Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS DISPARITAS PEMBANGUNAN ANTAR NEGARA ASEAN Karlina, Agustina; Rikin, Yuliana; Muhtadi, Maulana; Kurniasih, Erni Panca
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan dalam tingkat keterbukaan ekonomi, kebijakan perdagangan, dan hambatan non-tarif dapat memengaruhi akses terhadap pasar regional dan investasi asing langsung, yang pada gilirannya dapat memperkuat ketimpangan pembangunan di ASEAN. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyediakan analisis tentang disparitas pembangunan antar negara ASEAN. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh kawasan ASEAN. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk menguraikan secara sistematis mengenai variabel tertentu sebagai fenomena. Adapun data yang digunakan adalah data sekunder dari World Bank, dilaman worldbank.com. Adapun data yang digunakan adalah data time series GDP percapita negara-negara ASEAN dengan berdasarkan PPP constanst 2017, dan data pertumbuhan penduduk negara-negara ASEAN pertahun. Adapun data time series dari tahun 2010-2022. Secara khusus penelitian ini menyimpulkan bahwa selama periode 2010-2022, GDP per kapita negara-negara ASEAN menunjukkan pola pertumbuhan yang beragam, mencerminkan dinamika ekonomi dan kondisi domestik masing-masing negara. Disparitas ini menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi oleh negara-negara ASEAN dalam upaya meningkatkan standar hidup penduduknya dan memperkecil kesenjangan ekonomi di kawasan ini. Pertumbuhan penduduk di negara-negara ASEAN menunjukkan variasi yang signifikan, dengan beberapa negara mengalami penurunan yang tajam atau fluktuasi yang besar, sementara yang lain menunjukkan kestabilan atau peningkatan yang terbatas. Berdasarkan analisis indeks Williamson pada negara-negara ASEAN, terlihat bahwa sebagian besar negara menunjukkan tingkat ketimpangan ekonomi yang relatif rendah dan stabil. Meskipun ada sedikit perbedaan antara negara-negara tersebut, keseluruhan menunjukkan kemajuan dalam mengurangi ketimpangan ekonomi di kawasan ASEAN. Ini menggambarkan pentingnya upaya kolaboratif dalam mencapai tujuan pembangunan yang inklusif di wilayah tersebut.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KABUPATEN KETAPANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Pramono, Basilius Yance; Suswanti, Lusia Budi; Febryan, Frans; Doni, Tri Floren; Kurniasih, Erni Panca
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor unggulan dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Ketapang menjadi fokus utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui analisis sektor unggulan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang struktur ekonomi wilayah dan kontribusi relatif dari masing-masing sektor terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ketapang dan Provinsi Kalimantan Barat. Analisis dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ), Klassen Typology Method, dan Shift-Share untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan, memetakan pertumbuhan dan kontribusi sektor-sektor PDRB terhadap penyerapan tenaga kerja, serta menganalisis potensi sektor unggulan yang ada di Kabupaten Ketapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor unggulan Kabupaten Ketapang dari tahun 2010 hingga 2023 adalah sektor Pertambangan dan Penggalian serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala-kendala yang menghambat pertumbuhan sektor-sektor tersebut, dan hasil analisis Shift-Share menunjukkan bahwa sektor-sektor perekonomian Ketapang belum memiliki daya kompetitif yang memadai. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat memperhatikan beberapa aspek penting dalam pengembangan ekonomi daerah, termasuk investasi dalam infrastruktur pendukung, program pelatihan keterampilan, serta pembentukan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor-sektor unggulan.
CORPORATE REPORTING, CORPORATE GOVERNANCE, AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DISCLOSURES Dosinta, Nina Febriana; Kurniasih, Erni Panca; Kartika , Metasari; Leorinita, Gita
Jurnal Aplikasi Akuntansi Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi Akuntansi, April 2024
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jaa.v8i2.343

Abstract

Sustainability Development Goals (SDGs) began to be implemented in 2016 with 17 achievement targets, including increasing human capability and reducing inequality in sustainable development. Supervision from internal company parties by  Corporate Governance (CG) must be carried out by providing SDG information. This research examines the influence of CG on SDGs disclosure. This research used purposive sampling; 33 mining companies that were listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2022 period were obtained. The total data used was 231 corporate reporting as research observation data. This research analyzes using panel data regression. The research results show that CG influences SDG disclosure, but only the variables of the existence of the board of commissioners and corporate social responsibility officers show significance. This research implies that CG can maximize support for SDGs, bringing sustainability to shareholders (principals) as company owners. Thus, CG is an essential part of stakeholders' information needs, especially regarding the SDGs.
The Influence of Regional Financial Independence and Population Size on Regional Production Capacity and Community Welfare in West Kalimantan Province Sutami, Desmi; Rosyadi, Rosyadi; Kurniasih, Erni Panca
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i12.2123

Abstract

This study examines the influence of regional financial independence and population quantity on regional production capacity and community welfare in West Kalimantan Province. Using a quantitative approach with Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), panel data from 14 districts/cities during the 2015–2024 period were analyzed. Regional financial independence was measured through the degree of fiscal decentralization, degree of regional dependence, and ratio of fiscal independence. Population quantity was assessed using population density, labor force participation rate, and dependency ratio. Regional production capacity was represented by Gross Regional Domestic Product (GDP), while community welfare was measured by the Human Development Index (HDI). The results indicate that regional financial independence significantly affects both regional production capacity (t-stat = 2.163, p = 0.031) and community welfare (t-stat = 13.019, p = 0.000). Population quantity also shows significant effects on production capacity (t-stat = 2.989, p = 0.003) and welfare (t-stat = 3.923, p = 0.000). Furthermore, regional production capacity significantly influences community welfare (t-stat = 2.154, p = 0.031). The mediation analysis reveals that production capacity successfully mediates the relationship between population quantity and community welfare (t-stat = 2.668, p = 0.008), but does not mediate the relationship between regional financial independence and welfare (t-stat = 1.738, p = 0.082). The model demonstrates strong predictive relevance with an R-square value of 81.0% for community welfare and a Q-square value of 89.9%. These findings emphasize that strengthening fiscal independence and optimizing demographic potential through enhanced production capacity are crucial strategies for improving community welfare in West Kalimantan Province.