Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Integrated Lab Journal

Optimasi Waktu Inkubasi dalam Pembuatan Tempe Biji Karet Nadyatul Fitria; M. Mahfudz Fauzi Syamsuri
Integrated Lab Journal Vol. 10 No. 02 (2022): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu olahan pangan, tempe biasanya dibuat dari peragian kedelai dengan jamur Rhizopus sp. Sering kali terjadi kenaikan bahan baku tempe tersebut karena ketersediaannya yang terbatas di pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat tempe dengan biji karet sebagai bahan baku alternatif, menentukan waktu inkubasi optimumnya, dan mengetahui sifat organoleptiknya berdasarkan respon panelis. Penelitian ini menggunakan variasi waktu 24 jam, 36 jam, 48 jam, 60 jam, dan 72 jam dan pengujian sifat organoleptiknya menggunakan 10 orang panelis. Hasil penelitan ini mendapatkan waktu inkubasi optimum tempe biji karet selama inkubasi 48 jam. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa tempe biji karet memiliki rasa yang khas seperti tempe kedelai dengan kriteria sangat tinggi serta memiliki aroma yang khas seperti tempe kacang kedelai, warna yang putih, dan tekstur yang lunak dengan kriteria tinggi.
Pembuatan Bioplastik berbahan Kulit Mangrove dan Tepung Tapioka serta Pengujian Daya Serap Airnya La Mardani Putra; Yustisia Puspita; Anjeli Tri Ardia Reviana; M. Mahfudz Fauzi Syamsuri
Integrated Lab Journal Vol. 11 No. 2 (2023): Integrated Lab Journal
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, the problem of conventional plastics whose raw materials are derived from petroleum derivatives is still the center of attention because they are difficult to degrade. To overcome these problems, various efforts have been made, one of which is by utilizing bioplastics from natural fibers and starch. The purpose of this research is to fabricate mangrove bark fiber composites with tapioca starch into bioplastics and test their water absorption. Bioplastics were made by melt intercalation method with the addition of glycerol as plasticizer. The resulting bioplastics were characterized by FT-IR and tested for water absorption. The water absorption of bioplastics from fibers without NaOH-soaked was the highest at 5.54%. Bioplastics from and with NaOH immersion had the highest water absorption of 3.59%. Thus it can be said that bioplastics from NaOH-soaked fibers are better than bioplastics from fibers without NaOH-soaked.