Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Karakteristik Kualitas Perairan Berdasarkan Parameter Fisik Di Pelabuhan Perikanan Jeruju Kalimantan Barat Nuraya, Tia; Sari, Dahlia Wulan; Harfinda, Elliska Murni
Oseanologia Vol 3, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jose.v3i2.84947

Abstract

Water quality is one aspect for marine, estuarine and terrestrial organisms. Poor water quality can also reduce the ecosystem in the area. Therefore, this study aims to determine the condition of water quality based on physical and chemical parameters that are very important to do. The study was conducted at the Jeruju Fishing Port, West Kalimantan. The physical parameters taken were temperature, salinity, pH, current, brightness, and tides. The results of the study showed that the average temperature at the location was 28 ° C, salinity was 0 PSU, pH was 6.26, classified as acidic and approaching normal, currents ranged from 0.1 cm/s including calm currents, brightness values in the waters of the Jeruju TPI ranged from 17.5 - 27.5 cm and the type of tide at the location was a diurnal type of tide where there was one high tide and one low tide. These results indicate that the quality of the waters is still relatively good.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI MANGROVE DI DESA BAKAU BESAR KABUPATEN MEMPAWAH Pangestu, Gigih Budhiawan; sari, dahlia wulan; Rahayu, Widya; Nuraya, Tia; Harfinda, Elliska Murni
Bina Bahari Vol 3, No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v3i3.78

Abstract

Desa Bakau Besar di Kabupaten Mempawah memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, terutama melalui ekosistem mangrove yang kaya akan manfaat ekologis dan ekonomi. Namun, ekosistem ini mengalami degradasi akibat aktivitas manusia. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini bertujuan untuk menghimbau dan meningkatkan kesadaran masyarakat setempat untuk memulihkan kondisi ekosistem, serta memberdayakan komunitas lokal melalui program rehabilitasi mangrove. Kegiatan terdiri dari penanaman kembali mangrove, edukasi lingkungan, serta evaluasi partisipasi masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program. Dari hasil kegiatan, mayoritas peserta merasa sangat puas dan puas dengan kegiatan yang dilakukan.
Estimasi Karbon Biomassa Atas Mangrove pada Ekosistem Mangrove di Pesisir Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Imam, Khairil; Nuraya, Tia; Harfinda, Elliska Murni
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2024): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v7i3.82392

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat pada bulan Maret sampai April 2021. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah simpanan karbon biomassa atas mangrove di Desa Bakau Besar dan Bakau Kecil. Pengambilan sampel dilakukan di 4 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengamatan dilakukan dengan jarak 100 m dari bibir pantai dan jarak antar plot 100 m. setiap stasiun dibagi menjadi 2 plot menggunakan plot persegi dengan kriteria pohon, pancang dan semai. Berdasarkan hasil penelitian estimasi simpanan karbon biomassa atas tertinggi berada pada stasiun dua di lokasi Bakau Besar dengan jumlah kandungan karbon biomassa atas sebesar 776,63 Kg/m2 dan yang terkecil berada pada stasiun 3 di lokasi Bakau Kecil dengan jumlah kandungan 276,62 Kg/m2.
Karakteristik Suhu Permukaan Laut di Perairan Kalimantan Barat Tahun 2023 Berdasarkan Data ECMWF Nuraya, Tia; Annisa Rachmawati, Putri
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1024

Abstract

Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan salah satu indikator kualitas suatu perairan. SPL menjadi faktor lingkungan yang berperan penting bagi keberlangsungan hidup biota laut. SPL di perairan Kalimantan Barat mengalami variasi musiman yang dipengaruhi oleh faktor atmosfer dan oseanografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi SPL permusim di perairan Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dari model reanalisis ECMWF dengan rentang waktu Januari – Desember 2023 untuk memprediksi sebaran SPL di perairan Kalimantan Barat dan diolah menggunakan software GrADS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPL di perairan Kalimantan Barat berkisar antara 28,1 °C hingga 30,4 °C. Suhu terendah tercatat pada bulan Februari (musim hujan), sementara suhu tertinggi terjadi pada bulan Mei (musim kemarau). Secara umum, perairan Kalimantan Barat mengalami peningkatan SPL dalam rentang 28,2 °C hingga 30,4 °C. Dari hasil tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pemahaman lebih lanjut mengenai karakteristik SPL.
SOSILISASI BAHAYA SAMPAH PLASTIK PADA EKOSISTEM PERAIRAN Nuraya, Tia; Wulan, Dahlia; Harfinda, Elliska Murni; Pangestu, Gigih Budhiawan
Bina Bahari Vol 2, No 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v2i1.26

Abstract

Sampah plastik merupakan permasalahan terbesar yang saat ini terjadi di Indonesia. Pencemaran sampah plastik sering ditemui di wilayah pesisir yang mana memiliki potensi sumber daya perairan, habitat bagi sejumlah organisme yang hidup di dalamnya. Aktivitas yang terjadi di suatu wilayah dapat menghasilkan banyak sampah plastik, hal ini yang akan memberikan dampak pada organisme perairan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahaya dan dampaknya penggunaan kantong plastik terhadap ekosistem perairan laut dan mengganti kantong plastik dengan penggunaan godie bag saat berbelanja. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2021 di Pasar Swalayan Anggrek, Jl. Adisucipto Kubu Raya. Peserta yang hadir sebanyak 24 orang. Kegiatan dilaksanakan menjadi 2 sesi yang pertama sosialisasi bahaya sampah plastik dan sesi kedua yaitu pembagian godie bag sebagai pengganti kantong plastik. Peserta yang hadir sangat bahagia terhadap kegiatan ini, selain mendapatkan ilmu pengetahuan tambahan mereka mendapatkan godie bag sebagai pengganti kantong plastik.
PENGENALAN BIOTA LAUT DILINDUNGI DI PULAU LEMUKUTAN, KALIMANTAN BARAT Rahayu, Widya; Sari, Dahlia Wulan; Nuraya, Tia; Harfinda, Elliska Murni
Bina Bahari Vol 1, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v1i2.13

Abstract

Pulau Lemukutan adalah aset bagi pembangunan dan kemakmuran bangsa karena sebagian besar pembangunan nasional mengandalkan keanekaragaman hayati. Meningkatnya kebutuhan manusia dan tekanan terhadap lingkungan khususnya sumberdaya hayati laut, mengakibatkan terjadinya penurunan populasi beberapa biota perairan. Mengingat semakin banyaknya biota perairan yang terancam punah, langka dan endemik maka perlu memberikan perhatian khusus dan prioritas dalam upaya pelestarian serta perlindungannya. Oleh karena itu dibutuhkan arahantentang biota-biota apa saja yang terancam punah dan perlu dilindungi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait biota laut yang dilindungi. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu penyampaian materi, diskusi, penyebaran brosur serta penempelan poster. Tingkat pemahaman meningkat dari kurang paham hingga sedang dilihat dari pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari pemateri dijawab dengan semangat dan tepat.
Edukasi dan Giat Literasi Kelautan untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Kalangan Siswa SMA Kabupaten Mempawah Apriansyah; Mega Sari Juane Sofiana; Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Nurrahman, Yusuf Arief; Safitri, Ikha; Warsidah; Idiawati, Nora; Sukal Minsas; Helena, Shifa; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Prayitno, Dwi Imam; Nuraya, Tia; Harianto; Darma, Surya
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1622

Abstract

The research aims to enhance marine literacy and raise awareness among high school students in Mempawah Regency about vital role of mangrove ecosystems in maintaining coastal environmental balance. Limited student understanding has contributed to low participation in conservation efforts. A participatory educational approach was implemented through material presentation, interactive discussion, and marine equipment demonstrations. Questionnaire results indicated that over 90% of participants reported an increased understanding, with most expressing motivation to engage in mangrove conservation activities. These findings highlight the effectiveness of participatory methods in fostering marine literacy and environmental awareness. The program’s success is expected to serve as a sustainable model for environmental education in schools and can be expanded to promote ecological consciousness at the community level.
Pengaruh Kandungan Nitrat dan Fosfat terhadap Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sungai Bakau Besar Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat Nuraya, Tia; Sari, Dahlia Wulan
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.60323

Abstract

Kelimpahan fitoplankton dapat dipengaruhi oleh nitrat dan fosfat. Nitrat berperan dalam proses sintesis protein dalam pertumbuhan fitoplankton dan fosfat berperan dalam proses pertumbuhan dan metabolisme fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton. Penelitian dilakukan dibulan Agustus 2022. Pengambilan sampel dilakukan di 3 titik lokasi penelitian yaitu di area dekat mangrove (pengambilan sampel di sungai dan kanal di dalam hutan mangrove), area dekat pasar ikan dan area jauh dari laut. Sampel yang diambil yaitu sampel air sebanyak 100 ml untuk analisis fitoplankton. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat dan fosfat yaitu 0,4 "“ 3,6 mg/l dan 0,94 "“ 6,3 mg/l. Konsentrasi nitrat tertinggi terdapat di area sungai sedangkan kandungan fosfat terbanyak terdapat di Stasiun 3 yang jauh dari laut. Kelimpahan fitoplankton tertinggi di Stasiun 2 yang terletak di Pasar Ikan dengan kelimpahan fitoplankton 832 ind/l, keanekaragaman (0,31 - 1,84), keragaman (0,17 "“ 0,95), dominansi (0,22 "“ 0,86). Hasil identifikasi yang telah dilakukan, fitoplankton yang terdapat di Perairan Sungai Bakau Besar terdiri dari 23 genera dan didominasi oleh Skeletonema sp. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan fitoplankton pada penelitian ini tergolong sangat rendah yang mana terdapat faktor lain dalam mempengaruhi kelimpahan plankton.
Effect of River Organic Carbon Input in Mangrove Sediment Nuraya, Tia; Agawaman, Lalu Panji Imam
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10158

Abstract

Mangrove is a coastal ecosystem that absorbs and stores carbon as organic carbon in sediment. The high value of organic carbon in mangrove sediment is influenced by one factor: organic input from the river. This study aims to analyze the effect of the river's total organic carbon (TOC) on TOC stored in mangrove sediment. The samples used were water samples analyzed by the TOC analysis method and sediment samples taken at a depth of 20 cm and analyzed by the combustion method using a C-N analyzer and measuring oceanographic parameters at the research location. The results showed that TOC in the Bakau Kecil River was higher (79 mg/L) compared to TOC in the Bakau Besar River (66.36 mg/L). This is based on the finding of the highest TOC in the Bakau Kecil River mangrove sediment compared to Bakau Besar, with values ​​of 840.14 tons C/ha and 698.86 tons C/ha, respectively. However, regression analysis showed a negative relationship between TOC in mangrove sediment and TOC in waters. If TOC in the river increases, then TOC in sediment tends to decrease. In addition, oceanographic parameters that affect TOC are tides. When TOC rises, TOC is more significant than when TOC recedes.
Studi Spesies Kepiting Bakau di Ekosistem Mangrove Batu Ampar, Kalimantan Barat Nuraya, Tia; Agamawan, Lalu Panji Imam
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 10 (2025): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i10.12545

Abstract

This study aimed to identify mud crab species inhabiting the mangrove ecosystem of Batu Ampar, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Sampling was conducted from 26 October – 2 November 2024 during low tide using manual hand-catching, traditional traps (bubu), and fishermen’s catches obtained through interviews. A total of 20 crab individuals were collected and identified based on external morphological characteristics, referring to identification keys from WWF-Indonesia and the World Register of Marine Species (WoRMS). The results identified two dominant species, Scylla serrata and Scylla paramamosain. The main morphological differences included carapace coloration, claw size and shape, and the number and form of frontal spines. Among the total samples, S. serrata was more dominant compared to S. paramamosain. Interviews with fishers also revealed a body size classification commonly used in trade, namely Size A (≥ 600 g) and Size B (± 200 g), which directly influenced market prices. These findings confirm that the Batu Ampar mangrove ecosystem supports more than one economically valuable mud crab species. The study provides baseline information that can serve as an initial reference for sustainable management and conservation of mud crabs in coastal West Kalimantan