Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI DESA WIYONO KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2023 Yanti, Yulistiana Eva; Putri, Ratna Dewi; Maternity, Dainty; Hatta, Muhammad
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10266

Abstract

ABSTRAKAngka kejadian anemia di Indonesia masih tinggi. Berbagai alasan dikemukakan oleh para remaja mengapa tidak mengkonsumsi gizi seimbang karena diet ketat dan belum memahamidampak buruknya anemia. Tujuan kegiatan diharapkan remaja dapat mengerti tentang anemia pada remaja dan dampak anemia.Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 06 Februari 2023. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kepada para remaja tentang anemia dan cara mengatasinya di Desa Wiyono Kabupaten Pesawaran dengan metode penyuluhan menggunakan power point. Terdapat pengaruh signifikan Pada pengetahuan remaja sebelum dan sesudah penyuluhan anemia pada remaja. Dengan demiklan, pemberian edukasi dapat memberikan peningkatan pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan anemia saat remaja.Kata kunci : anemla remaja, tingkat pengetahuan, penyuluhan.
Pemberian Fe Dan Madu Dengan Peningkatan Hb Pada Ibu Hamil TM II Simarmata, Agata Pipit; Yanti, Yulistiana Eva; Putri, Ratna Dewi
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i1.1113

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin/bayi saat kehamilan maupun setelahnya. Madu mengandung zat besi (Fe), yang merupakan mikromineral yang sangat penting di dalam tubuh karena dapat berfungsi sebagai pembentuk sel darah merah. Tujuan penelitian diketahui  pengaruh pemberian Fe dan madu dengan peningkatan HB pada ibu hamil di Puskesmas Terbanggi Subing Kabupaten Lampung Tengah  Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian metode quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretes-post test design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 30 responden, teknik sampling menggunakan purposive samplin, analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-tes.Hasil : Rerata Hb Ibu Hamil Trimester II Sebelum Diberi Madu dengan Mean 10,367, sesudah Diberi Madu dengan Mean 11,097. Hasil uji statistik didapatkan nilai P-value = 0.000 (<0,05) yang artinya terdapat Pengaruh Pemberian Fe Dan Madu Dengan Peningkatan HB Pada Ibu Hamil TM II. Bagi  Bidan  dapat memberikan informasi kepada ibu hamil bagaimana cara meningkatkan HB dengan mengkonsumsi maduKesimpulan : P-value = 0.000 (<0,05) yang artinya terdapat Pengaruh Pemberian Fe Dan Madu Dengan Peningkatan HB Pada Ibu Hamil TM II Di Puskesmas Terbanggi Subing Kabupaten Lampung Tengah  Tahun 2020 Kata Kunci                             : Madu, Tabel FE, Hemoglobin Ibu Hamil OF HB IN THE PREGNANT WOMEN IN AREA DISTRIC INDONESIA IN THE PUSKESMAS TERBANGGI SUBING DISTRICT CENTRAL LAMPUNG YEAR 2020Bacground : Anemia in pregnant women may increase the risk of premature birth, maternal and child deaths, and infectious diseases. Iron deficiency Anemia can affect the growth and development of the fetus/infant during pregnancy and thereafter. Honey contains iron (FE), which is a very important micromineral in the body because it can serve as the forming of red blood cells. The purpose of research is known to influence the administration of Fe and honey with the increase of HB in pregnant women in the Puskesmas Terbanggi Subing District of central Lampung in 2020.Methods: This type of quantitative study, the research design of experimental quasi method with one group Pretes-post test design approach. The population and samples in this study were all pregnant mothers of 30 respondents, sampling techniques using purposive samplin, data analysis of univariate and bivariate using T-tests.Result: Average pregnant mother II Trimester before given honey with Mean 10.367, after given honey with Mean 11.097. Statistical test results obtained the value of P-value = 0.000 (< 0.05) which means the effect of administering and honey with the increase of HB in the pregnant women TM II. For midwives can give information to pregnant women how to increase HB by consuming honey.Conclusion: P-Value = 0.000<(<0.05) which means that there is an effect of giving iron and honey with an increase in HB TM II pregnant at Puskesmas Terbanggi Subing, Central Lampung Regency in 2020.Keywords            : Honey, FE table, pregnant women's Hemoglobin
Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Lamanya Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Multigravida Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang R, Leni Novaria; Kurniasari, Devi; Astriana, Astriana; Putri, Ratna Dewi
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i2.1179

Abstract

Latar Belakang : Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva, dan lebih dari 18 jam pada multigradiva, dengan angka kejadian 4,3%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontraktilitas uterus antara lain dengan stimulasi puting susu.Tujuan : Tujuan penelitian diketahui pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021.Metode : Penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperimen. Populasi ibu bersalin multigravida sebanyak 95 orang dengan sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang diberikan intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian rangsangan puting susu dan lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan partograf dan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil dan Kesimpulan : Hasil penelitian rata-rata lamanya persalinan kelompok intervensi adalah 138,6 menit sedangkan rata-rata lamanya persalinan kelompok kontrol adalah 156,6 menit. Ada pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan puskesmas menerapkan asuhan sayang ibu dengan membuat standar prosedur operational (SPO) rangsangan putting susu menjadi SPO tetap di wilayah kerja Puskesmas. ABSTRACTBackground : Prolonged labor is labor that lasts more than 24 hours in primigravidas, and more than 18 hours in multigrades, which is one of the leading causes of maternal and newborn mortality. Interventions that can be done to increase uterine contractility include acupressure, artificial membrane rupture and nipple stimulation. Nipple stimulation is a technique that can encourage an initial contraction by doing a circular motion, rubbing or gently massaging the area around the nipple. Objectife : The purpose of the study was to determine the effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Work Area of the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in 2021.Methods : This type of quantitative research with a true experimental approach. The population of this study was 95 multigravida mothers with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the kontrol  group. The object of this research is nipple stimulation and duration of active phase I labor in multigravida. The research was carried out in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in June - July 2021. The data was collected using partographs and observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate.Results and Conclusion : The results of the study the average length of labor in the intervention group was 148.6 hours/minute while the average length of labor in the kontrol  group was 170.5 hours/minute. There is an effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center Work Area in 2021 with a p-value = 0.010. Suggestion: It is hoped that for the next pregnancy the patient can use nipple stimulation as an effort to increase contractions.
The Combination Of Marmet Technique And Oxytocin Massage For Smooth Production Of Breast Milk For Postpartum Mother Nasir, Farizka Agnetia; Putri, Ratna Dewi; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i1.5216

Abstract

Latar belakang Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. Persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif di Lampung Selatan pada tahun 2017 sebesar 59,7% (5.645 bayi) menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 74,9% (6.494 bayi). Artinya capaian ASI eksklusif belum melampaui target 100%. Capaian ASI eksklusif tertinggi terdapat di Puskesmas RI Penengahan yaitu sebesar 81% sedangkan capaian puskesmas yang masih di bawah target yaitu Puskesmas Bakauheni (23%). Di wilayah Tanjung Bintang capaian bayi yang menyusui kurang dari 6 bulan atau mendapat ASI eksklusif pada tahun 2017 sebesar 66%.Tujuan : Diketahui efektivitas kombinasi pemberian teknik marmet dan pijat oksitosin   untuk kelancaran proses produksi ASI di Wilayah Desa Jatibaru, Tanjung Bintang Lampung Selatan.Metodologi Penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan Posttest Only Control Group Design. Populasi adalah seluruh ibu nifas di Wilayah Desa Jati Baru Tanjung Bintang Lampung Selatan yang datang saat dilakukan penelitian sebanyak 45 orang dan sampel sebanyak 36 orang pada saaat bulan Mei-Juni 2021. teknik sampling menggunakan consecutive sampling, analisa data univariat dan bivariat menggunakan t-tes independen.Hasil :  Hasil uji statistik menggunakan tes-independen didapat nilai p-value  0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh kelancaran produksi ASI pada kelompok yang diberi kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin.Kesimpulan: Kelancaran produksi ASI dilihat dari berat badan bayi pada kelompok ibu yang diberikan kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin dengan rerata 3886,67 Kg pada hari ke 8.Saran : Penelitian dapat manfaatkan bagi ibu nifas menyusui di Wilayah Desa Jatibaru, Tanjung Bintang, Lampung Selatan untuk mengetahui cara menambah kelancaran Produksi ASI. Kata Kunci : Teknik Marmet, Pijat Oksitosin, Kelancaran Produksi ASI ABSTRACT Purpose : To know the effectiveness the combination of giving marmet technique and oxytocin massage for smooth the process of breast milk production in Jatibaru Village, Tanjung Bintang, South Lampung.Research Methodology : This study is using quantitative type when the design of the study is quasi experiment with posttest only control group design. The population is all postpartum mothers in Jati Baru Village,Tanjung Bintang, Lampung Selatan who came during a study that were 45 people and the sample is 36 people during  May until June 2021. The sampling techniques is using consecutive sampling for this study, when univariate and bivariate data analysis using independent t-tests.Result : The results of statistical tests using independent tests get a p-value is 0.000 (α<0.05) which means that there is an effect of smooth milk production in the group given a combination of marmet techniques and oxytocin massage.Conclusion The smooth production of breast milk seen from the baby's weight in the group of mothers who were given a combination of marmet technique and oxytocin massage with a mean of 3886.67 Kg on the 8th dayContribution : The study can be used for breastfeeding mothers in the Jatibaru Village, Tanjung Bintang, South Lampung to find out how to increase the smoothness of breast milk production. Keywords :  Marmet Technique, Oxytocin Massage, Smooth Production of Breast Milk 
The Effect Of Giving Lavender Aromatherapy On Dymenorrhea In Women Students Wulandari, Ayu; Sunarsih, Sunarsih; Putri, Ratna Dewi; Maternity, Dainty
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.8097

Abstract

Angka kejadian nyeri haid di seluruh dunia masih sangat besar, persentase kejadian nyeri haid di dunia rata-rata lebih dari 50% atau berkisar 15,8-89,5% wanita di setiap negara mengalami nyeri haid. Prevalensi nyeri haid di Amerika diperkirakan sebesar 45-90%, kemudian di India sebesar 75% dan di Mesir angka prevalensinya diperkirakan sebesar 75%. MA Muhammadiyah Sukarame dengan melihat data 1 tahun terakhir pada tahun 2021 sebanyak 215 responden, dengan rata-rata nyeri bulanan sebanyak 42 remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada siswi MA Muhammadiyah Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2022.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan desain penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. subjeknya adalah siswa MA Muhammadiyah, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 April sampai dengan 30 Juli 2022. Variabel independennya adalah aromaterapi lavender dan dismenore dependen. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji Man Witney.Skala nyeri sebelum dilakukan teknik aromaterapi lavender dengan rata-rata sebesar 7,67 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori berat. Kelompok kontrol dengan rata-rata 8,60 yang berarti sebagian besar remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori berat. Skala nyeri setelah dilakukan teknik aromaterapi lavender dengan rata-rata 1,62 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dalam kategori ringan. Posttest kontrol dengan rata-rata 3,93 yang berarti sebagian remaja putri mengalami nyeri dismenore dengan kategori ringan. Hasil uji statistik Man Witney diperoleh p-value sebesar 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada remaja putri. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Dismenore, Remaja Putri ABSTRACT The incidence of pain throughout the world is still very large, the percentage of pain incidence in the world  is on average more than 50% or around 15.8-89.5% women in every country experience menstrual pain. The  prevalence of pain in the United States is estimated at 45-90%, then in India it is 75% and in Egypt the prevalence  rate has been estimated at 75%. MA Muhammadiyah Sukarame by looking at data for the last 1 year in 2021 as  many as 215 respondents, with an average monthly pain of 42 young women. The purpose of this study was to  determine the effect of giving lavender aromatherapy on dysmenorrhea in female students at MA  Muhammadiyah Sukarame, Bandar Lampung City in 2022.This type of research is quantitative. With a quasi-experimental research design with a nonequivalent  control group design. the subject is a female student at MA Muhammadiyah, the sampling technique uses  purposive sampling. The study was carried out on April 28 to July 30, 2022. The independent variables were lavender aromatherapy and the dependent dysmenorrhea. Data analysis used univariate and bivariate using Man Witney test.The pain scale before the lavender aromatherapy technique was carried out with a  mean of 7.67, which means that some young women experience dysmenorrhea pain in the severe category. The control group with a mean of 8.60 which means that most of the young women experience dysmenorrhea pain in the severe category. The pain scale after the lavender aromatherapy technique was carried out with a mean of 1.62, which means  that some young women experience dysmenorrhea pain in the mild category. Posttest control with a mean of 3.93, which means that some young women experience dysmenorrhea pain in the mild category. The results of the man Witney statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), which means that there is an effect of giving lavender aromatherapy to dysmenorrhea in adolescent girls. For MA teachers, Keywords : Lavender Aromatherapy, Dysmenorrhea, Female Students 
Pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap produksi asi pada ibu nifas Safarringga, Amilya; Putri, Ratna Dewi
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 1 No. 1 (2023): Edition December 2023
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v1i1.140

Abstract

Pendahuluan: ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada enam bulan pertama bayi baru lahir tanpa adanya makanan pendamping lain. Pemberian ASI eksklusif 6 (enam) bulan merupakan investasi terbaik bagi kesehatan dan kecerdasan anak, manfaat pemberian ASI eksklusif sesuai dengan salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pada 2030, mengurangi angka kematian ibu hingga di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan hasil Prasurvey pada Bulan Januari-Maret di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar ibu nifas sebanyak 438 orang. Seangkan berdasarkan hasil prasurvey yang telah peneliti lakukan di BPS Eliana Putriani,Amd,Keb Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan Tahun 2019 pada Bulan Januari Tahun 2019, terdapat 46 ibu nifas, dimana dari 10 ibu nifas, dimana 6 (60%) ibu nifas tersebut produksi ASI nya tidak lancar, dan 4 (40%) ibu nifas ASI nya lancar. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Metode: Jenis penelitian kuantitaif desaind Quasy experimental dengan pendekatan two group pretest posttest design. Populasi yaitu seluruh ibu nifas sebanyak 46 orang. Sampel yaitu ibu nifas pada saat dilakukan penelitian yang memenuhi kriteria sampel yaitu sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan data dengan menggunakan purpossive sampling. Analisadata yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat, analisa data bivariat menggunakan uji T-test Independent. Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata produksi ASI sebelum konsumsi ekstrak daun kelor sebesar 68,33 ml, setelah konsumsi daun kelor sebesar 105,00 ml. pada kelompok kontrol sebelum konsumsi placebo sebesar 68,67 ml setelah konsumsi placebo sebesar 80,00 ml. Simpulan: Ada Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas dengan p-value 0,000 < (0,05). Saran kepada para ibu menyusui tentang upaya meningkatkan produksi ASI melalui konsumsi ekstrak daun kelor, menambah informasi dan pengetahuan serta dapat juga dengan cara mengkonsumsi ekstrak daun kelor sebagai sayur bening, urap sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan.
Differences Of The Effectiveness Of Health Explanation Methods And The Use Of The Adolescent Health Kader KIE Book Toward The Knowledge Of Adolescents At Posyandu, Mustilah, Feni; AnggrainI, AnggrainI; Putri, Ratna Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17503

Abstract

Background: Adolescent reproductive health is an interesting topic in various circles, especially in Indonesia. There are cases of teenage pregnancy at school age, namely 15 years and having to drop out of school, there are also teenagers who get married at the age of 16 years with a 16 year old peer partner. Lack of knowledge and education about Reproductive Health is one of the triggers for these things.The purpose of the study: To find out the difference in adolescent knowledge in Sipatuhu Village, Banding Agung District, South Oku Regency in 2021, before and after being given counseling on the lecture method and with the IEC Book of Adolescent Health Cadres.Research method: This type of research is quantitative, with a quasi-experimental method with a two-group design, pre-test and post-test. Which examines the differences in the effectiveness of health counseling with the lecture method and the use of the IEC book for adolescent health cadres on adolescent knowledge at the posyandu, Sipatuhu Dua village, South OKU district, South Sumatra in 2021. The population and sample are 50 people and use purposive sampling technique. This data was taken using a questionnaire, data analysis was univariate (mean) and bivariate (t-test).Results: The results obtained in the lecture method the average value of adolescent knowledge increased by 3,000 with a standard deviation of 1.384. Meanwhile, with the book method, the average value of adolescent knowledge increased by 3.120 with a standard deviation of 1.590. The results of statistical tests using an independent T-test in the lecture method group showed a p-value of 0.000, at a value of 0.05, p-value <0.05. In the book method group, it shows a p-value of 0.000, at a value of 0.05, p-value <0.05. So it was concluded that there was a significant difference in posttest scores between the lecture method group and the book method group. This shows that health education using the book method is more effective. Suggestions for youth, encourage them to take part in various activities and organizations such as youth posyandu, to gain more knowledge related to adolescent reproductive health.Keywords         : lecture and book method counseling, adolescent knowledge, adolescent reproductive health  ABSTAKLatar Beakang : Kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu topik yang menarik di berbagai kalangan, terutama menjadi hal penting di Indonesia. Adanya kasus kehamilan remaja pada usia sekolah yaitu 15 tahun dan harus putus sekolah, ada juga remaja yang menikah pada usia 16 tahun denagn pasangan sebaya berusia 16 tahun juga.Kurangnya pengetahuan dan pendidikan tentang Kesehatan Reproduksi menjadi salah satu  pemicu terjadinya hal-hal tersebut. Tujuan penelitian : Diketahui perbedaan  pengetahuan remaja Di Desa Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan Tahun 2021,sebelum dan sesudah diberi penyuluhan metode ceramah dan dengan Buku KIE Kader kesehatan remaja.Metode penelitian : Jenis penelitian kuantitatif, dengan metode  quasi experiment  dengan design two group, pre test post test. Yang meneliti tentang perbedaan efektivitas penyuluhan kesehatan metode ceramah dan penggunaan buku KIE kader kesehatan remaja terhadap pengetahuan remaja di posyandu desa sipatuhu Dua kabupaten OKU Selatan SUMSEL tahun 2021. Jumlah Populasi dan sampel sebanyak 50 orang dan menggunakan teknik purposive sampling. Data ini diambil menggunakan kuisioner, analisa data secara univariat (rata-rata) dan bivariat ( t-test)Hasil : Hasil penelitian didapat pada metode ceramah nilai rata-rata pengetahuan remaja meningkat sebesar 3,000 dengan standar deviasi sebesar 1,384. Sedangkan dengan metode buku nilai rata-rata pengetahuan remaja meningkat sebesar 3,120 dengan standar deviasi sebesar 1,590. Hasil uji statistika dengan menggunakan uji T independen pada kelompok metode ceramah menunjukkan nilai p-value 0,000, pada nilai α 0,05, p-value < 0,05. Pada kelompok metode buku, menunjukkan nilai p-value 0,000, pada nilai α 0,05, p-value < 0,05. Sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan nilai posttest antara kelompok metode ceramah dengan kelompok metode buku. Hal ini menunjukkan penyuluhan kesehatan dengan metode buku lebih efektif. Saran bagi remaja,anjurkan remaja untuk mengikuti berbagai kegiatan dan organisasi seperti posyandu remaja, untuk mendapatkan pengetahuan lebih banyak terkait kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci          :      penyuluhan metode ceramah dan  buku,Pengetahuan remaja,kesehatan reproduksi remaja
PENGARUH MUROTTAL DENGAN KECEMASAN PERSALINAN KALA I PADA IBU PRIMIPARA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY DENTE KABUPATEN TULANG BAWANG Yulianti, Ria; Sari, Dewi Yulia; Putri, Ratna Dewi; Sari, Nita Evriana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i2.4934

Abstract

Background: Anxiety facing labor is felt by all pregnant women, especially primigravida. In Indonesia, it was found that primigravida mothers experienced severe anxiety reaching 83.4% and moderate anxiety by 16.6% while in multigravida mothers, severe anxiety was 7%, moderate anxiety was 71.5 %, and mild anxiety 21.5%. The purpose: this study is to know the effect of murottal with first stage labor anxiety in primiparous mothers in the working area of the Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021.Methods: This research was conducted with a quantitative approach. Non-equivalent quasi-experimental analytical research design. The population in this study were all mothers who were about to give birth in the work area of the Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency totaling 44. The sample in this study amounted to 15 respondents in the control group and 15 respondents in the intervention group. The object of this research is: Murotaal therapy for labor anxiety. The time of the research was carried out in March-July 2021. Data collection used an observation sheet. Analysis with univariate and bivariate (T-Test).Results: It is known that the average anxiety before being given murottal is 54.27 and after being given it is 27.00. It is known that the average anxiety before being given care is 51.67 and after being given care is 35.87. Conclusion: There is a Murottal Effect with First Stage Labor Anxiety on Primiparous Mothers in the Working Area of Way Dente Health Center, Tulang Bawang Regency in 2021 p-value 0.000. Suggestions: expected to make promotive efforts for midwifery services so that related institutions can pay more attention to techniques for reducing anxiety during childbirth. Keywords: Murottal, Anxiety, Labor, Primipara ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan mengadapi persalinan dirasakan seluruh ibu hamil khususnya primigravida, Di Indonesia didapatkan bahwa ibu primigravida mengalami kecemasan tingkat berat mencapai 83,4% dan kecemasan sedang sebesar 16,6% sedangkan pada ibu multigravida didapatkan kecemasan tingkat berat 7%, kecemasan tingkat sedang 71,5%, dan cemas ringan 21,5%.Tujuan penelitian: diketahui Pengaruh Murottal  Dengan Kecemasan Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara Di Wilayah Kerja  Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian analitik quasi eksperimen non equivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang akan bersalin di Wilayah kerja Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang berjumlah 44. Sampel pada penelitian ini berjumlah 15 responden pada kelompok kontrol dan 15 responden pada kelompok intervensi. objek dalam penelitian adalah: terapi murotaal terhadap kecemasan persalinan. Waktu peneltian dilaksanakan pada bulan Maret- Juli 2021.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa dengan univariat dan bivariat (T-Tes).Hasil: Diketahui rata-rata kecemasan sebelum diberikan murottal adalah 54,27 dan setelah diberikan adalah 27,00. Diketahui rata-rata kecemasan sebelum diberikan asuhan adalah 51,67 dan setelah diberikan asuhan adalah 35,87.Kesimpulan: Ada Pengaruh Murottal  Dengan Kecemasan Persalinan Kala I Pada Ibu Primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Way Dente Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2021 p-value 0,000.Saran: diharapkan melakukan upaya promotif bagi pelayanan kebidanan sehingga institusi terkait bisa lebih memperhatikan teknik penurunan kecemasan pada saat persalinan. Kata Kunci : Murottal, Kecemasan, Persalinan, Primipara
KONSUMSI BUAH PEPAYA PADA IBU MEMPENGARUHI BERAT BADAN BAYI USIA 24 – 40 HARI PADA IBU MENYUSUI EKSKLUSIF Anggraini, Dinda Mutia; Putri, Ratna Dewi; Anggraini, Anggraini; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5167

Abstract

ABSTRACT PAPAYA CONSUMPTION IN MOTHERS AFFECTS THE WEIGHT OF INFANTS AGED 24 – 40 DAYS IN EXCLUSIVE BREASTFEEDING MOTHERS Background One of the traditional plants that can increase breast milk production and can increase baby's weight is papaya. Papaya as a fruit that contains laktagogum is a tropical fruit known as Caricapepaya. Papaya fruit is also one type of fruit that has a high nutritional content and is rich in health benefits. The purpose of this study was the Effect of Papaya Consumption in Mothers on Baby Weights aged 24-40 Days in Exclusive Breastfeeding Mothers at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District, North Lampung Regency in 2021.Methods The type of research used is quasi-experimental with the post-test with control group experimental method. The population in this study were all breastfeeding mothers who had babies aged 24-40 days from February - March 2021, totaling 30 respondents, and a sample of 30 respondents. In this study the sampling technique used is purposive samplingResult The average weight of infants aged 24-40 days in the control group before was 4.046 and after was 4.433Conclusion Based on the statistical test, it is known that the p-value is 0.000 or p-value <0.05, which means that there is an effect of Papaya Consumption in Mothers on the Weight of Babies aged 24-40 Days in Exclusive Breastfeeding Mothers at BPM Melita Sari, S.ST, North Sungkai District. North Lampung Regency in 2021.Suggestions It is hoped that health workers can improve health services on how to increase breast milk production, by providing health education about the importance of giving papaya fruit to breast milk production.Keywords              : Papaya Fruit, Weight Gain of 24-40 Days Old Babies  ABSTRAK Latar Belakang Salah satu tanaman tradisional yang dapat meningkatkan produksi ASI dan dapat menambah berat badan bayi adalah pepaya.Pepaya sebagai salah satu buah yang mengandung laktagogum merupakan buah tropis yang dikenal dengan sebutan Caricapepaya. Buah pepaya juga merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi dan kaya akan manfaat bagi kesehatan.Tujuan dari penelitian ini adalah Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Pada Ibu Terhadap Berat Badan Bayi Usia 24-40 Hari Pada Ibu Menyusui Eksklusif Di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Metode Jenis penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan metode eksperimen Post Test With Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi usia 24-40 hari dari bulan Februari - Maret Tahun 2021 yang berjumlah 30 responden, dan sampel berjumlah 30 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingHasil rata-rata BB bayi usia 24-40 hari pada kelompok kontrol sebelum adalah 4,046 dan sesudah adalah 4,433Kesimpulan Berdasarkan uji statistic diketahui p-value 0,000 atau p-value < 0,05 yang artinya ada Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Pada Ibu Terhadap Berat Badan Bayi Usia 24-40 Hari Pada Ibu Menyusui Eksklusif Di BPM Melita Sari, S.ST Kecamatan Sungkai Utara Kabupaten Lampung Utara Tahun 2021.Saran Diharapakan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayana  kesehatan tentang cara bagaimana meningkatkan produksi ASI, dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya pemberian buah pepaya terhadap produksi ASI.Kata Kunci            : Buah Pepaya, Penambahan Berat Badan Bayi Usia 24 – 40 Hari 
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Putriyaza, Lala; Mariza, Ana; Putri, Ratna Dewi; Yuviska, Ike Ate
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5024

Abstract

Background: Nausea (nausea) and vomiting (emesis gravidarum) are normal in pregnant women but if nausea and vomiting occur >10 times a day, it can disrupt the balance of nutrition, electrolytes, and can affect the general condition so that if vomiting increases to hyperemesis it can cause fetal growth disturbed. The incidence of emesis gravidarum in pregnant women is 50-90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in Lampung Province from 19,896 pregnant women. Nausea in pregnancy can be overcome by using complementary therapies, including aromatherapy. The purpose: of the study was to determine the effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center.Methods: This type of research is quantitative and pre-experimental research design with one group pre-post test design. The population of this study were all 34 pregnant women. . The sample in this study amounted to 34 pregnant women. The sampling technique uses saturated sampling, that is, all members of the population are sampled.  The object of this research is emesis gravidarum and lemon aromatherapy. The research was carried out at the Wonogiri Health Center, Kotabumi, North Lampung in June - July 2021. Data collection used a questionnaire sheet. Data analysis was univariate and bivariate (t test).The results: of the study on average nausea and vomiting before being given lemon aromatherapy was 8.7, while the average nausea and vomiting after being given lemon aromatherapy was 6.4. Conclusion: There is an effect of giving lemon aromatherapy on emesis gravidarum in pregnant women TM 1 at the Wonogiri Health Center with a p-value of 0.000. Suggestion: It is hoped that hoped can do lemon aromatherapy as an effort to reduce nausea and vomiting during pregnancy Keywords: Lemon Aromatherapy, Nausea Vomiting ABSTRAK Latar Belakang: Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) suatu yang normal pada ibu hamil namun jika mual muntah terjadi >10 kali dalam sehari, dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan elektrolit, dan dapat memengaruhi keadaan umum sehingga jika muntah bertambah menjadi hiperemesis dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu. Angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50-90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10-15% di Provinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 19.896 orang, Rasa mual dalam kehamilan dapat ditanggulangi dengan menggunakan terapi pelengkap antara lain dengan aromaterapi.Tujuan penelitian: diketahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group  pre post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 34 orang. . Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 ibu hamil. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah emesis gravidarum dan aromaterapi lemon. Penelitian telah dilaksanakan di Puskesmas Wonogiri Kotabumi Lampung Utara pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisi data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: rata-rata mual muntah sebelum diberikan aromaterapi lemon adalah 8,7, sedangkan rata-rata mual muntah sesudah diberikan aromaterapi lemon adalah 6,4.KesimpulanAda pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil TM 1 di Puskesmas Wonogiri dengan p-value 0,000.Saran : Diharapkan untuk ibu hamil agar dapat menggunakan aromaterapi lemon dalam mengatasi mual muntah dalam kehamilan. Kata Kunci : Aromaterapi Lemon, Mual Muntah