Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemetaan Bibliometrik Perkembangan Penelitian Biofilik di Indonesia Ratnasari, Anisza; Dwisusanto, Yohanes Basuki
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3726

Abstract

Biophilic design, which focuses on integrating natural elements into the built environment, has developed from the biophilia hypothesis. Currently, biophilic research has expanded into various fields. This literature review using bibliometric analysis aims to explore the trends of biophilic research in Indonesia. Data was collected through Publish or Perish for the period 2014-2024. VOSviewer was used for scientific mapping, while Lens.org was used for performance analysis. The results indicate that publications in scientific journals have increased over the past 5 years. Author mapping indicates some researchers are highly productive but show no co-authorship correlation. Meanwhile, mapping based on keywords depicts the dominance of research in the fields of design, architecture, and sociology. Recently, biophilic research in Indonesia has still focused on the implementation and evaluation of biophilic concepts in design, so that it is possible to open up opportunities for research collaboration in the fields of psychology, health, and ecology.
Pemetaan Bibliometrik Perkembangan Penelitian Biofilik di Indonesia Ratnasari, Anisza; Dwisusanto, Yohanes Basuki
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3726

Abstract

Biophilic design, which focuses on integrating natural elements into the built environment, has developed from the biophilia hypothesis. Currently, biophilic research has expanded into various fields. This literature review using bibliometric analysis aims to explore the trends of biophilic research in Indonesia. Data was collected through Publish or Perish for the period 2014-2024. VOSviewer was used for scientific mapping, while Lens.org was used for performance analysis. The results indicate that publications in scientific journals have increased over the past 5 years. Author mapping indicates some researchers are highly productive but show no co-authorship correlation. Meanwhile, mapping based on keywords depicts the dominance of research in the fields of design, architecture, and sociology. Recently, biophilic research in Indonesia has still focused on the implementation and evaluation of biophilic concepts in design, so that it is possible to open up opportunities for research collaboration in the fields of psychology, health, and ecology.
PERANCANGAN MENTAL HEALTH CARE CENTER DI GADING SERPONG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Sugianto, Eiffel; Ratnasari, Anisza; Hibrawan, Abdullah
RUSTIC Vol 4 No 1 (2024): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v4i1.2344

Abstract

Meningkatnya kasus kesehatan mental akibat pandemi COVID-19, menjadi hal yang cukup memprihatinkan. Sebagian besar kasus kesehatan mental didominasi oleh depresi. Di Indonesia, khususnya di Gading Serpong, layanan kesehatan mental dinilai belum memadai. Berdasarkan isu tersebut, maka perlu dirancang suatu fasilitas pelayanan kesehatan mental yang menyediakan diagnosis, psikoterapi, terapi rekreasional dengan fasilitas pusat retret. Perancangan ini bertujuan untuk menjadi fasilitas kesehatan mental yang memberikanlayanan penyembuhan dan pengobatan kesehatan mental bagi penderita gangguan mental, mengatasi peningkatan kasus kesehatan mental, dan menghilangkan stigma buruk terhadap fasilitas kesehatan mental di Indonesia. Pelayanan kesehatan mental yang tersedia kurang memperhatikan aspek lingkungan sekitar, sehingga bisa menyebabkan proses penyembuhan pasien tidak maksimal. Proses penyembuhan dapat dipercepat bila manusia lebih dekat dengan alam sekitar. Oleh karena itu, pentingnya perancangan fasilitas kesehatan mental adalah dengan menerapkan pendekatan arsitektur yang menghubungkan manusia dengan alam, pendekatan ini disebut dengan arsitektur biofilik. Prinsip arsitektur biofilik yang diterapkan dalam desain ini adalah memberikan pengalaman alami secara langsung dan tidak langsung kepada pengguna, penggunaan material alami, serta pengalaman spasial. Strategi desain biofilik yang digunakan adalah dengan menyediakan area komunal sebagai pusat, menghadirkan cahaya alami pada bangunan, menghadirkan unsur alam di dalam dan luar bangunan, menghadirkan teras hijau, dan penggunaan material alami. Perancangan ini diharapkan menjadi fasilitas yang mampu menangani kasus kesehatan mental saat ini dan di masa yang akan datang dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
BOND, CREATIVE AND NATURE: PERANCANGAN RUANG BELAJAR KREATIF ANAK PADA SEKOLAH DASAR RANCA IYUH Syifa Aliefia; Ratnasari, Anisza; Kusuma, Adriyan
RUSTIC Vol 4 No 1 (2024): RUSTIC
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32546/rustic.v4i1.2364

Abstract

Pada Juli 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan Kurikulum 2013 berbasis tematik dan pendekatan saintifik di seluruh sekolah dasar sebagai improvisasi kemajuan budaya dan teknologi internasional. Kurikulum 2013 mengajak siswa aktif dalam bersosialisasi, memecahkan masalah, dan mengembangkan karakter anak melalui mata pembelajaran yang diambil. Lingkungan belajar dapat mempengaruhi individu dan menjadi alat bantu belajar mengajar, maka perlu memperhatikan kenyamanan ruang. Isu yang muncul adalah beberapa kondisi sekolah dasar mengalami kurangnya fasilitas belajar seperti fasilitas perpustakaan dan lapangan olahraga, salah satunya terjadi di Kabupaten Tangerang. Dalam mengatasi isu yang terjadi, perlu solusi tata ruang baru, merespon kebutuhan pengguna dan fleksibilitas untuk pembelajaran Kurikulum 2013. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dan penelitian yang berbasis data lokasi perancangan untuk mengetahui permasalahan pada lokasi. Perancangan desain ini dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang belajar anak dengan keadaan lokasi dan lahan yang dipilih dengan pendekatan fungsi-kualitas ruang kreatif, serta peraturan standar-standar keamanan bangunan. Ruang kreatif yang tercipta pada perancangan dibuat menyesuaikan kebutuhan pembelajaran, dengan tiga prinsip yaitu ruang kreatif tanpa tools, ruang kreatif dengan tools dan ruang kreatif di area luar.
PEMETAAN FUNGSI DAN KEBUTUHAN RUANG PADA PUSAT REHABILITASI NARKOBA BERDASARKAN TEKNIK PLACE CENTERED MAPPING Michelle Nanditha Ridwan; Anisza Ratnasari; Dicke Nazzary Akbar
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.007

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan serius yang terus meningkat di Indonesia, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan sosial, kesehatan, dan ekonomi. Tingginya angka penyalahguna narkoba dalam 5 tahun terakhir turut mendapat perhatian dari berbagai pihak. Upaya rehabilitasi menjadi salah satu langkah penting dalam menangani permasalahan ini agar penyalahguna dapat pulih dan kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat. Pusat rehabilitasi narkoba berperan penting dalam proses pemulihan penyalahguna zat dengan menyediakan fasilitas yang mendukung aspek medis, psikososial, dan aktivitas terapeutik. Namun, efektivitas rehabilitasi sangat bergantung pada perancangan ruang yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi narkoba dengan studi kasus Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik Place-Centered Mapping melalui observasi fisik dan didukung wawancara. Analisis spasial dilakukan untuk memetakan fungsi dan kebutuhan ruang pada pusat rehabilitasi, sementara wawancara terhadap staf dilakukan untuk memvalidasi fungsi dan kebutuhan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat rehabilitasi memerlukan zonasi ruang yang jelas untuk membedakan area perawatan medis, konseling, aktivitas sosial, serta rekreasi. Selain itu, fleksibilitas ruang, aksesibilitas, serta penciptaan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis menjadi aspek krusial dalam desain fasilitas rehabilitasi. Studi ini memberikan rekomendasi desain berbasis kebutuhan pengguna untuk
TEKNIK ELISITASI FOTO DALAM PENELITIAN ARSITEKTUR: SEBUAH TINJAUAN METODE Anisza Ratnasari; Yohanes Basuki Dwisusanto; Sahid Sahid
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i2.003

Abstract

Teknik elisitasi foto merupakan pendekatan dalam penelitian kualitatif yang menggunakan gambar atau foto sebagai alat untuk merangsang diskusi dan menggali makna dalam pengalaman partisipan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik, potensi, serta tantangan teknik elisitasi foto dalam penelitian arsitektur. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik elisitasi foto memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap persepsi pengguna terhadap ruang, terutama dalam mengungkap pengalaman yang sulit disampaikan secara verbal. Teknik ini efektif dalam mengatasi keterbatasan wawancara konvensional dan mampu memfasilitasi komunikasi non-verbal yang lebih kaya. Namun, tantangan utama dari metode ini meliputi subjektivitas interpretasi dan kebutuhan akan analisis yang lebih kompleks, sehingga diperlukan triangulasi data untuk memvalidasi hasil temuan. Temuan studi ini menegaskan bahwa teknik elisitasi foto dapat menjadi pendekatan inovatif dalam penelitian arsitektur, terutama dalam studi yang berfokus pada pengalaman pengguna dan desain berbasis persepsi.
Diskrepansi Pemanfaatan Ruang Publik Berdasarkan Teritori Ruang (Studi Kasus: Alun-alun Kota Klaten) Anisza Ratnasari; Ratna Permatasari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.7.1.1260.1-10

Abstract

The town square, as one of the public open spaces in the urban areas which lately has decreased in number, is important for its existence to accommodate the social activities of urban communities. Klaten Square chosen as a location considering its main function as public open space. The facts indicate that it has undergone a transfer of function and has experienced abuse of use as a place of commercial activity by the informal sector. The purpose of this study is to map the location, behavior, time and activity of the discrepancy of the utilization of Klaten Square and what factors caused it to occur. The method is descriptive qualitative with data collection techniques through place-centered mapping and people-centered mapping. Theories regarding public space, behavior and territorial settings are used to analyze the data. The results of the study show that there’re discrepancies in the utilization of Klaten Square due to the diversity of users with various activities in certain places and at certain times. The results of this study can provide input to the local government to develop public spaces that are able to accommodate user activities and improve control and supervision of the regulations that have been set.
Pendampingan Desain Renovasi Sekolah untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Kondusif di SDN 4 Dago, Parung Panjang Anisza Ratnasari; Nadia Diandra; Hanugrah Adhi Buwono; Abdullah Hibrawan; Mulyadi Sugih Dharsono; Felice Cynthia Rosli; Daria Aricela Susanto
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5619

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan pada banyak sekolah dasar di Kabupaten Bogor,termasuk SDN 4 Dago Parung Panjang, menjadi penghambat terciptanya lingkungan belajar yangnyaman dan kondusif. Kondisi fisik sekolah yang tidak memadai, seperti dinding, plafon, dantembok ruang kelas maupun ruang guru yang rusak, sarana sanitasi dan drainase yang tidak layak,serta kondisi eksterior dan bangunan yang tidak terawat merupakan urgensi utama yangmembutuhkan penanganan segera. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untukmerevitalisasi lingkungan sekolah melalui kegiatan renovasi fisik bangunan, dimana kegiatan inisejalan dengan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan pemerintah.Disisi lain, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi strategis akademisi, masyarakatsetempat, dan swasta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli-September 2025 ini dilakukan melaluikolaborasi peran yang jelas. Akademisi dari Program Studi Arsitektur Universitas Pradita bertugasmelakukan observasi awal dan pendampingan desain renovasi fisik bangunan. PT. SA selaku mitraswasta bertanggung jawab atas pelaksanaan inti pekerjaan renovasi dan pengawasan pekerjaankonstruksi. Sementara guru, karyawan, serta anak didik terlibat aktif dalam mendukung berbagaipekerjaan renovasi lainnya. Hasil yang dicapai antara lain perbaikan menyeluruh plafon ruang,pengecatan semua tembok, kusen, dan furnitur, membangun sarana sanitasi dan drainase baru,membongkar dan membangun baru pintu gerbang sekolah, serta pekerjaan betonisasi halamansekolah. Kegiatan renovasi fisik bangunan sekolah ini diharapkan dapat menciptakan lingkunganbelajar yang lebih layak dan layak, memotivasi siswa dan guru untuk melakukan kegiatan belajarmengajar, serta menjadi model percontohan kolaborasi multipihak untuk untuk meningkatkankualitas fisik sarana pendidikan.Kata kunci : Lingkungan belajar kondusif, pemberdayaan masyarakat, Program HasilTerbaik Cepat (PHTC), renovasi sekolah, sinergi institusi pendidikan dan swasta.
Synthesis of Multisensory Space to Support Literacy of Children with Dyslexia: A Literature Study-Based Approach Danielle Arum; Anisza Ratnasari
Rumoh Journal of Architecture Vol. 16 No. 1 (2026): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/

Abstract

Dyslexia as a neurobiological learning disorder poses significant challenges to children’s literacy development, particularly in phonological processing, memory, and symbol recognition. These challenges require learning approaches that are cognitively adaptive, meaning strategies that align instructional methods with children’s sensory processing and information processing mechanisms, as well as support from physically responsive learning environments. One widely discussed approach is multisensory learning, which integrates visual, auditory, tactile, and kinesthetic stimuli in the learning process. Although multisensory approaches have been extensively explored in pedagogical contexts, their translation into architectural design for learning spaces remains insufficiently synthesized. This gap highlights the need to systematically connect learning activities with spatial design implications. Therefore, this study aims to identify the relationships between dyslexic characteristics, multisensory learning activities, and their implications for physical learning space requirements. This research adopts a qualitative descriptive approach through a literature-based study, employing thematic analysis to map relationships between types of sensory stimuli, forms of learning activities, and corresponding spatial needs. The findings indicate that multisensory approaches have strong potential to support literacy processes by activating multiple sensory pathways. The resulting synthesis produces a typology of spatial functions, including tactile zones (e.g., sand/textured areas), interactive creative rooms, auditory spaces, and movement-based outdoor environments. Rather than empirically testing effectiveness, this study proposes a conceptual framework that links multisensory activities with spatial design strategies, contributing to the development of more inclusive and responsive learning environments for children with dyslexia
INTEGRASI ELEMEN BIOFILIK: STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS DESAIN DAN PENGALAMAN PENGUNJUNG KEDAI KOPI (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden): (Studi Kasus: Tanatap Ring Garden, Tanatap Frame Garden dan Tanatap Wall Garden) Ida Ayu Sawitri Dian Mawarn UPI; Anisza Ratnasari
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i3.4017

Abstract

Abstract: The current popularity of coffee shops has piqued public interest, attracting patrons who come specifically to immerse themselves in the store's atmosphere. Integrating natural elements in coffee shop design provides a biophilic ambiance, enhancing spatial quality by fostering an environment that feels natural, supports comfort, and promotes positive visitor experiences. Architects as actors who create space need to know what natural elements can be applied to coffee shop designs to attract more visitors. This study explores the ambiance created by integrating biophilic elements into the design of Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, and Tanatap Frame Garden. Using a qualitative place-centered mapping approach, observations identify sensory-based biophilic ambiances affecting visitor behavior. Results reveal that vegetation, diffused lighting, water features, and elements of mystery influence visitor interest. This study aims to offer practical recommendations for architects and business owners to implement effective biophilic ambiances that enhance spatial quality and attract coffee shop consumers Keyword: design quality, biophilic atmosphere, coffee shop, visit motivation Abstrak: Fenomena meningkatnya popularitas kedai kopi telah memicu perhatian publik tidak hanya pada menu yang disajikan, gaya dan tema yang diusung, namun juga atmosfer atau atmosfer ruang yang dihadirkan. Mengintegrasikan elemen alami dalam desain kedai kopi tidak hanya menghadirkan ambiens biofilik namun sekaligus menciptakan kualitas desain ruang yang dapat memberi suasana lingkungan alamiah serta mendukung kenyamanan, kepuasan, dan pengalaman positif pengunjung. Arsitek sebagai aktor yang menciptakan ruang, perlu mengetahui elemen-elemen alami apa saja yang dapat diaplikasikan pada desain kedai kopi agar dapat lebih menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ambiens yang dihadirkan dari integrasi elemen biofilik pada desain ruang kedai kopi yang diterapkan di Tanatap Ring Garden, Tanatap Wall Garden, dan Tanatap Frame Garden. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik place-centered mapping melalui obeservasi fisik untuk mengidentifikasi ambiens biofilik yang dapat dinikmati dengan berbagai sensori yang mempengaruhi pengunjung dalam berperilaku. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan vegetasi, cahaya difus, fitur air, elemen kejutan/misteri, dan lainnya mempengaruhi minat kunjungan ke kedai-kedai kopi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan strategi bagi arsitek dan pemilik usaha dalam mengintegrasikan ambiens biofilik yang efektif dalam meningkatkan kualitas desain ruang dan mampu memotivasi kunjungan konsumen ke kedai kopi. Kata Kunci: kualitas desain, ambiens biofilik, kedai kopi, motivasi kunjungan