Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Inovasi Penggunaan Drywall Sebagai Material Penutup Dinding Ditinjau Dari Aspek Biaya Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiasa, I Wayan; Suardika, I Nyoman; Sudiarta, I Komang; Yuliana, Ni Putu Indah
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v19i2.47724

Abstract

Sampai saat ini pekerjaan dinding masih banyak menggunakan material berupa bata merah, bata ringan, batako, dan panel. Begitu pula dilihat dari penelitian yang berkaitan dengan value engineering sebagian besar mengkaji tentang penggunaan material tersebut. Saat ini semakin berkembang inovasi dalam dunia konstruksi. Salah satunga adalah penggunaan system drywall sebagai dinding. Drywall adalah system dinding yang dikerjakan tanpa menggunakan mortar dan air. Drywall ini menerapkan material rangka baja ringan dan serat semen atau gypsum. Wet area seperti Ruangan mandi, dapur, dan dinding luar akan dipilih material gypsumboard yang tahan air. Penggunaan system ini memiliki manfaat yaitu memudahkan dalam pengaturan ruangan, apabila dikemudian hari menginginkan perubahan tata ruang, maka proses pembongkaran tidak memerlukan waktu lama. Biaya pekerjaan drywall berbeda-beda sesuai dengan fungsi dan Lokasi area pemasangan. Untuk area basah dan area luar menggunakan bahan tahan air dan panas. Untuk pekerjaan dinding yang difungsikan sebagai penyekat ruangan diperoleh harga Rp 798.623 per m2, dan untuk dinding luar Rp 1.174.705.
Model Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Pengadaan Jasa Konstruksi Di Provinsi Bali Bambang Wahyudi, I Gede; Sudiasa, I Wayan; Putra, I Gusti Putu Adi Suartika; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Yuliana, Ni Putu Indah
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.48468

Abstract

Penetapan nilai TKDN diatur pemerintah melalui kebijakan dan peraturan yang ditetapkan. Perhitungan umumnya dilakukan pada pengadaan barang dan jasa. Pengadaan konstruksi pemerintah mencakup beberapa komponen yang harus dihitung sebelum dilaksanakan proses tender yaitu RAB, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan pekerjaan dan juga nilai TKDN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada UKPBJ Provinsi Bali. Penelitian akan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan pengumpulan data dalam bentuk survey dan wawancara. Survey mengukur persentase nilai pada masing-masing variabel yang digunakan untuk menentukan nilai komponen dalam negeri  jasa konstruksi. Wawancara mengetahui besaran nilai yang diterapkan pada masing-masing variabel. Wawancara dilakukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen atau tim teknis. Analisis data menggunakan analisis modus melalui Microsoft Excel dengan memasukkan semua komponen yang dianalisis. Variabel yang digunakan untuk menghitung nilai komponen dalam negeri pekerjaan Pengadaan Jasa Konstruksi Pemerintah di Provinsi Bali adalah Analisa Harga Satuan Pekerjaan dan Nilai yang ditetapkan konsultan perencana. Model perhitungan komponen pekerjaan jasa konstruksi pemerintah Provinsi Bali setelah dianalisis menggunakan dasar analisis satuan pekerjaan dengan memperhitungkan Bahan, Material dan peralatan dengan minimal nilai komponen 40% dan Pekerja dengan 100% untuk warga lokal atau kewarganegaraan Indonesia dan Total keseluruhan nilai komponen pada pengadaan Jasa konstruksi di Provinsi Bali minimal TKDN dengan nilai 40%.
Identifikasi Kesenjangan Kinerja Konsultan Pengawas Konstruksi Di Kota Denpasar Damayanti, Tirtha; Ni Kadek Sri Ebtha Yuni; Ni Putu Indah Yuliana; I Gede Bambang Wahyudi
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i1.51915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan hasil kerja jasa konsultan pengawas konstruksi di Kota Denpasar, dengan fokus pada evaluasi gap antara tingkat kepentingan dan pelaksanaan kebutuhan konsultan pengawas pada proyek pemerintah dan swasta. Data dikumpulkan melalui survei yang mengukur tingkat kepentingan dan pelaksanaan pada 10 kebutuhan konsultan pengawas yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis gap menunjukkan bahwa pada proyek pemerintah, sebagian besar kebutuhan konsultan pengawas masih memerlukan perbaikan dalam pelaksanaannya, dengan gap yang berkisar antara 0,016 hingga 0,231 atau berada pada kategori gap rendah hingga sangat tinggi. Sebanyak 5 dari 10 kebutuhan konsultan pengawas pada proyek pemerintah masuk dalam kategori gap sedang, 1 kebutuhan dalam kategori gap sangat tinggi, dan 4 kebutuhan dalam kategori gap rendah. Pada proyek swasta, gap berkisar antara -0,037 hingga 0,138, dengan 1 kebutuhan pada kategori gap tinggi, 3 pada kategori gap sedang, dan 6 pada kategori gap rendah. Selanjutnya, penelitian ini menganalisis solusi peningkatan melalui focus group discussion (fgd), yang menghasilkan rekomendasi peningkatan seperti pendidikan dan pelatihan (untuk 4 kebutuhan), pelatihan manajerial, pembuatan prosedur kerja standar, dan sertifikasi keahlian. Upaya-upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kinerja konsultan pengawas konstruksi di Kota Denpasar sesuai dengan harapan pengguna jasa.
Comparison Of Installation Wages for Granite Tiles in Large and Small Spaces Using the Method Productivity Delay Model Putra, I Ketut Mahardika; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Suardika, Luh Putu Prativi Putri; Putra, I Putu Dwikarna
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v8i1.6156

Abstract

Kinerja tenaga kerja merupakan faktor utama dalam penyelesaian proyek konstruksi. Pekerjaan pemasangan granite tile di area sempit lebih menghadirkan tantangan tersendiri akibat banyaknya potongan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga meningkatkan biaya melebihi RAB proyek. Penelitian ini menganalisis kinerja tenaga kerja dalam pemasangan granite tile pada area sempit dan luas, yang berdampak pada efisiensi biaya proyek konstruksi. Pekerjaan di area sempit lebih kompleks karena banyaknya potongan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga realisasi biaya sering melebihi RAB. Studi ini bertujuan menentukan koefisien tukang pasang serta membandingkan harga satuan upah pada kedua kondisi tersebut. Observasi lapangan dilakukan dengan metode MPDM untuk mengukur produktivitas pekerja, termasuk waktu penundaan dalam siklus kerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan studi pada proyek hotel yang memasang granite tile berukuran 40 × 40 cm. Hasilnya menunjukkan bahwa koefisien tenaga kerja untuk pemasangan di area luas adalah 0,124, sedangkan di area sempit 0,136. Biaya upah pemasangan di area luas tercatat Rp 44.400 per m², sementara di area sempit Rp 45.864 per m². Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perencanaan anggaran upah dan teknis dalam penyusunan analisis harga satuan pekerjaan untuk meningkatkan efisiensi proyek konstruksi.
PROPORSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA PROYEK PADA BANGUNAN GEDUNG DI BALI Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Sudiasa, I Wayan; Sudiarta, I Komang; Yuliana, Ni Putu Indah; Wahyudi, I Gede Bambang
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 19, No 2 (2024): April
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.19.2.359

Abstract

Construction projects are activities carried out with limited time and costs. In its implementation, the project requires resources, namely materials, wages, tools and decisions on the use of subcontractors. Project implementation always begins with implementation planning. This activity consists of planning work methods, calculating project resource requirements, and determining the schedule for procuring these resources. Every project implementation always has risks in it. This risk can originate from human resources, implementation methods, and work environment conditions. Due to the limited time for implementing construction projects, it is not uncommon for planning project resource requirements to experience calculation errors. This error could be a lack of budget allocated to one of the project resource components. This research was carried out with the aim of obtaining the proportion of each resource, namely materials, wages and tools, which can later be used as a reference in preparing project plans in a short time. This research was conducted on a building construction project that functions as a hotel and villa. The projects reviewed are 2 hotels, 1 villa and 1 resort. The results of this research show that the average proportion of project resource use to the total value is (1) Materials 64.45%, (2) Wages 24.75%, (3) Tools 7.64%, and (4) use of subcontractors 3 .17%. The proportion of use of material resources, equipment, wages and subcontractors is greatly influenced by the type of building construction, material specifications and work contracts.
Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Di Proyek Gedung Yuliana, Ni Putu Indah; Dewi, I Gusti Ayu Wulan Krisna; Putra, I Gusti Putu Adi Suartika; Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha; Wahyudi, I Gede Bambang
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i1.3511

Abstract

The increasing development of construction projects has led to an increase of work accidents and insurance claims. This must be followed up with the implementation of a construction safety management system. This action is expected to reduce the number of accidents and illnesses due to work. The purpose of the study is to analyze the value level of implementation of construction safety management system and the factor that causing the discrepancy between the requirements and the implementation. This study uses a qualitative research method with a descriptive format. The results showed that the implementation rate of the Construction Safety Management System was 88.37% with the category of "Satisfactory Implementation". The factor that causing the discrepancy are the contractor leader rarely goes to the field to provide briefings related to occupational safety and health because it has been carried out by the project occupational safety and health management team, the implementation of the construction safety management system is good but there are still some differences because the project being worked on is a building construction project, the composition of the Occupational Safety and Health Management Team in the project is adjusted to the needs of the project so that emergency response officers and first aid officers in accidents are not provided in the field.
Estimasi Besarnya Biaya Proyek Akibat terjadinya Rework pada Pekerjaan Finishing Yuni, Ni Kadek Sri Ebtha
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1172

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering dialami pada tahap pelaksanaan proyek adalah adanya pekerjaan ulang atau rework. Penelitian ini menganalisis pekerjaan arsitektur atau pekerjaan pada tahap finishing. Data-data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan responden yang terpilih yaitu dari pihak kontraktor dan konsultan manajemen konstruksi untuk memperoleh item-item pekerjaan yang mengalami rework dan penyebabnya. Data lain yang diperlukan adalah gambar shopdrawing. Selanjutnya dilakukan perhitungan volume pekerjaan. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh 20 item pekerjaan yang mengalami rework, yaitu 13 pekerjaan disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar kontraktor, 5 pekerjaan disebabkan adanya perubahan desain dari perencana, dan 2 pekerjaan disebabkan oleh kesalahan metode kerja kontraktor. Berdasarkan item tersebut dan gambar shopdrawing dilanjutkan dengan menguraikan pekerjaan yang mengalami rework dengan lebih detail, kemudian dilakukan perhitungan volumenya. Untuk analisa harga satuan digunakan harga kontrak yang telah disepakati antara kontraktor dengan pihak owner. Hasil dari  estimasi biaya yang dilakukan diperoleh hasil penyebab rework berturut-turut adalah  kurangnya komunikasi sebesar Rp 140, 654, 089 atau 54.4 %, perubahan desain Rp 111,540,625 atau 43.1 %, dan kesalahan metode kerja Rp 6,454,495 atau 2.5 %.