Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH SERBUK LIMBAH CANGKANG KERANG DARAH SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI SEMEN PADA KUAT TEKAN MORTAR Moch. Ubaidillah Fatra Alrozzaqi; Retno Trimurtiningrum; Nurul Rochmah; Bantot Sutriono
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.385

Abstract

Keanekaragaman hewan laut di Indonesia sangat besar, dan banyak di antaranya telah dimanfaatkan oleh manusia. Namun, beberapa sisa hewan laut masih jarang diketahui potensinya. Salah satu contohnya adalah cangkang kerang darah yang banyak ditemukan di sepanjang pesisir pantai. Padahal, cangkang kerang darah memiliki banyak potensi tersembunyi di berbagai bidang. Salah satu aspek menarik dari cangkang kerang darah adalah komposisi kimia dan struktur mikronya. Kerang darah memiliki lapisan - lapisan yang mengandung kalsium karbonat yang berada menyelimuti seluruh cangkangnya dan berfungsi sebagai sistem pertahanan dari pemangsa di alam liar. Kandungan kalsium yang dominan dalam cangkang ini berperan penting dalam proses hidrasi semen, membantu pembentukan kekuatan awal, dan meningkatkan pengikatan antar partikel beton. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kerang jenis Anadara Granosa (Kerang Darah) dengan variasi persentase substitusi semen sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%, dengan harapan bahwa variasi ini dapat mengoptimalkan kinerja kuat tekan pada mortar.
Studi Perilaku Kinerja Struktur Gedung Perkantoran Voza Office Tower Surabaya Guna Alih Fungsi Bangunan Riyani, Muhammad Imron Shidiq; Trimurtiningrum, Retno
Jurnal Teknik Sipil Vol. 8 No. 2 (2023): De'Teksi : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/deteksi.v8i2.588

Abstract

Meningkatnya jumah penduduk bersamaan dengan pesatnya perekonomian terutama dari segi aktivitas pelaku bisnis yang memerlukan pembangunan gedung perkantoran. Dalam usaha mengefisiensi ruang dengan fungsi yang baru, Gedung Perkantoran Voza Office Tower berinisiatif memanfaatkan dua lantai pada bangunan untuk dialih fungsikan menjadi Multifunction Hall atau Ruang Pertemuan karena dengan seperti itu biaya pembangunan lebih hemat tanpa harus mendirikan gedung baru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kekuatan elemen struktur balok, kolom, pelat, simpangan antar tingkat dan kinerja struktur gedung setelah perubahan nilai beban hidu pada bangunan yang ditinjau dari perubahan fungsi bangunan. Berkaitan dengan hal tersebut desain pembebanan lantai yang semula untuk perkantoran dengan beban hidup 240 kg/m2 akan berubah menjadi desain pembebanan untuk Ruang Pertemuan 479 kg/m2. Dengan berubahnya pembebanan tersebut, perhitungan dari segi kekuatan elemen struktur ditinjau ulang dengan pengecekan syarat-syarat sesuai dengan SNI 2847:2019, peninjauan desain bangunan tahan gempa sesuai dengan SNI 1726:2019 dan analisis statik nonlinier (pushover analysis) untuk meninjau perilaku kinerja struktur gedung. Tinjauan displacement dari hasil analisis, diperoleh simpangan antar lantai terbesar 62,2 mm dan tidak melebihi simpangan yang diijinkan yaitu 76 mm. Untuk hasil analisis pushover dengan menggunakan ATC-40 dapat diketahui level kinerja (performance point) struktur gedung Voza Office Tower Surabaya yaitu kategori Damage Control untuk arah X dan Immediate Occupancy untuk arah Y dengan nilai maksimum total drift sebesar 0,01 < 0,01419 < 0,02. Struktur tidak mengalami kerusakan yang berarti dan bangunan masih mampu menahan gempa yang terjadi.
STUDI PERBANDINGAN PERILAKU GEDUNG BETON BERTULANG MENGGUNAKAN SISTEM GANDA DENGAN DINDING GESER DAN BRESING TERHADAP BEBAN GEMPA Trimurtiningrum, Retno; Andaryati, Andaryati; Sarya, Gede; Fitra Febrianno, Gebby Ramdhan Rizky; Fitriyati, Elfin Nur
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 9, No. 3, Desember Tahun 2021
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v9i3.1761

Abstract

ABSTRAK: Bangunan bertingkat tinggi pada masa kini umumnya memiliki masalah terkait simpangan, fleksibilitas atau kurangnya kekakuan. Konsep desain yang mengacu pada kondisi ultimit, membuat ukuran penampang elemen struktur utama menjadi lebih kecil atau lebih langsing. Untuk mengatasi salah satunya perlu penambahan elemen pengaku yang sifatnya menambah kekakuan, seperti dinding geser maupun bresing baja. Baik dinding geser maupun bresing keduanya memiliki kinerja yang baik terhadap beban gempa lateral. Dinding geser sangat efektif dalam menambah kekakuan struktur dan mereduksi simpangan lateral. Bresing baja juga dapat meningkatkan kekakuan lateral dengan penambahan berat struktur yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan periode, simpangan dan simpangan antar lantai dari struktur beton bertulang tanpa dan dengan sistem pengaku lateral dinding geser maupun bresing konsentrik tipe cross terhadap beban gempa. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa permodelan struktur beton bertulang dengan dinding geser mempunyai nilai periode terkecil yaitu 0,85 detik dan kinerja yang baik terhadap simpangan dan simpangan antar lantai struktur, yaitu 21,342 mm untuk arah X dan 21,345 mm untuk arah Y (simpangan) serta sebesar 20,39 mm untuk arah X dan 20,39 mm untuk arah Y (simpangan antar lantai). KATA KUNCI : bresing, dinding geser, sistem ganda, simpangan, periode
ANALISIS KINERJA GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN VARIASI PENEMPATAN DINDING GESER TERHADAP BEBAN GEMPA Trimurtiningrum, Retno; Sarya, Gede; Widhiarto, Herry; Rohaniawan, Hario Walid; Masruri, M. Hafidh
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 11, Nomor 2, Agustus Tahun 2023
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v11i3.3255

Abstract

ABSTRAK: Indonesia merupakan negara rawan gempa yang memiliki tingkat resiko gempa dari gempa rendah sampai dengan gempa tinggi. Bangunan tingkat tinggi pada daerah gempa rentan mengalami simpangan yang berlebih. Untuk mengatasi permasalahan simpangan pada bangunan tingkat tinggi dapat dilakukan dengan penambahan kekakuan struktur dengan penggunaan dinding geser. Lokasi dinding geser berpengaruh pada perilaku struktur gedung bertingkat dalam responsnya terhadap beban lateral khususnya gempa. Penelitian ini bertujuan mengetahui kinerja bangunan dengan beberapa variasi dinding geser menggunakan analisis pushover, karena analisis ini memiliki keunggulan dalam komputasi yang cepat dan lebih sederhana. Terdapat 3 (tiga) variasi permodelan dalam penelitian ini, yaitu permodelan SW-0 (SRPM), permodelan SW-1 (penempatan dinding geser di tepi bangunan) dan permodelan SW-2 (penempatan dinding geser di tengah bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level kinerja untuk tiap variasi permodelan masuk dalam kategori IO (Immediate Occupancy) yang berarti saat terjadi gempa, tidak ada kerusakan berarti pada gedung, dimana kekuatan maupun kekakuan masih sama dengan kondisi pada saat sebelum terjadi gempa dan gedung dapat langsung difungsikan. KATA KUNCI : level kinerja, gempa, dinding geser, sistem ganda
PERBANDINGAN RESPONS STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG TERHADAP BEBAN GEMPA DENGAN VARIASI PENEMPATAN DINDING GESER Trimurtiningrum, Retno; Sarya, Gede; Widhiarto, Herry; Rohaniawan, Hario Walid; Masruri, M. Hafidh
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 3, Desember Tahun 2022
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i3.2628

Abstract

ABSTRAK: Bangunan tingkat tinggi merupakan solusi pembangunan bagi wilayah yang padat penduduknya sehingga sering dijumpai di berbagai kota besar di Indonesia. Konsep perencanaan metode desain ultimit yang membuat dimensi elemen struktur relatif lebih langsing atau kecil membuat struktur bangunan tingkat tinggi rawan terhadap pembebanan lateral, khususnya terkait simpangan lateral struktur. Penambahan dinding geser pada struktur biasanya dilakukan untuk menambah kekakuan lateral struktur, sehingga bangunan dapat memenuhi syarat simpangan yang diizinkan oleh SNI 03-1726-2019 pasal 7.8.6. Dinding geser pada struktur sebaiknya didesain dan ditempatkan sedemikian rupa agar memberikan ketahanan lateral yang cukup, mereduksi simpangan serta tidak menimbulkan efek puntir pada struktur. Penempatan dinding geser berpengaruh pada respons struktur bangunan. Penelitian ini akan membandingkan respons struktur dengan 3 (tiga) variasi yang berbeda yaitu struktur beton bertulang tanpa dinding geser (SW-0), struktur beton bertulang dengan dinding geser di tepi bangunan (SW-1) dan struktur beton bertulang dengan dinding geser di tengah bangunan (SW-2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permodelan SW-2 dimana dinding geser terletak di tengah bangunan memiliki respons struktur yang paling baik dalam menahan beban lateral. Permodelan SW-2 memenuhi persyaratan sistem ganda, simpangan antar lantai ijin, pengaruh P-delta serta memiliki nilai simpangan maksimum terkecil yaitu sebesar 19,297 mm. KATA KUNCI: respons, gempa, dinding geser, sistem ganda
ANALISIS KINERJA GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN SISTEM PENAHAN BEBAN LATERAL DINDING GESER DAN BRESING TERHADAP BEBAN GEMPA Trimurtiningrum, Retno; Andaryati, Andaryati; Sarya, Gede; Hartatik, Nurani; Fitra, Gebby Ramdhan Rizky; Fitriyati, Elfin Nur
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 10, Nomor 1, April Tahun 2022
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v10i1.2171

Abstract

ABSTRAK: Indonesia merupakan negara yang wilayahnya rawan gempa dikarenakan letak geografisnya yang berada pada pertemuan 4 (empat) lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Filipina, lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia. Oleh karena itu, perencanaan bangunan Gedung di Indonesia harus mempertimbangkan beberapa aspek lain selain kekuatan, seperti aspek fleksibilitas dan kinerja struktur setelah terkena beban gempa. Salah satu parameter dari aspek fleksibilitas adalah simpangan, Bangunan tingkat tinggi rentan terhadap simpangan yang besar saat terkena beban lateral. Berbagai inovasi struktur seperti sistem penahan beban lateral dinding geser dan bresing diterapkan untuk menambah kekakuan struktur dan memperkecil simpangan. Pada penelitian ini akan dianalisis 3 (tiga) bentuk permodelan, yaitu permodelan SRPM (Sistem Rangka Pemikul Momen), SG-1 (Sistem rangka dengan dinding geser) dan SG-2 (Sistem rangka dengan bresing konsentrik) terhadap kinerja bangunan setelah terkena beban gempa rencana. Analisis nonlinier yang dilakukan adalah analisis beban dorong (analisis pushover) dengan menggunakan ATC-40 dan FEMA 440. Dari hasil penelitian didapatkan besarnya nilai base shear dan target displacement antara metode ATC-40 dan FEMA 440 hampir sama. Permodelan SRPM mempunyai nilai target displacement terbesar dan base shear terkecil jika dibandingkan dengan permodelan dengan sistem penahan beban laterak dinding geser dan bresing (SG-1 dan SG-2). Sebaliknya, permodelan SG-1 (sistem struktur dengan dinding geser) mempunyai nilai target displacement terkecil dan base shear terbesar. Ketiga permodelan memiliki tingkat level kinerja IO (Immediate Occupancy).KATA KUNCI : bresing, dinding geser, target displacement, performance point, level kinerja
Analisa Perbandingan Pengaruh Gempa terhadap Gedung Bertingkat Berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 Triayaska, Aviska; Trimurtiningrum, Retno
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4720

Abstract

Earthquakes are one of the important factors that need to be considered in planning building structures considering that Indonesia is an earthquake-prone country. Therefore, all building structures must be able to withstand vertical forces (field loads) and horizontal forces (wind and earthquake loads). In designing buildings, especially in earthquake-prone areas, the structure in receiving earthquake loads is very important to analyze. In conducting the analysis, it is necessary to have the latest earthquake regulations used as a reference, one of which is SNI 1726: 2019. This study aims to determine the effect of earthquake forces such as mass participation values, base shear force values, and inter-floor deviation values based on old earthquake regulations and the latest earthquake regulations, namely SNI 1726: 2012 and SNI 1726: 2019. The results of the analysis show that the comparison of the spectrum response values has increased the S¬a value by 5.35%, the mass participation value increased by 0.4% for the x direction and by 0.2% for the y direction, the internal force value in the x direction has a smaller percentage than the beam and column in the y direction, the base shear force value increased by 17.72% for the x direction and 16.81% for the y direction, the deviation between floors increased by 0.0583% to 0.0920%.
STUDI PERBANDINGAN PERILAKU SISTEM RANGKA BRESING TIPE X-1 DAN TIPE X-2 PADA GEDUNG PERKULIAHAN 10 LANTAI Fitriyati, Elfin Nur; Retno Trimurtiningrum
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 3 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan bertingkat tinggi membutuhkan komponen struktur yang kuat untuk menahan akibat dari beban gaya lateral gempa, gaya tersebut dapat mengakibatkan komponen struktur mengalami simpangan searah gaya yang terjadi. Apabila simpangan tersebut melebihi simpangan yang diizinkan maka konstruksi tersebut akan mengalami failure atau kegagalan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui periode struktur, nilai simpangan dan simpangan antar lantai serta perbandingan kontrol efek P-Delta. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penggunaan struktur bresing tipe X-1 memiliki nilai simpangan sebesar 0,1007 mm, nilai simpangan antar lantai sebesar 0,1893 mm dan nilai perioda struktur 1,72893 detik, dimana nilai simpangan tersebut lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan struktur sistem rangka bresing tipe X-2 sebesar 0,1086 mm, nilai simpangan antar lantai sebesar 0,2627 mm dan perioda struktur 1,89002 detik. Dalam penggunaan bresing tipe X-1 memiliki nilai Efek P-Delta sebesar 0,021 dinilai lebih kecil jika dibandingkan dengan penggunaan struktur bresing tipe X-2 sebesar 0,248.
PENDAMPINGAN PEMETAAN PRASARANA, SARANA DAN UTILITAS UMUM (PSU) PERUMAHAN BERBASIS SIG DI KABUPATEN MAGETAN Patriadi, Andi; Trimurtiningrum, Retno; Mazaruddin, Muhammad Fauzi; Santi, Dini Nur Maulina
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2529

Abstract

Data digital mengenai penyerahan PSU (e-PSU) yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat menjadi krusial. Sehingga masyarakat yang hendak melakukan pembelian rumah di perumahan teredukasi dan dapat memilih perumahan yang telah menyerahkap PSU guna memperoleh jaminan keberlangsungan lingkungan perumahan yang akan ditinggali. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan langkah awal pengenalan metode SIG terhadap pelaku penertib kebijakan yaitu pegawai pada instansi yang membidangi penyerahan PSU yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Instansi tersebut berhasil melakukan simulasi SIG dari beberapa kumpulan atribut file yang isinya data-data PSU. Pengembangan project file kini dikembangkan secara mandiri dan rencana pembuatan baru di project file lainnya
Pengaruh Penambahan Variasi Abu Tempurung Kelapa Terhadap Karakteristik Mortar Mauludiyana, Gita; Trimurtiningrum, Retno; Sutriono, Bantot; Rochmah, Nurul
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 2 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i2.29361

Abstract

Awareness of the importance of sustainable construction practices and research to explore alternative materials or waste that can be recovered to reduce material use and waste. This was done to evaluate coconut shell ash waste as a partial additive to cement in mortar mixtures. The research carried out aimed to determine the results of the influence of coconut shell ash waste on the absorption value to obtain overall analysis results on mortar mixtures using coconut shell ash additives with variations of 0%, 2.5%, 5%, 7.5%, 10%. The results obtained on the effect of adding coconut shell ash on the water absorption value show that a mixture of coconut shell ash can make mortar lose water more easily when compared to normal mortar, namely with the highest water absorption value of 9.307% in a mixture of 10% coconut shell ash.