Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Chart Datum

Sistem Informasi Pasang Surut Berbasis Android di Wilayah Kerja Pangkalan TNI Angkatan Laut (Studi Kasus Belawan, Tarempa, Sibolga, Natuna dan Cilacap) Gultom, Feri; Harsono, Gentio; S. Pranowo, Widodo; Adrianto, Dian
Jurnal Chart Datum Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v3i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mempermudah pengguna (masyarakat umum) dan TNI AL dalam mengakses serta menggunakan data Pasut. Kemajuan perkembangan teknologi di bidang digital terutama pemprograman aplikasi berbasis Android saat ini sangat tinggi. Sistem operasi android yang saat ini banyak dipilih oleh masyarakat karena selain murah media komputer tablet dan telephone seluler berbasis android juga sangat mudah dalam pengoperasian aplikasi. Dibangunnya aplikasi Android informasi pasang surut ini agar memberikan kemudahan dalam mengakses informasi secara cepat dan mudah. Data pasang surut yang akan digunakan adalah dengan pemodelan Tidal Model Driver (TMD) 7.1 dengan validasi data in situ. Dipilih 5 (lima) Pangkalan TNI-AL (Lanal) yang mewakili 4 (empat) tipe pasang surut yang ada di Indonesia Barat, yakni Stasiun Lantamal I Belawan, Lanal Tarempa, Lanal Sibolga, Lanal Ranai (Natuna) dan Lanal Cilacap. Analisis (konstanta) harmonik dilakukan pada penelitian ini, nilai RMSE (35,85 cm - 5,15 cm) serta analisis korelasi Pearson (0.82 – 0,97). Penyusunan basis data dan aplikasi android menggunakan pemprograman berbasiskan Java script.
Analisis Pembuatan Peta Laut Kertas Menggunakan Software Arcgis 10.4.1 Berdasarkan Standarisasi Peta No. 1, S-4 dan S-57 IHO Studi Kasus Peta Laut Kertas Nomor 86 (Perairan Teluk Jakarta) Susanto, D Aris; Lufti Ibrahim, Ahmad; Novianto, Andry; Adrianto, Dian
Jurnal Chart Datum Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v3i2.122

Abstract

Pusat Hidografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) merupakan lembaga hidrografi nasional sebagai perwakilan dari pemerintah Indonesia dalam keanggotaan resmi International Hidrographic Organization (IHO) bertanggung jawab untuk mampu menyediakan data dan informasi Hidro-oseanografi yang akurat dan mutakhir sebagai data dasar yang akan digunakan sebagai bahan analisa dalam bidang militer dan juga bertanggung jawab untuk memberikan jaminan keselamatan navigasi pelayaran di seluruh wilayah perairan yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk dapat menjamin keselamatan navigasi pelayaran di seluruh wilayah perairan Indonesia, Pushidrosal mengeluarkan salah satu produk berupa peta laut kertas yang digunakan untuk bernavigasi di wilayah perairan Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Pushidrosal menggunakan beberapa software untuk membuat peta laut. Sedangkan untuk penggunaan software ArcGis belum digunakan secara maksimal. Pada software ArcGIS sudah dilengkapi dengan tool Nautical Resolution INT1 untuk membuat peta laut. Berdasarkan hasil pengolahan pembuatan peta laut menggunakan software ArcGIS yang berdasarkan ketentuan yang ada pada Peta No. 1, S-4 dan S-57 IHO dapat dilakukan dan menghasilkan peta laut yang sesuai standar IHO.
Analisis Karakteristik Gelombang Laut Guna Mendukung Data Informasi Operasi Keamanan Laut di Wilayah Laut Natuna dan Laut Natuna Utara Djati Anggara, Purry; Adrianto, Dian; S. Pranowo, Widodo; Mustika Alam, Tasdik
Jurnal Chart Datum Vol. 3 No. 2 (2017): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v3i2.123

Abstract

Perilaku permukaan laut dan konsekuensi angkatan laut yang representatif merupakan bagian dari parameter yang mempengaruhi operasi militer di laut.Laut Natuna dan Laut Natuna Utara memiliki letak geografis dan geopolitik yang sangat strategis, diharapkan keselamatan pelayaran dan keamanan maritim dapat dijamin dengan adanya data informasi prakiraan tinggi gelombang dan dengan menghadirkankapal keamanan laut (kamla) sepanjang tahun. Lokasi penelitian terletak di kawasan tersebut, termasuk 4 stasiun pengamatan yang diturunkan berdasarkan area pengawasan di dekat pangkalan TNI AL. Analisis statistik gelombang menggunakan dataset ECMWF per 6 jam selama 10 tahun dengan resolusi spasial 14 km2.Karakteristik variabel gelombang yaitu tinggi gelombang signifikan, periode dan arah gelombang telah dianalisis dalam rata-rata bulanan dan musiman. Selanjutnya, karakteristik panjang dan cepat rambat gelombang dihitung berdasarkan variabel periode gelombang. Rata-rata tinggi gelombang signifikan maksimum terjadi di musim utara, ketika propagasi gelombang datang dari arah timur laut. Prakiraan tingkat keamanan area diperoleh dengan menganalisis dimensi kapal terhadap karakteristik tinggi dan panjang gelombang. Simulasi operasi KRI mempertimbangkan data prakiraan tingkat keamanan area dan data prakiraan tinggi gelombang berdasarkan estimasi waktu tiba. KapalB1 memiliki tinggi lambung 5,3 m dan panjang garis air 69 m, akan berlayar pada tanggal 23 November 2017 pukul 00.00 UTC di sekitar stasiun 4. Pada Bulan November, karakteristik panjang gelombang di stasiun 4 berkisar antara 29,9-193,4 m, prakiraan tinggi gelombang signifikan mencapai 1,652 m dengan batas interval 0,486 m (interval kepercayaan 80%). Jadi kapalB1 aman terhadap prakiraan tinggi gelombang signifikan dengan mewaspadai gerak pitch kapal karena panjang garis air kapal berada dalam kisaran panjang gelombang.
Studi Hidrodinamika dan Pola Sebaran Sedimen dada Perencanaan Pembangunan Dermaga Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai - Lampung E. Diputra, Ardian; Monang S, Sahat; S Pranowo, Widodo; Adrianto, Dian
Jurnal Chart Datum Vol. 4 No. 2 (2018): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v4i2.129

Abstract

Adanya perencanaan pembangunan Pangkalan TNI AL di Teluk Ratai dimana salah satu fungsi utamanya adalah sebagai pendukung bagi operasional satuan tempur yaitu KRI (Kapal Republik Indonesia) dengan memberikan fasilitas sandar yang memadai dan aman. Dalam sebuah perencanaan dermaga, perlu dilakukan kajian Hidro-oseanografi dimana termasuk didalamnya adalah sedimentasi yang merupakan salah satu ancaman yang mengakibatkan pendangkalan dilingkungan dermaga. Untuk mengetahui sebaran sedimen pada sebelum dan sesudah adanya dermaga di Teluk Ratai, digunakan metode pendekatan dengan melakukan pemodelan oseanografi menggunakan perangkat lunak Mike 21 dengan beberapa asumsi pembangun model dengan sumber sedimen yaitu sungai Way Sabu, Way Ratai dan kanal 2. Pada validasi data pasang surut, diperoleh RMSE 0.025158 dan korelasi data mencapai nilai 0.99981, sedangkan pada validasi data kecepatan arus diperoleh RMSE 0,344342 dan nilai korelasi sebesar 0,995004. Hasil pemodelan transport sedimen menunjukkan peningkatan akumulasi serta perpindahan lokasi konsentrasi tertinggi pada domain dengan dermaga. Akumulasi transpor sedimen tertinggi terjadi di stasiun 5 sebesar 148,962 gr/liter dan akumulasi peningkatan konsentrasi SSC (Suspended Sediment Concentration) tertinggi terjadi di stasiun 2 sebesar 2,172 kg/m3.
Penjalaran Tsunami Menuju Ke Outlet Arlindo Berdasarkan Skenario Gempa Megathrust Selatan Jawa Adventari, Tara; Setyo Pranowo, Widodo; Adrianto, Dian; Ramdhan, Muhammad; Setiyadi, Johar
Jurnal Chart Datum Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v7i1.205

Abstract

Dari hasil relokasi kejadian gempa yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan inversi data Global Positioning System (GPS) menunjukkan bahwa terdapat celah seismik (seismic gaps) di selatan Jawa, yaitu wilayah di sepanjang batas lempeng aktif yang tidak mengalami gempa besar atau gempa selama lebih dari 30 tahun. Pada zona tersebut diperkirakan terjadi penguncian (locked) terhadap pergeseran lempeng (slip deficit) yang berakibat pada akumulasi pengumpulan energi dan berpotensi menimbulkan gempa megathrust yang bersifat tsunamigenik. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan numerik tsunami menggunakan persamaan gelombang shallow water 2 dimensi dengan 3 skenario gempa megathrust akibat patahnya lempeng samudera di zona celah seismik selatan Jawa. Skenario patahan lempeng di selatan Jawa Barat menyebabkan gempa dengan Mw 8,9, di selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur sebesar Mw 8,8, dan untuk skenario patahan dari Jawa Barat sampai Jawa Timur sebesar Mw 9,1. Dari hasil simulasi selama 10 jam menggunakan software TUNAMI N2, dihasilkan gelombang tsunami setinggi maksimum 6 meter di pesisir selatan Jawa untuk gempa berkekuatan Mw 8,9, 12 meter untuk gempa berkekuatan Mw 8,8, dan 20 meter untuk gempa berkekuatan Mw 9,1. Propagasi dan travel time tsunami diamati oleh outlet-outlet ARLINDO berupa shallow pressure gauge (SPG) yang ditempatkan di jalur-jalur ARLINDO.
Analisa Karakteristik Pasang Surut Berdasarkan Panjang Data Pengamatan di Perairan Makassar : Analysis of Tidal Characteristics Based on The Length of Observation Data in Makassar Coastal Waters umam, choirul; Pranowo, Widodo Setiyo; Adrianto, Dian; Rahmatullah, Amri; Aji, Tri
Jurnal Chart Datum Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v9i2.149

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang berdasarkan data rujukan nasional memiliki luas 8,3 juta km2, terdiri dari 17.504 pulau, 1,9 juta km2 daratan, dan 6,4 juta km2 lautan. Salah satu informasi penting yang terkait dengan laut adalah data pasang surut air laut (Pasut). Badan Informasi Geospasial (BIG) sampai saat ini sudah membangun dan mengelola 216 stasiun pasang surut di seluruh Indonesia. Salah satu lokasi stasiun pasang surut adalah di Makassar di Dermaga Lantamal VI Makassar. Keberadaaan stasiun pasang surut air laut di Makassar sangat penting, terutama bagi kapal-kapal yang keluar dan masuk pelabuhan Makassar dan masyarakat sekitar, karena di wilayah tersebut termasuk area dengan kedalaman laut dangkal. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasang surut laut di Makassar yang diperoleh berdasarkan data tahun 2017-2021. Proses pengolahan data mengggunakan perangkat lunak T-tide yang menggunakan metode Least Square dalam perhitungannya. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata nilai HHWS, MSL, dan LLWS adalah 1.83, 1.19, 0.47 dalam satuan m (meter) yang ber-referensi ke palem pasut, sehingga ini adalah nilai muka laut yang lokal di Stasiun Makassar. Kemudian dari perhitungan bilangan Formzahl di stasiun pasang surut Makassar diperoleh nilai 1.07 – 3.06, dengan rata-rata bilangan formzahl 2.10, hal ini menjadi bukti bahwa tipe pasang surut Staisun Makassar adalah pasang surut campuran condong ke harian tunggal.
Massa Air di Laut Banda Berdasarkan Data Observasi Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” dan Model Global: Characteristics of The Mass of Water in The Banda Sea Based on Observation Data of Jala Citra 2 – 2022 “Banda” Expedition and The Global Model Oktavianto, Eka Arif; Pranowo, Widodo S.; Adrianto, Dian; Handoko, Dadang; Setiyadi, Johar; Hascaryo, Anom
Jurnal Chart Datum Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v9i2.262

Abstract

Setiap perairan di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung pada kedalaman perairan tersebut. Secara bentuk topografi, Laut Banda memiliki kedalaman di atas 5000 m sehingga memiliki karakteristik massa air laut yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkomparasi variabel massa air berupa suhu, salinitas dan densitas yang melewati Laut Banda berdasarkan data model global CMEMS Copernicus dengan data observasi Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda”. Penggambaran variabel massa air tersebut dilakukan dengan perangkat lunak ODV V.5.5.2 untuk mengklasifikasikan jenis massa air berdasarkan dimana daerah asalnya. Hasil penelitian menunjukkan jenis massa air dari data model global Copernicus dan observasi Ekspedisi Jala Citra 2 – 2022 “Banda” didominasi oleh 3 jenis massa air yaitu massa air yang berasal dari Samudera Pasifik Utara berupa Western South Pacific Central Water dengan karakteristik suhu 6⁰-22⁰C dan salinitas 34,5-35,8 PSU, serta massa air yang berasal dari Samudera Pasifik Selatan berupa Eastern South Pacific Central Water dengan karakteristik suhu 8⁰-24⁰C dan salinitas 34,4-36,4 PSU, kemudian North Pacific Equatorial Water dengan karakteristik suhu 6⁰-16⁰C dan salinitas 34,5-35,2 PSU.
Studi Karakteristik Propagasi Akustik Bawah Air di Selat Makassar dengan Menggunakan Software Monterey – Miami Parabolic Equation: Underwater Acoustic Propagation Study in Makassar Straits using Monterey – Miami Parabolic Equation Software Hakim, Lukman; Pranowo, Widodo S.; Adrianto, Dian
Jurnal Chart Datum Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v9i2.269

Abstract

  Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Diantara pulau-pulau tersebut terdapat banyak selat penting bahkan empat diantaranya merupakan selat (choke point) terpenting di dunia, salah satunya adalah Selat Makassar. Sebagai selat penting Indonesia harus memiliki kontrol terhadap selat tersebut. Dalam aspek kemiliteran salah satu kontrol yang harus dimiliki adalah kontrol terhadap kapal selam asing yang mencoba masuk ke wilayah indonesia secara ilegal melalui Selat Makassar antara lain dengan memasang alat deteksi bawah air di perairan tersebut. Untuk mendukung hal tersebut perlu dilakukan penelitian terkait karakteristik propagasi akustik di perairan itu dengan melakukan pemodelan akustik. Salah satu pemodelan propagasi akustik adalah metode parabolic equation  dengan perangkat lunak MMPE. MMPE merupakan suatu software  hasil pengembangan dari The Shallow Water Acoustic Modeling 1999 yang menguji kemampuan berbagai model propagasi gelombang akustik, dengan memberikan suatu gangguan yang mendekati kondisi aslinya dengan menggunakan persamaan parabolik yang diturunkan dari metode Split Step Fourier (SSF) yang solusinya mempunyai kestabilan dan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data kecepatan suara pada stasiun penelitian CTD di Selat Makassar bagian utara di mana pada bagian tersebut merupakan bagian tersempit di Selat Makassar. Penelitian dilakukan dengan mengambil data kecepatan suara yang akan dijadikan input masukan program MMPE. Selanjutnya pemodelan dilakukan dengan membuat dua simulasi propagasi akustik dengan sumber suara diletakkan pada sisi P. kalimantan dan yang kedua dari sisi P. Sulawesi. Dari hasil pemodelan yang dilakukan dengan menggunakan sumber akustik pada sisi P. Kalimantan menunjukkan bahwa masih terdapat daerah bayangan propagasi suara (shadow zone) yang cukup besar, demikian halnya pada simulasi yang menempatkan sumber suara pada sisi P. Sulawesi. Hal ini dimungkinkan karena jarak yang relatif jauh sehingga propagasi akustik mengalami penurunan intensitas suara yang besar.
Pencarian Lokasi Yang Tepat untuk Pemasangan Turbin Arus Laut Penghasil Daya Listrik: Identification of Suitable Sites for Marine Current Turbine Installation for Power Generation Eka Putra, I Wayan Sumardana; Nabillah, Nayla Cahya; Cahyo, Tri Nur; Adrianto, Dian; Santoso, Agus Iwan; Adi, Novi Susetyo
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.371

Abstract

Selat Pantar memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi arus pasang surut sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pemasangan turbin dengan melakukan pemodelan hidrodinamika. Pemodelan hidrodinamika dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE Zero, dengan memasukkan data sekunder yang meliputi pasang surut sebagai open boundary condition, data angin dari ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) sebagai faktor forcing permukaan, serta data batimetri dari GEBCO (General Bathymetric Chart of the Oceans) untuk merepresentasikan kondisi kedalaman perairan. Model divalidasi menggunakan data prediksi global dari TPXO (Tidal Prediction X-bar Orography), menghasilkan RMSE sebesar 0,3158 dan koefisien korelasi 0,8059, yang menunjukkan akurasi tinggi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Selat Pantar memiliki pola pasang surut condong harian ganda dengan FormZahl 0,7228, serta kecepatan arus maksimum terjadi saat spring tide (0,8 m/s) dan menurun pada neap tide (Analisis dilakukan pada tiga stasiun. Stasiun 3 memiliki kecepatan arus tertinggi, sehingga direkomendasikan sebagai lokasi utama pemasangan turbin Darrieus, yang memiliki cut-in speed 0,5 m/s. Sementara itu, Stasiun 2 dapat menjadi alternatif jika optimalisasi teknologi memungkinkan operasi pada kecepatan lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan energi arus pasang surut yang berkelanjutan di Selat Pantar.
Akurasi Pemetaan Garis Pantai Berbasis Citra Udara UAV di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara : Accuracy of Coastline Mapping Based on UAV Aerial Imagery at Ancol Carnival Beach, North Jakarta Ratulia, Ronaa Harwa; Putra, I Wayan Sumardana Eka; Amron, Amron; Adrianto, Dian; Santoso, Agus Iwan; Adi, Novi Susetyo; Haryati, Ani
Jurnal Chart Datum Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v11i2.386

Abstract

Perubahan garis pantai akibat abrasi, sedimentasi, dan aktivitas manusia memerlukan metode pemetaan yang akurat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam pemetaan garis pantai di kawasan Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara. Metode yang digunakan meliputi akuisisi citra udara melalui UAV dan pengukuran titik kontrol tanah (Ground Control Points/GCP) menggunakan GPS tipe R8s. Data citra diproses dengan perangkat lunak fotogrametri untuk menghasilkan ortophoto, sedangkan analisis keakuratan dilakukan menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan ketelitian spasial pemetaan dan memberikan alternatif yang efisien dibandingkan metode konvensional, terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pemetaan garis pantai yang responsif terhadap dinamika lingkungan pesisir.