Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kajian Kerusakan Sungai Yeh Kelating Akibat Penambangan Batu Padas Kadek Adi Suryawan; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; I Nyoman Anom Purwa Winaya
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2020): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v5i2.661

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat telah membawa dampak pada peningkatan berbagai aktivitas masyarakat dalam segala hal. Hal ini membawa dampak positif dari sisi peningkatan pendapatan di sekitar areal penambangan bagi masyarakat sekitar maupun dari pengusaha tambang itu sendiri. Namun dampak negatif lainnya juga tidak kalah akibatnya dilihat dari sisi lingkungan dan sisi hidrolis sungai yaitu rusaknya bentang alam, peningkatan pencemaran air dan udara sekitar penambangan, rusaknya jalan sekitar penambangan, rusaknya penampang sungai serta adanya pembuangan sedimen ke sungai yang berpotensi merusak keanekaragaman hayati wilayah sungai. Berdasarkan hal tersebut diperlukan kajian tentang kerusakan sungai yang terjadi akibat penambangan. Berdasarkan data Kriteria penilaian yang dikeluarkan oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang dapat disimpulkan bahwa penambangan batu padas di Tukad Yeh Kelating indek kinerjanya sebesar di bawah 5 atau kategori rusak berat yang artinya penambangan tersebut sangat merusak sungai dan lingkungan di sekitarnya.
Aplikasi Metode HIRARC dan Domino untuk Risk Assessment Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Proyek Pengendali Banjir Tukad Unda di Wilayah Kabupaten Klungkung Ni Putu Indah Yuliana; Fransiska Moi; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol22no1.468

Abstract

Tukad Unda flood control project has complex work that poses occupational health and safety risks. The objectives of the study identify occupational safety and health risks, determine the value of risks, determine the causes of the Tinggiest risks and determine risk control. The research used the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control and Domino methods. The study showed 101 hazard identifications with 34 sources of danger, of which the extreme category was 31 risks, the Tinggi category was 46 risks and the Sedang category was 24 risks. Factors causing the Tinggiest risk are the lack of attention of workers during safety talks, lack of optimizing standard operating procedures for work procedures, the absence of regular inspection of work equipment and areas, the lack of structured work position arrangements and safety signs, workers not wearing personal protective equipment, workers lacking discipline in the application of personal protective equipment , workers are less concerned about the work area environment, workers are less vigilant, workers joke when doing work and do not apply work instructions. Risk control with meeting box tools, arranging work positions and tools, work permits and personal protective equipment.
Analisis Biaya Pembangunan Site Facilities Proyek Revetment dan Retaining Wall Dermaga Benoa I Gede Bambang Wahyudi; Kadek Adi Parthama; I Wayan Sujahtra; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana
Jurnal Talenta Sipil Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v6i2.317

Abstract

Process of a construction project is knowing how much a building will cost. Like the main building, the project site facilities also require costs that are not included in the direct financing of the project. The goal is to provide detailed information on the cost of building site facilities and to serve as reference material for the preparation of RAB site facilities. Implemented in the Revetment dan Retaining Wall Harbor Benoa project, the survey it was found that this project had built a number of temporary facilities but did not clearly detail the cost requirements. The research used descriptive quantitative methods and data collection in the form of surveys, observations and interviews. Survey to measure temporary buildings at the project site and find unit prices of tools, materials and labor at shops or foremen around the project area. Observation observes the layout of the building which will be outlined in the field layout drawing.An interview with the project manager was conducted to find out the total cost of the project and the costs incurred by the contractor for construction. Data analysis using Microsoft Excel by entering all components to be analyzed. Based on the results, it is concluded that the site facilities that are built are the contractor's office, health room, motorcycle and car parking, workers' toilets, directors' and consultants' offices, LAB rooms, cement and plywood warehouses, mechanical warehouses, security and K3 posts, workers' beds, trash bins, and water reservoirs. The comparison of site facilities cost to contract is 0.253%.
PENGUJIAN TANAH SETRA TUNON DESA ADAT PEJATEN, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN, BALI Wahyudi, I Gede Bambang; Suardika, I Nyoman; Hermawati, Putu; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Yuliana, Ni Putu Indah; Indrayanti, Anak Agung Putri
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i2.5090

Abstract

Desa Adat Pejaten terletak di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Setra Tunon yaitu tempat pemakaman sementara bagi masyarakat Hindu untuk menunggu waktu yang tepat dalam melaksanakan upacara Ngaben. Saat ini kondisi dinding penahan tanah yang ada telah mengalami kerusakan. Oleh karena itu Desa Adat Pejaten berencana melakukan rekonstruksi secara bertahap untuk mencegah keruntuhan tanah yang lebih parah. Sebelum dilakukannya rekonstruksi/pembangunan perlu dilakukan pengujian tanah untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi lapisan tanah dan parameter tanah. Hasil penyelidikan tanah akan digunakan untuk keperluan desain dan perencanaan dinding penahan tanah. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakan ini adalah dengan mengumpulkan data primer dan data yang diperoleh dilakukan dengan melakukan pengujian baik dilapangan maupun di laboratorium. Hasil pengujian tanah berupa Bor dan SPT menunjukkan Elevasi tanah keras berada pada kedalaman -9 meter diukur dari dudukan mesin bor (muka tanah di permukaan setra). Hasil pengujian laboratorium dengan kedalaman setiap 3 meter menunjukkan nilai kohesi sebesar 0,039, nilai sudut geser sebesar 35,47 derajat, Berat Satuan tanah sebesar 1,68 gr/cm3, Nilai kelembaban sebesar 14.04 % dan Nilai Spesific Gravity (Gs) sebesar 2, 47 .hasil dari pengabdian ini dapat dimanfaatkan selanjutnya untuk gambar perencanaan dan menyusun rencana anggaran biaya (RAB) pada kegiatan pengabdian selanjutnya sehingga permasalahan yang dihadapi oleh mitra dapat terselesaikan dengan tuntas.
Kajian Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Proyek Villa Banana di Kabupaten Badung Yuliana, Ni Putu Indah; Suartika Putra, I Gusti Putu Adi; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiarta, I Komang
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i1.424

Abstract

The implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) is part of the management system for the implementation of Construction Work to ensure the realization of Construction Safety. The implementation of a Construction Safety Management System need a number of costs that will be part of the contract value. The purpose of the study was to determine the components of implementing SMKK, the amount of costs required for the implementation of SMKK and the percentage compared to the contract value. The study used quantitative descriptive methods and data collection in the form of surveys and interviews. The results showed that the required SMKK cost components are RKK preparation, socialization, promotion and training, work protective equipment, personal protective equipment, insurance, construction safety personnel, facilities, infrastructure, and medical devices, traffic equipment as well as activities and equipment related to construction safety risk control. Total cost for the implementation of SMKK in the Villa Banana Project is Rp. 86,520,255.50 with a consumable cost of Rp. 31,439,079.78 and a non-consumable cost of Rp. 55,081,175.72. The percentage of SMKK implementation costs on the contract value is 3.696% of the total project contract value which is Rp. 2,341,117,572.00.
Inovasi Penggunaan Drywall Sebagai Material Penutup Dinding Ditinjau Dari Aspek Biaya Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiasa, I Wayan; Suardika, I Nyoman; Sudiarta, I Komang; Yuliana, Ni Putu Indah
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v19i2.47724

Abstract

Sampai saat ini pekerjaan dinding masih banyak menggunakan material berupa bata merah, bata ringan, batako, dan panel. Begitu pula dilihat dari penelitian yang berkaitan dengan value engineering sebagian besar mengkaji tentang penggunaan material tersebut. Saat ini semakin berkembang inovasi dalam dunia konstruksi. Salah satunga adalah penggunaan system drywall sebagai dinding. Drywall adalah system dinding yang dikerjakan tanpa menggunakan mortar dan air. Drywall ini menerapkan material rangka baja ringan dan serat semen atau gypsum. Wet area seperti Ruangan mandi, dapur, dan dinding luar akan dipilih material gypsumboard yang tahan air. Penggunaan system ini memiliki manfaat yaitu memudahkan dalam pengaturan ruangan, apabila dikemudian hari menginginkan perubahan tata ruang, maka proses pembongkaran tidak memerlukan waktu lama. Biaya pekerjaan drywall berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan Lokasi area pemasangan. Untuk area basah dan area luar menggunakan bahan tahan air dan panas. Untuk pekerjaan dinding yang difungsikan sebagai penyekat ruangan diperoleh harga Rp 798.623 per m2, dan untuk dinding luar Rp 1.174.705.
Model Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pengadaan Jasa Konstruksi Di Provinsi Bali Bambang Wahyudi, I Gede; Sudiasa, I Wayan; Putra, I Gusti Putu Adi Suartika; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Yuliana, Ni Putu Indah
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.48468

Abstract

Penetapan nilai TKDN diatur pemerintah melalui kebijakan dan peraturan yang ditetapkan. Perhitungan umumnya dilakukan pada pengadaan barang dan jasa. Pengadaan konstruksi pemerintah mencakup beberapa komponen yang harus dihitung sebelum dilaksanakan proses tender yaitu RAB, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan pekerjaan dan juga nilai TKDN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada UKPBJ Provinsi Bali. Penelitian akan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dalam bentuk survey dan wawancara. Survey mengukur persentase nilai pada masing-masing variabel yang digunakan untuk menentukan nilai komponen dalam negeri  jasa konstruksi. Wawancara mengetahui besaran nilai yang diterapkan pada masing-masing variabel. Wawancara dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen atau tim teknis. Analisis data menggunakan analisis modus melalui Microsoft Excel dengan memasukkan semua komponen yang dianalisis. Variabel yang digunakan untuk menghitung nilai komponen dalam negeri pekerjaan Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah di Provinsi Bali adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan dan Nilai yang ditetapkan konsultan perencana. Model perhitungan komponen pekerjaan jasa konstruksi pemerintah Provinsi Bali setelah dianalisis menggunakan dasar analisis satuan pekerjaan dengan memperhitungkan Bahan, Material dan peralatan dengan minimal nilai komponen 40% dan Pekerja dengan 100% untuk warga lokal atau kewarganegaraan Indonesia dan Total keseluruhan nilai komponen pada pengadaan Jasa konstruksi di Provinsi Bali minimal TKDN dengan nilai 40%.
Identifikasi Kesenjangan Kinerja Konsultan Pengawas Konstruksi Di Kota Denpasar Damayanti, Tirtha; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana; I Gede Bambang Wahyudi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.51915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan hasil kerja jasa konsultan pengawas konstruksi di Kota Denpasar, dengan fokus pada evaluasi gap antara tingkat kepentingan dan pelaksanaan kebutuhan konsultan pengawas pada proyek pemerintah dan swasta. Data dikumpulkan melalui survei yang mengukur tingkat kepentingan dan pelaksanaan pada 10 kebutuhan konsultan pengawas yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa pada proyek pemerintah, sebagian besar kebutuhan konsultan pengawas masih memerlukan perbaikan dalam pelaksanaannya, dengan gap yang berkisar antara 0,016 hingga 0,231 atau berada pada kategori gap rendah hingga sangat tinggi. Sebanyak 5 dari 10 kebutuhan konsultan pengawas pada proyek pemerintah masuk dalam kategori gap sedang, 1 kebutuhan dalam kategori gap sangat tinggi, dan 4 kebutuhan dalam kategori gap rendah. Pada proyek swasta, gap berkisar antara -0,037 hingga 0,138, dengan 1 kebutuhan pada kategori gap tinggi, 3 pada kategori gap sedang, dan 6 pada kategori gap rendah. Selanjutnya, penelitian ini menganalisis solusi peningkatan melalui focus group discussion (fgd), yang menghasilkan rekomendasi peningkatan seperti pendidikan dan pelatihan (untuk 4 kebutuhan), pelatihan manajerial, pembuatan prosedur kerja standar, dan sertifikasi keahlian. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kinerja konsultan pengawas konstruksi di Kota Denpasar sesuai dengan harapan pengguna jasa.
Comparison Of Installation Wages for Granite Tiles in Large and Small Spaces Using the Method Productivity Delay Model Putra, I Ketut Mahardika; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Suardika, Luh Putu Prativi Putri; Putra, I Putu Dwikarna
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v8i1.6156

Abstract

Kinerja tenaga kerja merupakan faktor utama dalam penyelesaian proyek konstruksi. Pekerjaan pemasangan granite tile di area sempit lebih menghadirkan tantangan tersendiri akibat banyaknya potongan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga meningkatkan biaya melebihi RAB proyek. Penelitian ini menganalisis kinerja tenaga kerja dalam pemasangan granite tile pada area sempit dan luas, yang berdampak pada efisiensi biaya proyek konstruksi. Pekerjaan di area sempit lebih kompleks karena banyaknya potongan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga realisasi biaya sering melebihi RAB. Studi ini bertujuan menentukan koefisien tukang pasang serta membandingkan harga satuan upah pada kedua kondisi tersebut. Observasi lapangan dilakukan dengan metode MPDM untuk mengukur produktivitas pekerja, termasuk waktu penundaan dalam siklus kerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan studi pada proyek hotel yang memasang granite tile berukuran 40 × 40 cm. Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien tenaga kerja untuk pemasangan di area luas adalah 0,124, sedangkan di area sempit 0,136. Biaya upah pemasangan di area luas tercatat Rp 44.400 per m², sementara di area sempit Rp 45.864 per m². Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perencanaan anggaran upah dan teknis dalam penyusunan analisis harga satuan pekerjaan untuk meningkatkan efisiensi proyek konstruksi.
PROPORSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA PROYEK PADA BANGUNAN GEDUNG DI BALI Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiasa, I Wayan; Sudiarta, I Komang; Yuliana, Ni Putu Indah; Wahyudi, I Gede Bambang
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 19, No 2 (2024): April
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.19.2.359

Abstract

Construction projects are activities carried out with limited time and costs. In its implementation, the project requires resources, namely materials, wages, tools and decisions on the use of subcontractors. Project implementation always begins with implementation planning. This activity consists of planning work methods, calculating project resource requirements, and determining the schedule for procuring these resources. Every project implementation always has risks in it. This risk can originate from human resources, implementation methods, and work environment conditions. Due to the limited time for implementing construction projects, it is not uncommon for planning project resource requirements to experience calculation errors. This error could be a lack of budget allocated to one of the project resource components. This research was carried out with the aim of obtaining the proportion of each resource, namely materials, wages and tools, which can later be used as a reference in preparing project plans in a short time. This research was conducted on a building construction project that functions as a hotel and villa. The projects reviewed are 2 hotels, 1 villa and 1 resort. The results of this research show that the average proportion of project resource use to the total value is (1) Materials 64.45%, (2) Wages 24.75%, (3) Tools 7.64%, and (4) use of subcontractors 3 .17%. The proportion of use of material resources, equipment, wages and subcontractors is greatly influenced by the type of building construction, material specifications and work contracts.