Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemilihan Alternatif Metode Kerja dengan Menentukan Urutan Prioritas Kriteria Fungsi pada Pekerjaan Struktur Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Nyoman Suardika
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol18no2.118

Abstract

Permasalahan proyek konstruksi yang sering terjadi adalah pembengkakan biaya (cost overrun), waktu pelaksanaan terlambat, dan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang berujung terjadinya pekerjaan ulang (rework). Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti : human error, jumlah tenaga kerja kurang, perubahan disain, keterbatasan material dan alat, metode kerja konstruksi yang tidak tepat. Kinerja proyek dipengaruhi oleh penggunaan Sumber Daya dalam proyek, yang lebih dikenal dengan lima sarana manajemen konstuksi (5M) yaitu biaya (money), tenaga kerja (man power), material (material), metode kerja (method), dan alat (machine). Penggunaaan metode kerja alternatif bisa diterapkan di berbagai proyek, seperti proyek gedung yang memiliki skala kecil, menengah hingga skala yang besar. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung pada bangunan Hotel Blok A,B. Dari empat alternatif yang dibuat, berdasarkan hasil analisis dengan metode zero-one dipilih alternatif 2 sebagai alternatif terbaik berdasarkan kriteria penghematan biaya, mutu, waktu pelaksanaan, dan kemudahan pelaksanaan.
Evaluasi Kinerja Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Tukad Petanu Berdasarkan Earned Value Analysis Ni Putu Indah Yuliana; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol20no1.147

Abstract

The achievements review of Tukad Petanu irrigation network improvement project still uses traditional cost management concept so that the evaluation based on value analysis needs to be done. The purpose of the research’s is to analyze project’s cost and time performance based on earned value analysis. This research uses quantitative descriptive with earned value analysis. Based on analysis, from 1st to 8th month the value of Budgeted Cost Work Performance (BCWP) is above Budgeted Cost Work Schedule (BCWS) and ends at the same point in 9th month so it categorized run faster 6,52% of planned time and ends according to planned time. The Actual Cost Work Performance (ACWP) value is below the BCWP so the actual costs are less than planned costs, which is 21.14% of planned costs. Analysis of cost and time variance based on cumulative have a positive value (+), shows the work is run faster than planned and the costs are smaller than the budget. The cumulative cost and time performance index have an average Cost Performance Index (CPI) of 1.21 and an average Schedule Performance Index (SPI) of 1.02 so the project runs faster than planned time and costs are smaller than planned budget.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Bangunan Gedung dengan Tahap HIRADC Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; I Nyoman Suardika; I Wayan Sudiasa
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jt.vol20no1.190

Abstract

One of the risks that occur in construction projects comes from aspects of occupational safety and health. Therefore, it is necessary to identify the risks that may occur and determine controls so that these risks can be minimized. The research was conducted on building construction projects on structural and architectural works. From the research there are 36 risks the level of priority 1 that causes the impact of death and permanent injury, priority level 2 as many as 20 risks that fall into the medium category, and priority level 3 as much as 26 risks that fall into the low and mild category. The main priority sequence of work that must be controlled is basement walls and floor plates, roof, wall, structural columns, reinforced concrete structures for foundations and floors, railing work, swimming pool structures, ceiling work, and door window. These risks are controlled by engineering technique with methods, regulating electric lines, working in good lighting, conducting periodic checks on electrical installations and tools, by providing warning signs, using work shoes, helmets, gloves, safety belt, work shoes.
Perencanaan Anggaran Biaya Pekerjaan Kayu Style Bali Berdasarkan Analisa Harga Satuan Lapangan Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; I Nyoman Suardika
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 23 No 1 (2021): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.27 KB) | DOI: 10.35313/potensi.v23i1.2539

Abstract

Kekhasan pekerjaan kayu style Bali berdampak pada tidak ada standar Analisa Harga Satuan pada SNI atau PU, sehingga diperlukan adanya analisis harga satuan pekerjaan khususnya untuk pekerjaan kayu style Bali. Penelitian ini dilakukan pada pengrajin di Kabupaten Gianyar. Dalam menyusun RAB dengan 3 alternatif yaitu kombinasi saka, lambang dan pintu style Bali dan melakukan wawancara untuk memperoleh data identifikasi faktor yang mempengaruhi harga pekerjaan kayu style Bali. Pekerjaan yang ditinjau adalah (1) saka ukir, (2) saka polos, (3) lambang gembol, (4) lambang sari, (5) lambang polos, (6) pintu ukir. Berdasarkan hasil analisis diperoleh Harga pekerjaan saka ukir dengan panjang 3 m adalah Rp 4.815.046/ unit dan saka polos Rp 3.288.025/ unit. Harga lambang gambol per m adalah Rp 3.944.438/ m’, Lambang sari Rp 2.500.688/ m’ dan lambang polos Rp 1.554.813/ m’. Harga pintu kayu ukir ukuran 800 x 2000 mm Rp 29.002.400/ unit. Adapun spesifikasi dari harga di atas adalah menggunakan material kayu jati kualitas I, finishing politur. Biaya Overhead & Profit 5 % diasumsikan sama dengan analisa pada SNI yaitu 5%. Dari 3 alternatif yang ditentukan diperoleh RAB alternatif 1 Rp 94,806,962, alternatif 2 Rp 60,501,304, alternatif 3 Rp Rp 77,770,712.
Analisa waste material besi dalam upaya pengendalian sisa material konstruksi Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana; I Komang Sudiarta
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 5 No 1 (2023): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v5i1.561

Abstract

Setiap proyek konstruksi akan selalu memunculkan dampak yang positif dan negatif, satu dampak negatif yang muncul akibat pembangunan adalah munculnya sisa material konstruksi atau yang disebut dengan construction Waste yang dapat memicu permasalahan baru. Terjadinya Waste ini tidak dapat dibiarkan begitu saja karena dapat mengganggu proses pelaksanaan pembangunan secara keseluruhan dan merugikan bagi pemilik atau kontraktor sendiri. Hal ini akan memakan banyak tempat di dalam area proyek yang terbatas, sehingga perlu dilakukan penanganan yang serius, yang sudah tentu hal ini akan semakin menambah biaya proyek secara keseluruhan. Penelitian dilakukan pada salah satu pembangunan gedung Hotel di Bali, pada tahap pekerjaan struktur. Adapun skup pekerjaan yang dikerjakan adalah Basement 1 dan 2, lantai ground, Mezanine, Lantai 2 dan 3. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif yaitu menghitung volume material besi berdasarkan gambar shop drawing dan berdasarkan kebutuhan lapangan. Secara singkat penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data sekunder, melakukan perhitungan kebutuhan material besi berdasarkan shop drawing, menghitung kebutuhan material besi di lapangan, kemudian menentukan waste besi berdasarkan selisih antara kebutuhan gambar dengan yang terpasang di lapangan. Pada penelitian ini diameter besi yang digunakan adalah D25, D22, D19, D16, D13, D10, dan f8. Total kebutuhan besi yang dihitung sesuai gambar shop drawing adalah 1.621.214 kg, dan kebutuhan besi sesuai yang terpasang di lapangan adalah 1.714.052 kg. Adapun rincian waste besi berdasarkan jenis pekerjaanya adalah pile cap waste 7,0%, Sloof waste 6,5%, kolom waste 5,0%, balok waste 7,0%, plat lantai waste 6,0%. Sehingga rata-rata waste besi adalah 6,3%.
Kajian Kerusakan Sungai Yeh Kelating Akibat Penambangan Batu Padas Kadek Adi Suryawan; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; I Nyoman Anom Purwa Winaya
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2020): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v5i2.661

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat telah membawa dampak pada peningkatan berbagai aktivitas masyarakat dalam segala hal. Hal ini membawa dampak positif dari sisi peningkatan pendapatan di sekitar areal penambangan bagi masyarakat sekitar maupun dari pengusaha tambang itu sendiri. Namun dampak negatif lainnya juga tidak kalah akibatnya dilihat dari sisi lingkungan dan sisi hidrolis sungai yaitu rusaknya bentang alam, peningkatan pencemaran air dan udara sekitar penambangan, rusaknya jalan sekitar penambangan, rusaknya penampang sungai serta adanya pembuangan sedimen ke sungai yang berpotensi merusak keanekaragaman hayati wilayah sungai. Berdasarkan hal tersebut diperlukan kajian tentang kerusakan sungai yang terjadi akibat penambangan. Berdasarkan data Kriteria penilaian yang dikeluarkan oleh Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang dapat disimpulkan bahwa penambangan batu padas di Tukad Yeh Kelating indek kinerjanya sebesar di bawah 5 atau kategori rusak berat yang artinya penambangan tersebut sangat merusak sungai dan lingkungan di sekitarnya.
Aplikasi Metode HIRARC dan Domino untuk Risk Assessment Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Proyek Pengendali Banjir Tukad Unda di Wilayah Kabupaten Klungkung Ni Putu Indah Yuliana; Fransiska Moi; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol22no1.468

Abstract

Tukad Unda flood control project has complex work that poses occupational health and safety risks. The objectives of the study identify occupational safety and health risks, determine the value of risks, determine the causes of the Tinggiest risks and determine risk control. The research used the Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control and Domino methods. The study showed 101 hazard identifications with 34 sources of danger, of which the extreme category was 31 risks, the Tinggi category was 46 risks and the Sedang category was 24 risks. Factors causing the Tinggiest risk are the lack of attention of workers during safety talks, lack of optimizing standard operating procedures for work procedures, the absence of regular inspection of work equipment and areas, the lack of structured work position arrangements and safety signs, workers not wearing personal protective equipment, workers lacking discipline in the application of personal protective equipment , workers are less concerned about the work area environment, workers are less vigilant, workers joke when doing work and do not apply work instructions. Risk control with meeting box tools, arranging work positions and tools, work permits and personal protective equipment.
Analisis Biaya Pembangunan Site Facilities Proyek Revetment dan Retaining Wall Dermaga Benoa I Gede Bambang Wahyudi; Kadek Adi Parthama; I Wayan Sujahtra; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana
Jurnal Talenta Sipil Vol 6, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v6i2.317

Abstract

Process of a construction project is knowing how much a building will cost. Like the main building, the project site facilities also require costs that are not included in the direct financing of the project. The goal is to provide detailed information on the cost of building site facilities and to serve as reference material for the preparation of RAB site facilities. Implemented in the Revetment dan Retaining Wall Harbor Benoa project, the survey it was found that this project had built a number of temporary facilities but did not clearly detail the cost requirements. The research used descriptive quantitative methods and data collection in the form of surveys, observations and interviews. Survey to measure temporary buildings at the project site and find unit prices of tools, materials and labor at shops or foremen around the project area. Observation observes the layout of the building which will be outlined in the field layout drawing.An interview with the project manager was conducted to find out the total cost of the project and the costs incurred by the contractor for construction. Data analysis using Microsoft Excel by entering all components to be analyzed. Based on the results, it is concluded that the site facilities that are built are the contractor's office, health room, motorcycle and car parking, workers' toilets, directors' and consultants' offices, LAB rooms, cement and plywood warehouses, mechanical warehouses, security and K3 posts, workers' beds, trash bins, and water reservoirs. The comparison of site facilities cost to contract is 0.253%.
PENGUJIAN TANAH SETRA TUNON DESA ADAT PEJATEN, KECAMATAN KEDIRI, KABUPATEN TABANAN, BALI Wahyudi, I Gede Bambang; Suardika, I Nyoman; Hermawati, Putu; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Yuliana, Ni Putu Indah; Indrayanti, Anak Agung Putri
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i2.5090

Abstract

Desa Adat Pejaten terletak di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan. Setra Tunon yaitu tempat pemakaman sementara bagi masyarakat Hindu untuk menunggu waktu yang tepat dalam melaksanakan upacara Ngaben. Saat ini kondisi dinding penahan tanah yang ada telah mengalami kerusakan. Oleh karena itu Desa Adat Pejaten berencana melakukan rekonstruksi secara bertahap untuk mencegah keruntuhan tanah yang lebih parah. Sebelum dilakukannya rekonstruksi/pembangunan perlu dilakukan pengujian tanah untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi lapisan tanah dan parameter tanah. Hasil penyelidikan tanah akan digunakan untuk keperluan desain dan perencanaan dinding penahan tanah. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada pengabdian masyarakan ini adalah dengan mengumpulkan data primer dan data yang diperoleh dilakukan dengan melakukan pengujian baik dilapangan maupun di laboratorium. Hasil pengujian tanah berupa Bor dan SPT menunjukkan Elevasi tanah keras berada pada kedalaman -9 meter diukur dari dudukan mesin bor (muka tanah di permukaan setra). Hasil pengujian laboratorium dengan kedalaman setiap 3 meter menunjukkan nilai kohesi sebesar 0,039, nilai sudut geser sebesar 35,47 derajat, Berat Satuan tanah sebesar 1,68 gr/cm3, Nilai kelembaban sebesar 14.04 % dan Nilai Spesific Gravity (Gs) sebesar 2, 47 .hasil dari pengabdian ini dapat dimanfaatkan selanjutnya untuk gambar perencanaan dan menyusun rencana anggaran biaya (RAB) pada kegiatan pengabdian selanjutnya sehingga permasalahan yang dihadapi oleh mitra dapat terselesaikan dengan tuntas.
Kajian Biaya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pada Proyek Villa Banana di Kabupaten Badung Yuliana, Ni Putu Indah; Suartika Putra, I Gusti Putu Adi; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiarta, I Komang
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i1.424

Abstract

The implementation of the Construction Safety Management System (SMKK) is part of the management system for the implementation of Construction Work to ensure the realization of Construction Safety. The implementation of a Construction Safety Management System need a number of costs that will be part of the contract value. The purpose of the study was to determine the components of implementing SMKK, the amount of costs required for the implementation of SMKK and the percentage compared to the contract value. The study used quantitative descriptive methods and data collection in the form of surveys and interviews. The results showed that the required SMKK cost components are RKK preparation, socialization, promotion and training, work protective equipment, personal protective equipment, insurance, construction safety personnel, facilities, infrastructure, and medical devices, traffic equipment as well as activities and equipment related to construction safety risk control. Total cost for the implementation of SMKK in the Villa Banana Project is Rp. 86,520,255.50 with a consumable cost of Rp. 31,439,079.78 and a non-consumable cost of Rp. 55,081,175.72. The percentage of SMKK implementation costs on the contract value is 3.696% of the total project contract value which is Rp. 2,341,117,572.00.