Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Teknika

Analisa Kegagalan Rotor Bar pada Mesin Ripple Mill di Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli Mill Sungai Lilin Tahsin, Akhmad Fatih Nabil; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Sundari, Ella; Syafei, Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14948902

Abstract

Sesuatu yang berputar seringkali mengalami kerusakan, hal ini dikarenakan kedua benda saling bertabrakan atau terjadi gesekan, ini juga menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kerusakan dan masih menjadi masalah bagi industri untuk mengurangi kerusakan akibat hal tersebut. Mesin ripple mill sangat penting dalam proses pengolahan kelapa sawit untuk memecahkan biji dan memperoleh inti sawit. Namun, kegagalan rotor bar pada mesin ini sering terjadi, menyebabkan penurunan efisiensi dan peningkatan biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan rotor bar dan mengevaluasi material AISI 1070 dan AISI 4140 sebagai alternatif bahan. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, pengujian material, analisis ANOVA dan studi literatur. Data kegagalan rotor bar dikumpulkan dari pabrik PT. Hindoli dan dianalisis. Eksperimen laboratorium dilakukan untuk menguji sifat mekanik dan ketahanan terhadap kelelahan dari material AISI 1070 dan AISI 4140. Hasil dari penelitian dan pengujian didapatkan bahwa material AISI 4140 menjadi material yang lebih direkomendasikan karena material AISI 4140, merupakan baja struktural dengan kekuatan tarik yang baik, menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap beban dinamis dan kelelahan material. Penelitian merekomendasikan penggunaan material AISI 4140 untuk rotor bar dan perbaikan desain serta parameter operasional untuk mengurangi kegagalan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan umur rotor bar dan efisiensi operasional mesin ripple mill.
Studi Eksperimental Vibrator Shaft pada Mesin Pressure Leaf Filter di Kernel Crushing Plant PT. Hindoli Mill Sungai Lilin Chandra, David; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Sundari, Ella; Romli, Romli; Berlian, Rizky; Syafei, Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15030262

Abstract

Mesin pressure leaf filter dengan model PLF 38-1380/1350-15 yang ada di PT. Hindoli Mill Sungai Lilin memiliki masalah kerusakan pada vibrator shaft yang terjadi akibat beban kejut yang terlalu besar. Penelitian ini bertujuan mengganti material yang digunakan pada vibrator shaft lama dan dilakukan pengujian komposisi, uji impak, dan uji tarik. Nilai yang diperoleh dari penelitian ini adalah spesifikasi vibrator shaft lama menggunakan material Stainless Steel SS304 dan vibrator shaft baru menggunakan material Baja AISI-1070. Hasil uji tarik vibrator shaft baru material Baja AISI-1070 dengan nilai rata-rata ultimate tensile strength 527,955 N/mm2. Hasil uji impak vibrator shaft baru material Baja AISI-1070 dengan rata-rata nilai impak 3,614 J/mm2 jauh lebih kuat dibandingkan vibrator shaft lama material Stainless Steel SS304 dengan rata-rata nilai impak 0,548 J/mm2.
Analisa Kegagalan Impeller pada Circulating Water Pump di PT. PLN Indonesia Power UP Indralaya Pratama, Muhammad Alif; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Sundari, Ella; Syafei, Syafei
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15030398

Abstract

Pompa CWP merupakan pompa yang berfungsi sebagai pompa pendingin dengan memompakan air laut dari cooling tower menuju ke kondensor. Salah satu bagian penting pada pompa CWP yang sering mengalami kerusakan adalah impeller. Impeller berperan dalam meningkatkan tekanan dan mengalirkan air sirkulasi dalam sistem pendingin. Penelitian ini tujuannya menganalisis faktor-faktor terjadinya kegagalan impeller dengan melakukan 3 jenis pengujian meliputi pengujian komposisi, impak, dan metalografi. Hasil pengujian komposisi menunjukkan bahwa material impeller adalah stainless steel austenitik tipe 304. Hasil uji impak pada material impeller SS304 memperoleh nilai rata-rata impak 0,162 J/mm2, tergolong nilai impak yang kecil dibandingkan dengan material baru stainless steel 304 memiliki nilai impak yang tinggi dengan rata-rata sebesar 1,23 J/mm2, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan yang signifikan pada ketangguhan impeller. Pengujian metalografi menunjukkan struktur mikro yang terbentuk adalah austenite dan ferrite serta adanya porositas yang mengakibatkan berkurangnya luas penampang material yang menahan beban.
Analisa Desain Dan Optimasi Topologi Roda Gigi Transportir Pada Mesin Bubut Maximat V13 Hakim, Ichsanul; Taufikurrahman, Taufikurrahman; Sundari, Ella; Romli, Romli; Gunawan, Indra
TEKNIKA Vol. 19 No. 2 (2025): Teknika Mei 2025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15522587

Abstract

Mesin bubut dengan merk maximat bertipe v13 yang ada pada bengkel produksi teknik mesin Politeknik Negeri Sriwijaya memiliki masalah yang sering terjadi, yakni kerusakan pada roda gigi transportir yang mana akan menghambat kegiatan praktikum untuk mahasiswa di Politeknik Negeri Sriwijaya. Dengan latar belakang tersebut maka dibuatnya penelitian ini dengan tujuan agar hasil optimasi topologi yang berfokus pada optimasi penggunaan dan pemilihan material dengan mempertimbangkan kemampuan tegangan pada roda gigi dengan simulasi yang dilakukan di Solidworks sehingga mendapatkan nilai tegangan, displacement, dan safety factor pada roda gigi tranportir. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah rekomendasi desain hasil optimasi topologi dengan konsep yang kedua, yakni dengan nilai tegangan sebesar 1,315e+01 N/mm2 , displacement 2,141e-03 mm, dan safety factor dengan nilai 3. Dengan adanya penelitian ini, dapat menjadi acuan untuk rancangan dalam pembuatan roda gigi transportir yang lebih baik dari roda gigi transportir sebelumnya.