Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tasmīm LKPD Ta’līm Al Lughah Al ‘Arabiyyah Bi Uslūb STAD Fī Mādah Al Hiwāyah Hayati, Salma; Mubshirah, Dara; Adnan, Azzaria; Rizki, Aulia; Bahaeddin, Mohammed Saad Mohammed
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 6 No. 2 (2022): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v6i2.20296

Abstract

Pembuatan dan penggunaan LKPD oleh guru saat ini masih belum sesuai. LKPD yang disiapkan oleh guru berupa pertanyaan untuk dijawab oleh siswa dan digunakan sebagai latihan selama proses pembelajaran di kelas. Guru selama ini memahami bahwa LKPD hanya berisi soal latihan yang dijawab siswa dan dapat mengukur sejauh mana siswa mampu menjawab dengan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain sebuah LKPD Pembelajaran bahasa Arab dengan model STAD pada tema pelajaran “hobi”. Dalam artikel ini, penelitian menggunakan metode “Research and Development” dari Borg & Gall, yang terdiri dari beberapa tahap: (1) analisis kebutuhan dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produksi, (4) validasi produksi, (5) peningkatan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD Pembelajaran bahasa Arab dengan model STAD pada tema pelajaran “الهواية” layak untuk digunakan.
Kelayakan Pengembangan Kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaani Berbasis Mind Mapping Hayati, Salma; Ninoersy, Tarmizi; Rizki, Aulia
Desultanah: Journal Education and Social Science Vol. 1 No. 1 (2023): Desultanah: Journal Education and Social Science
Publisher : Yayasan Putroe Ceudah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/d-jess.v1i1.6

Abstract

Bahan ajar mendukung keberhasilan pembelajaran. Tujuannya adalah pengembangan bahan ajar untuk membantu memfasilitasi proses pembelajaran sehingga peserta didik memenuhi persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Salah satu mata pelajaran wajib di pesantren salafi adalah ilmu bayan dan berdasarkan analisis kebutuhan, pengembangan bahan ajar sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaaniberbasis mind mapping menggunakan model 4D dengan aspek isi, desain dan bahasa yang layak. Model 4D terdiri dari tahapan mendefinisikan, merancang, mengembangkan dan menyebarkan. Tahap pengembangan terbatas pada tahap mengembangkan. Penelitian ini menghasilkan isi, desain dan bahasa sebagai data validasi. Validasi menunjukkan bahwa kitab Syarhi Tuhfati al-Ikhwaani yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran ilmu bayan. Validator juga memberikan saran untuk perbaikan beberapa bagian dari bahan ajar.
Epistemological Analysis and Pedagogical Challenges of Tafsīr al-Jalālayn Instruction at Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Aceh Besar Rahmadi, Farhan; Latif, Lazuardi Muhammad; Rizki, Aulia
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v11i1.34081

Abstract

This study investigates the epistemological structure and pedagogical challenges of tafsīr instruction at Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif, Aceh Besar. The research addresses the problem of epistemic limitation resulting from the exclusive reliance on Tafsīr al-Jalālayn and its commentary, Ḥāshiyah al-Ṣāwī, within the tafsīr curriculum of the dayah. This study specifically asks how the use of a single authoritative text influences students’ interpretive competence and the formation of contemporary mufassirīn in the context of modern Qur’anic studies. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through observation and in-depth interviews with seven purposively selected informants consisting of dayah leaders, teachers, and students. The findings reveal that traditional pedagogical methods such as talaqqī and tikrār strengthen sanad-based knowledge transmission and preserve traditional scholarly authority. However, the exclusive dependence on a single tafsīr text limits students’ comparative hermeneutical perspectives, restricts methodological exploration, and contributes to the restriction of interpretive agency. The study further identifies limited instructional time, restricted access to broader references, and the absence of independent instruction in ‘ulūm al-tafsīr as significant obstacles in developing critical interpretive competence. This study concludes that curriculum reconstruction through the integration of comparative tafsīr studies and broader access to scholarly resources is necessary to balance the preservation of traditional Islamic scholarship with the demands of contemporary analytical and contextual Qur’anic interpretation.