Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN GOMBANG PADA SIANG DAN MALAM HARI DI DESA PANGKALAN JAMBI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Rianti, Annisa; Heltria, septy; Gelis, Ester Restiana Endang; Sumadja, Wiwaha Anas; Depison, Depison; Roiska, Riris
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i1.11944

Abstract

Filter net is a traditional fishing gear designed as a conical bag with small-mesh netting. It operates as a passive tool, intercepting and trapping fish by leveraging the velocity of tidal currents. This study investigates the diversity and comparison of catch yields between daytime and nighttime in Pangkalan Jambi Village, Bengkalis Regency, Riau Province. Data collection consisted of fishermen's catch records. The research employed a survey method with direct field observations. The results revealed that the catch composition of the filter net in Pangkalan Jambi Village comprised 32 species. Daytime catches totalled 5,695 individuals, while nighttime catches amounted to 6,414 individuals. Commonly caught species during both daytime and nighttime included kedukang fish, lomek fish, biang fish, spiny shrimp, red shrimp, and jerbung shrimp. T-test results indicated no significant difference in catch quantities between daytime and nighttime (P > 0.05). The study concluded that the diversity index for daytime and nighttime catches was moderate, the evenness index was high, and the dominance index was low. The frequency of occurrence of the primary catch species during daytime and nighttime exceeded 50%.
Characteristics of Fish Catched by Drift Gillnet in Tanjung Solok Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur Kurniasih, Novtia; Nurhayati, Nurhayati; Sumadja, Wiwaha Anas
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 2 (2021): June
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tanjung Solok sub-district is one of the areas in Kuala Jambi which is the landing location for fish. One of the most widely used fishing gear to catch fish is drift gillnets. This study aims to observe the characteristics of fish catches with drift gill nets landed in the Tanjung Solok sub-district. The analysis was carried out descriptively with survey data collection methods and random sampling. The gill mesh used is 4 inches in size. Data collection was carried out on 12 ships with 10 repetitions. The catches that were obtained were threadfin, white pomfret, black pomfret, mackerel, conger eel, flatfish, and dorab wolf-herring with the most catch was 1,143 black pomfret and the smallest catch was 75 conger eel. The diversity index of 1.66 is included in the medium category, while the dominance index is 0.24 in the low category. The length of each fish varies. Based on the research it can be concluded that the characteristics of catches by fish size shows that measure decent overall catch more than 30% and 70% are still in decent size has not been caught.
RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PAYANG DI PERAIRAN BUNGUS SELATAN SUMATERA BARAT Lubis, Samudra Asri; Sumadja, Wiwaha Anas; Yunita, Lauura Hermala; Nurhayati, Nurhayati; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i02.45441

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, khususnya di Kelurahan Bungus Selatan. Mayoritas nelayan di wilayah tersebut menggunakan kapal payang dengan alat tangkap sejenis. Penelitian ini mengkaji rasio dimensi kapal utama, yakni Panjang/lebar (L/B), Panjang/dalam (L/D), dan Lebar/dalam (B/D) untuk menentukan kesesuaian kapal dengan standar serta alat tangkap yang digunakan sesuai kondisi perairan setempat. Hasil studi diharapkan mendukung optimalisasi desain kapal yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi penangkapan ikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data dengan sensus seluruh populasi yaitu 7 (tujuh) kapal payang yang ada di Kelurahan Bungus Selatan. Rasio meliputi pengukuran seperti panjang, lebar, tinggi, pengukuran garis air kapal (LWL), daya mesin (HP) dan Gross Tonnage (GT). Hasil perbandingan panjang dan lebar (L/B) berkisar antara 5,78-7,0 dengan nilai rata-rata 6,43. Kisaran nilai L/D kapal payang adalah 6,5-7,33 dengan nilai rata-rata 6,79. Kisaran nilai B/D adalah 1,0-1,26 dengan nilai rata-rata 1,06. Nilai LWL yang diperoleh yaitu 8,67-11,5 m.
Pengaruh Lama Perendaman Alat Tangkap Tangkul (Lift Net) Terhadap Hasil Tangkapan Ikan di Danau Kerinci Afriani, Afriani; Hermanto, Zul; Hasanah, Hasanah; Sumadja, Wiwaha Anas; Wulandari, Wulandari; Hariski, M.; Rahayu, Dyah Muji
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.141

Abstract

Alat tangkap tangkul adalah alat penangkap ikan yang termasuk dalam kelompok jaring angkat (lift nets) yang dioperasikan dengan tangan. Pengoperasian tangkul di Danau Kerinci berkaitan erat dengan lama perendaman alat tersebut. Lama perendaman alat tangkap mempengaruhi hasil tangkapan yang didapatkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama perendaman alat tangkap tangkul terhadap hasil tangkapan ikan. Metode penelitian yaitu metode experimental fishing, menggunakan perlakuan waktu yang berbeda yaitu 10 menit, 15 menit dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perlakuan 10 menit berpengaruh nyata dengan perlakuan 15 menit dan 20 menit terhadap jumlah dan berat total hasil tangkapan. Hasil tangkapan ikan dengan tangkul terdiri dari 3 spesies ikan yaitu ikan nila (oreochromis niloticus), ikan barau (Hampala Macrolepid) dan ikan Medik (Osteochilus wandersii). Alat tangkul yang direndam selama 10 menit diperoleh hasil tangkapan yang terbanyak yaitu 209 ekor, 15 menit sebesar 156 ekor, dan 20 menit sebesar 113 ekor. waktu perendaman alat tangkap tangkul berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan.
Addition of Glodokan Tiang Leaf Flour( Polyalthia Longifolia ) In the Diet on the growth of broiler chickens Sumadja, Wiwaha Anas; Hani, Siti Fitra
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 26 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v26i2.26767

Abstract

Polyalthia longifolia is a plant from India.  In Indonesia, it is often called glodokan tiang which is one of the most popular plants with tall trees grows tall, has short branches. This plant contains several compounds such as alkaloids, steroids, tannins, saponins which can increase growth and feed efficiency, as well as improve the quality of livestock meat , flavonoids which is useful as an appetite enhancer, reducing feed intake, and increasing pigment. This study aims to determine the effect of the addition of leaf flour Polyalthia longifolia in the ration on the growth of broiler chickens. This research was conducted at the Farm Faculty of Animal Husbandry, University of Jamb for 5 weeks. This study used 200 DOC. The treatments given were P0 (the ration contains 0% leaf flour Polyalthia Longifolia ), P1 (the ration contains 1% leaf powder Polyalthia Longifolia ), P2 (the ration contains 2% leaf powder Polyalthia Longifolia ) and P3 (the ration contains 3% leaf powder Polyalthia Longifolia ). This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The data collected were subjected to analysis of variance. The study's findings revealed the treatment had no significant (P > 0.05) influence on consumption ration, body weight gain, or ration conversion. It may be concluded that the addition of Polyalthia longifolia leaf flour to the diet up to 3% had no negative influence on ration consumption, body weight gain, or ration conversion.
Analisis Ketaatan Kontrak Perjanjian Kemitraan Ayam Broiler terhadap Pendapatan Peternak di Kabupaten Bungo Juanda, Juanda; Firmansyah, Firmansyah; Sumadja, Wiwaha Anas
Jurnal Agripet Vol 18, No 2 (2018): Volume 18, No. 2, Oktober 2018
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v18i2.12526

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan ketaatan kontrak perjanjian kemitraan ayam broiler antara ketaatan input dan ketaatan output pada berbagai perusahaan di Kabupaten Bungo serta faktor lainnya yang mempengaruhi. Objek yang diamati pada penelitian ini adalah peternak kemitraan ayam broiler dengan tiga perusahaan inti dengan sampel sebanyak 58 responden peternak ayam broiler, data penelitian sumber dari data primer dan data sekunder. Data primer tentang input, ouput dan karakteristik peternak. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis uji beda rata-rata dan analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat ketaatan input dan ketaatan output dari tiga perusahaan dengan peternak. Hasil uji beda rata-rata (significant = P 0,05) menunjukkan perbedaan antara input peternak dan output peternak dari masing-masing perusahaan. Hasil analisis jalur menunjukkan input biaya pakan (42,39 %) dan biaya DOC (9,01 %) berpengaruh (P0,05) terhadap pendapatan peternak. Harga jual ayam (93,12 %), umur panen (22,00 %) dan bonus (59,44 %) (P0,05) terhadap pendapatan peternak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan rata-rata tingkat ketaatan input yang terdiri dari harga pakan dan harga DOC serta ketaatan output harga jual ayam dan perhitungan bonus sangat taat dari tiga perusahaan kemitraan broiler di Kabupaten Bungo. Terdapat perbedaan input serta output peternak dari tiga perusahaan kemitraan ayam broiler di Kabupaten Bungo.(Obedience analysis of broiler chicken partnership contract agreement on farmer income in Bungo District)ABSTRACT This study aims to determine the differences in compliance with broiler partnership agreement contracts between input compliance and output compliance in various companies in Bungo Regency and other influencing factors. The object observed in this study was broiler partnership farmers with three core companies with a sample of 58 respondents of broiler breeders, research data sources from primary data and secondary data. Primary data about inputs, outputs and characteristics of farmers. The results of the research data were analyzed using analysis of the average difference test and path analysis. The results of the study showed that there was no difference in the level of input compliance and compliance with the output of the three companies with farmers. The average difference test result (significant = P 0.05) shows the difference between farmer input and farmer output from each company. The results of path analysis showed that input feed costs (42.39%) and DOC costs (9.01%) had an effect (P 0.05) on farmer income, selling price of chicken (93.12%), harvest age (22.00%) and bonus (59.44%) (P 0.05) on farmer income. It can be concluded that the average input compliance level consisting of feed prices and DOC prices and compliance with the output of chicken selling prices and very obedient bonus calculations from three broiler partnership companies in Bungo Regency. There are differences in input and output of farmers from three chicken partnership companies broiler in Bungo District.
Pengaruh Penambahan Campuran Tepung Daun Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) Dan Tepung Bawang Putih (Allium sativum) Pada Ransum Terhadap Bobot Karkas Ayam Broiler Azman, Antonny; Sumadja, Wiwaha Anas; Handoko, Heru
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24 No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.204 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i1.12674

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Fapet Farm Fakultas Peternakan Universitas Jambi dimulai pada tanggal 16 Desember 2020 sampai dengan 20 Januari 2021 Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 200 ekor anak ayam broiler strain Lohman MB 202 umur 1 hari (DOC). Bahan pakan yang digunakan adalah Jagung, Dedak, bungkil Kedelai, tepung Ikan, Mineral mix, Premix, tepung daun Glodokan tiang dan tepung bawang putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Kandang yang digunakan sebanyak 20 unit kandang, dimana setiap unit diisi dengan 10 ekor ayam broiler. Perlakuan yang akan diberikan yaitu : P1 = Ransum basal, P2 = Ransum basal + 2% Tepung Bawang Putih, P3 = Ransum basal + 2% Tepung daun Glodokan Tiang, P4 = Ransum basal + 2% campuran tepung daun Glodokan Tiang dan tepung Bawang Putih Perbandingan antara tepung daun Glodokan Tiang dan tepung Bawang Putih yaitu ( 3 : 1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas mutlak, dan bobot karkas relatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung bawang putih, tepung daun Glodokan tiang dan campuran tepung daun Glodokan tiang dan bawang putih pada ransum ayam broiler belum mampu meningkatkan konsumsi ransum, bobot potong, bobot karkas mutlak dan bobot karkas relatif. Kata kunci : tepung bawang putih, tepung Glodokan tiang, broiler, karkas
Pengaruh Penggunaan Temu Putih (Curcuma zedoaria) sebagai Feed Additive Alami dalam Ransum terhadap Panjang Usus, Bobot Hati dan Bobot Pankreas Ayam Broiler Nurdin, Pajar; Haroen, Ucop; Sumadja, Wiwaha Anas
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.099 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i2.19624

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung temu putih (Curcumae zendoria) sebagai feed additive alami dalam ransum terhadap panjang usus, bobot hati dan bobot pankreas ayam broiler. Bahan yang digunakan dalam peneltian ini adalah 240 ekor doc ayam broiler, tepung temu putih, jagung kuning, poles, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, minyak sayur serta bahan lain seperti kalsium karbonat (CaCO3), DL-metionin, dan L-lisin. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tempat pakan dan tempat minum, lampu 40 watt, timbangan, desinfektan, pengapuran, serbuk gergaji, koran, sapu, pel, ember, wadah penyimpanan, sarung tangan, meja processing, pisau, panci, kompor, dan alat pencabut bulu. Data yang diperoleh dari setiap parameter yang diamati dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Apabila terdapat perbedaan yang nyata, maka perlu dilakukan uji lanjut dengan metode uji Duncan.
Pengaruh Penambahan Campuran Daun Glodokan Tiang(Polyalthia Longifolia) Dan Bawang Putih (Allium Sativum) Dalam Ransumterhadap Organ Dalam Dan Panjang Usus Halus Broiler Perdana, Affrian; Filawati, Filawati; Handoko, Heru; Sumadja, Wiwaha Anas
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.42 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v25i1.23238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan bawang putih (Allium sativum) dalam ransum terhadap organ dalam dan panjang usus halus broiler.Materi yang digunakan yaitu 200 ekor DOC strain Lohman MB 202. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= Ransum Basal, P2= Ransum Basal+ 2% tepung bawang putih (Allium sativum), P3= Ransum Basal+ 2% tepung daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia), dan P4= Ransum Basal+ 2% campuran tepung daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan tepung bawang putih (Allium sativum) (3:1). Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, bobot hidup, bobothati relatif,bobot jantung relatif, bobot pankreas relatif dan panjang usus halus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran daun glodokan tiang (Polyalthia longifolia) dan bawang putih (Allium sativum) dalam ransum tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, bobot hidup, bobot hati relatif, bobot jantung relatif dan bobot pankreas relatif tetapi menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap panjang usus halus.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan campuran daun glodokan tiang dan bawang putih kedalam ransum tidak meningkatkan bobot organ dalam namun campuran 3:1 dapat meningkatkan panjang usus halus ayam broiler.
Bobot Saluran Pencernaan Ayam Kampung yang diberi Tepung Tongkol Jagung Fermentasi EM4 Sebagai Pengganti Dedak Dalam Ransum: Digestive Tract Weight of Kampung Chickens Fed Diets Containing EM4-Fermented Corn Cob Flour as a Rice Bran Replacement Nelwida, Nelwida; Fitri, Siska Mutia; Nurhayati, Nurhayati; Depison, Depison; Handoko, Heru; Sumadja, Wiwaha Anas
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 29 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiiip.v29i1.51960

Abstract

Background: Kampung chickens are an important source of animal protein in Indonesia, but the quality of local feed such as rice bran is often low in protein and high in crude fiber. Corn cobs as an alternative also have high fiber limitations, so they need to be fermented with EM4 to increase their nutritional value. Objective: This study aims to determine the digestive tract weight of native chickens fed EM4-fermented corn cobs as a substitute for rice bran in their diet. Purpose: This study aims to determine the digestive tract weight of native chickens fed EM4-fermented corn cobs as a substitute for rice bran in their diet.  Methods: This study used 200 DOC ULU kampung chickens. The experimental diets had the same basal composition but differed in the proportions of rice bran and fermented corn cob flour: P0 (16% rice bran, 0% TJF), P1 (12% rice bran, 4% TJF), P2 (8% rice bran, 8% TJF), P3 (4% rice bran, 12% TJF), and P4 (0% rice bran, 16% TJF). A completely randomized design (CRD) with five treatments and four replications was applied with each experimental unit using 10 chickens. Observation parameters included feed consumption, slaughter weight, relative weight of the ventricle, relative weight and length of the small intestine taken from two chickens per treatment unit. Data were analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA). The effect of treatment on the tested parameters was analyzed using Duncan's Multiple Range Test to determine differences between treatments. Results: The results of the study showed that the provision of fermented corn cob flour EM4 as a substitute for rice bran in the ration up to 16% had no significant effect (P>0.05) on ration consumption, slaughter weight, relative weight and length of the small intestine, but significantly (P<0.05) increased the weight of the ventricle. Conclusion: It was concluded that the provision of fermented corn cob flour with EM4 could replace rice bran up to 16% in the ration without disrupting the performance of the digestive tract except for the performance of the ventricle in native chickens.