Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN MUTU PRODUK RENDANG SAPI STERIL DAN PENERAPAN PROGRAM MANAJEMEN RISIKO UKM PANGAN DI KABUPATEN BANDUNG Pangawikan, Aldila Din; Sukri, Nandi; Nurhadi, Bambang; Syahida, Khonsa Fadia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36330

Abstract

Abstrak: Peningkatan mutu dan keamanan produk pangan merupakan hal strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan daya saing UKM, terutama melalui penerapan manajemen risiko serta penggunaan teknologi pengolahan dan sterilisasi yang terstandarisasi. Namun banyak UKM masih terbatas dalam kapasitas teknis dan sarana produksi, sehingga diperlukan pendampingan dan pelatihan berbasis praktik untuk memastikan konsistensi mutu serta keamanan produk olahan pangan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan mutu produk rendang sapi steril dan menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) mitra UKM. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, meliputi Pra-pelaksanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan learning by doing, mencakup validasi proses sterilisasi, penggunaan peralatan modern seperti automatic can seamer dan high temperature datalogger, serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pendampingan secara berkala serta pemberian post-test setelah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kombinasi pelatihan teknis, teknologi tepat guna, dan manajemen risiko mampu meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan kemandirian mitra secara berkelanjutan yang dapat dilihat dari rata-rata pemahaman 15 peserta meningkat sebesar 80%.Abstract: Improving the quality and safety of food products is strategic for supporting food security and the competitiveness of SMEs, particularly through the implementation of risk management and the use of standardized processing and sterilization technologies. However, many SMEs still have limited technical capacity and production facilities, so practical assistance and training are needed to ensure the consistency of quality and safety of processed food products. This community service program aims to improve the quality of sterilized beef rendang products and implement a Risk Management Program (RMP) for SME partners. The activities were carried out over three days, including pre-implementation, implementation, and evaluation. The training was conducted using a learning-by-doing approach, covering sterilization process validation, the use of modern equipment such as automatic can seamers and high-temperature data loggers, and the development of Standard Operating Procedures (SOPs). The activities were evaluated through periodic mentoring and post-tests after the training. The results of the activity showed that the combination of technical training, appropriate technology, and risk management was able to improve product quality, production efficiency, and the sustainability of partners' independence, as seen from the average understanding of the 15 participants increasing by 80%. 
Perbandingan Hasil Teknik Ekstraksi Minyak Sacha Inchi: Pelarut Heksan dengan Metode Enzim dan Asam Nurhadi, Bambang; Maharani, Rizkika Army; Pangawikan, Aldila Din; Rustandi, Tantan; Filianty, Fitry
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.9

Abstract

Sacha inchi merupakan tanaman merambat yang mengandung banyak minyak setiap kepingnya dengan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Untuk mendapatkan minyak dari sacha inchi dapat digunakan lima perlakuan yang berbeda, yaitu metode pelarut heksana yang akan digunakan sebagai kontrol, enzim bromelin, enzim bromelin dengan ultrasonik, asam, dan asam dengan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh dari hasil perolehan minyak dan kualitas dari masing-masing sampel. Hasil rendemen sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi dengan heksan, bromelin, bromelin dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan gelombang ultrasonik berdasarkan berat simplisia adalah 29,64%; 24,11%; 28,77%; 19,76%; 23,48% dan berdasarkan berat lemak adalah 56,37%; 45,85%; 54,71%; 37,59%; 44,67%. Sampel sacha inchi yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik bromelain memiliki rendemen 98,54% jika dibandingkan dengan rendemen kontrol. Semua sampel memiliki warna yang terang dan cenderung kuning. Hasil bilangan peroksida minyak sacha inchi yang diekstrak dengan heksana, enzim bromelain, enzim bromelain dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan ultrasonik adalah 3,42; 2,61; 5,48; 7,74; 12,41 m-eqO₂/kg dan hasil bilangan yodium adalah 67,84; 73,59; 70,64; 66,95; 64,59, gI2 /100g. Sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi menggunakan enzim bromelain berbantuan gelombang ultrasonik memiliki omega-3 sebesar 52,15 g/100g dan omega-6 sebesar 34,05 g/100g.