Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Potensi Tabir Surya Ekstrak Etil Asetat Rimpang Lempuyang Gajah (Zingibert zerumbert (L). Smith) Mukhriani; Doloking, Haeria; Dwi Wahyuni Leboe; Hariratul Jannah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i2.51020

Abstract

Abstrak Pendahuluan:Tabir surya adalah suatu zat atau bahan yang dapat melindungi kulit terhadap radiasi sinar ultra violet. Efektivitas sediaan tabir surya didasarkan pada penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase eritema dan pigmentasinya, yang menunjukkan kemampuan produk tabir surya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi tabir surya dari ekstrak etil asetat rimpang lempuyang gajah. Metode: Metode spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk menentukan nilai IC50 dan nilai potensi tabir surya. Hasil: Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai IC50 sebesar 98,109 ppm dan vitamin C sebesar7,79 ppm. Hasil nilai %Transmisi eritema dapat dinyatakan bahwa konsentrasi 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm yang didasarkan pada nilai %Transmisi eritema berturut-turut sebesar 10,904%, 9,121%, 6,568% yang termasuk kategori Regular suntan yang berada pada range (6-12%), sedangkan untuk nilai %Transmisi pigmentasi pada konsentrasi 150 ppm dan 300 ppm sebesar 58,921%, 50,557% yang termasuk kategori Ekstra protection yang berada pada range (42-86%), untuk konsentrasi 450 ppm sebesar 40,720% yang termasuk kategori Total block yang berada pada range (3-40) dan untuk nilai SPF ekstrak rimpang lempuyang gajah memiliki nilai ratarara dari konsentrasi 150 ppm, 300 ppm, dan 450 ppm sebesar 2,588, 2,967, dan 3,630 termasuk dalam kategori proteksi minimal. Kesimpulan: Ekstrak Rimpang lempuyang gajah (Zingibert zerumbert(L) Smith) dikategorikan sebagai suntan yaitu suatu bahan yang dapat menyerap sebagian besar UV-B dan menyerap sedikit UV-A. Kata kunci: Tabir surya, Antioksidan, DPPH, spektrofotometer UV-Vis, Zingiber zerumbet (L).
Studi Pustaka Uji Sitotoksik Rimpang Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet (L) Smith) Doloking, Haeria; Wahyuddin, Munifah; Nurwana
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51053

Abstract

Pendahuluan: Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, memiliki banyak tumbuhan obat yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi obat tradisional, termasuk rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet L. Smith) yang dikenal kaya akan senyawa aktif seperti zerumbone. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi sitotoksik dari lempuyang gajah, karena meskipun memiliki banyak manfaat farmakologis, efek sitotoksiknya terhadap sel kanker belum banyak diteliti. Metode:  Jenis Penelitian yang dilakukan ialah studi literatur. artikel ilmiah atau jurnal ilmiah baik internasional atau nasional diperoleh sebanyak 96 Jurnal dan artikel ilmiah dari tahun 2003 sampai 2020 yang diidentifikasi dan belum dieksplorasi relevansinya dengan masalah yang akan diteliti. Metode yang paling sering digunakan dalam uji sitotoksik adalah MTT assay, yang mengukur pembentukan kristal formazan sebagai indikator viabilitas sel. Hasil: Berdasarkan kajian studi pustaka menunjukkan bahwa ekstrak Zingiber zerumbet memiliki potensi sitotoksik yang kuat, dengan nilai IC50 yang rendah pada berbagai sel kanker. Senyawa zerumbone terbukti memiliki aktivitas antiproliferatif dan antikanker, yang terutama bekerja melalui mekanisme apoptosis dan penangkapan siklus sel. Kesimpulan: Zingiber zerumbet, khususnya zerumbone, memiliki potensi sebagai agen antikanker yang signifikan, yang mendukung pentingnya penelitian lebih lanjut untuk pengembangan obat- obatan berbasis tanaman ini.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don) dengan Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis dan FTIR Suprapto Prayitno; Doloking, Haeria; Ludgensia Indradewi Kurniati
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51060

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Daun heredong bulu secara empiric dipercaya mampu menyembuhkan bisul, dapat mengobati luka, mengobati infeksi karena memiliki kandungan kimia flavonoid, tanin, saponin, serta steroid. Senyawa flavonoid dan tanin berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi golongan dan karakteristik senyawa flavonoid Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don). Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstak etanol difraksinasi menggunakan pelarut H2O dan etil asetat. Uji skrining fitokimia Ekstrak Daun Heredong Bulu (Clidemia hirta (L) D. Don) menunjukan positif mengandung flavonoid, dengan penambahan pereaksi NaOH, H2SO4 dan HCl pekat+serbuk Mg yang ditandai dengan warna merah dan kuning. Identitifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (6:4), (7:3), (8:2), (9:1). Penampakan noda yang baik yang dielusi dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3), selanjutnya dilakukan pemisahan dengan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif (KLTP) menggunakan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3), diperoleh 6 fraksi. Hasil: Penelitian ini diperoleh uji identifikasi dengan menggunakan KLT dua dimensi dengan eluen N-Heksan:Etil Asetat (7:3) menghasilkan isolat pada fraksi 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 adanya serapan panjang gelombang yang menujukan bahwa adanya senyawa flavonoid dengan gelombang yang berbeda pada tiap fraksi. dan pada spektro FTIR adanya gugus fungsi O-H. C-H, C=O, C-O dan C=C yang terkandung pada fraksi 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Kesimpulan: ekstrak daun heredong memilik senyawa flavonoid yaitu golongan flavom, flavonol, auron, antosianidin dan flovanon. Kata Kunci: Ekstrak Daun Heredong, Flavon, Flavonol, Auron, Antosianidin, Flovanon, Spektro UV-Vis, FTIR
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dengan Menggunakan Pereaksi DPPH Doloking, Haeria; Mantur Yudokus; Nur Aeti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.52399

Abstract

Sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tanaman asli di Indonesia khususnya di NTT yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan fenolik serta menganalisis nilai IC50 dan aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun Sembukan dengan menggunakan metode peredaman DPPH (1,1-Difenil -2-Pikrilhidrazil). Penelitian ini di lakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 %. Ektrak etanol difraksinasi menggunakan pelarut Eter dan etil asetat. Metode yang digunakan untuk pengukuran DPPH dari senyawa antioksidan secara spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 522 nm dengan menggunakan vitamin C sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sembukan ( Paederia foetida L. ) positif mengandung senyawa flavanoid di tandai dengan perubahan warna merah bata ,dan positif senyawa fenolik di tandai dengan perubahan warna hijau,dan fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan di tandai dengan warna putih kekuningan ,serta mengandung senyawa golongan flavanoid dan fenolik di tandai dengan berwarna kuning dan hijau kehitaman , sedangkan Aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat sembukan memiliki nilai IC50 yaitu 22.148 ppm dan pembanding asam askorbat memiliki nilai IC50 yaitu 5,389 ppm Sehingga fraksi etil asetat memiliki nilai antioksidan sangat kuat. Kata kunci : Paederia foetida L., fraksi , antioksidan , DPPH
Pengaruh Variasi Konsentrasi Emulgator Viscolam® Terhadap Stabilitas Krim Fitosom Ekstrak Daun Laruna (Chromolaena odorata L.) Tahir, Karlina Amir; Doloking, Haeria; Kairani, Utari Estina; Lalo, Ahmad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.457

Abstract

Fitosom adalah teknologi yang dikembangkan untuk dapat membuat suatu molekul mudah terabsorpsi dan meningkatkan bioavaibilitas dari fitokonstituen. Krim yang terbuat dari bahan alam selain harus memiliki bioavaibiltas yang baik juga harus memiliki kestabilan fisik yang memadai sehingga dalam formulasi perlu ditambahkan emulgator untuk menstabilkannya. Viscolam® dipilih karena memiliki beberapa keuntungan seperti memiliki stabilitas yang baik dalam penyimpanan di suhu kamar maupun climatic chamber serta pH yang mendekati pH kulit manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh emulgator Viscolam® dengan berbagai konsentrasi pada krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.) dan mengetahui konsentrasi emulgator Viscolam® yang paling stabil terhadap krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.). Tahapan penelitian meliputi ekstraksi sampel, uji identifikasi golongan dan uji antioksidan, pembuatan fitosom, pembuatan krim, dan evaluasi fisik krim. Hasil yang diperoleh bahwa konsentrasi emulgator Viscolam® berpengaruh terhadap stabilitas fisik krim fitosom ekstrak daun laruna (Chromolaena odorata L.). Peningkatan konsentrasi Viscolam® menyebabkan peningkatan viskositas krim sehingga daya sebar menurun dan daya lekat meningkat, serta penurunan pH seiring dengan meningkatnya konsentrasi Viscolam®. Formula B2 dan F2 merupakan formula yang terbaik dengan menggunakan emulgator Viscolam® sebesar 1,51%
Development and Validation of Zerumbone Analysis Method Using Ultraviolet-Visible Spectrophotometry Doloking, Haeria; Muhlisuddin, Muhlisuddin; Maddeppungeng, Nurul Muhlisah
Molekul Vol 20 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2025.20.3.15690

Abstract

ABSTRACT. Analytical method development ensures that an analytical procedure is suitable for the identification and quantification of compounds of interest. This study aimed to develop and validate a simple, cost-effective analytical method for the determination of zerumbone using UV-Vis spectrophotometry. Method validation was conducted according to ICH Q2(R2) guidelines, including tests for specificity, linearity, limit of detection (LOD), limit of quantification (LOQ), accuracy, and precision. Zerumbone exhibited a maximum absorption wavelength (λmax) of 212 nm when dissolved in dimethyl sulfoxide (DMSO). The method demonstrated excellent linearity with a determination coefficient (R2) of 0.9991 across a concentration range of 10-50 μg/mL. Accuracy, evaluated via recovery studies, ranged from 91,00% to 110,45%. Precision testing results in a % RSD of 0.58%. The calculated LOD and LOQ were 1.55 μg/mL and 4.70 μg/mL, respectively. This validated method is simple, rapid, and economical, making it a promising alternative for zerumbone analysis in quality control laboratories. Keywords: Zerumbone, Method Development, UV-Vis Spectrophotometry, Validation, ICH Guidelines.
FILSAFAT ILMU DALAM ILMU KEFARMASIAN: FONDASI EPISTEMIK, METODOLOGIS, DAN IMPLIKASI PENGEMBANGAN SAINS-PROFESI FARMASI Doloking, Haeria
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.63084

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan ilmu kefarmasian menunjukkan transformasi yang semakin kompleks, menghubungkan kimia, biologi, teknologi, dan praktik klinis dalam satu disiplin interdisipliner Tujuan: Artikel tinjauan ini mengkaji landasan filosofis ilmu kefarmasian dengan mengintegrasikan perspektif ontologis, epistemologis, dan aksiologis guna memperkuat identitas farmasi sebagai disiplin ilmu interdisipliner. Secara ontologis, ilmu kefarmasian mencakup realitas berlapis yang meliputi obat sebagai entitas fisikokimia, tubuh manusia sebagai sistem biologis adaptif yang kompleks, serta interaksi obat–organisme dalam konteks terapeutik. Dimensi epistemologis menyoroti pluralisme metode—eksperimental, klinis, observasional, dan komputasional—serta membahas tantangan kontemporer seperti kesenjangan translasi (translational gap), keterbatasan bukti ilmiah, dan opasitas epistemik dalam penemuan obat berbasis kecerdasan buatan. Dimensi aksiologis menekankan tanggung jawab etis dalam penelitian dan praktik kefarmasian, termasuk keselamatan pasien, integritas profesional, jaminan kehalalan, serta keberlanjutan melalui penerapan prinsip green pharmacy. Metode: Pencarian literatur terstruktur pada rentang tahun 2000–2025 memperoleh 25 sumber utama dari basis data internasional yang kemudian disintesis menggunakan pendekatan naratif-kritis. Tinjauan ini mengusulkan suatu kerangka konseptual integratif untuk memandu penelitian, pendidikan, dan pengembangan profesional di bidang farmasi. Hasil: Artikel ini berargumen bahwa landasan filosofis merupakan elemen esensial dalam menavigasi kompleksitas ilmiah, mendukung inovasi yang bertanggung jawab, serta memposisikan farmasi dalam kerangka sosial dan etika, khususnya dalam konteks Indonesia. Kesimpulan: Sintesis ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa identitas ilmu kefarmasian modern dibentuk oleh kombinasi antara pemahaman filosofis yang mendalam, metodologi ilmiah yang adaptif, dan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan Kata kunci: Ilmu kefarmasian, ontologi, epistemologi, aksiologi, interdisipliner
The Determination of Tartrazine and Sodium Benzoate Levels in Several Jelly Brands in Jeneponto Regency Using UV-Vis Spectrophotometry Dhuha, Nur Syamsi; Doloking, Haeria; Khaerani; Leboe, Dwi Wayuni; Ismail, isriany
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.63247

Abstract

Pendahuluan: Jajanan jelly merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak dan umumnya mengandung bahan tambahan pangan berupa pewarna sintetis dan pengawet. Tartrazin sebagai pewarna kuning sintetis serta natrium benzoat sebagai pengawet sering digunakan untuk meningkatkan daya tarik dan memperpanjang masa simpan produk. Namun, penggunaan yang melebihi batas maksimum dapat menimbulkan risiko kesehatan. Tujuan: Menentukan kadar tartrazin dan natrium benzoat pada beberapa merek jajanan jelly yang dijual di Pasar Tradisional Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: (1) Produk jelly memiliki komposisi tartrazin dan natrium benzoat, (2) beredar aktif di Pasar Bontoramba, dan (3) berasal dari produsen berbeda. Tartrazin dan natrium benzoat diekstraksi menggunakan teknik ekstraksi cair-cair, kemudian diukur secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Konsentrasi masing-masing analit dihitung berdasarkan kurva kalibrasi. Hasil: Kadar tartrazin diperoleh mulai dari di bawah batas deteksi hingga 1,08 mg/L, sedangkan kadar natrium benzoat berada pada kisaran 0,89–2,39 mg/L. Seluruh sampel menunjukkan kadar yang masih berada dalam batas aman menurut regulasi BPOM (300 mg/kg untuk tartrazin dan 600 mg/kg untuk natrium benzoat). Kesimpulan: Kadar tartrazin dan natrium benzoat pada seluruh sampel jajanan jelly yang dianalisis masih berada jauh di bawah batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi berdasarkan dua parameter tersebut. Pemantauan rutin tetap diperlukan untuk memastikan kepatuhan produsen terhadap standar keamanan pangan.  Kata Kunci: Tartrazin, Natrium Benzoat, Jelly, Spektrofotometri UV-Vis, Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan.