Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

AMBIGUITAS GRAMATIKAL PADA JUDUL WEBTOON DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA 'Aisya Luthfiana Asfar; Burhan Eko Purwanto; Afsun Aulia Nirmala
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.228

Abstract

Penelitian ini mengkaji ambiguitas gramatikal pada judul-judul webtoon dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan penyebab timbulnya ambiguitas gramatikal pada judul-judul webtoon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode simak dengan teknik sadap dan catat digunakan untuk mengumpulkan data yang mengandung ambiguitas gramatikal. Analisis data menggunakan metode agih. Penelitian ini menemukan terdapat 33 data judul webtoon berbahasa Indonesia yang mengandung ambiguitas gramatikal, terdiri atas 2 data ambiguitas gramatikal berupa kata; 28 data ambiguitas gramatikal berupa frasa; 1 data ambiguitas gramatikal berupa klausa; dan 2 data ambiguitas gramatikal berupa kalimat. Penyebab ambiguitas gramatikal yang ditemukan, meliputi akibat adanya perbedaan antara tata bahasa Korea dan tata bahasa Indonesia dari segi struktur sintaksisnya; kurangnya unsur pembentuk frasa; subjek yang tidak jelas; struktur kalimat yang kurang tepat; dan tidak adanya intonasi dalam bahasa tulis.
TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA ANAK USIA DINI TK ISLAM DARUL ULUM DESA SIGENTONG KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES Intan Latifah Sari; Burhan Eko Purwanto; Afsun Aulia Nirmala
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.230

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tindak tutur ekspresif pada anak usia dini di TK Islam Darul Ulum Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif pada anak usia dini di TK Islam Darul Ulum Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah bentuk tuturan anak usia dini yang mengandung tindak tutur ekspresif. Teknik penyediaan data penelitian ini menggunakan Teknik simak libat cakap (SLC) dan dilanjutkan dengan Teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan Teknik daya pilah unsur penentu. Penyajian hasil analisis data penelitian ini menggunakan penyajian hasil analisis data secara informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 36 data tindak tutur ekspresif yang terbagi ke dalam 5 jenis tindak tutur, yaitu tindak tutur ekspresif menyalahkan sebanyak 9 data, tindak tutur ekspresif memuji sebanyak 7 data, tindak tutur ekspresif mengucapkan terima kasih sebanyak 4 data, tindak tutur ekspresif meminta maaf sebanyak 6 data, dan tindak tutur ekspresif mengeluh sebanyak 10 data. Kata kunci: Tindak tutur ekspresif, Anak usia dini.
UNSUR INTRINSIK DALAM NASKAH DRAMA KARLAK KARYA ALIN AMBARWATI DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DAN SASTRA DI SMA Tria Jaya; Afsun Aulia Nirmala; Syamsul Anwar
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.233

Abstract

Abstrak Karya sastra adalah sesuatu pemikiran yang di ungkapkan penulis yang dituangkan melaluiu tulisan dengan bahasa sastra, banyak sekali jenis karya sastra salah satu contohnya adalah naskah drama. Naskah drama adalah sebuah teks karangan penulis yang menceritakan tentang suatu kejadian yang di dalamnya berisi dialog-dialog dan beberapa tokoh yang ada di dalam cerita tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam naskah drama Karlak karya Alin Ambarwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah naskah Karlak karya Alin Ambarwati yang berupa prolog, dialog-dialog tokoh pada naskah drama yang mengandung unsur-unsur intrinsik. Berdasarkan uraian bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut. Unsur intrinsik dalam naskah drama Karlak Karya Alin Ambarwati meliputi tokoh, alur, latar, tema, bahasa, sudut pandang, amanat dan petunjuk teknis. Terdapat 8 tokoh yaitu : Waridi, Lastri, Darmi, Mimi, Dirjo, Dulloh, Badar, Juleha. Tema dalam naskah drama Karlak Karya Alin Ambarwati adalah status sosial. Latar dalam naskah drama Karlak Karya Alin Ambarwati diagi menjadi 3, yaitu latar waktu : pada pagi dan siang hari. Latar tempat : disebuah dermaga pelabuhan. Dan latar suasana : menegangkan. Alur dalam naskah drama Karlak Karya Alin Ambarwati tergolong bentuk alur Maju, karena diceritakan scara runtut dari awal hingga akhir. Bahasa dalam naskah drama Karlak Karya Alin Ambarwati adalah menggunakan bahasa indonesia dengan sedikit tambahan bahasa daerah tegal. Dialog yang digunakan berbahasa Indonesia. Untuk memberikan kesan Tegal, Alin Ambarwati menambahkan kata dari bahasa Tegal. Amanat yang dapat diambil dalam drama ini yaitu jangan menyebar fitnah karena bukan hanya diri sendiri yang dirugikan melainkan orang lain juga. Terdapat petunjuk teknis yang dapat digunakan untuk mendukung pementasan Kata Kunci : Unsur Intrinsik, Naskah Drama, Implikasi
BAHASA VULGAR PADA NAMA MAKANAN DI MEDIA MASSA DETIKCOM DAN IMPLIKASINYA Syamsul Anwar; Aifa Inayati; Afsun Aulia Nirmala
Sasando Vol 6 No 2 (2023): SASANDO, JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v6i2.238

Abstract

Language is a communication tool that humans use to communicate with other people. The people who use the language come from the upper, middle and lower classes. Based on the community group, the language used varies. Differences in language variations are caused by certain factors. Factors that influence variations in the language used include social factors and situational factors. Nowadays the use of vulgar language is starting to become widespread among society. The implication of vulgar language in learning Indonesian in high school is in learning to speak, especially for communication. Key words: l media, implications
PERAN POJOK LITERASI DI SMA NEGERI 3 BREBES DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA Afsun Aulia Nirmala; Ibda Binafsih; Tia Rizqi Aryani; Ukhtia Biki Inayah; Lhuhur Azy Pangestu; Ferdian Syah
Sasando Vol 8 No 1 (2025): SASANDO APRIL 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pojok literasi di SMA Negeri 3 Brebes merupakan salah satu inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan peran pojok literasi di SMA Negeri 3 Brebes dalam meningkatkan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok literasi memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan minat baca siswa. Sebanyak 54,4% dari 44 responden menyatakan bahwa mereka merasa lebih tertarik membaca sejak adanya pojok literasi di sekolah. Namun demikian, terdapat kendala yaitu kurangnya variasi buku. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan koleksi dan kegiatan literasi yang aktif agar pojok literasi dapat terus berfungsi secara optimal.
BENTUK REDUPLIKASI PADA NOVEL AYAH KARYA ANDREA HIRATA SALAM, SOLIHAT ALAIHI; PURWANTO, BURHAN EKO; NIRMALA, AFSUN AULIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 9, No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.9.2.16-25

Abstract

Novel termasuk bentuk sastra yang sangat populer dan banyak beredar karena daya komunikasinya yang sangat luas di masyarakat. Untuk itu dalam penulisan novel sangat perlu adanya sebuah variasi, salah satunya dapat dengan menggunakan reduplikasi agar pembaca lebih memahami pesan yang disampaikan dan juga dapat menjadikan penulisan novel lebih menarik dan tidak membosankan. Seperti pada novel Ayah Karya Andrea Hirata yang hampir di seluruh halamannya terdapat reduplikasi. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk reduplikasi yang terdapat pada novel Ayah karya Andrea Hirata. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam metode penelitiannya, objek penelitian berupa kalimat yang terdapat bentuk reduplikasi. Untuk teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat, teknik analisis data menggunakan metode agih dan pada penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan total ada 80 (100%) data bentuk reduplikasi dalam novel ini, dengan rincian pengulangan seluruh yang mendominasi dengan 43 data. 
UNSUR INTRINSIK DALAM CERPEN “HARUM” KARYA RADITYA DIKA Afsun Aulia Nirmala; Ibda Binafsih; Yuliatul Asyiroh; Lutfia Khaerunnisa; Tri Astuti; Tina Nurlita Yuliana; Jihan Ambaroh
Sasando Vol 8 No 2 (2025): SASANDO OKTOBER 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis dan mendeskripsikan unsur intrinsik yang ada dalam cerpen “Harum” karya Raditya Dika. Metode penelitian deskriptif digunakan pada penelitian ini. Sumber data penelitian ini adalah cerpen “Harum” karya Raditya Dika dari YouTube dan wujud data penelitian ini yaitu unsur intrinsik cerpen “Harum” karya Raditya Dika. Unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen “Harum” karya Raditya Dika yaitu tema, alur, penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Tema dalam cerpen tersebut yaitu romansa dan kematian, terdapat pula tokoh utamanya yaitu Ray dan Ayu. Alur campuran digunakan dalam cerpen tersebut. Adapun sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang orang pertama. Kemudian terdapat tiga latar dalam cerpen tersebut yaitu latar tempat: pemakaman dan kafe, latar waktu: malam dan sore, dan latar suasana: kebingungan, terpesona, kagum, dan seram. Lalu yang terakhir adalah amanat dalam cerpen tersebut, yaitu apa pun yang sudah menjadi takdir-Nya tidak bisa diubah, apalagi tentang kematian.
NILAI ETIKA DALAM NOVEL SERIBU WAJAH AYAH KARYA AZHAR NURUN ALA DAN PERANANNYA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Andriansyah, Alvin; Mulyono, Tri; Nirmala, Afsun Aulia
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.5807

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan nilai etika yang terkandung dalam novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, 2)  Mendeskripsikan peranan pembelajaran nilai-nilai etika pada novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yaitu novel Seribu Wajah Ayah karya Azhar Nurun Ala, dengan wujud data berupa penggalan kata dan kalimat yang mengandung nilai etika dalam novel. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca simak dan catat. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian hasil analisis secara informal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tiga jenis nilai etika dalam novel Seribu Wajah Ayah, yaitu (1). Nilai religi berjumlah 15 data 34,88%, (2). Nilai moral berjumlah 22 data 51,16% yang terdiri dari kejujuran, tanggung jawab, kesetiaan, keberanian, kemandirian, pengorbanan, dan pantang menyerah, (3). Nilai sosial berjumlah 6 data 13,96% yang terdiri dari sikap peduli dan kerja sama. Nilai etika yang paling dominan dalam novel Seribu Wajah Ayah adalah nilai moral yang berjumlah 22 data 51,16%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai etika yang ada pada novel Seribu Wajah Ayah dapat memberikan peranan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dan dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia sebagai bahan kajian dalam pembelajaran materi bahasa Indonesia kepada peserta didik di SMA Kelas XII Semester II, dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan dalam novel dengan indikator menganalisis isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik). Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat bagi guru untuk memberikan motivasi kepada peserta didik di SMA. Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran yang positif bagi peserta didik di SMA.