Yuviska, Ike Ate
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri & Kecemasan Pada Persalinan Kala I Dyrahani, Indah; Ermasari, Anissa; Rachmawati, Fijri; Yuviska, Ike Ate
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.14295

Abstract

ABSTRACT Childbirth is sometimes filled with fear and anxiety about pain during labor. Studies conducted in Jordan reported that 92% of parturition experienced bad experiences with their labor including 66% fear and 78% normal labor pain. High pain and anxiety for pregnant women can have a negative impact on the mother and fetus. In addition, pain and anxiety also lead to obstacles in labor and pregnancy complications. Lavender aromatherapy is a non-pharmacological method that is useful for reducing pain, relaxing the mind, reducing tension and anxiety and giving peace to mothers in labor. This study aims to determine the effect of giving lavender aromatherapy to reducing pain intensity and anxiety in the first stage of labor at PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. This type of quantitative research uses a pre-experimental design method with a one group pretest-post test research design. The population in this study were all mothers giving birth in the first stage at PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung with an average number of births per month, namely 85 mothers giving birth. The number of samples in this study were 30 respondents, the sampling technique was Accidental Sampling where the sample was found by coincidence according to the criteria determined by the researcher. The research instrument used the Numeric Rating Scale (NRS) questionnaire and the Likert Anxiety Scale for Childbirth. Conducted in July 2023. Data analysis was univariate and bivariate (Wilcoxon test). The average level of labor pain before being given lavender aromatherapy was 6.33. The average level of labor pain after being given lavender aromatherapy was 4.30. The average level of anxiety before being given lavender aromatherapy was 29.33. The average level of anxiety after being given lavender aromatherapy is 21.63. The results of the Wilcoxon test for labor pain obtained p = 0.000 (p <0.05). And the results of the Wilcoxon test for labor anxiety obtained p = 0.000 (p <0.05).  The conclusion from this study is that there is an effect of giving lavender aromatherapy to reducing the intensity of pain and anxiety in the first stage of labor in the PMB Wirahayu area, S.Tr.Keb Bandar Lampung. This lavender aromatherapy is a good alternative to reduce pain and anxiety in the first stage of labor so that it is hoped that it can be applied to PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Keywords: First Stage, Anxiety, Labor Pain, Lavender AromatherapyABSTRAK Persalinan kadang diliputi oleh rasa takut dan cemas terhadap rasa nyeri saat persalinan. Studi yang dilakukan di Yordania melaporkan bahwa 92% partus mengalami pengalaman buruk terhadap persalinannya di antaranya rasa takut 66% dan nyeri persalinan normal 78%. Nyeri dan kecemasan ibu hamil yang tinggi bisa mengakibatkan dampak yang buruk pada ibu dan janinnya. Selain itu nyeri dan kecemasan juga mengakibatkan hambatan pada persalinan dan komplikasi kehamilan. Aromaterapi lavender merupakan salah satu metode non-farmakologi yang bermanfaat untuk mengurangi rasa nyeri, merilekskan pikiran, menurunkan ketegangan dan kecemasan serta memberi ketenangan pada ibu bersalin.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode pre-eksperimental design dengan desain penelitian one group pretest-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala I di PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung dengan jumlah rata-rata persalinan perbulan yaitu sebanyak 85 ibu bersalin. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, teknik sampling dengan Accidental Sampling dimana sampel berdasarkan kebetulan ditemui cocok dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS) dan Skala Likert Kecemasan Persalinan. Dilakukan pada bulan Juli 2023. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji Wilcoxon). Rata-rata tingkat nyeri persalinan sebelum diberi aromaterapi lavender sebesar 6,33. Rata-rata tingkat nyeri persalinan setelah diberi aromaterapi lavender sebesar 4,30. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberi aromaterapi lavender sebesar 29,33. Rata-rata tingkat kecemasan setelah diberi aromaterapi lavender sebesar 21,63. Hasil uji Wilcoxon nyeri persalinan diperoleh p= 0,000 (p<0,05). Dan Hasil uji Wilcoxon kecemasan persalinan diperoleh p= 0,000 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I di wilayah PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Aromaterapi lavender ini sebagai suatu alternatif yang baik untuk mengurangi nyeri dan kecemasan pada persalinan kala I sehingga diharapkan dapat diterapkan bagi PMB Wirahayu, S.Tr.Keb Bandar Lampung. Kata Kunci: Kala I, Kecemasan, Nyeri Persalinan, Aromaterapi Lavender
Manfaat Nugget Ikan Kembung Untuk Tumbuh Kembang Anak Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi; Suharman, Suharman; Oktaviyani, Dwi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23457

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanggamus, dengan prevalensi 17,1% pada tahun 2023. Intervensi berbasis pangan lokal diperlukan untuk mencegah stunting.Tujuan: Program kerja GENTA (Gemar Nugget Ikan Kembung untuk Tumbuh Kembang Anak) bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan ikan kembung sebagai pangan bergizi.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 di Balai Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus. Peserta berjumlah 25 orang yang terdiri dari kader posyandu, ibu PKK, perangkat pekon, dan masyarakat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi stunting, demonstrasi pembuatan nugget ikan kembung, pretest–posttest, serta penyerahan buku GENTA. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test.Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 43,16 (pretest) menjadi 46,04 (posttest) dengan selisih 2,88 poin (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan kegiatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan peserta. Produk nugget ikan kembung mendapat respon positif, terutama karena lebih disukai anak-anak dibanding ikan segar.Kesimpulan: Program kerja GENTA efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan pemanfaatan pangan lokal.Saran: Disarankan pengembangan diversifikasi olahan ikan kembung, pendampingan pemasaran, dan penelitian lebih lanjut terkait dampak konsumsi nugget ikan terhadap status gizi anak.
A Descriptive Statistics Study Of Knowledge Among First-Trimester Pregnant Women On Ginger Aromatherapy To Reduce Emesis Gravidarum Pratiwi, Dea Ayu; Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24143

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil terutama pada trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis ibu. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis yang aman dan efektif adalah penggunaan aromaterapi jahe. Berdasarkan data di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung, diketahui bahwa masih banyak ibu hamil trimester pertama yang belum memahami manfaat aromaterapi jahe untuk mengurangi keluhan mual muntah selama kehamilan.  Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester pertama tentang aromaterapi jahe dalam mengurangi emesis gravidarum di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester pertama di Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung pada bulan April–Mei 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 35 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pengetahuan responden.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tergolong cukup sebanyak 16 orang (45,7%), kategori baik sebanyak 13 orang (37,1%), dan kategori kurang sebanyak 6 orang (17,1%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang aromaterapi jahe, namun belum sepenuhnya memahami manfaat, mekanisme kerja, dan keamanan penggunaannya secara menyeluruh.Kesimpulan: Gambaran pengetahuan ibu hamil trimester pertama tentang aromaterapi jahe di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung tahun 2025 sebagian besar berada pada kategori cukup. Diperlukan edukasi dan penyuluhan berkelanjutan oleh tenaga kesehatan mengenai penggunaan aromaterapi jahe yang tepat dan aman sebagai terapi non-farmakologis dalam mengatasi emesis gravidarum. Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester I, Aromaterapi Jahe, Emesis Gravidarum ABSTRACT Emesis gravidarum is a common complaint experienced by pregnant women, especially in the first trimester, characterized by nausea and vomiting that can affect the mother’s physical and psychological condition. One of the safe and effective non-pharmacological alternatives to reduce nausea and vomiting is ginger aromatherapy. Based on data from the Way Kandis Community Health Center in Bandar Lampung City, many first-trimester pregnant women still have limited knowledge about the benefits of ginger aromatherapy as an alternative therapy for nausea and vomiting during pregnancy.Objective: To describe the level of knowledge of first-trimester pregnant women about ginger aromatherapy in reducing emesis gravidarum at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2025.Method: This research used a descriptive quantitative method. The population consisted of all first-trimester pregnant women at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, during April–May 2025. The sampling technique was total sampling, with a total of 35 respondents. The research instrument was a questionnaire, and the data collected included both primary and secondary data. The data were analyzed descriptively to describe respondents’ levels of knowledge.Result: The results showed that 16 respondents (45.7%) had a moderate level of knowledge, 13 respondents (37.1%) had a good level of knowledge, and 6 respondents (17.1%) had a low level of knowledge. These findings indicate that most pregnant women have a moderate understanding of ginger aromatherapy but do not fully comprehend its benefits, mechanisms, and safety of use.Conclusion: The description of first-trimester pregnant women’s knowledge about ginger aromatherapy at the Way Kandis Community Health Center, Bandar Lampung City, in 2025 showed that most respondents had a moderate level of knowledge. It is recommended that continuous education and counseling be provided by health workers regarding the correct and safe use of ginger aromatherapy as a non-pharmacological effort to reduce nausea and vomiting during early pregnancy. Keywords: Knowledge, Pregnant Women, Ginger Aromatherapy, Emesis Gravidarum
Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus) And Honey (Mellis) For Improving Hemoglobin Levels In Anemic Pregnant Women Julianti, Santika; Yuliasari, Dewi; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.24295

Abstract

Background: Anemia during pregnancy is a common health problem that can seriously affect both the mother and fetus. Non-pharmacological interventions, such as consuming iron-rich foods and vitamin C, including dragon fruit and honey, are one strategy to address this condition.Objective: This study aimed to determine the effect of dragon fruit juice (Hylocereus polyrhizus) and honey (Mellis) consumption on increasing hemoglobin (Hb) levels in anemic pregnant women.Methods: A pretest-posttest design with a control group was used. The sample consisted of 34 anemic pregnant women at Puskesmas Hajimena, South Lampung, selected through total sampling. The intervention involved daily consumption of dragon fruit juice and honey for a specified period. Data were analyzed using statistical tests to compare Hb levels before and after the intervention.Results: A significant increase in Hb levels was observed after administering dragon fruit juice and honey. Statistical analysis showed a meaningful effect on hemoglobin levels (p 0.05).Conclusion: Daily consumption of dragon fruit juice and honey significantly increases hemoglobin levels in anemic pregnant women. This natural intervention can be a safe and effective complementary strategy to prevent and treat anemia during pregnancy.Keywords: Dragon fruit, honey, anemia, pregnant women
The Relationship Between Knowledge About Anemia And Compliance With Iron Tablet Consumption Among Adolescents Hombing, Yuniarti Br Hombing Br; Susilawati, Susilawati; Yuviska, Ike Ate
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.22818

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia di SMPN 07 Pesawaran tercatat sebesar 36,9% di kalangan siswi. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan dari Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Puskesmas Roworejo di SMPN 07 Pesawaran pada Januari 2025, ditemukan bahwa 31 siswi (36,9%) didiagnosis menderita anemia, diklasifikasikan sebagai ringan atau sedang. Dampak anemia di SMPN 07 Pesawaran terlihat dari beberapa keluhan yang sering dilaporkan oleh siswi, seperti mudah lelah, kesulitan berkonsentrasi selama pelajaran, dan sering mengantuk di kelas. Beberapa guru juga melaporkan bahwa beberapa siswi sering mengalami pusing atau bahkan pingsan selama upacara bendera atau kegiatan fisik lainnya.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi tablet Fe di kalangan remaja di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh 242 siswi di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, dengan sampel sebanyak 151 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui metode univariat dan bivariat (uji chi-square).Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 85 responden (56,3%) memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 119 responden (78,8%) menunjukkan kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet Fe. Hubungan yang signifikan diidentifikasi antara pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan terhadap konsumsi tablet Fe di kalangan remaja di SMPN 07 Pesawaran, Kabupaten Pesawaran, pada tahun 2025 (nilai p = 0,013). Disarankan agar petugas kesehatan membangun kolaborasi berkelanjutan antara puskesmas dan sekolah, khususnya melalui program PKPR (Pusat Kesehatan Remaja) dan UKS (Unit Kesehatan Sekolah). Kolaborasi dengan guru sebagai pengawas dan fasilitator juga penting untuk mendukung program konsumsi tablet Fe di sekolah.Kesimpulan: Pengetahuan yang lebih baik berhubungan dengan kepatuhan yang lebih tinggi dalam konsumsi tablet Fe. Namun, secara keseluruhan kepatuhan masih rendah.Saran: Pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah dan pusat kesehatan melalui program PKPR dan UKS diperlukan. Guru harus berperan sebagai pengawas dan fasilitator dalam program konsumsi tablet Fe rutin di sekolah. Kata kunci: Anemia, kepatuhan konsumsi tablet Fe, pengetahuan, remaja ABSTRACT Background: The prevalence of anemia at SMPN 07 Pesawaran was recorded at 36.9% among female students. Based on examinations conducted by health workers from the Technical Implementation Unit (UPTD) Roworejo Community Health Center at SMPN 07 Pesawaran in January 2025, it was found that 31 female students (36.9%) were diagnosed with anemia, classified as either mild or moderate. The impact of anemia at SMPN 07 Pesawaran was evident from several complaints frequently reported by students, such as easy fatigue, difficulty concentrating during lessons, and frequent drowsiness in class. Several teachers also reported that some students often experienced dizziness or even fainted during flag ceremonies or other physical activities.Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge of anemia and compliance with Fe tablet consumption among adolescents at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, in 2025.Methods: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The population consisted of all 242 female students at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, with a sample of 151 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate methods (chi-square test).Results: The results showed that 85 respondents (56.3%) had good knowledge, while 119 respondents (78.8%) demonstrated low compliance with Fe tablet consumption. A significant relationship was identified between knowledge of anemia and compliance with Fe tablet consumption among adolescents at SMPN 07 Pesawaran, Pesawaran Regency, in 2025 (p-value = 0.013). It is recommended that health workers establish ongoing collaboration between community health centers and schools, particularly through PKPR (Youth Care Health Services) and UKS (School Health Unit) programs. Collaboration with teachers as supervisors and facilitators is also essential to support the Fe tablet consumption program in schools.Conclusion: Better knowledge is associated with higher compliance in Fe tablet consumption. However, overall compliance remains low.Suggestion: Continuous education and collaboration between schools and health centers through PKPR and UKS programs are necessary. Teachers should serve as supervisors and facilitators in routine Fe tablet consumption programs in schools. Keywords: Anemia, Fe tablet consumption compliance, knowledge, adolescents