Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Validasi Item Tedeschi-Calhout Post Traumatic Growth Inventory Scale Pada Istri Korban Perselingkuhan Adetya, Sandra; Corsini, Andreas; Septiyani, Diah Ayu
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 23 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/6yskjz22

Abstract

This study aims to validate the posttraumatic growth scale developed by Tedeschi and Calhout, known as the 21-item Tedeschi-Calhout (21-item PTG) for wife respondents who have had an affair. The scale validation method uses the Single Trial Administration approach which produces an estimate of internal consistency reliability using the Chronbach's Alpha method. The 21-item Tedeschi-Calhout (21-item PTG) validation sample used in this study consisted of 260 wives who were victims of infidelity. working. From the results of statistical analysis using SPSS software, it was found that all items on the 10-item CD-RISC scale were declared feasible. The reliability coefficient value was 0.829, so it can be concluded that the 21-item PTG scale is reliable and can be used for data collection.
Pengaruh Coping Stress Dengan Subjective Well-Being Pada Wanita Dewasa Awal Yang Belum Menikah Adetya, Sandra; Manurung, Gabriel Yohanes
Jurnal Kajian Ilmiah Vol. 22 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Publikasi (LPPMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/810yqx54

Abstract

Aims of this studi is to determine whether coping stress has an effect on subjective well-being in unmarried women of early adulthood. Hypothesis used in this study is that coping stress can have a positive effect on the subjective well-being of unmarried women of early adulthood. The subjects in this study were unmarried early adult women with a total of 107 respondents. This study uses two measuring tools, namely the Coping Stress scale and also the Subjective Well-being scale, with a reliability coefficient value of 0.756. data analysis in this study use a simple regression technique that may use software SPSS 23 for windows. The testing of hypothesis result shown that coping stress can provide significant effect on subjective well-being with a value of F = 57,577 and a value of p = 0.000 (p <0.001). The result of the R square value is 56.3%, while the rest 43.7% is be affected by other factors.
An analysis of self-compassion influence on posttraumatic growth with resilience as moderation variable Adetya, Sandra
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 9 No 1 (2022): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v9i1.11602

Abstract

Affair becomes one of traumatic events for an individual which can cause stress. The purpose of this research was to find out the influence of self-compassion on posttraumatic growth on affair victim (the wife) with resilience as the moderation variable. This research employed quantitative method and the collected data were then processed statistically by using Moderated Regression Analysis (MRA). This study involved 100 victims of infidelity. The instruments used are self-compassion scale, posttraumatic growth scale; resilience. The research result proved that self-compasstion was sufficient to help increasing posttraumatic growth on the wife who becomes a victim of an affair.
Hubungan Kesejahteraan Psikologis dengan Celebrity Worship Pada Penggemar Korean Wave di Kota Bekasi Azzahra, Nabila; Adetya, Sandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31052

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi yang meneliti tentang hubungan kesejahteraan psikologis dengan celebrity worship pada penggemar Korean Wave di Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa kuat hubungan kesejahteraan psikologis dengan celebrity worship pada penggemar korean wave di kota bekasi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 111 responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kesejahteraan psikologis dengan celebrity worship kepada 160 responden yang menggemari Korean Wave. Dari hasil kategorisasi yang dilakukan, kedua variabel memiliki tingkat yang sama-sama tinggi.
Pengaruh Efikasi Diri terhadap Orientasi Masa Depan Siswa Kelas XI di SMK X Syfa, Dini Nurul; Adetya, Sandra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap orientasi masa depan pada siswa kelas XI di SMK X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel berjumlah 125 siswa dari tujuh jurusan menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala efikasi diri (Bandura, 1997) dan skala orientasi masa depan (Nurmi, 1991). Hasil menunjukkan bahwa kedua variabel berada pada kategori sedang. Uji Pearson mengungkapkan adanya hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan orientasi masa depan (r = 0,432, p < 0,01). Uji regresi menunjukkan bahwa efikasi diri memberikan kontribusi sebesar 42,9%. Temuan ini menunjukkan pentingnya efikasi diri dalam membentuk orientasi masa depan siswa serta dapat menjadi dasar dalam pengembangan layanan bimbingan karir di sekolah.
Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Ketidakpuasan Tubuh Pada Remaja Pengguna Tiktok Di SMA X Putri, Kania Annisa; Adetya, Sandra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan ketidakpuasan tubuh pada remaja pengguna TikTok di SMA X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 265 siswa, terdiri dari 103 laki-laki dan 162 perempuan, yang dipilih menggunakan tabel Isaac Michael. Instrumen penelitian berupa skala ketidakpuasan tubuh yang disusun berdasarkan aspek dari Cooper dkk. (1987) dan skala kepercayaan diri berdasarkan aspek Lauster (1976). Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa kedua instrumen layak digunakan. Analisis data menggunakan Kendall's Tau-B menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kepercayaan diri dan ketidakpuasan tubuh (r = -0.571, p < 0.001). Artinya, semakin tinggi kepercayaan diri remaja, maka semakin rendah tingkat ketidakpuasan terhadap tubuhnya. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kepercayaan diri dalam upaya mengurangi ketidakpuasan tubuh pada remaja, terutama dalam konteks penggunaan media sosial seperti TikTok.
Pendampingan Kesehatan Rongga Mulut Pada Lansia Dalam Mendukung Kesejahteraan Psikologis Di Sekolah Lansia Bahtera Nasir, Nurwahyuni; Gina, Fathana; Adetya, Sandra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3708

Abstract

Kesehatan rongga mulut merupakan salah satu aspek kesehatan yang penting namun sering terabaikan pada kelompok lansia, padahal kondisi rongga mulut memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan fisik, psikologis, dan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan lansia dalam menjaga kesehatan rongga mulut melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan dengan metode edukasi yang disampaikan oleh dokter gigi dari Puskesmas Harapan Baru, Seroja, dan Perwira, serta difasilitasi oleh dosen psikologi dalam mendukung partisipasi dan kesejahteraan psikologis lansia. Materi edukasi meliputi permasalahan kesehatan rongga mulut pada lansia, pentingnya perawatan gigi dan mulut, serta pelaksanaan senam mulut. Pendekatan partisipatif dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab untuk memberikan ruang bagi lansia dalam mengekspresikan pengalaman dan keluhan terkait kesehatan rongga mulut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman lansia mengenai kesehatan rongga mulut, tingginya partisipasi dalam kegiatan, serta munculnya respons psikologis positif seperti rasa nyaman, percaya diri, dan keterlibatan sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif tidak hanya terhadap kesehatan fisik lansia, tetapi juga terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat ini menegaskan pentingnya integrasi edukasi kesehatan fisik dan pendekatan psikologis dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia secara holistik.
Hubungan Job Crafting Dengan Work Engagement Pada Karyawan Di PT X Ramadhayanti, Novializa; Merdiaty, Netty; Adetya, Sandra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.C (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan faktor penting dalam menunjang kinerja organisasi. Work Engagement karyawan berperan besar dalam meningkatkan produktivitas dan loyalitas, terutama di lingkungan kerja dengan tekanan tinggi seperti PT X, perusahaan produksi komponen elektronik di Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara job crafting dan work engagement pada karyawan PT X. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 105 responden. Instrumen yang digunakan berupa skala job crafting dan work engagement yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, kategorisasi, dan korelasi menggunakan perangkat lunak JASP versi 0.18.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas karyawan memiliki tingkat job crafting dan work engagement yang tinggi. Uji korelasi menghasilkan nilai r = 0,612 dengan p < 0,01, mengindikasikan hubungan positif yang signifikan antara job crafting dan work engagement. Temuan ini menegaskan pentingnya pemberdayaan karyawan melalui job crafting untuk meningkatkan keterikarn kerja, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat turnover dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Karyawan Operator Produksi Pada PT X Saputra, Farhan; Adetya, Sandra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to examine the relationship between workload and work stress among production operators at PT X. The research employed a quantitative correlational method using total sampling with 114 respondents. The workload was measured using the NASA-TLX scale base on hart staveland, while work stress was assessed using dimensions from Robbins. Validity and reliability test indicated that both instruments were highly reliable (α = 0.973 and α = 0.974). Data analysis using Pearson correlation revealed a positive and significant relationship between workload and work stress (r = 0,882, p < 0.0001), indicating that higher workload is associated with higher levels of stress. Most employees experienced high workload (91.23%) and high work stress (65.79%). These findings emphasize the need for effective workload management and stress reduction strategies in the workplace. The study suggest that companies should evaluate workload regularly and provide psychological support programs for employees.
Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus Agustina, Eliza; Layali , Sahrul; Puspasari, Helta; Labibah , Ghina Rizkirabbani; Adetya, Sandra
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i1.569

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.