Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN MOTIF NON REPETITIF KOMPOSISI RUANG WAKTU DATAR (RWD) DARI CERITA RAKYAT RORO JONGGRANG Putri, Raissa Ayuni; Ramadhan, Mochammad Sigit; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motif non-repetitif merupakan bentuk pola yang disusun tanpa pengulangan dan motifnon-repetitif yang bagus memerlukan pengkomposisian yang baik. Dengan adanya gayapengkomposisian Ruang Waktu Datar atau RWD yang dikenal efektif menyampaikan ceritaberabad-abad lamanya, penggunaan RWD pada fashion menjadi salah satu media storytelling.Cerita rakyat Roro Jonggrang memiliki tingkat kepopularitasan yang tinggi di masyarakatmemunculkan sebuah potensi bahwa cerita rakyat Roro Jonggrang dapat menjadi sebuah inspirasimotif non-repetitif dengan pengkomposisian RWD di atas media visual yang unik yaitu di atas kainmenggunakan digital printing sublimasi yang bertujuan untuk perancangan produk fashion.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pengumpulan data diantaranyawawancara, studi literatur, observasi secara langsung dan tidak langsung dan menganalisa carawimba RWD. Terdapat metode sebelum eksplorasi, ekplorasi awal dan lanjutan berupapengkomposisian kesatuan motif dari wimba berdasarkan cara wimba RWD. Kesatuan tersebutdiaplikasikan pada pola desain yang ada dan dipecahkan menjadi beberapa bagian. Pola motifbercerita dicetak di atas kain melalui digital printing menghasilkan produk fashion ready-to-weardeluxe yang memiliki motif bercerita.Kata kunci: Cerita rakyat Roro Jonggrang, Digital Print, Fashion ready-to-wear Deluxe, KomposisiRWD, Motif non-repetitif.
PERANCANGAN PRODUK FASHION MASYARAKAT URBAN DENGAN TEKNIK JUMPUTAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KETAPANG Ashila, Khalishah Maretha; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilitas masyarakat urban yang tinggi sehingga membutuhkan pakaian yang dapat digunakan untuk formal maupun casual. Berangkat dari fenomena tersebut, brand Brilianto Officials menciptakan pakaian jumputan dan berhasil mengenalkan jumputan kepada masyarakat urban. Adanya potensi untuk pengaplikasian teknik jumputan pada produk fashion masyarakat urban menggunakan pewarna alam daun ketapang. Pewarna alami menghasilkan nilai tinggi karena warna yang khas dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pakaian semi-formal yang dibutuhkan masyarakat urban dan menghasilkan pakaian semi-formal dengan mengaplikasikan pewarna alam ketapang. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data secara studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Hasil dari penelitian ini yaitu produk fashion berupa pakaian semi-formal dengan teknik jumputan dan pewarna alam ketapang.Kata kunci: Urban, Jumputan, Ketapang, Produk Fashion
PERANCANGAN RESORT WEAR UNTUK STAYCATION DI DAERAH PANTAI TROPIS DAN PERENCANAAN BISNISNYA Lathizaifah, Nurannisa; Febriani, Rima; Yuningsih, Sari
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu langkah yang diambil pemerintah guna memulihkan sektor pariwisata yang terpukul oleh pandemi adalah pengumuman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menandai berakhirnya status resmi pandemi. Keputusan ini memicu peningkatan dalam tren aktivitas staycation wisata, yang telah mengalami peningkatan sejak awal pandemi hingga saat ini. Salah satu jenis destinasi populer untuk staycation adalah pantai tropis. Keadaan ini sejalan dengan fakta bahwa Indonesia ialah sebuah negara yang terdiri atas kepulauan dan terletak di wilayah tropis. Salah satu segmen utama dalam industri pariwisata Indonesia adalah pariwisata pantai tropis. Karena alasan ini, gaya berpakaian yang cocok bagi masyarakat saat berlibur di pantai tropis adalah pakaian yang sering disebut sebagai resort wear. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dan melibatkan berbagai metode pengumpulan data, termasuk studi literatur, observasi brand, wawancara, eksplorasi, serta penyebaran kuesioner kepada sampel target market yang potensial. Berdasarkan hasil pengamatan, wawancara, dan survei kuesioner, desain dilaksanakan dengan memilih bahan baku berupa kain serat alami, yakni kain linen. Hasil akhir penelitian ini adalah merancang busana resort wear khusus untuk perempuan yang merencanakan staycation di pantai tropis. Menggunakan kain linen sebagai material utama, dengan menggunakan elemen dekoratif sederhana melalui penggunaan teknik embroidery. Selain itu, juga dilakukan perencanaan bisnis untuk brand baru sebagai alternatif produk bagi target market yang dituju.Kata kunci: Staycation, Resort wear, Pantai tropis, Embroidery,Perancangan bisnis
Perancangan Produk Fashion Anak Menggunakan Metode SCAMPER untuk Inovasi Desain Local Brand Sugacoat Studios Bastaman, Widia Nur Utami; Anatha, Dava Dien; Febriani, Rima; Larissa, Tiara
Serat Rupa: Journal of Design Vol 8 No 2 (2024): SRJD - JULI
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v8i2.7994

Abstract

Bandung is one of the cities known to have an excellent creative industry ecosystem, one of which is due to the rapid growth of local brands. As we know, local brands grow by relying on consistent creativity and innovation. One of Bandung's local brands currently on the rise is Sugacoat Studios, which focuses on developing bag and hat accessories products for children. The rapid development of local brands in Bandung requires Sugacoat Studios to continue innovating to develop new products. However, the process of creating innovation is challenging. One of the crucial stages is the process of designing the product. So far, Sugacoat Studios has applied a commonly used design method to design products based on specific concepts and mood board. However, this often makes design deadlocks, ultimately making the resulting product design less than optimal. This research will present the product design process by applying the SCAMPER method that the Sugacoat Studios brand has never applied. The SCAMPER design method, which stands for Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put into Another Use, Eliminate, and Reverse, has previously been successfully applied to the fashion product design process. Applying the SCAMPER design method is expected to give Sugacoat Studios a new strategy in the product design process that will be more structured, thus helping to create product innovation. Applying this design method strategy will also be aligned with the brand character so that the resulting design will still represent the brand character well. The output of this research is a product design that has applied the SCAMPER design method.
Exploring Indonesia’s Artisanal Fashion Potential: A Case Study of Meraki Studios Subtitle Nursari, Faradillah; Rima Febriani; Widia Nur Utami
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6909

Abstract

As a country rich in natural and human resources, Indonesia has the potential to develop artisanal fashion. Hand skills and mastery of traditional techniques originating from various local wisdom in Indonesia are some supporting factors for developing local artisan products. Since ancient times, people in Indonesia have used production aspects involving artisan hand skills to make functional, commercial, and non-commercial products. Artisanal fashion is considered by many as a sustainable approach in the fashion industry due to its ethical and low environmental impact. However, the study of artisan fashion products has not been widely discussed in the academic realm. This study focuses on understanding artisan fashion products through local fashion brand Meraki Studios case studies. The approach used in this research is descriptive qualitative, which is done by collecting data through observations, interviews, and literature studies regarding the meaning of artisanal fashion, the practice of artisanal fashion, and how Meraki Studios' practice in artisanal fashion is applied in their design and production process.
Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam Melindungi Warga Negara Indonesia dan Perdagangan Orang (TPPO) di Malaysia Tahun 2018-2023 Febriani, Rima; Prayuda, Rendi; Alfajri, Alfajri; Sundari, Rio
Jurnal Kajian Pemerintah: Journal of Government, Social and Politics Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jkp.2025.vol11(2).23438

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises in the Department of Industry, Trade, Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises in running cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises in Pekanbaru City and to find out the obstacles or obstacles of programs that have been carried out by the Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises Office, this type of research uses qualitative research methods with observation techniques, interviews and documentation as data collection, The implementation of cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises at the Cooperative Industry and Micro, Small and Medium Enterprises Office, especially in the city of Pekanbaru, is carried out based on the implementation of public policies according to Edward III based on indicators of Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure. The results of this study show that the Trade Office of Industrial Cooperatives and Micro, Small and Medium Enterprises has carried out its duties quite well, especially in the field of Micro, Small and Medium Enterprises in the City of Pekanbaru, but many obstacles are experienced such as limited human resources, low awareness of the people of Pekanbaru City in developing Micro, Small and Medium Enterprises, lack of innovation and technological adaptation, and global competition for Micro, Small and Medium Enterprises products
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI WORKSHOP PLAY-BASED LEARNING DAN PERANCANGAN PRODUK KRIYA KREATIF UNTUK MENDUKUNG RENCANA PENGEMBANGAN UNIT USAHA SEKOLAH Widia Nur Utami B; Rima Febriani; Faradillah Nursani
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7091

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia. Pendidikan anak usia dini yang dimulai dari usia 0-6 tahun, merupakan fase Pendidikan yang paling penting sebagai dasar untuk fase Pendikan selanjutnya. Salah satu aspek penting dalam Pendidikan usia dini adalah berkembangnya kemampuan motorik halus yaitu perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan, yang umumnya terjadi lebih lamban dari perkembangan motorik kasar. Pentingnya melatih kemampuan motorik halus sangat disadari oleh TK Islam Cendekia Gemilang. Namun, para staff guru pengajar membutuhkan varian kegiatan baru untuk melatih kemampuan motorik halus selain kegiatan menggambar. Melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan workshop wet on wet painting dengan metode play-based leraning yang sesuai dengan tahapan usia dini. Kegiatan ini akan menerapkan lima area permainan yaitu Creative Play, Dramatic Play, Exploratory Play, Manipulative Play, dan Sensory Play. Hasil dari pendampingan ini berupa gambar yang kemudian akan dicetak pada transfer paper dan dicetak ke atas produk kaos, yang rencananya akan digunakan saat kegiatan perpisahan siswa/I. Dengan diterapkannya gambar masing-masing siswa/I pada kaos tersebut, diharapkan dapat membuat rasa kepemilikan yang tinggi sehingga para siswa/I dapat menjaga produknya dengan baik. Gambar anak yang khas juga dapat menjadi pemanis produk tersebut. Selain itu, kemudahan dan keterampilan mengaplikasikan transfer paper diharapkan dapat dikuasi oleh para staff guru pengajar guna membantu rencana pengembangan produk kreatif unit usaha sekolah di kemudian hari.
PENGEMBANGAN PEMASARAN STARTUP PENDIDIKAN BINAR CALISTUNG MELALUI PELATIHAN BISNIS MODEL CANVAS DAN PERENCANAAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF Rima Febriani; Widia Nur Utami; Fajar Ciptandi
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7136

Abstract

Kepedulian orang tua untuk mendukung semangat belajar anak semakin tinggi selepas pandemi Covid-19 terjadi, banyak orang tua akhirnya sadar bahwa tanggung jawab pendidikan anak ada pada diri mereka bukan sepenuhnya ada di sekolah. Oleh karena itu, pola pikir orang tua yang memiliki anak usia dini saat ini sudah berubah, mereka juga dirasa harus paham bagaimana cara mengajarkan anak di rumah atau ketika berada di luar sekolah. StartUp pendidikan Binar Calistung hadir sebagai solusi keresahan orang tua saat ini. StartUp pendidikan Binar Calistung merupakan StartUp pada bidang pendidikan yang saat ini sedang berkembang dalam upaya membantu orang tua anak usia dini dalam mempersiapkan anak-anak untuk siap membaca dan berhitung. Pada tahun 2022 lalu, Tim Abdimas Kolaborasi Internal yang terdiri dari dari Fakultas Industri Kreatif dan Fakultas Rekayasa Industri telah melakukan kegiatan penyempurnaan rancangan craft kit dan menganalisa peluang pengembangan pemasaran digital untuk StartUp pendidikan Binar Calistung. Penyempurnaan craft kit yang dilakukan memiliki dampak yang cukup signifikan dalam proses berjalannya bisnis StartUp pendidikan Binar Calistung saat itu, namun pendampingan dalam hal pengembangan bisnis khususnya pada pemasaran digital belum sempat dilakukan. Pendiri dari StartUp pendidikan Binar Calistung tidak memiliki background dalam hal bisnis, melalui hal tersebut StartUp pendidikan Binar Calistung membutuhkan dukungan lanjutan dari pihak akademisi ataupun praktisi dalam bidang bisnis guna mencapai target roadmap bisnisnya tahun 2024 tetap berjalan, yaitu optimalisasi digital marketing. Secara umum solusi dan tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini terbagi ke dalam tiga tahap pelatihan yang berfokus pada pengembangan pemasaran melalui pemetaan bisnis model canvas dan branding, yaitu: (1) Tahap 1: Analisa kebutuhan pengembangan (2) Tahap 2: Pelatihan Bisnis Model Canvas dan Pendampingan Penyusunan Konten Kreatif (3) Tahap 3 : Melakukan uji coba dan evaluasi. Luaran yang diharapkan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya optimalisasi pemasaran digital dan branding melalui perencanaan bisnis yang lebih baik.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI DAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI WORKSHOP MULTISENSORY STORYTELLING DAN PEMBUATAN PRAKRAYA KRIYA SEDERHANA MENGGUNAKAN METODE PLAY-BASED LEARNING Widia Nur Utami Bastaman; Rima Febriani; Tiara Larissa
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7842

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia dan sudah mulai dikenalkan sejak usia dini (0 - 6 tahun). Salah satu aspek penting pada perkembangan usia dini adalah berkembangnya kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik halus merupakan pendukung utama bagi kesiapan perkembangan tingkat literasi yang lebih lanjut yaitu kegiatan menulis. Pentingnya perkembangan kedua kemampuan tersebut sangat disadari oleh TK pra-sejahtera Islam Cendekia Gemilang dalam mengembangkan metode belajar bagi siswa-siswinya. Namun kegiatan tersebut menjadi monoton karena bahan ajar dan kegiatan belajar yang kurang variatif, serta suasana belajar yang kurang membangkitkan semangat bagi para siswa siswi. Maka dari itu, melalui pendampingan ini, tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan kegiatan workshop multisensory storytelling yang fokus melatih kemampuan literasi sekaligus workshop melatih kemampuan motorik halus anak. Multisensory storytelling akan melibatkan kemampuan dalam partisipasi membaca bersama dengan menambahkan permainan stimulus kemampuan motorik halus melalui metode play-based learning (bermain sambil belajar). Workshop akan dilakukan di perpustakaan anak, sehingga saat proses storytelling akan lebih terkondisikan dengan baik, juga para siswa-siswi dapat mengetahui beragam sumber literasi secara langsung. Yang kemudian akan dilanjutkan dengan sesi workshop pembuatan anyaman sederhana untuk melatih kemampuan motorik halus anak sambil mendengarkan cerita. Dengan terlaksananya workshop multisensory storytelling dan workshop pembuatan anyaman ini, diharapkan para siswa-siswi dapat memiliki pengalaman yang menarik dalam mengasah kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus, serta para pengajar pun akan mendapat informasi baru untuk mengembangkan kegiatan belajar mengajar yang lebih variatif.
Pengembangan Kemampuan Literasi Dini dan Pembuatan Prakarya Kriya Sederhana Menggunakan Metode Learning by Doing bekerjasama dengan Perpustakaan Anak di Bandung Rima Febriani; Widia Nur Utami Bastaman; Tiara Larissa
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8475

Abstract

Literasi pada usia dini memerlukan perhatian khusus, karena kemampuan literasi di usia awal tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga melibatkan kegiatan sosial-psiko-linguistik yang kompleks dan mempengaruhi aspek sosial dan kontekstual dalam perkembangan anak (McLachlan & Arrow, 2017). Peran literasi merupakan penopang utama kemajuan umat manusia. Bentuk kerjasama antar stakeholder juga turut membantu keberhasilan dan perkembangan literasi anak usia dini dengan lingkup yang lebih luas. Maka dari itu, melalui pendampingan ini tim pengabdian masyarakat Telkom University akan melakukan kegiatan workshop pengembangan kemampuan literasi dan prakarya kriya sederhana guna mendukung peningkatan kemampuan literasi dan motorik halus anak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bekerjasama dengan komunitas non-profit Rumah Pelangi Indonesia yang berlokasi di Baleendah Bandung yang memiliki visi menyelenggarakan pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan anak, memajukan perkembangan intelektual dan kesejahteraan anak, serta menjunjung tinggi budaya lokal. Selain fokus pada pengembangan variasi kegiatan, untuk meningkatkan suasana belajar dan pengembangan kemampuan literasi, maka kegiatan akan dilaksanakan di luar sekolah yaitu tepatnya di Pustakalana. Pustakalana adalah perpustakaan anak di kota Bandung yang aktif meggagas beragam program untuk anak. Pengembangan kemampuan motorik halus akan diarahkan untuk membuat prakarya dengan tema yang baru, sebagai variasi dari kegiatan serupa yang telah dilakukan di sekolah selama ini. Prakarya akan menerapkan teknik-teknik kriya sederhana yang banyak menggunakan keterampilan tangan, sehingga diharapkan dapat menstimulus kemampuan motorik halus anak. Dengan mengadakan workshop pendampingan melalui metode learning by doing ini diharapkan para peserta didik Komunitas Rumah Pelangi Indonesia dapat memiliki pengalaman yang menarik dalam mengasah kemampuan literasi dan kemampuan motorik halus, serta para staff dan guru pengajar pun akan mendapat insight baru untuk membantu pengembangan kegiatan belajar mengajar di Rumah Pelangi Indonesia.
Co-Authors Adinda Caturludysari Agustin, Nadaa Rizki Aldi Hendrawan Alfajri, Alfajri Alfandy, Zahra Deffi Alvira, Shakila Shaka Anatha, Dava Dien Andini, Laili Novita Annisafira, Ditya Antariksa, Naradipa Pinasthika Aqila, Haya Fadhia Arini Arumsari Ashila, Khalishah Maretha Audina, Nabila Austriani, Eline Azzura, Tsabitha Putri B, Widia Nur Utami Balqis, Qelmille Dewi Amanah Buchori Zainuddin, Imam Citra Puspitasari Dewantari, Senja Elvi Citraresmana Erlina Zulkifli Mahmud Fadlillah, Muthya Rizka Fajar Ciptandi Faradillah Nursani Faradillah Nursari Faradillah Nursasari Farah Mudhia Oktamie Fatimah, Ghefira Nur Febrianti, Evalina Permata Gani Ahmad Jaelani Gantini, Yayu Sri Gina Shobiro Takao Haris, Adiva Rumaisa Almira Insani, Gaitshan Mugitshania Jeng Oetari Khairunnisa, Nadya Kinanti, Elisabeth Sekar Lathizaifah, Nurannisa Manurung, Murni Marissa Cory Agustina Siagian Megavitri, Megavitri Mochammad Sigit Ramadhan Morinta Rosandini Moris, Aurora Nabilah, Della Nabilah, Naila Husna Natasya, Sania Nisfiah, Nazela Zulfa Noviyanti, Elma Faradina Nuralyah, Futri Oktaviyanti, Mega Ovelia, Tiara Pelealu, Euglea Andrea Pratiwi, Andini Pratiwi, Mutiara Devi Prawita, Rosada Intan Putri, Aninditha Tri Putri, Nabiilah Andini Ramadhan Putri, Navella Andhieta Putri, Raissa Ayuni Putri, Rania Setiawan Putri, Wafa Nabila Qur’ani, Nur Fadilah Ratna Erika Mawarrani Rendi Prayuda Riski, Indrianti Pratama Room, Brigita Joan van Rosidi, Selvie Hana Sahirah, Jasmine Nur Septiani, Erien Shella Wardhani Putri Sundari, Rio Susiyanti Rusyan Tiara Larissa Toewak, Viona Jane Treadhani, Anisya Azzahra Ulya, Hafizha Utami, Widia Nur Vira Pritalia Wardhani, Shella Waryani, Egi Windira Widia Nur Utami Widia Nur Utami Widia Nur Utami B Widia Nur Utami Bastaman Wiriadilaga, M. Aqshal Wulandari, Nadya Stevi Yuningsih, Sari Yusra, Keisya Alayda