Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Alih dan Campur Kode Pada Konten Podcast Pandeka di Noice dalam Perspektif Kajian Sosiolinguistik Rachman, Aditya; Putri, Nofrilia; Ridha Hasnul Ulya; Hanifah Yulia Sari; Diantri Seprina Putri; Selfi Mahat Putri
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v8i3.702

Abstract

Fenomena alih kode dan campur kode menjadi salah satu kajian penting dalam sosiolinguistik, terutama di masyarakat multibahasa seperti Indonesia. Penelitian ini menganalisis alih kode dan campur kode yang terjadi dalam Podcast Pandeka di platform Noice. Alih kode merujuk pada perpindahan antarbahasa secara sengaja atau tidak sengaja, sementara campur kode mencakup penyisipan unsur bahasa lain ke dalam bahasa utama. Dalam konteks Podcast Pandeka, fenomena ini melibatkan bahasa Indonesia, bahasa daerah (Minang), dan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dominan terjadi dari bahasa Indonesia ke bahasa Minang atau Inggris untuk menyesuaikan situasi, menegaskan identitas budaya, atau menciptakan humor. Sebaliknya, campur kode lebih banyak digunakan untuk memperjelas makna, memperkuat emosi, atau meningkatkan daya tarik percakapan. Faktor situasional, identitas sosial, pragmatis, dan kebiasaan multibahasa menjadi pendorong utama terjadinya kedua fenomena ini. Secara teoretis, alih kode dan campur kode dalam podcast ini mencerminkan relevansi teori akomodasi komunikasi, identitas sosial, dan relevansi pragmatis dalam interaksi multibahasa. Kedua fenomena ini berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menegaskan identitas sosial dan budaya dalam masyarakat multibahasa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan identitas dalam komunikasi multibahasa, serta menegaskan pentingnya pendekatan sosiolinguistik dalam memahami dinamika bahasa di era modern. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kajian linguistik, khususnya dalam konteks media digital.
Symbols of Abuse of Power in Muhammad Ramadhan Batubara’s Short Story "Pesan dari Seorang yang Bernama Presiden" Putri, Diantri Seprina; Aryana , Suhud; Rachman, Aditya; Sari, Hanifah Yulia; Ulya, Ridha Hasnul
JLER (Journal of Language Education Research) Vol. 8 No. 2 (2025): VOLUME 8 NUMBER 2, MAY 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jler.v8i2.27158

Abstract

In literary works, the language represented through words in the text is an interesting object to be analysed. This is due to the uniqueness of literary language which is different from other written languages. Language in literature is often written into certain symbols that contain hidden meanings far beyond their literal meaning. The short story Pesan Dari Seorang Yang Bernama Presiden uses a language full of symbols that need to be interpreted first using semiotic theory in order to understand the meaning of the entire text. The purpose of this study is to reveal the symbols that imply power abuse committed by a character named Presiden. The results found that the symbols of power abuse can be found in the names of the characters, the use of dogs as the Presiden's pets, and the message conveyed by the Presiden. These three results reveal that this short story contains many symbols and allusions that reveal how the character of the Presiden without getting his own hands dirty has committed power abuse against citizens by using the power he has.
Financial Literacy Learning in Indonesian Children Literature Hayati, Yenni; Putri, Diantri Seprina; Lubis, Prinsella Balqis
LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Vol. 5 No. 1 (2024): LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At least there are six literacy skills that must be owned by humans. They are language, science, mathematics, finance, digital, and citizenship literacy. These six kinds of literacy must be learned since the early childhood. Therefore, literacy learning should be taught in communicative and fun ways. As a result, appropriate teaching medias that can meet these requirements are needed. Children literature appears as one of these medias that contains literacy learning in it. One of the most crucial literacy skills that should be learned by humans is financial literacy since it relates to the knowledge and ability in applying the understanding of concepts, risks, skills, and motivations in the context of financial. Data related to financial literacy learning were found in every genre of children literature such as children proses, rhymes, or dramas. The data used on this study were collected from ten children's proses in the form of children's novel, ten nursery rhymes including children's song verses, and three children's dramas. The learning of financial literacy found in children literature were seen in verses and lines of rhymes, events in proses, and dialogues in children's dramas.
Celah di Sudut Mimpi Jakarta: Representasi Sick Society dalam Novel Dua Dini Hari Karya Chandra Bientang Putri, Diantri Seprina; Saniro, Roma Kyo Kae; Indriyani, Vivi
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 20, No 2: November 2025
Publisher : Indonesian literature Program, Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nusa.20.2.119-135

Abstract

Di balik julukannya sebagai Jakarta’s Dream - kota yang dapat mewujudkan mimpi dan cita-cita- Jakarta menyimpan beragam masalah sosial. Salah satunya yaitu jumlah anak jalanan, sebagai korban dari kemiskinan, yang semakin meningkat. Selain harus menjalani kerasnya kehidupan jalanan tanpa orang tua ataupun keluarga, anak jalanan juga kerap kali menjadi sasaran tindak kekerasan, pengabaian, dan diskriminasi dari masyarakat di sekitarnya. Fenomena sosial serupa juga mendapat perhatian di dunia sastra, salah satunya yaitu di dalam novel Dua Dini Hari karya Chandra Bientang. Novel ini menceritakan usaha pencarian dan pengungkapan kebenaran yang ‘kelam’ di balik kasus pembunuhan berantai terhadap anak-anak jalanan di Jatinegara, Jakarta Timur. Novel ini dipilih sebagai objek penelitian sastra yang berfokus pada analisis representasi masyarakat yang ‘sakit’ (sick society). Sejalan dengan fokus penelitian, tujuan penelitian ini yaitu untuk menunjukkan bagaimana representasi sick society diungkapkan melalui penggambaran anggota-anggota dalam satu kesatuan masyarakat yang terdapat di dalam novel Dua Dini Hari. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kutipan teks dari novel Dua Dini Hari. Data ini kemudian dianalisis dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall dan sosiologi sastra Wellek-Warren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi sick society dalam novel ini diungkapkan melalui penggambaran masyarakat yang nirempati, aparat yang menyelewengkan hukum, serta media dan jurnalis yang tidak berintegritas ketika dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai yang meneror kehidupan anak-anak jalanan di pinggiran kota Jakarta Timur, Jatinegara. Ketiga unsur ini menunjukkan bahwa masyarakat telah ‘sakit’ secara moral and sosial.