Perkembangan pendidikan tinggi menuntut terciptanya lingkungan belajar yang efektif dannyaman, sehingga diperlukan perancangan interior yang selaras dengan aktivitas pengguna.Penelitian ini membahas permasalahan tata ruang di FIT meliputi zonasi, sirkulasi yangterhambat, pencahayaan yang tidak memadai, minimnya elemen alami, keseragamanmaterial dan warna, serta furnitur yang tidak ergonomis. Tujuan penelitian adalahmerancang ulang interior FIT dengan pendekatan aktivitas untuk meningkatkan fungsi,kenyamanan, dan efisiensi aktivitas akademik maupun administratif. Metode penelitianmenggabungkan observasi lapangan, wawancara, studi literatur, studi banding, dan analisisdesain. Solusi yang diusulkan mencakup pemisahan zonasi yang jelas, optimalisasi sirkulasilinier, peningkatan pencahayaan alami dan buatan, penerapan palet warna natural-hangat,penggunaan furnitur modular ergonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancanganulang mampu mengakomodasi beragam aktivitas, meningkatkan kenyamanan ruang, danmendukung kesejahteraan pengguna. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangandesain interior berbasis aktivitas di lingkungan pendidikan vokasi, dengan implikasi padaefisiensi ruang dan kepuasan pengguna. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruanglingkup studi kasus tunggal, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan berbagaifakultas dengan pola aktivitas berbeda.Kata kunci : desain berbasis aktivitas, efisiensi ruang, lingkungan belajar, redesain