Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

An Overview of Public Anxiety to the COVID-19 Cases in the Arang Limbung, Kubu Raya West Kalimantan Province Rahmawati, Annisa; Usman, Usman; Almumtahanah, Almumtahanah; Kawuryan, Uji; Ariyanti, Sri; Mardiyani, Ridha
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 2 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i2.653

Abstract

COVID-19 or Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS Cov-2) is a global pandemic disease that attacks the respiratory system. Common signs and symptoms of COVID-19 include fever, cough, and shortness of breath. In addition to causing physical health problems, COVID-19 can also affect psychological health problems. Kubu Raya is an area affected by the Covid-19 and ever entered the red zone several times. The cases of COVID-19 will certainly arise anxiety in the community, especially death cases. The respondents were the people of Kubu Raya who were impacted by COVID-19. The study aimed to find out an overview of public anxiety to the impact of COVID-19 in Kubu Raya Regency. The research method was an analytic survey with a cross-sectional design. Sample selection technique used consecutive sampling with 90 respondents. The results of the univariate analysis showed the anxiety using the Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire that more than half of the respondents did not experience anxiety which was 56 people (62.2%). Mild anxiety was experienced by 18 respondents (20%). Followed by severe anxiety of 9 people (10%) and moderate anxiety of 7 people (7.8%). The finding hopefully provides benefits for hospitals and another health services, in the context of planning the development and implementation of nursing actions related to COVID-19. Moreover, it provided an overview of public anxiety. In the end, public anxiety can be minimized.
Analysis of Difficulty in Cognitive Learning Outcomes of Grade X Students on Newton’s Law at Senior High School 3 Wera Almumtahanah, Almumtahanah; Sabaryati, Johri
Journal of Computers for Science and Mathematics Learning Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Computer for Science and Mathematics Learning
Publisher : Scientia Publica Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70232/kjydw303

Abstract

The difficulties students face in solving the problem can be an indicator of the extent to which they have mastered the material. Therefore, it is necessary to identify the causes of these difficulties and find solutions to address them. This study aims to determine the level of difficulty in the cognitive learning outcomes of 10th-grade students on Newton’s laws at SMAN 3 Wera and to identify the factors causing these difficulties. This research is a descriptive study with a qualitative approach, involving a sample of 30 students from class X1 at Senior High School (SMAN) 3 Wera. The data collection methods used include tests, interviews, and documentation, with data analysis involving data reduction and verification or conclusion drawing. Based on the research results and discussion, it can be concluded that: (1) The highest level of difficulty in the cognitive learning outcomes of 10th-grade students is found in the C6 cognitive domain (Evaluation), with only 20% of students able to answer C6 questions. Conversely, the least difficulty is found in the C1 cognitive domain (Understanding), with a success rate of 64.07% and 35.93% of students unable to answer the questions. In the C2 cognitive domain (Understanding), the success rate is 60.83%, in the C3 domain (Application) it is 63.3%, with 36.7% of students unable to answer the questions. The moderate difficulty levels are found in the C4 domain (Analysis) with a success rate of 51.7%, in the C5 domain (Synthesis) with a success rate of 53.3%, and in the C6 domain (Evaluation) with a success rate of 46.6%. (2) The factors causing the difficulties in the cognitive learning outcomes of 10th-grade students in solving problems on Newton’s laws at SMAN 3 Wera are (a) difficulty in understanding the problems in the questions and (b) lack of carefulness and haste.
PENDIDIKAN SEKSUAL DENGAN METODE VIDEO TENTANG UNDERWARE RULES PADA SISWA Amelia, Lince; Rizki Vernanda, Mirani; Almumtahanah, Almumtahanah; Dwi Rahayu, Indah; Puspita, Dinarwulan; Astuti Purnamawati, Ditha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.25

Abstract

Latar Belakang:Kekerasan seksual merupakan tindakan yang mengarah pada seksualitas seseorang dengan unsur paksaan tanpa memandang hubungan pelaku dan korban. Dampaknya sangat serius, terutama bagi anak, mencakup gangguan fisik, mental, sosial, bahkan kematian. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah edukasi melalui program underwear rules, sehingga penting dilakukan pendidikan kesehatan mengenai hal ini pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan seksual menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan underwear rulespada siswa usia 8–9 tahun di SDN 51 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest with control group. Populasi berjumlah 135 siswa, dengan sampel sebanyak 100 siswa yang diambil menggunakan simple random sampling. Hasil: Rerata pengetahuan kelompok intervensi saat pretest adalah 60% (kategori kurang), meningkat menjadi 84% (kategori baik) pada posttest. Sementara kelompok kontrol meningkat dari 57% menjadi 66%. Uji paired sample t-testmenunjukkan p-value 0,000, yang berarti ada pengaruh signifikan setelah intervensi. Uji independent sample t-test juga menunjukkan p-value 0,000, menandakan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Pendidikan seksual menggunakan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang underwear rules. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 8–9 tahun setelah diberikan intervensi video edukatif.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) MENDENGARKAN MUSIK DAN BERNYANYI PADA LANSIA Cau Kim Jiu; Bhakti, Wida Kuswida; Almumtahanah, Almumtahanah; Ariyanti, Sri; Wahyuni, Tri; Kawuryan, Uji; Rahmawati, Annisa; Lukita, Yenni; Masdah, Siti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45116

Abstract

Dampak dari penurunan fungsi kognitif dan sensori pada lanjut usia dapat mencakup berbagai aspek, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Secara kognitif, berdampak pada penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah sehingga menyebabkan gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penurunan fungsi sensori meliputi penurunan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan persepsi sehingga menyebabkan penurunan kemampuan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan menghambat komunikasi. Salah satu cara untuk mengelola situasi ini dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok yang dilakukan oleh perawat kepada lansia dengan tujuan untuk meningkatkan daya ingat, kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi. Peserta kegiatan ini adalah lansia yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi melalui kegiatan bernyanyi dan diskusi melalui cerita masa lalu. Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini serta dapat menyanyikan beberapa lagu kenangan masa lalu serta menceritakan pengalaman masa lalu yang menyenangkan. Beberapa lansia mengatakan terhibur dengan kegiatan ini dan senang bisa bernyanyi bersama-sama. Dapat disimpulkan bahwa jika kegiatan bernyanyi dan mendengarkan musik dilakukan secara rutin diharapkan dapat menstimulus fungsi kognitif, sensori dan menambah rasa percaya diri lansia dalam berinteraksi satu sama lainnya.
Effectiveness of the Demonstration Method in Improving Knowledge of Handling Work Accidents in the Parit Keladi I Village Community Sutrisno, Sutrisno; Masdah, Siti; Wahyuni, Tri; Almumtahanah, Almumtahanah
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 3 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i3.730

Abstract

Workplace accidents pose a serious risk, especially in rural areas where formal occupational safety training is limited or nonexistent. This study investigates the effectiveness of the demonstration method in improving community knowledge and preparedness in handling work related injuries in Parit Keladi I Village. Using a qualitative participatory action research design, the study involved seven informants selected purposively, including farmers, community leaders, and health workers. Data collection methods included in depth interviews, participant observation, and documentation. Prior to the intervention, most participants relied on traditional or instinctive methods to treat injuries, often resulting in improper or delayed care. The introduction of demonstration based training significantly improved their understanding of proper first aid techniques, including wound cleaning, bandaging, and the use of antiseptics. Participants reported increased confidence and readiness to respond to accidents. The training was well received, with strong community engagement and support from local leadership, highlighting the potential for sustainability. The study concludes that the demonstration method is an effective, culturally sensitive approach to safety education in rural settings. It bridges the gap between knowledge and practice and fosters a proactive attitude toward accident prevention. Future efforts should include regular refresher sessions and leadership empowerment to strengthen the culture of safety within the community.
Interaksi Disosiatif, Tingkat Stres, dan Kesejahteraan Mental pada Mahasiswa Keperawatan Sutrisno, Sutrisno; Almumtahanah, Almumtahanah; Pratama, Kharisma; Karimatunnisa, Evisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50725

Abstract

Latar Belakang: Interaksi disosiatif, yang ditandai dengan adanya kompetisi, kontravensi, dan konflik, dapat memengaruhi kondisi psikologis seperti tingkat stres dan kesejahteraan mental pada mahasiswa keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara interaksi disosiatif dengan tingkat stres dan kesejahteraan mental pada mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah sampel 91 mahasiswa keperawatan yang dipilih melalui total sampling. Instrumen penelitian meliputi Skala Interaksi Disosiatif (16 item), Perceived Stress Scale (PSS-10), dan WHO-5 Well-Being Index. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan regresi linier sederhana. Hasil: Interaksi disosiatif berkorelasi negatif dengan kesejahteraan mental (ρ = –0,207; p = 0,049), tetapi tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan tingkat stres (ρ = 0,161; p = 0,127). Analisis regresi menunjukkan bahwa interaksi disosiatif tidak secara signifikan memprediksi stres (R² = 0,024; p = 0,146) maupun kesejahteraan mental (R² = 0,033; p = 0,084). Namun, tingkat stres terbukti berkorelasi negatif secara signifikan dengan kesejahteraan mental (ρ = –0,372; p < 0,001). Kesimpulan: Interaksi disosiatif berhubungan dengan rendahnya kesejahteraan mental, namun tidak berhubungan dengan tingkat stres. Tingkat stres, pada gilirannya, secara signifikan menurunkan kesejahteraan mental. Intervensi yang berfokus pada peningkatan interaksi sosial positif dan manajemen stres direkomendasikan dalam pendidikan keperawatan.
HUBUNGAN FAMILY SUPPORT DENGAN MOTIVASI DAN SELF EFFICACY PADA PASIEN MULTI DRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS (MDR-TB) DI YAYASAN BINA ASRI PONTIANAK Nuratika, Nuratika; Sutrisno, Sutrisno; Almumtahanah, Almumtahanah; Ronas, Mahin Ridlo
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.427

Abstract

Pendahuluan: Multi Drug Resistance (MDR) merupakan jenis resistensi bakteri tuberculosis terhadap beberapa jenis OAT. MDR-TB disebabkan karena terputusnya masa pengobatan dan tidak memenuhi sandar DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) sehingga dapat mengakibatkan kekambuhan yang mengakibatkan terjadinya resistensi sekunder. Masa mengkonsumsi OAT sedikitnya 6 bulan secara rutin. Pengobatan yang membutuhkan waktu yang cukup lama ini menjadi perhatian bagi segala aspek kehidupan bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Family Support dengan Motivasi dan Self Efficacy pada pasien dengan Multidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) di Yayasan Bina Asri Pontianak. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan melakukan analisis dinamika korelasi antar variabel. Sampel yang digunakan sebanyak 33 responden dengan metode accidential sampling. uji statistik menggunkan uji Somers'd dengan derajat kemaknaan α ≤ 0,05. Hasil: Family support memiliki hubungan yang signifikan terhadap motivasi dengan p value=0,018 < α =0,05 dan Family support memiliki hubungan dengan self efficacy dengan p value=0,030 < α =0,05. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara family support dengan motivasi dan self efficacy pada pasien dengan MDR-TB. Diharapkan keluarga dapat mengoptimalkan peran untuk memberikan dukungan kepada pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesembuhan bagi pasien.
Perfusi Perifer Tidak Efektif (Anemia) pada An. A Di Ruang Anak RSUD Dr. Soedarso Pontianak Amelia, Lince; Saputra, Ramdani; Lestari, Lilis; Puspita, Dinarwulan; Rahayu, Indah Dwi; Purnamawati, Dita Astuti; Almumtahanah, Almumtahanah
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2021): JIK-April Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v5i1.307

Abstract

AbstrakAnemia adalah suatu keadaan di dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin dimana berkurangnya sel darah merah (eritrosit) sehingga menyebabkan ketidakmampuan untuk memenuhi  fungsinya  untuk  membawa  oksigen  ke  seluruh  jaringan.  Anemia merupakan penyebab kecacatan kedua tertinggi didunia. Anemia diperkirakan menyumbang lebih dari 68 juta tahun hidup dengan cacat, lebih dari perkiraan untuk depresi berat, penyakit pernapasan kronis dan cedera gabungan. Tujuan Studi kasus ini untuk melakukan asuhan keperawatan pada anemia. Metode subyek penelitian 1 pasien dengan studi kasus selama 3 hari. Penelitian ini menggunakan dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengambil satu sampel sebagai unit analisis. Hasil analisis didapatkan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan studi kasus asuhan keperawatan pada pasien dengan anemia dengan diagnosa utama perfusi perifer tidak efektif, dan setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam dengan masalah perfusi perifer tidak efektif teratasi dengan kriteria yang ditetapkan dengan hasil implementasi yang dilakukan sesuai dengan respon perkembangan klien Kesimpulan: Terdapat 3 diagnosa yang muncul pada kasus. Setelah tindakan keperawatan ketiga masalah tersebut teratasi sebagian. Kata Kunci : Perfusi perifer tidak efektif, anemia
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENGELOLAAN DIARE DENGAN KLASIFIKASI DIARE PADA BALITA Amelia, Lince; Mayang, Mayang; almumtahanah, Almumtahanah; Lukita, Yenni
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.174

Abstract

Background: Diarrhea is the second-leading cause of mortality in children under the age of five. Based on data from the Pontianak City Health Office in 2021, the number of findings was 727 in toddlers. And in 2022, there were as many as 918 findings of diarrhea in toddlers at Gang Sehat Health Center. Mother's factor also affects the occurrence of diarrhea in toddlers. Knowledge is one of the factors causing the high mortality rate due to diarrhea. The importance of maternal knowledge and attitudes in handling diarrheal diseases needs to be discussed because diarrhea that is delayed or improperly handled can cause pain and adverse effects on children, namely infant mortality. Objective: To determine the relationship between mothers' knowledge and attitudes about diarrhea management and the classification of diarrhea in toddlers at the Gang Sehat Health Center. Methods: This study used the accidental sampling method with bivariate analysis using the Chi-Square test. Results: The Chi Square test resulted in a value of 0.934, meaning that the P value > 0.05 indicates that there is no relationship between maternal knowledge and diarrhea classification in toddlers. With the results of the value of 0.443, meaning that the P value > 0.05, there is no relationship between the mother's attitude and diarrhea classification about diarrhea management in toddlers. Conclusion: There is no relationship between knowledge and attitude of mothers with diarrhea classification regarding diarrhea management in toddlers
Perilaku Masyarakat Parit Keladi 1 dalam Usaha Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja Sutrisno, Sutrisno; Ronas, Mahin Ridlo; Safira, Annisa; Almumtahanah, Almumtahanah
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i4.419

Abstract

Workplace accidents are a serious issue in the professional world, including in the agricultural sector, which serves as the primary livelihood for many communities. This research aims to understand community behavior in providing first aid for workplace accidents. Using a qualitative method with an ethnographic approach, this study involved observation, structured interviews, and documentation of four research subjects. The results indicate that the community still relies heavily on traditional treatment methods, such as the use of leaves (Kalanchoe pinnata, Melastoma malabathricum) and banana stem sap to treat wounds. However, there is an awareness of the importance of combining traditional practices with modern medical approaches. In conclusion, although traditional practices remain dominant, there is a need to enhance community skills and knowledge about modern first aid, as well as to integrate traditional practices with modern medical care to improve the effectiveness of handling workplace accidents in the village.