mappalili dan mappammula) dijadikan sebagai rujukan untuk menentukan hari pelaksanaanya. Persepsi masyarakat terhadap penggunaan Lontara Pananrang bermacam-macam, ada yang menganggap bahwa Lontara Pananrang ini tidak sesuai dengan ajaran Islam, sudah tidak relevan digunakan sekarang, dan ada pula yang beranggapan bahwa Lontara Pananrang ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam sehingga harus tetap dilaksanakan. Kata Kunci: Persepsi, Lontara Pananrang, Tradisi Bertani
PENGARUH AUDIO VISUAL MEDIA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA
Ahdar, Ahdar;
Nusriani, Nusriani
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 2, No 01 (2023): Vol 02. No. 01 2023 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/tsaqifa.v2i1.20226
Media pembelajaran merupakan hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media itu sendiri bisa mempengaruhi minat belajar siswa. Audio visual media menggabungkan audio dan visual media. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian tentang pengaruh media audio visual pada kegiatan belajar siswa serta kelebihan dan manfaat Media Audio Visual pada peningkatan minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini peneliti akan memaparkan bagaimana pengaruh dari audio-visual terhadap proses belajar mengajar dan apa manfaat media audio-visual dalam peningkatan minat belajar siswa. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data. Hasil yang ingin dicapai dalm penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh dari pembelajaran menggunakan media, khususnya media audio-visual terhadap minat belajar siswa. Kata Kunci: Audio-visual Media dan Minat Belajar Siswa
PENERAPAN MEDIA PICTURE AND PICTURE DALAM MENGKATKANPEMBELAJARAN SEJARAH DI SMK NEGRI 2 TALUK KUANTAN
Ahdar, Ahdar;
Nurdiansyah, Nurdiansyah
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 1, No 02 (2022): Vol. 01 No. 02 2022 (September)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.268 KB)
|
DOI: 10.24014/tsaqifa.v1i2.16558
Penelitian yang dilakukan ini mengenai pembelajaran Sejarah dengan menggunakan metode Kooperatif Picture and Picture. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan metode Picture and Picture pada pembelajaran Sejarah dan juga pengaruhnya dalam pembelajaran Sejarah. Dalam upaya mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan dibutuhkan sebuah kreativitas guru yakni dalam menggunakan metode pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Pada pembelajaran Sejarah dibutuhkannya media untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan membuat pembelajaran di kelas lebih aktif yang mana selama ini pembelajaran sejarah banyak menggunakan metode ceramah dan hafalan saja. Maka diperlukannya sebuah media yang akan membuat peserta didik dapat lebih aktif dan memahami materi yang disampaikan. Penelitian ini dilaksanakn di SMKN 2 Taluk Kuantan dimana subjeknya adalah siswa siswi kelas X OTKP 2. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwasannya kelas X OTKP 2 sangat antusias, aktif dan sangat komunikatif dalam mengikuti proses pembelajaran ketika menggunakan metode pembelajaran seperti Picture and Picture pada saat belajar. Berbeda saat tidak menggunakan media, mereka cenderung lebih pasif. Dari sini ini dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan telah berhasil. Kata kunci: Interaksi Guru, Perilaku Sosial, Pembelajaran IPS
English language
Ahdar, Ahdar;
Musyarif, Musyarif;
Ramlia, Nurleli;
Hikma, Nurul;
Munalestari, Evi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i14
This study aims to determine the effectiveness of using comic media in increasing students’ motivation in social science subjects. This study is an experimental study with a draft factorial pre-test post test involving variable use of comic media. This study was conducted at State Madrasah Tsanawiyah (MTsN) of Parepare city which involved two study groups in class VIII with a total of 24 students as respondents. The instrument of comic media use was declared valid and reliable with a Cronbach Alpha value of 0.917 containing 24 statement items. Descriptive analysis of comic media use obtained a mean pre-test value of 46.73 and post-test 82.80 which means that the results showed an increase motivation to learn after being given a learning treatment using comic media. The hypothesis test shows a significance value of 0.0001 which means the use of learning comic media provides better results than the use of learning media in the form of Power points. This happens because comic media is interesting, entertaining, and easy for learners to understand. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media komik pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan faktorial pre test-post test yang melibatkan variabel penggunaan media komik. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Kota Parepare yang melibatkan dua rombongan belajar di kelas VIII dengan total 24 siswa sebagai responden dalam penelitian. Instrumen efektivitas penggunaan media komik dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha 0.917 yang berisi 24 item pernyataan. Hasil analisis Deskriptif penggunaan media komik diperoleh nilai mean Pre Test 46,73 dan Post Test 82,80 artinya hasil menunjukkan adanya peningkatan setelah diberikan treatmen pembelajaran menggunakan media komik. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.0001 yang berarti penggunaan media komik pembelajaran memberikan hasil yang lebih baik dibandingka dengan penggunaan media pembelajaran berbentuk Power point. Hal ini terjadi karena media komik menarik, menghibur, dan mudah untuk dipahami oleh peserta didik.
Menganalisis Efektivitas Pembelajaran Berdiferensial pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Menengah Pertama
Ahdar, Ahdar;
adriani, adriani
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 11, No 1 (2024): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jpips.v11i1.29896
Differentiated learning is a flexible method that provides opportunities for students to learn according to their interests and needs. This study aims to determine the effectiveness of implementing this method and its impact on social studies learning outcomes at SMP Negeri 1 Parepare. The study used a quasi-experimental method with a quantitative approach. The population consisted of all 374 seventh grade students, while the sample was 68 students, 34 students each from the experimental class (VII.1) and control class (VII.2). Data were collected through observation, documentation, and tests, then analyzed using normality, homogeneity, and t-tests. The results showed that (1) differentiated learning was effective with an average N-Gain Score of 75.5% and (2) there was a significant increase in learning outcomes. The t value of 6.256 with df 66 and significance 0.001 (0.05) indicated that H0 was rejected. Thus, the application of this method has been proven to be able to improve the learning outcomes of seventh grade students at SMP Negeri 1 Parepare.
Problematika Guru dan Siswa dalam Proses Pembelajaran Daring pada Masa Pandemic Covid-19 di UPTD SMP Negeri 1 Parepare
mila, Jamila;
Ahdar, Ahdar;
Natsir, Emmy
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2021): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/almaarief.v3i2.2346
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, dan mendeskripsikan bagaimana solusi dari problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam proses pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan di UPTD SMP Negeri 1 Parepare. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalaha studi literatur atau kepustakaan. Hasil penelitian ini yaitu berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19. Adapun permasalahan yang dihadapi guru yaitu keterbatasan guru dalam mengontrol dan menilai siswa dalam proses pembelajaran daring, kemudian keterbatasan guru dalam memberikan materi yang mudah dipahami oleh siswa. Adapun permasalahan yang dihadapi siswa yaitu kurangnya fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran daring seperti adanya siswa yang tidak memiliki handphone, laptop, ataupun komputer dan kurangnya akses jaringan internet (kuota) yang memadai, kemudian adanya siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran serta kejenuhan siswa dalam proses belajar mengajar secara daring, sehingga siswa merasa tidak bersemangat dan malas dalam mengikuti pembelajaran daring. Beragam permasalahan yang dihadapi guru dan siswa dengan mengatasi dengan guru harus meningkatkan kekreatifan dan kemampuan dalam penguasaan teknologi pembelajaran dengan mencari model pembelajaran yang cocok dengan kondisi belajar pada masa pandemi, dan pemerintah juga turut dalam mengatasi permaslahan pembelajaran. Serta guru harus mampu dalam mengolah kelas online dengan maksimal.
Urgensi Pendidikan Karakter dalam Upaya Penanggulangan Kenakalan Remaja
Ahdar, Ahdar;
Musyarif, Musyarif
AL MA'ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya Vol 4 No 2 (2022): Al Ma'arief: Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya
Publisher : Program Studi Tadris IPS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35905/almaarief.v4i2.3667
This study discusses the causes of juvenile delinquency and the role of character education in dealing with juvenile delinquency. This study aims to enrich scientific knowledge in relation to the concepts of character education for adolescent development and to find out the motives that cause character decadence for adolescents. This research is a qualitative descriptive study that examines the prevention of juvenile delinquency. The informants of this study were 58 heads of families in Liliriaja Village. Data collection techniques used are documentation, observation, and interviews. The data analysis technique used is descriptive qualitative analysis, using data percentage tabulations. The results; first, juvenile delinquency in Liliriaja Village occurs because of several factors, namely the development of science and technology which gave birth to globalization, uncontrolled association among adolescents, Islamic because of weak families, low exemplary in social life, and so on; second, Islamic education emphasizes students to always increase faith in Allah Swt., increase taqwa awareness, social awareness, intellectual awareness, individual awareness, and so on, in carrying out their duties and functions as human beings.
Formulasi Boarding School (Pondok Pesantren) Sebagai Sekolah Unggulan Di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi
ahdar, ahdar;
Musyarif
PELITA - JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol 1 No 2 (2023): PELITA - JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN
Publisher : STAI AL GAZALI SOPPENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lembaga pendidikan agama Islam yang di dalamnya termasuk boarding school masih memiliki cirri khas tersendiri. Boarding school yang dikonotasikan orang pada umumnya sebagai lembaga pendidikan tradisional, tertutup, konservatif, kuno dan sebagainya. Secara empiris dan histories, boarding school memiliki keampuhan dalam mempertahankan nilai-nilai Islami serta ketangguhan dalam mempertahankan identitas diri sebagai salah satu khazanah kebudayaan. Oleh karena itu, untuk melahirkan generasi yang handal maka harus menciptakan sekolah yang unggul dan mampu berdialektika dengan zaman. Untuk itulah, kehadiran sekolah unggulan sangat urgen demi peningkatan kualitas hidup umat manusia. Boarding school sebagai lembaga pendidikan Islam harus dibangun sesuai falsafah pendidikan agama Islam. Umat Islam terkesan tertinggal dengan kemajuan yang ada, maka perlu kiranya merumuskan paradigma sekolah unggulan, dengan demikian boarding school harus revivalis dalam mempertahankan niali-nilai Islam sekaligus mampu menawarkan sebagai solusi terbaik di tengah-tengah masyarakat, dan menjadi pusat peradaban baru yang lebih Islami. Metode penelitian yang digunakan, yakni Metode Pendekatan, Pelaksanaan dan Pengumpulan Data. Dengan formulasi boarding school yang kredibel dan akseptable, akan melahirkan out put pendidikan yang handal dan unggul. Olehnya itu, boarding school memiliki peranan yang sangat penting dalam menghadapi kompleks dan rumitnya tantangan diera teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan dengan boarding school sebagai sekolah unggulan, umat Islam akan mampu berkiprah dengan cita identitasnya dalam mengarahkan dan mempengaruhi peradaban manusia sebagaimana yang dialami umat Islam dimasa pertengahan.
INTEGRASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS
Akib, Nirwana;
Guntara, Fuad;
Ahdar, Ahdar;
Zurahmah, Zurahmah
Social Landscape Journal Vol 6, No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56680/slj.v6i2.72732
This study aims to determine how the integration of multicultural values through Social Studies (IPS) learning at SMP Negeri 4 Parepare. The approach used in this study is a qualitative approach with a descriptive research type. Informants in this study consisted of IPS teachers and students. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that multicultural values such as tolerance, cooperation, and respect for diversity have been integrated into IPS learning both directly through teaching materials and indirectly through learning strategies and approaches used by teachers. Teachers actively prepare lesson plans that reflect these values and implement them through participatory learning methods such as discussions, case studies, and cultural projects. Students responded positively to this learning and showed changes in attitudes in everyday life, such as respecting differences, living in harmony, and participating in cross-cultural activities. This integration has been shown to contribute to the creation of a harmonious and inclusive learning climate in the school environment.