Darnius, Said
Unknown Affiliation

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KESIAPAN GURU KELAS TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PROSES PEMBELAJARAN DI SDN 14 BANDA ACEH KECAMATAN ULEE KARENG BANDA ACEH Nazirah, Suci; Mislinawati., Mislinawati; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i1.8642

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan atas kurikulum KTSP yang mempunyai ciri khastersendiri yaitu menggunakan pendekatan saintifik juga penilaian autentik. Perubahan kurikulum ini menuntut kesiapan guru yaitu kesiapan dalam mempraktekkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik pada proses pembelajaran. Dalam penelitian ini yaang menjadi rumusan masalahnya adalah bagaimana kesiapan dan kendala guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan dan kendala guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek berjumlah 6 orang guru SDN 14 Banda Aceh. Data yang dikumpul menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data kemudian dianalisis dengan dirangkum, penyajian dalam bentuk uraian baru kemudian di simpulkan.Hasil penilitian menyatakan bahwa kesiapan guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh pada aspek pendekatan saintifik dan penilaian autentik masih berada di kategori kurang siap, hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar guru mengalami kendala dalam implementasi kurikulum 2013 pada saat menerapkan pendekatan saintifik dan penilaian autentik karena belum memahaminya secara mendalam. Simpulannya adalah kesiapan guru kelas terhadap implementasi kurikulum 2013 pada proses pembelajaran di SDN 14 Banda Aceh dilihat dari aspek pendekatan saintifik dan penilaian autentik masih berada di kategori kurang siap dalam artian guru belum sepenuhnya mengenal dan memahami tentang langkah pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Sedangkan pada penilaian autentik guru juga masih keterbatasan waktu dalam mengevaluasi seluruh aspek penilaian siswa. Disarankan kepada guru untuk banyak mengikuti pengembangan yang berbasis kurikulum 2013 melalui KKG yang di adakan oleh gugus di SDN 14 Banda Aceh.
KEMAMPUAN MENULIS NARASI BERDASARKAN MEDIA KARIKATUR SISWA KELAS IV SDN NEUSOK TEUBALUI ACEH BESAR Tumanggor, M. Iqbal D.; Adnan., Adnan; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v3i2.8568

Abstract

Tidak semua siswa mampu menulis karangan narasi dengan baik dan benar. Sebab itu, wajib tersedianya usaha guna meningkatkan keterampilan menulis anak didik. Usaha yang sanggup menolong anak didik dalam menggores sebuah karya cerita adalah menggunakan media karikatur. Ringkasan kasus waktu pengkajian ialah macam manakah fase keahlian menggores karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar. Pengkajian ini bermaksud memaparkan tingkat kemampuan menggores sebuah karya cerita berdasarkan sarana parodi anak didik kelas IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar.Pengkajian ini menggunakan ancangan kualitatif dengan jenis pengkajian deskriptif. Pengkajian ini dilakukan di tingkat IV SDN Neusok Teubalui Aceh Besar dengan pokok pengkajian berjumlah 20 anak didik yang terdiri dari 12 pria dan 8 wanita. Instrumen yang digunakan adalah tes menulis narasi dari sebuah gambar karikatur. Bahan yang terkumpul dari perolehan uji ditelaah melalui bagan kelompok keahlian anak didik, akhirnya menentukan persentase dihitung dengan cara memakai formula persentase.Landasan produk penelitian yang terdapat dari 20 anak didik yang menjejaki uji sebanyak 6 anak didik dengan persentase 30% tergolong ke dalam kategori baik sekali, sebanyak 7 siswa masing-masing tergolong ke dalam kategori baik dan cukup sebesar 35%. Maka secara keseluruhan, diperoleh nilai sebesar 1290 dengan nilai rata-rata kemampuan siswa menulis narasi adalah 65% berlandaskan keahlian evaluasi diterima ke dalam kelompok bagus, maka dapat dijalinkan kemampuan menulis narasi berdasarkan media karikatur siswa kelas IV SDN Neusok Teubalui berada pada kategori baik.
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 26 BANDA ACEH Sukma, Aisyah; Bukhari., Bukhari; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7752

Abstract

Kemampuan pemahaman siswa terhadap menyimak dan berbicara masih tergolong rendah. Kurangnya kemampuan menyimak dan berbicara siswa SD ini harus segera diatasi, karena akan berakibat fatal untuk dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu adakah hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara. Hipotesis penelitiannya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Dilaksanakannya penelitian di SD Negeri 26 Banda Aceh dengan populasinya 29 siswa dan sampelnya 29 siswa. Menggunakan Instrumen tes berbentuk soal uraian dan tes lisan. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik korelasi Product Moment.Hasil analisis data diperoleh diketahui menyimak siswa pada kategori baik dengan rata-rata 70,3 dan kemampuan berbicara pada kategori baik dengan rata-rata 69,6. Dari hasil analisis korelasi antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara diperoleh nilai korelasi r hitung sebesar 0,370 yang termasuk kriteria rendah dan diperoleh r tabel sebesar 0,367. Dengan demikian, r hitung lebih besar dari r tabel, maka dinyatakan ditolak dan dinyatakan diterima kebenarannya, artinya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas SDN 26 Banda Aceh
HUBUNGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 26 BANDA ACEH Sukma, Aisyah; Bukhari., Bukhari; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i3.7750

Abstract

Kemampuan pemahaman siswa terhadap menyimak dan berbicara masih tergolong rendah. Kurangnya kemampuan menyimak dan berbicara siswa SD ini harus segera diatasi, karena akan berakibat fatal untuk dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Adapun Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu adakah hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara. Hipotesis penelitiannya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas III SD Negeri 26 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Dilaksanakannya penelitian di SD Negeri 26 Banda Aceh dengan populasinya 29 siswa dan sampelnya 29 siswa. Menggunakan Instrumen tes berbentuk soal uraian dan tes lisan. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa. Pengujian hipotesis menggunakan uji statistik korelasi Product Moment.Hasil analisis data diperoleh diketahui menyimak siswa pada kategori baik dengan rata-rata 70,3 dan kemampuan berbicara pada kategori baik dengan rata-rata 69,6. Dari hasil analisis korelasi antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara diperoleh nilai korelasi r hitung sebesar 0,370 yang termasuk kriteria rendah dan diperoleh r tabel sebesar 0,367. Dengan demikian, r hitung lebih besar dari r tabel, maka dinyatakan ditolak dan dinyatakan diterima kebenarannya, artinya terdapat hubungan antara kemampuan menyimak dengan kemampuan berbicara pada siswa kelas SDN 26 Banda Aceh
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DENGANPENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS TINGGI GUGUS MANGGA KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Suhartini, Suhartini.; fauzi, Fauzi.; Darnius, Said
Elementary Education Research Vol 2, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v2i2.2544

Abstract

Perubahan kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaharui kurikulum menjadi lebih baik, namun dalam mengimplementasikan kurikulum 2013, guru masih mengalami kesulitan seperti dalam menerapkan Pendekatan Saintifik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa sajakah kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif.Data bersumber pada guru yang mengajar.Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas tinggi yang ada di Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.Pengumpulan Data di lakukan dengan angket, observasi dan wawancara.Data angket diolah dengan deskriptif persentase.Data wawancara dan observasi diolah dengan reduksi, display dan verification.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan bahwa dalam menerapkan pendekatan saintifik guru masih mengalami kesulitan dalam menanya sebanyak 33,% dan kesulitan dalam menalar sebanyak 33%.Kesimpulan penelitian ini adalah guru kelas tinggi di Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh masih kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik, khususnya pada langkah menanya dan menalar. Sehingga proses pembelajaran tidak sesuai dengan yang diharapkan. Disarankan untuk para guru agar lebih banyak lagi menekankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan menanya dan menalar, namun dengan cara yang dapat membuat siswa merasa tertarik, termotivasi, serta berlomba untuk memberikan gagasan/ide (menalar).Kata Kunci :Identifikasi, Kurikulum, Pendekatan Saintifik, Kesulitan Guru