Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Academy of Education Journal

STRATEGI INDEX CARD MATCH UNTUK PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA SMK MATA PELAJARAN PKn Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 3 No 1 (2012): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.601 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v3i1.81

Abstract

Proses pembelajaran di kelas pasti ada masalah yang dihadapi oleh seorang guru. Dasar Negara dan Hubungan Konstitusi merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kemampuan siswa dalam memahami materi ini sangat kurang. Jumlah siswa SMK Negeri 2 Purwodadi kelas X TKB 1 berisi 33 siswa. Dari jumlah tersebut hanya 13 siswa saja yang aktif dalam mengikuti materi Dasar Negara dan Hubungan Konstitusi, sisanya bersikap pasif yaitu 20 orang. Tentunya hal tersebut menyisakan suatu permasalahan yang harus segera diselesaikan. Hasil observasi dan refleksi pada tindakan kelas siklus II dievaluasi bersama guru kelas. Maka dari itu diperoleh tindakan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersama peneliti yang sesuai dengan harapan yaitu: 1) Pemahaman peserta didik dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang cukup baik. 2) Pemahaman peserta didik dalam mengikuti pembelajaran meningkat, dilihat dari hasil penilaian tugas yang dilakukan oleh peneliti. 3) Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan (62,06% - 86,20%) yang sangat berarti, ini terlihat pada hasil nilai siklus yang semakin meningkat. 4) Pembelajaran dengan strategi Index Card match dapat meningkatkan (86,20%) pe-mahaman peserta didik dalam materi kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia. 5) Berdasarkan pembelajaran secara keseluruhan dari tindakan kelas siklus I sampai berakhirnya siklus II, usaha untuk mengatasi permasalahan yaitu rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi kedaulatan rakyat dan sistem pemerintahan Indonesia sudah mengalami perubahan yang positif.
PENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI STRATEGI READING GUIDE KOLABORASI INDEX CARD MATCH DALAM PROSESPEMBELAJARAN PKn SISWA SMP Ahmad Nasir Ari Bowo; Novitasari Novitasari
Academy of Education Journal Vol 3 No 2 (2012): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.205 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v3i2.90

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan motivasi belajar Melalui Penerapan Strategi Reading Guide dikolaborasikan dengan Index Card Match dalam proses pembelajaran PKn pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Karanganyar Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2010/2011. Sebelum diberi tindakan motivasi siswa sangat kurang, meski guru telah memberikan pembelajaran tukar kartu namun belum berhasil. Solusi yang ditawarkan peneliti dalam penelitian ini adalah peneraan strategi pembelajaran Reading Guide dikolaborasikan dengan Index Card Match. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru kelas, kepala sekolah, seluruh siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Karanganyar Kabupaten Karanganyar yang berjumlah 40 dan peneliti itu sendiri. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informen atau nara sumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran dan dokumen atau arsip. Pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode yaitu: observasi, wawancara, dan angket. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian tindakan ini terdiri dari dua siklus. Penelitian tindakan ini diharapkan penerapan strategi pembelajaran Reading Guide dikolaborasikan dengan Index Card Match motivasi siswa dalam proses pembelajaran pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 5 Karanganyar Kabupaten Karanganyar dapat meningkat minimal 75% dari jumlah keseluruhan 40 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat Motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn di kelas VIII A SMP Negeri 5 Karanganyar Kabupaten Karanganyar Tahun 2010/2011, yaitu dari siswa yang termotivasi, siwa yang memiliki dorongan untuk belajar, dan siswa yang senang mengikuti pembelajaran sebanyak 14 siswa (35%). Setelah dilakukan tindakan yang disepakati yaitu melalui penerapan strategi Reading Guide dikolaborasikan dengan Index Card Match dalam proses pembelajaran PKn diperoleh hasil yaitu pada siklus I meningkat menjadi 27 siswa (67,50%). Setelah dilakukan tindakan yang direvisi pada siklus II meningkat menjadi 35 siswa (87,50%). Hasil penelitian ini sudah memenuhi indikator kinerja.
STRATEGI CART SORT UNTUK PENINGKATKAN KEAKTIFAN PEMBELAJARAN PKn SISWA SMP Ahmad Nasir Ari Bowo; Dewi Mutmayana
Academy of Education Journal Vol 4 No 1 (2013): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.133 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v4i1.98

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran PKn Materi HAM pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Satu Atap Gabus melalui penerapan strategi pembelajaran Card Sort. Subjek pelaksanaan tindakan adalah siswa kelas VII SMP Negari 4 Satu Atap yang berjumlah 36 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informen atau nara sumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran dan dokumen atau arsip.Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan siswa pada materi HAM di kelas VII SMP Negeri Satu Atap Gabus, yaitu dari siswa yang aktif bertanya , berpendapat dan menjawab pertanyaan sebanyak 5 (13, 90%) siswa. Setelah dilakukan tindakan yang disepakati yaitu dengan menerapkan strategi Card Sort pada pembelajaran diperoleh hasil yaitu siklus I meningkat menjadi 20 (55, 60%) siswa. Setelah dilakukan tindakan yang direvisi pada siklus II diperoleh meningkat menjadi 29 (80, 60%) siswa. Hasil penelitian ini sudah memenuhi idikator kinerja.
PERILAKU MENYIMPANG SISWA SMA(Studi Eksplorasi Peta dan Faktor-Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang di SMA Negeri Jumapolo) Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 4 No 2 (2013): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.526 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v4i2.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta perilaku menyimpang, faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang, dan upaya-upaya untuk mengatasi perilaku menyimpang pada siswa SMA Negeri Jumapolo Kabupaten Karanganyar Tahun 2011. Jumlah siswa SMA Negeri Jumapolo adalah 851 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa, serta arsip atau dokumen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Prosedur dalam penelitian ini terdapat lima tahap yaitu pra lapangan, penelitian lapangan, observasi, analisis data, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peta atau gambaran bentuk-bentuk perilaku menyimpang siswa SMA Negeri Jumapolo Tahun 2011 yang sering dilakukan berupa pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah, meliputi membawa HP ke sekolah (66,9%), memalsukan surat ijin (50,1%), terlambat masuk sekolah (45,5%), tidak memakai seragam dan tidak rapi dengan ketentuan (42,4%), tidak membawa buku saku (39,6%), tidak masuk tanpa keterangan (35,2%), membolos sekolah (34,1%), tidak mengumpulkan tugas mata pelajaran (24,7%), tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan prosentase (21,26%), dan merokok dilingkungan sekolah (9,4%). Faktor-faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang siswa SMA Negeri Jumapolo antara lain: kurang memiliki kontrol diri, pengaruh media cetak dan elektronik, keluarga, teman sebaya, masyarakat, ketidaksesuaian siswa dalam menghayati nilai-nilai yang berlaku disekolah, kebutuhan siswa, dan keinginan siswa dalam melakukan sesuatu. Upaya-upaya pihak sekolah dalam mengatasi perilaku menyimpang atau melanggar aturan-aturan dan tata tertib sekolah bervariasi, sesuai dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh siswa. Sanksi yang paling ringan adalah dari pihak sekolah mengingatkan kepada siswa untuk tidak mengulangi pelanggaran tersebut, kemudian sanksi yang paling berat adalah siswa dikeluarkan dari sekolah. Setiap siswa yang melakukan pelanggaran selain mendapat sanksi dari pihak sekolah, juga mendapatkan angka kredit poin pelanggaran, dan apabila kredit poin-point pelanggaran tersebut mencapai 100 point, maka pihak sekolah mengeluarkan siswa tersebut.
SMALL GROUP DISCUSSION BERBASIS READING GUIDE UNTUK PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA MTs Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 5 No 2 (2014): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.146 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v5i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn materi sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia pada siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikamdu Karanganyar tahun 2013 melalui penerapan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide. Keaktifan siswa sangat kurang sebelum diberikan tindakan penelitian dan guru sudah mengupayakan alternatif pemecahannya, antara lain: menggunakan strategi pembelajaran diskusi, tanya jawab, dan ceramah. Hasil penerapan strategi pembelajaran tersebut belum mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide. Subjek pelaksanaan tindakan adalah siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar yang berjumlah 22 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui informan atau narasumber, tempat dan peristiwa berlangsungnya aktifitas pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Prosedur dalam penelitian ini terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan melalui satu tahap. Diharapkan dengan penerapan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide keaktifan dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn materi sikap positif terhadap kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia pada siswa kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013 dapat meningkat minimal 80% dari 22 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi sikap positif kedaulatan rakyat dalam sistem pemerintahan Indonesia kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013 yaitu dari yang aktif dalam proses pembelajaran PKn sebelum diadakan penelitian adalah 5 siswa (22,7%), kemudian hasil belajar siswa yang memenuhi KKM (70) adalah 8 siswa (36,3%). Setelah dilakukan tindakan yang telah disepakati yaitu dengan menerapkan strategi pembelajaran small group discussion berbasis reading guide, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat menjadi 19 siswa (86,3%). Sedangkan hasil belajar siswa yang memenuhi KKM meningkat menjadi 20 siswa (90,9%). Berdasarkan data hasil penelitian tersebut maka hipotesis tindakan yang menyatakan “Diduga dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Small group Discussion berbasis Reading Guide mampu Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran PKn Materi Sikap Positif terhadap Kedaulatan Rakyat dalam Sistem Pemerintahan Indonesia pada Kelas VIII MTs Darrul Quran Karangmojo Tasikmadu Karanganyar Tahun 2013” terbukti dan dapat diterima kebenarannya.
PENGEMBANGAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN STRATEGI SMALL GRAUP DISCUSSION DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 6 No 1 (2015): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.586 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v6i1.124

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah masih banyaknya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan siswa, kurang memaksimalkan media dan sumber belajar secara maksimal. Selain itu guru masih monoton dalam menyampaikan materi. Strategi pembelajaran yang diterapkan kebanyakan masih menggunakan ceramah, sehingga banyak siswa yang jenuh dan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Apabila hal tersebut terus terjadi, maka akan berdampak pada dunia pendidikan, yaitu bahwa tujuan pendidikan tidak tercapai dengan maksimal. hal itu juga terjadi di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan melalui pengembangan model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Jenis penelitian adalah research and development dan eksperimen. Guru dan siswa kelas x sebagai populasi pelaksanaan uji coba. Tahapan pengembangan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Meliputi 1) studi pendahuluan, 2) pengembangan, dan 3) pengujian. Hasil penelitian 1) pengembangan pengelolaan pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan dengan strategi small group discussion. Langkah-langkah model tersebut yaitu a) pendahuluan, b) penyajian materi substantive, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian tim, e) implementasi kelompok, f) pengujian analogi baru, dan g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan materi lembaga bank dan non bank dengan strategi small group discussion di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta. Hasil penelitian 1) pengembangan pengelolaan pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan dengan strategi small group discussion. Langkah-langkah model tersebut yaitu a) pendahuluan, b) penyajian materi substantive, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian tim, e) implementasi kelompok, f) pengujian analogi baru, dan g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran ekonomi berbasis lingkungan materi lembaga bank dan non bank dengan strategi small group discussion di SMA Muhammadiyah 1 Surakarta.
Pengembangan Model Pembelajaran PPKn Quantum Teaching Berbasis Lingkungan melalui Cooperative Learning di SMA Negeri kota Yogyakarta Nuryati Nuryati; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 6 No 2 (2015): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.052 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v6i2.128

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya guru dalam melaksanakan pembelajaran, kurang memaksimalkan model, dan sumber belajar. Maka tujuan pendidikan tidak tercapai. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui pengembangan model pembelajaran PPKn quantum teaching berbasis lingkungan di SMA Negeri Yogyakarta. Jenis penelitian adalah research and development eksperimen. Subjek ujicoba adalah kelas XI sebanyak 6 kelas. Langkah-langkah model meliputi a) pendahuluan, b) penyajian materi, c) mengajukan, membandingkan dan menjelaskan analogi, d) pengujian analogi tim, e) test individu, f) perayaan, g) penutup. Dapat diketahui bahwa, terdapat peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik melalui implementasi model pembelajaran PPKn quantum teaching berbasis lingkungan melalui cooperative learning.
ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER MATA PELAJARAN PPKn KELAS VII DI SMP MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA Angga Dian Rotama; Tri Wahyu Budiutomo; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 11 No 01 (2020): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.409 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v11i01.314

Abstract

There are 24 out of 40 (60%) items that are classified as easy, 15 out of 40 (37.5%) items that are classified as moderate, and 1 of 40 (2.5%) items that are classified as difficult. The results showed that most of the end of semester PPKn lessons had a distinguishing feature of 31 out of 40 (77.5%) items having high differentiation, 9 out of 40 (22.5%) were medium, and none had Low power difference. Mid-term assessment questions PPKn have a complete check that requires 33 of the 40 (82.5%) choices have distractors working, and 7 out of 40 (17.5%) options have distractors who don't work. This must be fixed, but still waiting for problems that have a fraud that does not need to be repaired by using the deception used.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PPKn ANTI KORUPSI BERBASIS LINGKUNGAN MELALUI COOPERATIVE LEARNING DI SMA/SMK SWASTA KULON PROGO YOGYAKARTA Nuryati Nuryati; Tri Wahyu Budiutomo; Ahmad Nasir Ari Bowo
Academy of Education Journal Vol 8 No 1 (2017): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.151 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v8i1.333

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui penerapan pembelajaran PPKn yang dilaksanakan di SMA/SMK Swasta Kulon Progo Yogyakarta, 2) mengembangkan model pembelajaran PPKn Anti Korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di SMA/SMK swasta Kulon Progo Yogyakarta, 3) penerapan model pembelajaran PPKn Anti Korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di SMA/SMK swasta Kulon Progo Yogyakarta, 4) peningkatan pemahaman konsep dan prestasi akademik siswa setelah penerapan model. Pendekatan penelitian adalah research and development. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa SMA/SMK Swasta Kulon Progo Yogyakarta antara lain SMK Maarif 1 Wates, SMA Muhammadiyah Wates, SMK PGRI, SMK Maarif 3, SMA Bopkri, sebagai populasi uji coba. Tahapan pengembangan pendekatan deskriptif kualitatif, meliputi 1) studi literatur, 2) studi lapangan, 3) deskripsi dan analisis temuan lapangan. Hasil penelitian 1) Di beberapa SMA/SMK di Kulon Progo dalam penyampaian materi PPKn oleh guru dapat diketahui antara lain a) Persiapan guru masih kurang. b) Guru belum sepenuhnya mengimplementasikan nilai anti korupsi. c) Pembelajaran kebanyakan di laksanakan di dalam kelas. d) Model yang di pakai oleh guru adalah ceramah, diskusi dan presentasi. e) guru belum mengembangkan model dengan maksimal. dan f) guru jarang melakukan display ruang kelas. 2) Langkah-langkah pengembangan model pembelajaran PPKn anti korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning yaitu: a) tahap pendahuluan meliputi pemberian salam dan doa, menanyakan keadaan siswa, ice breaking, memotivasi siswa (nilai anti korupsi jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli). b) tahap inti pembelajaran meliputi: penyajian secara umum, pengajuan membandingkan dan menjelaskan analogi, analogi tim, dan pengajuan analogi baru (nilai anti korupsi: jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli). c) tahap penutup meliputi konfirmasi, kesimpulan dan tindak lanjut pertemuan berikutnya (nilai anti korupsi: jujur, disiplin, tanggung jawab, dan peduli). 3) Implementasi model pembelajaran PPKn anti korupsi berbasis lingkungan melalui cooperative learning di lakukan beberapa tahap. Pertama kali adalah tahap uji coba terbatas. Uji coba terbatas di terapkan pada kelas X TKR 2 SMK Maarif 1. Masih ada kekurangan dalam penerapan pada uji coba terbatas. tahap kedua adalah uji coba lebih luas diterapkan pada kelas X TKJ 1 SMK Maarif 1 dan kelas X SMA Muhammadiyah. Pada tahap ini pengajar sudah mampu menerapkan dengan baik. terakhir adalah tahap uji validasi pada kelas X AP SMK PGRI, kelas X AK SMK PGRI, X TSM SMK Maarif 3, X TKR SMK Maarif 3, dan SMA Bopkri Kulon Progo Yogyakarta. 4) Uji coba terbatas, uji coba lebih luas dan uji validitas menunjukkan peningkatan Pemahaman konsep siswa sebelum uji coba model adalah 59% setelah uji coba model menjadi 94%, peningkatan pemahaman konsep siswa adalah 35%. Prestasi akademik sebelum ujicoba 70,4% setelah uji coba model 82%. Peningkatan prestasi akademik siswa adalah 11,6%.
PEMANFAATAN MATERI PERJANJIAN KERJA SAMA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PKN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK HOMESCHOOLING Ahmad Nasir Ari Bowo; Intan Kusumawati
Academy of Education Journal Vol 11 No 2 (2020): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.398 KB) | DOI: 10.47200/aoej.v11i2.400

Abstract

Stages of Implementation of the Cooperation Agreement Material as a Learning Media for Becoming Three People. The first stage is planning, tutors make plans to implement learning. The second stage is the implementation stage, containing material on international relations through international cooperation agreements, negotiations, the formulation of texts and endorsements so that the contents of the cooperation agreement are agreed. The third stage is evaluation, for learning the results of learning through affective, psychomotor and cognitive. Furthermore, learning outcomes are obtained. Utilization of cooperation agreement material as a learning medium can improve student learning outcomes in PKN learning. The average percentage of student learning outcomes before action is 28%. Furthermore, after the action in the first cycle increased to 34%. Whereas in the second cycle increased to 38%.