Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Keterampilan Berpikir Inventif Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Wijaya, I Komang Wisnu Budi; Yasa, I Made Wiguna; Darmayanti, Ni Wayan Sri
Jurnal Simki Pedagogia Vol 7 No 1 (2024): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v7i1.607

Abstract

The aim of this research is to analyze efforts to develop inventive thinking skills through science learning in elementary school students. This research is classified as library research. Data comes from literature related to inventive thinking abilities, science learning and elementary school students. After the data is collected and sorted, analysis techniques are carried out using content analysis techniques. The results of the research state that inventive thinking abilities can be developed in science learning by applying varied learning, open questions, applying independent learning and contextual and student-centered science learning. The teacher's role is as a learning designer, motivator and evaluator.
OPTIMALISASI POJOK BACA “RATU DONGENG” BERBASIS MEDIA DIGITAL DALAM PENGUATAN LITERASI DAN PEMBIASAAN PHBS DI SD NEGERI 5 BESAKIH Sueca, I Nengah; Darmayanti, Ni Wayan Sri; Fitriana, Nurul Isnaini; Indah, Ni Komang Anggi Nusa; Pradewi, Ni Luh Esa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34952

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM yang berkualitas. Salah satu aspek krusial dalam pendidikan adalah literasi. Namun, masih banyak sekolah dasar mengalami permasalahan literasi, termasuk SD Negeri 5 Besakih. Mitra PKM ini adalah SD Negeri 5 Besakih, yang terdiri atas 9 orang guru dan 110 siswa yang terlibat aktif dalam rangkaian pendampingan. SD Negeri 5 Besakih termasuk sekolah terpencil di Kabupaten Karangasem. Lokasi sekolah yang berada di kaki Gunung Agung menyebabkan jarang mendapat perhatian. Siswa yang bersekolah di SD 5 Besakih adalah anak-anak petani yang jarang mendapat penguatan literasi di rumahnya. Kemampuan literasi siswa di SD Negeri 5 Besakih masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari Raport Pendidikan SD Negeri 5 Besakih Tahun 2023 yang menunjukkan capaian literasi pada kategori minimum. Selain itu, masalah yang dihadapi SD Negeri 5 Besakih adalah PHBS. Program pengabdian ini bertujuan untuk (1) menguatkan kemampuan literasi siswa melalui optimalisasi Pojok Baca “Ratu Dongeng” berbasis media digital; dan (2) membentuk pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan SD Negeri 5 Besakih. Pengabdian ini menggunakan metode PALS (participatory action learning system), yang meliputi persiapan (analisis kebutuhan mitra), pelaksanaan berupa sosialisasi dan pendampingan, monitoring berupa praktik mendongeng oleh siswa, evaluasi terhadap program ratu doengang dan refleksi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan optimalisasi pojok baca “ratu dongeng” berbasis media digital dapat mengatasi permasalahan literasi melalui pendekatan holistik dengan menerapkan Program Rabu dan Sabtu mendongeng yang dikaitkan dengan pemanfaatan media digital berupa video dongeng; (2) kegiatan optimalisasi pojok baca “Ratu Dongeng” dapat digunakan mengatasi permasalahan PHBS, seperti kebiasaan jajan sembarangan, membuang sampah, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Kata kunci: Pojok Baca, Literasi, Media Digital. ABSTRACTEducation is the main foundation in developing quality human resources. One crucial aspect of education is literacy. However, many elementary schools still face literacy problems, including SD Negeri 5 Besakih. The partner of this community service program is SD Negeri 5 Besakih, consisting of 9 teachers and 110 students who were actively involved in the implementation process. SD Negeri 5 Besakih is categorized as a remote school in Karangasem Regency. Its location at the foot of Mount Agung has resulted in limited access and minimal attention from external parties. The students, who mostly come from farming families, receive very little literacy support at home. The literacy skills of students at SD Negeri 5 Besakih remain low, as shown in the 2023 Education Report, which indicates that the school’s literacy achievement is still at the minimum category. In addition to literacy issues, the school also faces problems related to Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). This community service program aims to (1) strengthen students’ literacy skills through the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner, and (2) develop Clean and Healthy Living Habits (PHBS) among students at SD Negeri 5 Besakih. The program employs the PALS (Participatory Action Learning System) method, which includes preparation (needs analysis), implementation through socialization and mentoring, monitoring through students’ storytelling practice, and evaluation of the “Ratu Dongeng” program followed by reflection. The results of this program indicate that (1) the optimization of the digital-based “Ratu Dongeng” Reading Corner effectively addressed literacy problems through a holistic approach by implementing Wednesday and Saturday storytelling activities supported by digital media in the form of storytelling videos; and (2) the optimization of the “Ratu Dongeng” Reading Corner also helped address PHBS-related issues, such as unhealthy snacking habits, littering, and low awareness of school cleanliness. Keywords: Reading Corner, Literacy, Digital Media.
MENGUNGKAP FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: STUDI KASUS DI SDN 1 SUMITA Darmayanti, Ni Wayan Sri; Pratiwi, Ni Putu Dinda Putri
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i4.9463

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk menelusuri dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman siswa terhadap mata pelajaran IPA pada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Sumita. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan dilakukan di SD Negeri 1 Sumita dengan melibatkan guru serta peserta didik kelas VI sebagai responden. Perolehan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket, selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan teknik deskriptif.  Setelah proses analisis data, didapatkan hasil rendahnya pemahaman siswa terhadap IPA dipengaruhi oleh dua kelompok faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup keterbatasan kemampuan berpikir abstrak, rendahnya minat dan motivasi belajar, serta perbedaan kemampuan akademik antar siswa yang menyebabkan kesulitan dalam pemahaman konsep ilmiah ssecara kompleks. Adapun faktor eksternal meliputi kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran seperti laboratorium dan alat praktikum, penggunaan metode ceramah yang masih dominan, serta keterbatasan variasi media dan dukungan lingkungan belajar.
Pendampingan pembelajaran membaca berbantuan media flashcard bagi siswa kelas II SD Negeri 4 tiga Janawati, Desak Putu Anom; Astuti, Ni Putu Eni; Nopiawati, Ni Wayan; Purnami, Ni Made Ayu; Putra, I Ketut Dedi Agung Susanto; Darmayanti, Ni Wayan Sri; Sudir, I Nyoman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36172

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui pendampingan pembelajaran berbantuan media flashcard. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh belum tuntasnya kemampuan membaca permulaan siswa akibat kurangnya variasi media dan strategi pembelajaran yang menarik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan refleksi. Tahap persiapan dilakukan melalui observasi awal, penentuan kelompok sasaran, penyusunan media flashcard, serta koordinasi dengan guru kelas. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan dalam kelompok kecil dengan aktivitas membaca interaktif menggunakan flashcard, di mana siswa dilatih mengenali huruf, menyusun suku kata, dan membaca kata secara utuh dengan bimbingan guru. Selanjutnya, evaluasi dilakukan secara formatif untuk memantau perkembangan kemampuan membaca siswa, disertai refleksi bersama guru untuk menentukan tindak lanjut. Pendampingan ini menerapkan pendekatan konstruktivistik yang menekankan pada keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan sangat baik. Siswa menjadi lebih aktif, bersemangat, dan percaya diri dalam mengenali huruf serta membaca kata sederhana. Selain itu, guru memperoleh inspirasi dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif, dan sekolah mendapatkan model kegiatan literasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, pendampingan membaca berbantuan media flashcard terbukti efektif dalam mendukung penguatan literasi dasar serta sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Kata kunci: pendampingan; membaca permulaan; media flashcard; literasi dasar; kurikulum merdeka. Abstract This community service program (PKM) aims to improve students’ early reading skills through guided learning activities using flashcard media. The program is grounded in the observation that many students have not yet achieved adequate early reading proficiency, largely due to the limited use of varied and engaging instructional media and strategies. The implementation of the program consisted of three main stages: preparation, implementation, and evaluation and reflection. During the preparation stage, initial observations were conducted to identify students’ reading abilities, followed by the selection of target groups, the development of flashcard materials, and coordination with the classroom teacher. The implementation stage involved small-group mentoring sessions featuring interactive reading activities using flashcards. In these sessions, students were guided to recognize letters, combine syllables, and read simple words with teacher support. Evaluation was carried out formatively in each session to monitor students’ progress, followed by reflective discussions with the teacher to determine appropriate follow-up actions. This program adopted a constructivist approach, emphasizing students’ active involvement in constructing knowledge through direct learning experiences. The results indicate that the use of flashcard media effectively improved students’ early reading skills. Students became more active, motivated, and confident in recognizing letters and reading simple words. In addition, teachers gained insights into developing more innovative instructional media, while the school benefited from a literacy activity model that can be implemented sustainably. Overall, flashcard-assisted reading mentoring proved to be effective in strengthening foundational literacy skills and is well aligned with the principles of the Merdeka Curriculum, which emphasizes meaningful and enjoyable learning experiences. Keywords: mentoring; early reading; flashcard media; basic literacy; merdeka curriculum.