Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

TEKNIK ELISITASI FOTO DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR: SEBUAH TINJAUAN METODE Anisza Ratnasari; Yohanes Basuki Dwisusanto; Sahid Sahid
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.003

Abstract

Teknik elisitasi foto merupakan pendekatan dalam penelitian kualitatif yang menggunakan gambar atau foto sebagai alat untuk merangsang diskusi dan menggali makna dalam pengalaman partisipan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik, potensi, serta tantangan teknik elisitasi foto dalam penelitian arsitektur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik elisitasi foto memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap persepsi pengguna terhadap ruang, terutama dalam mengungkap pengalaman yang sulit disampaikan secara verbal. Teknik ini efektif dalam mengatasi keterbatasan wawancara konvensional dan mampu memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih kaya. Namun, tantangan utama dari metode ini meliputi subjektivitas interpretasi dan kebutuhan akan analisis yang lebih kompleks, sehingga diperlukan triangulasi data untuk memvalidasi hasil temuan. Temuan studi ini menegaskan bahwa teknik elisitasi foto dapat menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian arsitektur, terutama dalam studi yang berfokus pada pengalaman pengguna dan desain berbasis persepsi.
PEMETAAN FUNGSI DAN KEBUTUHAN RUANG PADA PUSAT REHABILITASI NARKOBA BERDASARKAN TEKNIK PLACE CENTERED MAPPING Michelle Nanditha Ridwan; Anisza Ratnasari; Dicke Nazzary Akbar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.007

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang terus meningkat di Indonesia, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan sosial, kesehatan, dan ekonomi. Tingginya angka penyalahguna narkoba dalam 5 tahun terakhir turut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Upaya rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting dalam menangani permasalahan ini agar penyalahguna dapat pulih dan kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat. Pusat rehabilitasi narkoba berperan penting dalam proses pemulihan penyalahguna zat dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aspek medis, psikososial, dan aktivitas terapeutik. Namun, efektivitas rehabilitasi sangat bergantung pada perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi narkoba dengan studi kasus Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik Place-Centered Mapping melalui observasi fisik dan didukung wawancara. Analisis spasial dilakukan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi, sementara wawancara terhadap staf dilakukan untuk memvalidasi fungsi dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat rehabilitasi memerlukan zonasi ruang yang jelas untuk membedakan area perawatan medis, konseling, aktivitas sosial, serta rekreasi. Selain itu, fleksibilitas ruang, aksesibilitas, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis menjadi aspek krusial dalam desain fasilitas rehabilitasi. Studi ini memberikan rekomendasi desain berbasis kebutuhan pengguna untuk
Edukasi Perancangan Lingkungan Sehat Sejak Dini: Workshop Interaktif Arsitekktur bagi Siswa SD Cihuni 2, Pagedangan Anisza Ratnasari; Hanugrah Adhi Buwono; Nadia Diandra; Kassandra Humaira; Felice Cynthia Rosli
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 1 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v10i1.6348

Abstract

Kegiatan ‘Summarecon Goes to School’ merupakan bentuk pengabdian masyarakat danimplementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang diselenggarakan oleh PDV 2Summarecon Serpong bersama dengan Universitas Pradita dan unit bisnis lainnya.Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 di SD Cihuni II, Pagedangan inimerupakan respons terhadap kebutuhan mitra untuk memberikan pemahaman tentangkesehatan lingkungan sekolah. Mengacu pada pedoman penyelenggaraan kesehatansekolah, siswa perlu diedukasi tentang lingkungan sekolah sehat yang harus memenuhistandar dan kriteria lokasi, konstruksi bangunan, ruang, kualitas udara ruang, pencahayaan,ventilasi, kebisingan, sanitasi, fasilitas olah raga dan ibadah serta halaman. Kegiataninteraktif yang dikemas dalam bentuk workshop ini bertujuan meningkatkan pemahamandan partisipasi siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah sehat dengan mengacu padaprinsip pengelenggaraan lingkungan sekolah yang sehat. Metode pelaksanaan mencakupempat tahap, yaitu; pemaparan materi singkat dengan alat peraga visual, sesi workshopberupa merancang lingkungan sekolah dalam bentuk pop up model tiga dimensi dengandidampingi fasilitator, presentasi karya oleh siswa, serta refleksi dan evaluasi bersama.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang tersaji dari kemampuanmereka menuangkan konsep lingkungan sehat ke dalam maket model, sepertimenambahkan area hijau, vegetasi dan elemen air, menata ruang jendela agar ruang danmassa bangunan agar mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan alami, sertamerencanakan letak sanitasi dan drainase. Melalui pendekatan interaktif ini, kegiatan tidakmemberikan edukasi bagi siswa tetapi juga memberikan model pembelajaran kreatif untukinternalisasi pedoman kesehatan lingkungan sekolah sejak dini
Implementasi Prinsip Desain Universal Pada Bangunan Publik (Kasus: Intermoda BSD City) Anisza Ratnasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 4, Nomor 1 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i1.37

Abstract

Penyediaan fasilitas publik yang ramah pengguna dan bebas hambatan harus terus ditingkatkan. Pendekatan desain universal diperlukan agar bangunan dapat diakses oleh semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Lokasi studi adalah Intermoda BSD City di Tangerang, sebuah central transportation hub dan proyek percontohan pengembangan berbasis transit dengan target meningkatkan konektivitas area mixed-use sekitarnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai dan memvalidasi penerapan prinsip desain universal pada area ini. Studi ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Daftar periksa disusun dengan menurunkan 7 (tujuh) prinsip desain universal sesuai klasifikasi komponen, yaitu; lingkungan internal, lingkungan eksternal, sirkulasi vertikal dan horizontal, fasilitas sanitasi serta sistem informasi. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan lapangan didukung foto dilakukan untuk mengkomparasi daftar periksa yang telah disusun sebelumnya. Hasilnya ditemukan bahwa area pengembangan ini belum sepenuhnya aksesibel, karena para difabel tidak secara mandiri, aman dan nyaman bisa mengakses destinasi tujuan.
Potensi Penurunan Nilai Perpindahan Panas Menyeluruh Bangunan melalui Konfigurasi Desain Peneduh Efektif Anisza Ratnasari; Imaniar Sofia Asharhani
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 1 (2023): Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i1.521

Abstract

Radiasi panas melalui bukaan menyumbang nilai yang cukup signifikan terhadap perpindahan panas bangunan. Komponen utama penentu radiasi panas tersebut adalah rasio bukaan terhadap dinding, faktor matahari dan koefisien peneduh. Menentukan desain perangkat peneduh yang tepat adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi panas ke bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan fenetrasi panas ke bangunan pada gedung Kampus 1 Universitas Pradita melalui konfigurasi desain peneduh. Untuk memperoleh nilai koefisien peneduh sebanyak 8 (delapan) desain, meliputi; peneduh horizontal, vertikal dan kombinasi disimulasikan menggunakan software Sketch Up. Analisis penurunan nilai perpindahan panas menyeluruh terhadap bangunan awal dilakukan dengan menerapkan 38 konfigurasi desain. Dari analisis diperoleh bahwa 22 dari 38 konfigurasi desain berpotensi menurunkan nilai menyeluruh panas ke bangunan. Dari 22 konfigurasi tersebut diperoleh bahwa konfigurasi peneduh horizontal, louvre horizontal dan louvre vertikal adalah yang peneduh yang paling efektif diantara desain lainnya dalam menurunkan nilai radiasi bukaan.
Case study approach in post-occupancy evaluation research Anisza Ratnasari; Iwan Sudradjat
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 8 No 3 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2023 ~ Desember 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v8i3.2584

Abstract

A case study is a research approach that focuses on one or multiple real-life cases as the subject, encompassing both concrete entities such as individuals, groups, or organizations, as well as abstract constructs like processes, networks, or projects. This approach is employed to in-deep investigate complex issues and has been applied in various disciplines, such as; the social sciences, humanities, management, psychology, and architecture. The specific characteristics of a case study involve thorough exploration and analysis, data collection from diverse sources, and identification of key themes within the case. The strength of case studies lies in their ability to combine quantitative and qualitative data, enabling researchers to gain a profound understanding of the processes and outcomes of a phenomenon. This study applies a systematic literature review from several credible scholar articles. Two architectural case study researches are selected as precedents to provide a concrete overview of the characteristics, strengths, weaknesses, and procedural framework of implementing the case study approach. Analysis is conducted by comparing various gathered data to discern the potential for case studies to contribute to a comprehensive understanding of the complexity of issues and the quest for their solutions.
PENINGKATAN KREATIVITAS ANAK UMUR 7-8 TAHUN MELALUI PENDAMPINGAN SESI AKTIVITAS IBADAH ANAK DARING Anisza Ratnasari
Servirisma Vol. 3 No. 1 (2023): Servirisma : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/servirisma.2023.31.26

Abstract

The pandemic has forced children to play, study and worship at home. However, online children's worship must have the same purpose as the previous ones. Praise, stories and activities are created by considering the child's physical, cognitive, motor and verbal abilities. This activity, which is part of the GKI GS children's commission, is carried out online every Sunday at 10.30-11.45 WIB. The implementation focuses on children aged 7-8 years (grade 2), totaling 47 children. Mentoring includes activity sessions. Lecturers interactively and innovatively package and deliver each session through various creative learning media. Feedback, which is a photo or video of activity sent through the parent group. The curriculum adapts to the elementary school academic calendar. In the first 2 (two) months, less than 20% of children gave feedback, but in March-May the number of feedbacks increased. Although children's worship is currently online, through mentoring activity sessions that are packaged creatively to support the theme of worship, it is hoped that children will be more active, interactive, increase learning motivation and of course increase children's creativity.