Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Persepsi dan Kesiapan Siswa SMA di Labuan Bajo Terhadap Wirausaha Digital: Antara Akses, Kompetensi, dan Kreativitas Teddy Halim; Fitri Ciptosari; Luh Gede Elvina Adi Saputri; Adelaide .H. Savio; Reynaldo A. Siagian; Andy Iwan Iswanto; Yohanes Paul Hanny Wadhi
JURNAL AKADEMISI VOKASI Vol 4 No 2 (2025): JURNAL AKADEMISI VOKASI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/h8j1m789

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan telah memperluas peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam ekonomi digital, khususnya melalui kewirausahaan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kompetensi digital dan kesiapan kewirausahaan digital siswa sekolah menengah atas di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada akses teknologi, motivasi, dan keterampilan praktis. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan melalui survei berbasis Google Form yang diikuti oleh 438 responden, dengan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki tingkat kompetensi digital yang relatif tinggi, terutama dalam penggunaan teknologi (mean = 4,24) dan literasi informasi (mean = 4,17). Dalam hal kesiapan kewirausahaan digital, siswa menunjukkan motivasi yang kuat (mean = 3,86) dan ide kreatif (mean = 3,60). Namun, skor yang lebih rendah ditemukan pada keterampilan teknis, khususnya pembuatan konten (mean = 3,32) dan manajemen bisnis digital (mean = 3,38). Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan akses internet, kurangnya keterampilan teknis, dan minimnya dukungan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewirausahaan digital yang tidak hanya mendorong motivasi dan kreativitas, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan digital yang praktis. Temuan ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal dalam mengembangkan inisiatif kewirausahaan digital yang inklusif di wilayah seperti Labuan Bajo. 
Strategi Pemasaran Food and Beverage Departemen Sudamala Resort Komodo Pasca Covid-19 Marianus Duman; Gregorius A. Berybe; Maria B.R. Wellalangi; Fitri Ciptosari; Flaviana Hadia
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan Food and Beverage Department Sudamala Resort Komodo pasca covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, studi kepustakaan dan penyebaran kuesioner. Analisis data menggunakan teknik IFE, EFE dan SWOT. Dari hasil analisis yang digunakan diperoleh hasil bahwa Sudamala Resort Komodo sedang menjalankan strategi SO (Strength-Opportunity) yaitu strategi menggunakan kekuatan dan peluang yang dimiliki untuk menjalankan usahanya.
Exit Survey Kepuasan Wisatawan Terhadap Destinasi Wisata Goa Batu Cermin Alfonsius Nove Edmind; Florentinus Darman; Fitri Ciptosari
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting sebagai sumber pendapatan daerah. Goa Batu Cermin merupakan salah satu objek dan daya tarik wisata (ODTW) di Labuan Bajo yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Guna menunjang pariwisata di Labuan Bajo pemerintah pusat melakukan penataan Goa Batu Cermin pada 2020 hingga 2021. Guna menjaga kondisi pasar (permintaan dan penawaran) dan tingkat kunjungan wisatawan, maka pengelola destinasi Goa Batu Cermin perlu menentukan kebijakan yang tepat dalam manajemen pemasarannya. Peningkatan dan penurunan jumlah pengunjung pada suatu destinasi wisata sangat erat hubungannya dengan kepuasan wisatawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan wisatawan yang berkunjung di destinasi wisata Goa Batu Cermin. Selain itu, penelitian ini juga digunakan untuk mengukur keberhasilan dari pembangunan fasilitas di Goa Batu Cermin. Peneilitian ini menggunakan metode exit survey, dengan memberikan kuesioner kepada wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara, dan wisatawan lokal yang berkunjung di Goa Batu Cermin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengunjung terhadap fasilitas dan layanan di Goa Batu Cermin berada diantara 73% (Puas) hingga 86% (Sangat Puas). Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh pengelola destinasi wisata Goa Batu Cermin dalam meningkatkan pengelolaan fasilitas dan layanan, serta dapat digunakan dalam menentukan kebijakan pemasaran yang tepat kedepannya.
Antara Harapan dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Kompetensi Pemandu Wisata Alam (Studi Kasus: Loh Liang dan Loh Buaya, Taman Nasional Komodo Maria Anjelina Koka; Marius Yosef Seran; Fitri Ciptosari; Muhammad Ikbal Putra
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara kepuasan dan kepentingan wisatawan terhadap kompetensi pemandu wisata alam di Taman Nasional Komodo. Sebagai salah satu destinasi wisata alam yang terkenal di dunia, Taman Nasional Komodo memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman wisata yang berkualitas melalui layanan pemandu wisata alam. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan menyebarkan kuisioner kepada wisatawan yang telah mengunjungi Taman Nasional Komodo. Sampel yang diambil berjumlah 100 wisatawan. Data dianalisis menggunakan software ms. excel untuk mengidentifikasi indikator-indikator mana yang terdapat kesenjangan signifikan antara harapan dan realisasi layanan yang diterima oleh wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek kompetensi pemandu wisata alam yang perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan wisatawan. Kompetensi tersebut meliputi pengetahuan dalam menjelaskan jalur trekking yang akan dilalui dengan jelas dan kemampuan menjawab pertanyaan wisatawan dengan tepat, cepat, dan jelas. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan adanya pelatihan dan pengembangan lebih lanjut bagi para pemandu wisata alam guna meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan wisatawan.
Peran Online Travel Agent dalam Transformasi Digital Akomodasi Skala Kecil di Destinasi Wisata: Studi Kasus Labuan Bajo dalam Perspektif Smart Tourism Fitri Ciptosari; Teddy Halim
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memperlihatkan bahwa transformasi digital melalui pemanfaatan Online Travel Agent (OTA) telah membawa perubahan signifikan dalam tata kelola akomodasi lokal di Labuan Bajo. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha telah mengintegrasikan sistem OTA dengan channel manager, yang berdampak langsung pada efisiensi operasional, peningkatan tingkat okupansi kamar, serta perluasan akses pasar secara global. Fitur-fitur seperti ulasan pelanggan, promosi dinamis, dan data analitik turut memperkuat posisi OTA sebagai alat strategis dalam ekosistem smart tourism.
Pemetaan Strategis Potensi Kemitraan Sentra IKM Tenun dan Olahan Ikan di Kabupaten Manggarai Barat Septian Hutagalung; Marius Yosef Seran; Andy Iwan Iswanto; Fitri Ciptosari
Journal of Science Education and Management Business Vol. 5 No. 1 (2026): JOSEMB (Journal Of Science Education And Management Business)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/joseamb.v5i1.1010

Abstract

Pembangunan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat struktur ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Namun, keberlanjutan sentra IKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu dilanjutkan dan diperkuat dengan kemitraan antar pemangku kepentingan terkait. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara strategis potensi kemitraan yang ada pada sentra IKM Tenun Molas Poco Lembor dan sentra IKM Olahan Ikan ITABAJO yang ada di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus komparatif, melalui teknik pengumpulan data dengan observasi lapangan, wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan kerangka pemetaan kepentingan dan pengaruh pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bhawa pemerintah daerah dan pengelola sentra berperan sebagai aktor kunci, pelaku usaha pariwisata dan lembaga keuangan sebagai aktor strategis, serta akademisi dan lembaga pelatihan sebagai aktor pendukung. Temuan ini juga menegaskan bahwa penguatan tata kelola kemitraan berbasis peran aktor menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan dan kinerja sentra IKM. Penelitian ini turut memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi perumusan strategi pengembangan sentra IKM berbasis kolaborasi multipihak.
Strategi Konten Video Pendek dalam Praktik Local Influencer Marketing: Studi Kasus Kreator Digital Suci Maria di Labuan Bajo Fransiskus Sugianto Karno; Fitri Ciptosari
Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Terapan Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik eLBajo Commodus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63604/ht312995

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong video pendek menjadi strategi komunikasi utama dalam praktik influencer marketing. Namun, penelitian terdahulu umumnya berfokus pada pengaruh influencer terhadap perilaku konsumen, sementara kajian mengenai strategi konten yang diterapkan kreator digital lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi konten video pendek yang diterapkan oleh Suci Maria sebagai kreator digital di Labuan Bajo serta menjelaskan efektivitasnya dalam membangun audience engagement, personal branding, dan brand trust. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap konten TikTok, dan dokumentasi digital, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu content planning, content creation, dan content distribution. Perencanaan konten didasarkan pada emotional relevance, sedangkan produksi menekankan first- person storytelling, integrasi promosi secara alami, serta penggunaan identitas lokal melalui logat Manggarai dan sapaan "Hai Lawa". Distribusi dilakukan melalui cross-posting, optimalisasi hashtag dan geotag lokal, serta penyesuaian waktu unggah. Strategi tersebut menghasilkan audience engagement yang tinggi, memperkuat personal branding sebagai kreator digital lokal yang autentik dan profesional, serta membangun brand trust yang mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra. Penelitian ini menghasilkan Model Strategi Konten Video Pendek pada Local Influencer Marketing yang menempatkan local identity sebagai fondasi strategi konten. Temuan ini memperluas kajian influencer marketing dengan menunjukkan bahwa efektivitas kreator digital lokal ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan identitas lokal ke dalam strategi komunikasi digital.
Evaluating website performance as a digital awareness tool for cultural festivals: A google analytics study of festival Golo Koe Fitri Ciptosari; Engelbertus Vione; Teddy Halim
Jurnal Pariwisata Pesona Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jpp.v11i1.16734

Abstract

The development of digital technology has transformed the way cultural festivals communicate with potential visitors, positioning websites as strategic tools for building digital awareness. While previous studies have primarily focused on website quality and user satisfaction, limited research has examined how behavioral analytics data can be used to evaluate the role of cultural festival websites in generating digital awareness. This study aims to evaluate the performance of the Golo Koe Festival website as a digital awareness tool for a cultural festival using Google Analytics data. A descriptive quantitative approach with a case study method was employed. The research analyzed website traffic performance, top pages, traffic sources, and audience demographics based on Google Analytics data collected from 1 June to 31 August 2025. The findings show that the website attracted 824 new users out of 825 active users, indicating its effectiveness in reaching previously unreached audiences. Organic search was the dominant traffic source (64.3%), followed by Instagram referrals (16.0%), demonstrating the important role of search engines and social media in generating digital awareness. However, the average engagement time was relatively short (41 seconds), and the homepage recorded a high bounce rate (56%), suggesting that while the website successfully attracted audience attention, it was less effective in encouraging deeper content exploration. Audience demographics revealed that visitors were predominantly domestic, although the presence of international users indicated emerging global interest in the festival. This study concludes that website performance should be evaluated through both awareness indicators and engagement indicators. The findings contribute to digital tourism marketing literature by demonstrating how behavioral analytics can be used to assess digital awareness in cultural festival promotion and provide practical insights for optimizing data-driven strategies to support sustainable cultural tourism development.
Omnichannel Readiness of Hotel Distribution Systems in an Emerging Tourism Destination: Evidence from Labuan Bajo, Indonesia Paul Hanny Wadhi; Fitri Ciptosari; Agus Wahyudi
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 4 No. 03 (2026): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v4i03.808

Abstract

The rapid expansion of digital distribution channels has reshaped hotel marketing and booking practices, particularly in emerging tourism destinations. This study examines the omnichannel readiness of hotel distribution systems in Labuan Bajo, Indonesia, with the aim of understanding the extent of intermediary dependency, system integration, and destination-level implications. A qualitative case study approach was employed, combining analysis of hotel booking data with semi-structured interviews with hotel management. The study assessed distribution concentration, channel dependency, and the level of integration among key distribution systems using an interview-based readiness scoring framework. The findings reveal a high dependency on online travel platforms, with booking volumes concentrated among a small number of global intermediaries. Despite the presence of multiple digital channels, the results indicate limited omnichannel readiness due to fragmented system integration, resulting in inconsistent customer experience management. The study further demonstrates that limited omnichannel readiness is not only a firm-level challenge but also a destination development issue, as fragmented hotel distribution systems may undermine experience consistency and destination competitiveness. This research contributes to tourism and hospitality literature by providing empirical evidence from an emerging tourism destination and by reframing omnichannel readiness as a form of soft infrastructure within destination development. The findings offer practical insights for hotel operators, destination management organizations, and policymakers seeking to strengthen digital distribution capabilities and support sustainable tourism development in emerging destinations.
Pengaruh Ketersediaan Produk, Packaging, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Moderasi Hersanius Kurnia Peong; Aristo Afrianto Budiman; Fitri Ciptosari
AKSIOMA : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2025): AKSIOMA : Jurnal Manajemen [Februari-Juli 2025]
Publisher : Program Studi Manajemen dan Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/aksioma.v4i1.4411

Abstract

This study examines the influence of product availability, packaging, and service quality on purchasing decisions, with consumer satisfaction as a moderating variable. The research was conducted at Zasgo Mart, Labuan Bajo. A quantitative method was employed, using a questionnaire completed by 150 Zasgo Mart consumers. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4.0 software. The results show that, collectively, the three independent variables significantly affect consumer satisfaction. Among these, service quality is identified as a key factor that management must prioritize. Furthermore, consumer satisfaction strengthens the relationship between packaging and service quality with purchasing decisions, but does not moderate the relationship between product availability and purchasing decisions.