Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMETAAN FUNGSI DAN KEBUTUHAN RUANG PADA PUSAT REHABILITASI NARKOBA BERDASARKAN TEKNIK PLACE CENTERED MAPPING Michelle Nanditha Ridwan; Anisza Ratnasari; Dicke Nazzary Akbar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.007

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang terus meningkat di Indonesia, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan sosial, kesehatan, dan ekonomi. Tingginya angka penyalahguna narkoba dalam 5 tahun terakhir turut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Upaya rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting dalam menangani permasalahan ini agar penyalahguna dapat pulih dan kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat. Pusat rehabilitasi narkoba berperan penting dalam proses pemulihan penyalahguna zat dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aspek medis, psikososial, dan aktivitas terapeutik. Namun, efektivitas rehabilitasi sangat bergantung pada perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi narkoba dengan studi kasus Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik Place-Centered Mapping melalui observasi fisik dan didukung wawancara. Analisis spasial dilakukan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi, sementara wawancara terhadap staf dilakukan untuk memvalidasi fungsi dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat rehabilitasi memerlukan zonasi ruang yang jelas untuk membedakan area perawatan medis, konseling, aktivitas sosial, serta rekreasi. Selain itu, fleksibilitas ruang, aksesibilitas, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis menjadi aspek krusial dalam desain fasilitas rehabilitasi. Studi ini memberikan rekomendasi desain berbasis kebutuhan pengguna untuk
TEKNIK ELISITASI FOTO DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR: SEBUAH TINJAUAN METODE Anisza Ratnasari; Yohanes Basuki Dwisusanto; Sahid Sahid
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.003

Abstract

Teknik elisitasi foto merupakan pendekatan dalam penelitian kualitatif yang menggunakan gambar atau foto sebagai alat untuk merangsang diskusi dan menggali makna dalam pengalaman partisipan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik, potensi, serta tantangan teknik elisitasi foto dalam penelitian arsitektur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik elisitasi foto memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap persepsi pengguna terhadap ruang, terutama dalam mengungkap pengalaman yang sulit disampaikan secara verbal. Teknik ini efektif dalam mengatasi keterbatasan wawancara konvensional dan mampu memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih kaya. Namun, tantangan utama dari metode ini meliputi subjektivitas interpretasi dan kebutuhan akan analisis yang lebih kompleks, sehingga diperlukan triangulasi data untuk memvalidasi hasil temuan. Temuan studi ini menegaskan bahwa teknik elisitasi foto dapat menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian arsitektur, terutama dalam studi yang berfokus pada pengalaman pengguna dan desain berbasis persepsi.
Diskrepansi Pemanfaatan Ruang Publik Berdasarkan Teritori Ruang (Studi Kasus: Alun-alun Kota Klaten) Anisza Ratnasari; Ratna Permatasari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.7.1.1260.1-10

Abstract

The town square, as one of the public open spaces in the urban areas which lately has decreased in number, is important for its existence to accommodate the social activities of urban communities. Klaten Square chosen as a location considering its main function as public open space. The facts indicate that it has undergone a transfer of function and has experienced abuse of use as a place of commercial activity by the informal sector. The purpose of this study is to map the location, behavior, time and activity of the discrepancy of the utilization of Klaten Square and what factors caused it to occur. The method is descriptive qualitative with data collection techniques through place-centered mapping and people-centered mapping. Theories regarding public space, behavior and territorial settings are used to analyze the data. The results of the study show that there’re discrepancies in the utilization of Klaten Square due to the diversity of users with various activities in certain places and at certain times. The results of this study can provide input to the local government to develop public spaces that are able to accommodate user activities and improve control and supervision of the regulations that have been set.